Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI INVERTER ALTIVAR 12 DAN TOSHIBA VFS15 SEBAGAI PENGENDALIAN KECEPATAN PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA UNTUK APLIKASI SISTEM KONVEYOR TERKENDALI Ammar Akbar Ghifari Basyar; Susatyo Handoko; Iwan Setiawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i1.184-189

Abstract

Pada pengoperasian motor induksi 3 fasa, salah satu hal yang menjadi permasalahan adalah kesulitan dalam mengatur kecepatan putar motor. Kecepatan putaran motor induksi dapat diatur dengan cara mengubah frekuensi dengan menggunakan inverter. Penelitian ini bertujuan  mengetahui  pengaruh  perubahan  frekuensi  terhadap  kecepatan  putaran motor  induksi  3 phasa  menggunakan  inverter. Inverter yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor induksi 3 fasa disebut dengan variable speed drive (VSD). VSD yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah produk yang dibuat oleh Schneider Electric yaitu Altivar 12 dan Toshiba VFS15. Selama operasi pengaturan kecepatan motor induksi tiga fasa menggunakan VSD Altivar 12 dan Toshiba VFS15, nilai frekuensi berbanding lurus dengan kecepatan putar motor dan tegangan, karena semakin besar frekuensi maka diperoleh kecepatan putar motor dan tegangan semakin tinggi.
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BOOST DENGAN TEGANGAN KELUARAN TERKONTROL BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO NANO Ikbal Yuwandra; Susatyo Handoko; Darjat Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i1.26-32

Abstract

Teknologi konverter elektronika daya telah banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, contoh pengaplikasiannya, DC-DC converter ini digunakan pada sumber energi terbarukan, seperti fuel cell dan solar cell. Pada penggunaanya, energi listrik yang dihasilkan oleh solar cell disimpan dalam baterai sebelum disalurkan ke beban. Masalah yang kemudian muncul adalah penyimpanan daya dalam baterai berada pada level tegangan DC rendah sedangkan beberapa beban yang ada membutuhkan tegangan AC, sehingga memerlukan step-up converter untuk menaikan tegangan sebelum dikonversikan menjadi tegangan AC. Selain itu, tegangan keluaran dari konverter juga bisa dikontrol. Dalam tugas akhir ini, dilakukan perancangan dan implementasi boost converter dengan kontrol proportional – Integral menggunakan mikrokontroler Arduino nano. Sistem kontrol dapat membangkitkan sinyal PWM dengan umpan balik tegangan keluaran. Alat ini mampu meningkatkan level tegangan input dan menjaga tegangan keluaran pada nilai 30 Vdc. Pengujian boost converter dilakukan dengan memvariasi nilai duty cycle dan tegangan masukan, kemudian menganalisis daya keluaran boost converter tersebut. Boost converter yang dirancang menggunakan mikrokontroler arduino nano dengan metode kontrol proportional-integral telah berhasil direalisasikan dan dapat digunakan sebagai converter arus searah dengan nilai tegangan keluaran 30 volt. Hasil pengujian pada boost converter untuk beban 220 Ω menunjukan bahwa kontrol proportional-integral mampu menjaga nilai tegangan keluaran pada nilai set point 30 volt dengan variasi tegangan masukan dari 10 volt sampai 15 volt.   
ANALISIS DAN PERANCANGAN MITIGASI KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN DAN ARUS DI POLTEKKES SEMARANG Berlian Ade Wijaya; Susatyo Handoko; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i2.319-326

Abstract

Gedung Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang terdiri dari 6 lantai yang berfungsi sebagai tempat administrasi dan perkuliahan. Setelah dilaksanakan analisis ketidakseimbangan tegangan dan arus didapatkan hasil hampir semua bus memiliki ketidakseimbangan arus yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dilakukan perancangan mitigasi ketidakseimbangan tegangan dan arus menggunakan software ETAP 12.6, mengacu pada standar EN-50160 dan ANSI-C84.1-1995. Pada tugas akhir ini, perancangan mitigasi yang dilakukan berupa pemindahan beban satu fasa. Menurut EN-50160 batas ketidakseimbangan tegangan maksimal adalah 2 %. Menurut ANSI-C84.1-1995 batas ketidakseimbangan arus maksimal adalah 5%. Hasil dari perancangan mitigasi diperoleh nilai ketidakseimbangan arus pada bus MDP turun dari 9,51% menjadi 0,24% dan telah memenuhi standar yang ditentukan.
STUDI PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA UMKM COFFEE SHOP DI KOTA SEMARANG DITINJAU DARI ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST Khilmi Nafadinanto Irfani; Jaka Windarta; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i4.643-652

