Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENGGUNAAN OBAT RASIONAL MELALUI EDUKASI GEMA CERMAT DENGAN METODE CBIA Handini, Myrnawati Crie; Ketaren, S.Otniel; Dakhi, Rahmat Alyakin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab masalah kesehatan yaitu penggunaan obat secara tidak rasional, yang dapat mengakibatkan terapi menjadi kurang efektif dan tidak efisien. Menurut WHO, lebih dari 50% obat di dunia diresepkan dan digunakan secara tidak tepat/rasional. Ketidakrasionalan penggunaan obat dapat berupa penggunaan obat secara berlebihan (overuse), penggunaan obat yang kurang (underuse) dan penggunaan obat tidak tepat indikasi, dosis, cara dan lama pemakaian, dan lain-lain (misuses). Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui tentang pengertian Gema Cermat dan POR, untuk mengetahui pentingnya POR, untuk mengetahui tentang faktor penyebab penggunaan obat yang tidak rasional, untuk mengetahui tentang dampak dari penggunaan obat yang tidak rasional, untuk mengetahui bagaimana upaya mengatasi penggunaan obat yang tidak rasional pada masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni Tahun 2021. Pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Rahuning, Kabupaten Asahan. Hasil pengabdian untuk Penyuluhan tentang Penggunaan Obat Rasional melalui Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) pada masyarakat Desa Rahuning I, Kec. Rahuning, Kab. Asahan dapat berjalan dengan lancar. Peserta juga melihat secara mandiri informasi penting yang ada di dalam kemasan obat, dan mencoba menyimpulkan sendiri apa yang harus dilakukan jika mereka harus menggunakan suatu obat tertentu. Peserta juga melihat secara mandiri informasi penting yang ada di dalam kemasan obat, dan mencoba menyimpulkan sendiri apa yang harus dilakukan jika mereka harus menggunakan suatu obat tertentu dan masyarakat merasa senang telah mendapatkan pengetahuan yang selama ini belum mereka peroleh.
Edukasi Kepada Ibu Hamil Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Marbun Tonga Marbun Dolok Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2022 Brahmana, Nettietalia; Handini, Myrnawati Crie; Silitonga, Evawani Martalena
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang sangat menghambat perkembangan manusia secara global. Stunting merupakan masalah gizi yang harus diperhatikan demi generasi bangsa yang maju. Menurut Word Health Organization (WHO), prevalensi balita pendek dan sangat pendek menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya 20% atau lebih (Kementrian Kesehatan RI 2017). Stunting merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Stunting pada balita merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, menurunkan kemampuan kognitif dan perkembangan motorik rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang. Stunting di kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2019 sebesar 41.4%. Prevalensi stunting di desa Marbun Tonga Marbun Dolok sebesar 38,6. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu sehingga diperlukan edukasi yang efektif untuk mencegah terjadinya stunting. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Pengetahuan Ibu merupakan faktor yang paling dominan dalam hubungannya dengan kejadian stunting pada Balita. Pengetahuan penting peranannya dalam menentukan asupan makanan. Tingkat pengetahuan gizi seseorang berpengaruh terhadap perilaku dan pola asuh dalam memilih makanan yang akan berdampak pada asupan gizinya. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Baktiraja dengan memberikan edukasi kepada ibu hamil dan juga membagikan leafleat yang telah dirancang sebelumnya sebagai alat promosi kesehatan. Leafleat yang dibagikan berjudul “Cegah Stunting Dengan Menu sehat pada Ibu hamil. Kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan mendapatkan respon serta antusias yang baik dari responden. Hal ini ditunjukkan dengan antusias responden untuk bertanya pada saat kegiatan berlangsung. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang ditunjukkan dari peningkatan pengetahuan responden terkait stunting dengan melihat perbandingan hasil pre-test dan post-test. Untuk itu, kegiatan edukasi dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil terutama kelompok rentan gizi yaitu ibu hamil.
Perilaku Cuci Tangan Pada Siswa/Siswi Sekolah Dasar Di SDN 060929 Kecamatan Medan Johor Tahun 2022 Handini, Myrnawati Crie; Wandra, Toni; Etty, Cristina Roos
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) terbukti masih sangat rendah, tercatat rata-rata 12% masyarakat yang melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA, keduanya menjadi penyebab utama kematian anak. Setiap tahun, sebanyak 3,5 juta anak di seluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur lima tahun karena penyakit diare dan ISPA. Mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, kecacingan, dan flu burung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan Menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam mengenali pentingnya mencuci tangan untuk pencegahan penularan penyakit. Meningkatkan kemandirian siswa sekolah dasar untuk melakukan cuci tangan sebelum melakukan aktivitas untuk pencegahan penularan penyakit. Meningkatkan partisipasi siswa sekolah dasar dalam meningkatkan status kesehatannya. Solusi permasalahan mitra adalah Seperti yang telah gambarkan dalam analisis situasi diatas bahwa permasalahan yang timbul dimasyarakat adalah masih kurangnya pengetahuan siswa dan siswi sekolah dasar tentang pentingnya mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit sehinga masih banyaknya siswa dan siswi sekolah dasar yang belum perperilaku hidup sehat dalam mencegah penyakit. Metode Pelaksanaan : Sasaran kegiatan pemberdayaan ini adalah para Siswa dan Siswi Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Amplas. Persiapan di laksanakan di SDN 060929 yang terletak di kecamatan kota Medan. Guru, siswa dan siswi dan pihak sekolah dasar bekerjasama melakukan rangkaian kegiatan persiapan. Hasil yang didapatkan dari pengmas ini adalah Siswa dan siswi semakin memahami akan pentingnya mencuci tangan, cara mencuci tangan yang baik dan benar mampu menjadikan mencuci tangan sebagai kebiasaan baru dan diharapkan mereka bisa menjadi contoh dilingkungan sekitarnya. Komitmen dari siswa dan siswi sekolah dasar untuk melakukan perubahan perilaku dengan mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan sebelum makan makanan yang sehat. Perlu dilakukan upaya sosialisasi terkait dengan pentingnya mencuci tangan sebagai upaya pencegahan dari penyakit mengingat masih tingginya angka penularan penyakit, agar masyarakat memahami bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar dan kapan saja kita harus mencuci tangan.