Abstract

 Penyediaan tenaga listrik semakin bergeser menuju sumber energi bersih dan hijau. Kebijakan mengenai pentingnya penggunaan energi hijau pun mulai digalakkan. Dari banyaknya jenis energi terbarukan, salah satu yang paling banyak digunakan dan dapat diaplikasikan pada skala kecil seperti rumah tangga adalah PLTS. Lokasi geografis merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia karena berada di garis khatulistiwa. Rata-rata radiasi matahari termasuk kategori relatif tinggi sepanjang tahun yaitu sebesar 4,80 kWp/m2/hari. Fleksibilitas PLTS yang dapat digunakan hingga skala kecil ini diharapkan mampu dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan listrik untuk kebutuhan usaha UMKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang dan menganalisis potensi PLTS sistem offgrid dengan menempatkan PLTS pada atap Caravan/Foodtruck dengan studi kasus UMKM “Angka Coffee”. PLTS ini menggunakan sistem offgrid dan membutuhkan spesifikasi minimum kapasitas baterai 158Ah, Panel surya 683,5 Wp, inverter 805 Watt, dan Solar charge controller 28,5A. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi menggunakan PVSyst 7.1 dan membandingkan 4 jenis variasi sistem yang terdiri dari 2 merk panel surya dan 2 merk baterai. Didapatkan hasil variasi 4 memiliki nilai produksi energi listrik paling tinggi 694 kWh dengan PR ratio 0,572 dan tingkat pemenuhan energi listrik (solfrac) sebesar 0,99.
ANALISIS SETTING RELAI OCR, GFR, DAN RECLOSER PASCA REKONFIGURASI PENYULANG RWO 05 DAN RWO 07 GARDU INDUK RAWALO MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Ismail Hasyim Wibisono; Hermawan Hermawan; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.470-479

Abstract

Untuk menunjang distribusi tenaga listrik yang baik,  PT. PLN UP3 Purwokerto melakukan rekonfigurasi pada penyulang RWO05 dan RWO07 di GI Rawalo, dengan tujuan mengurangi pembebanan pada penyulang RWO05. Atas dasar tersebut maka nilai setting peralatan proteksi perlu dilakukan perhitungan ulang agar dapat tetap bekerja secara optimal untuk mengamankan jaringan dari adanya gangguan. Penelitian ini mempelajari tentang koordinasi peralatan proteksi dari relai arus lebih dan recloser pada penyulang RWO05 dan RWO07 baik pada kondisi setting existing maupun setelah dilakukan resetting pasca rekonfigurasi. Berdasarkan hasil analisis, arus hubung singkat maksimum 14395 A pada gangguan 3 fasa dan arus hubung singkat minimum 577 A pada gangguan 2 fasa tanah. Koordinasi proteksi setting existing menunjukkan, apabila terjadi gangguan 2 fasa di titik 75% dan 100% serta gangguan 3 fasa dan 2 fasa tanah di titik 100% penyulang RWO05, relai incoming tidak bekerja sebagai pengaman cadangan. Setelah dilakukan resetting, koordinasi bekerja dengan baik dari pengaman utama yaitu recloser dan relai outgoing kemudian relai incoming akan bekerja sebagai pengaman cadangan. Grading time peralatan proteksi setting existing dan resetting sudah sesuai dengan standar IEC 60255 yaitu 0,3-0,5 detik. Waktu kerja peralatan proteksi lebih cepat dari waktu untuk mencapai ketahanan maksimum dari konduktor.
IMPLEMENTASI SISTEM PROTEKSI ARUS PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA UNTUK APLIKASI SISTEM KONVEYOR TERKENDALI Faizly van Ghozlizar; Susatyo Handoko; Iwan Setiawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i1.190-195

Abstract

Pada dasarnya pengaplikasian motor induksi tiga fasa banyak di gunakan pada bidang industri, khususnya di bidang kuliner. Di bidang kuliner motor induksi tiga fasa dapat di gunakan sebagai penggerak konveyor untuk pengantaran makanan. Pada motor induksi tiga fasa terdapat arus yang cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan motor dapat rusak. Oleh karena itu di perlukan proteksi arus pada motor induksi tiga fasa agar  arus yang tinggi pada motor tidak menyebabkan kerusakan pada motor. Dalam tugas ahkir ini, di rancang sistem proteksi arus pada mototr induksi tiga fasa pada sistem konveyor terkendali dengan sensor arus ACS712. Hasilnya sistem proteksi arus yang di rancang dapat melindungi motor induksi tiga fasa saat  arus cukup tinggi. Ketika arus melebihi batas yang telah ditetapkan oleh sensor arus ACS712, maka konveyor akan trip.   
PERANCANGAN SISTEM MONITORING DAN MANAJEMEN BATERAI DENGAN METODE SWITCHING BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Joshua Parulian Siahaan; Susatyo Handoko; Darjat Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i1.33-41

Abstract

Istilah charging dan discharging baterai adalah hal yang umum didengar dalam penggunaan baterai. Penyimpanan energi listrik ke dalam baterai sendiri harus di manajemen sedemikian rupa agar proses pengisian baterai (charging) dan pengosongan baterai (discharging) dapat berlangsung secara baik, tanpa mengakibatkan beban padam karena kehabisan daya baterai. Pada penelitian ini, terdapat 3 buah baterai yang secara bergantian/ “switching” akan disambung ke sumber charging dan sumber beban/ discharging. Sistem dikontrol oleh sebuah mikrokontroler Arduino UNO, masukan berupa 3 buah sensor tegangan, dan terdapat 6 buah relai sebagai aktuator yang menghubungkan dan menyalurkan daya dari baterai, LCD sebagai penampil status baterai, dan buzzer sebagai aktuator bunyi peringatan. Sensor tegangan membaca nilai tegangan pada seluruh baterai yang terpasang, kemudian Arduino UNO akan memproses baterai mana yang nilai tegangannya diatas atau sama dengan setpoint yaitu 11,5 volt, baterai yang memiliki nilai diatas setpoint akan disambungkan ke beban melalui relai beban, sedangkan baterai yang tegangannya berada dibawah nilai setpoint akan disambungkan ke sistem charging melalui relai charging. Pada penelitian ini diberi beban bohlam lampu 25 watt, didapatkan hasil baterai 1 menyuplai beban kurang lebih selama 115 menit, kemudian switching ke baterai 2 dan baterai 1 di isi ulang, kemudian baterai 2 akan menyuplai beban selama kurang lebih 108 menit kemudian switching ke baterai 3 dan baterai 2 di isi ulang, baterai 3 menyuplai beban kurang lebih selama 107 menit. Perancangan sistem monitoring dan manajemen baterai dengan metode switching berbasis mikrokontroler Arduino UNO telah berhasil direalisasikan.
ANALISIS PERBAIKAN FAKTOR DAYA DAN NILAI TEGANGAN DI POLTEKKES SEMARANG Harits Akmal Adi Wicaksono; Susatyo Handoko; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i2.327-334

Abstract

Gedung Pascasarjana merupakan salah satu bangunan yang berfungsi untuk administrasi dan perkuliahan di Poltekkes Kemenkes Semarang yang terdiri dari 6 lantai. Pada penelitian tugas akhir ini akan dilakukan analisis perbaikan faktor daya dan nilai tegangan menggunakan software ETAP 12.6 dengan perhitungan manual dan simulasi Optimal Capacitor Placement. Standar yang dipakai mengacu pada SPLN 70-1 bahwa faktor daya tidak boleh kurang dari 85% dan SPLN 72:1987 bahwa batas toleransi tegangan adalah ±4% dari tegangan sistem. Setelah dilakukan analisis kondisi eksisting pada Gedung Pascasarjana, terdapat 6 bus dengan faktor daya kurang dari 85% yaitu pada Bus Penerangan. Sedangkan tidak ditemukan bus dengan nilai tegangan dibawah ±4% atau sudah sesuai standar. Berdasarkan kondisi tersebut dilakukan pemasangan capacitor bank menggunakan perhitungan manual dan simulasi OCP dengan target faktor daya 90% pada tiap Bus Penerangan. Dari hasil perhitungan manual  faktor daya pada tiap Bus Penerangan berada pada rentang 89,7%-89,9% dan dengan OCP berada pada rentang 90%-99%. Selain itu, terjadi peningkatan faktor daya pada Gedung Pascasarjana mencapai 94,6% dengan perhitungan manual dan 95,3% dengan OCP, nilai tegangan stabil berada pada rentang 97%-99%, pemakaian kVAR berkurang dari 49,347 kVAR menjadi 42,906 kVAR dengan perhitungan manual dan menjadi 39,804 kVAR dengan OCP.
ANALISIS EKONOMI DAN PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM OFF GRID PADA UMKM COFFESHOP DI KOTA SEMARANG Sunan Muqtasida Masfuha; Jaka Windarta; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i4.653-663

Abstract

Distribusi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum tentu mencapai daerah daerah terpencil, sehingga daerah tersebut memerlukan sumber listrik alternatif seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Maka dari itu dalam tugas akhir ini akan dilakukan penelitian yang ditujukan untuk menganalisis perancangan PLTS dengan sistem off grid ditinjau dari sisi ekonomi teknik dan menguji sistem PLTS tersebut pada coffee shop di remote area. Metode penelitian yang digunakan adalah membandingkan kelayakan 4 variasi sistem PLTS dengan sistem genset dan  sistem charging. Didapatkan hasil penelitian semua variasi memiliki nilai NPV yang bernilai negatif (<0). Dengan demikian semua variasi ini dianggap tidak layak dari segi ekonomi dan tidak memberikan profit, akan tetapi pilihan PLTS variasi 1 adalah investasi yang paling murah. Dengan alasan tersebut PLTS variasi 1 yang menggunakan panel surya Maysun 120 Wp dan baterai Shoto 150 Ah dipilih sebagai sistem yang dilakukan pengujian. Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan semua komponen dan sistem secara keseluruhan dapat bekerja dengan baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sistem PLTS layak untuk diimplementasikan.
ANALISIS RUGI – RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN UNTUK REKONFIGURASI PENYULANG RWO 05 DAN RWO 07 GARDU INDUK RAWALO MENGGUNAKAN ETAP 12.6 DAN MATLAB R2018a Della Prastika Haris Sasmita; Hermawan Hermawan; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.480-489

Abstract

The need for electrical energy which always rises causes an increase in the loading of each feeder in Rawalo Substation. PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto strives to carry out a reconfiguration on RWO 05 and RWO 07 feeder in order to decrease the load in RWO 05 feeder so that the electrical energy distributed to the consumers can be optimized. The distribution of electrical energy cannot be separated from the loss of power in the system which causes the disappearance of numbers of power in the electrical energy distribution process, starting from the main substation to the consumers. Therefore, there has to be an analysis done about power loss and voltage drop which occurs in the distribution networks by configuring one out of four switches in a normally open condition that connects RWO 05 and RWO 07, not only in an existing condition but also after the reconfiguration being done. Based on the result of the analysis, the power loss occurred in an existing condition which is in switch 2 holds the amount of 0,137 MW and 0,436 MVAR or equal to 2,18 % with the amount of 6,58% voltage drop, while the power loss occurred in a reconfiguration condition which is in switch 4 holds the amount of 0,116 MW and 0,385 MVAR or equal to 1,84 % with the amount of 6,13% voltage drop. The result of the loss obtained from both conditions concludes that there is a decrease in power loss with the amount of 0,33 %, whereas the voltage drop occurred decreases by 0,45%.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Abdullah, Isa Abdurrahman Ghifari Abdurrahman, Muhammad Hanif Aditya Teguh Prabowo Afriana, Elza Agiel Agiel Triyadiputra Agiel Triyadiputra Agung Suharwanto Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Akbar Kurnia Octavianto Al Komar, Ro'ad Baladi Amalia Saraswati Amalina, Lisa Ammar Akbar Ghifari Basyar Anang Nungky Ristyanto Andreas Kristianto Andriya Risdwiyanto Andromeda, Trias Andy Frediansyah Ardilla Dwi Budiarta Arie Sukma Setya Putra Arif Setiawan Aris Triwiyatno Arsanto, Fariz Hasbi Arsyad Arsyad Aswin Iffatyanto Utomo Bambang Winardi Bambang Winardi Bayu Adi Prabowo Benekdiktus Angger Wahyu Widhiawan Berlian Ade Wijaya Candra Halim Itsnareno D, Abraham Bayu Darjat Darjat Della Prastika Haris Sasmita Denis Denis Dewi Wijayanti Dhani Wahyu Utama Putra Ditza Pasca Irwangsa EDI SARWONO Eldina Megawati Enda Wista Sinuraya Ery Badridduja Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faizly van Ghozlizar Fajar, Siddiq Al Febriansyah Febriansyah Fitria Prasetiawati Frans Ezer Situmeang Galih Pinaryoga, Galih Grace Dinda Ayu Amalia Gunara Fery Fahnani Hadi Sutanto Saragi Hadiyat Kencana Putra Hakim, Mohamad Lukmanul Hanan, Tito N. Harits Akmal Adi Wicaksono Hasta Nurullita Herda Dwi Cahyanova Heriawan Kukuh Setyadi Hermawan Hermawan Hermawan hermawan Hia, Fa’ano I Nugroho Ikbal Yuwandra Imam Fajar Nur Diansyah Irjanto, Bambang Irvan, Bagus Alvin N.M. Ismail Hasyim Wibisono Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jaka Windarta Jenggo Dwyana Prasaja, Jenggo Dwyana Jibril Yamlecha Joko Susilo Joko Windarto Joshua Parulian Siahaan Judijanto, Loso Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Khilmi Nafadinanto Irfani Khilmi Nafadinanto Irfani Krismon Budiono Kurniawan Galih Kusuma, Bagus Rizkyaji Loso Judijanto Lukita, Bharata Indra M. Khoirul Anam Maman Suryawan Marlia Susanti, Marlia Masyhur Rosyada Melfa Silitonga Mirza Fata Alam Mochammad Facta Muchamad, Andreas Bahda Muhammad Addin Bratawijaya, Muhammad Addin Naibaho, Henri Matius Ni’am, Muhammad Aulan Norudhol Hadra Sabilla Nugraha, Khoiruddin Tansa Nugroho Agus Darmanto Nugroho, Betantya Nur Ilham Luthfi Oktarico Susilatama Putra Pradana, Oktarico Susilatama Pasurono Pasurono Permana, Luthfi Galih Pradana Putradewa Jayawardana Pradipika, Charisma Lingga Pramudya Nur Perdana Prayoga Setiajie, Prayoga Purba, Mesrika Rahmawan, Afeef Kurnia Ramadhani, Ahmad Zaki Ramadhani, Muhammad Ghiffari Reza Pahlefi Ricky Ricky Rio Parohon Tua Tambunan S Siswanto Saputro, Jonatan Martino Windi Singgih Kurniawan Sunan Muqtasida Masfuha Sunan Muqtasida Masfuha Syaefuddin, Rizky Maulana Taufiqur Rohman Bukhori Tedjo Sukmadi Teguh Dwi Saputro, Teguh Dwi Tejo Sukmadi Thalib, Humaid Trias Andromeda Utami, Sri Dewi Wahyu Ridhani Wibowo, Bayu Setyo Wijaksono, Topan Windarta, Jaka Wiratsongko, Tito Yunanto, Ahmad Taufik Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Nurul Hilal Zoya Winona Ramli