Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EKONOMI DAN PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM OFF GRID PADA UMKM COFFESHOP DI KOTA SEMARANG Sunan Muqtasida Masfuha; Jaka Windarta; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i4.653-663

Abstract

Distribusi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum tentu mencapai daerah daerah terpencil, sehingga daerah tersebut memerlukan sumber listrik alternatif seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Maka dari itu dalam tugas akhir ini akan dilakukan penelitian yang ditujukan untuk menganalisis perancangan PLTS dengan sistem off grid ditinjau dari sisi ekonomi teknik dan menguji sistem PLTS tersebut pada coffee shop di remote area. Metode penelitian yang digunakan adalah membandingkan kelayakan 4 variasi sistem PLTS dengan sistem genset dan  sistem charging. Didapatkan hasil penelitian semua variasi memiliki nilai NPV yang bernilai negatif (<0). Dengan demikian semua variasi ini dianggap tidak layak dari segi ekonomi dan tidak memberikan profit, akan tetapi pilihan PLTS variasi 1 adalah investasi yang paling murah. Dengan alasan tersebut PLTS variasi 1 yang menggunakan panel surya Maysun 120 Wp dan baterai Shoto 150 Ah dipilih sebagai sistem yang dilakukan pengujian. Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan semua komponen dan sistem secara keseluruhan dapat bekerja dengan baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sistem PLTS layak untuk diimplementasikan.
ANALISIS RUGI – RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN UNTUK REKONFIGURASI PENYULANG RWO 05 DAN RWO 07 GARDU INDUK RAWALO MENGGUNAKAN ETAP 12.6 DAN MATLAB R2018a Della Prastika Haris Sasmita; Hermawan Hermawan; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.480-489

Abstract

The need for electrical energy which always rises causes an increase in the loading of each feeder in Rawalo Substation. PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto strives to carry out a reconfiguration on RWO 05 and RWO 07 feeder in order to decrease the load in RWO 05 feeder so that the electrical energy distributed to the consumers can be optimized. The distribution of electrical energy cannot be separated from the loss of power in the system which causes the disappearance of numbers of power in the electrical energy distribution process, starting from the main substation to the consumers. Therefore, there has to be an analysis done about power loss and voltage drop which occurs in the distribution networks by configuring one out of four switches in a normally open condition that connects RWO 05 and RWO 07, not only in an existing condition but also after the reconfiguration being done. Based on the result of the analysis, the power loss occurred in an existing condition which is in switch 2 holds the amount of 0,137 MW and 0,436 MVAR or equal to 2,18 % with the amount of 6,58% voltage drop, while the power loss occurred in a reconfiguration condition which is in switch 4 holds the amount of 0,116 MW and 0,385 MVAR or equal to 1,84 % with the amount of 6,13% voltage drop. The result of the loss obtained from both conditions concludes that there is a decrease in power loss with the amount of 0,33 %, whereas the voltage drop occurred decreases by 0,45%.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ON GRID STUDI KASUS SMP N 3 PURWODADI Imam Fajar Nur Diansyah; Susatyo Handoko; Jaka Windarta
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i4.701-708

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi surya yang tinggi yaitu sebesar 207 GWp. Upaya yang dapat dijalankan untuk memaksimalkan potensi energi surya secara efisien adalah menerapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lokasi yang memiliki potensi energi matahari yang tinggi. Daerah Purwodadi di Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi energi surya yang cukup tinggi sebesar 1,92 MWh/m2 per tahun. Tugas akhir ini dilaksanakan untuk merancang, mengimplementasikan, dan menganalisis kinerja PLTS sistem on grid dengan kapasitas 1350 Wp di SMP N 3 Purwodadi. Tugas akhir ini dimulai dengan perancangan dan pengimplementasian kemudian dilakukan pengujian komponen sistem PLTS selanjutnya dilakukan analisis produksi listrik oleh PLTS. Pengujian komponen dilakukan untuk mengetahui nilai daya input dan daya ouput sehingga nilai efisiensi dapat ditentukan. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan hasil bahwa larik panel surya memiliki efisiensi sebesar 15,3% dimana nilai efisiensi panel surya masih lebih rendah dari nilai pada datasheet yang disebakan karena suhu panel surya yang lebih tinggi dari suhu standar STC, sedangkan inverter memiliki efisiensi sebesar 97% yang mana sesuai dengan datasheet. Berdasarkan hasil monitoring selama dua bulan, PLTS mampu membangkitkan listrik hingga 361 kWh dengan rata-rata harian sebesar 5,92 kWh. Kemudian sistem PLTS memiliki nilai performance ratio 83% yang menandakan bahwa PLTS beroperasi dengan cukup baik dalam membangkitkan listrik.
REDESAIN SISTEM PROTEKSI GEDUNG PT PLN UDIKLAT SEMARANG Afeef Kurnia Rahmawan; Susatyo Handoko; Enda Wista Sinuraya
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i2.269-276

Abstract

Gedung PT PLN Udiklat Semarang dibangun tahun 1973, perlu dilakukan evaluasi instalasi listrik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kelistrikan sebuah gedung saat ini masih memenuhi persyaratan teknik dan keselamatan. Baik berupa perubahan kualitas maupun kuantitas. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap kelayakan instalasi dan keselamatan pemakainya. Pemilihan kapasitas gawai proteksi tidak hanya menghitung arus nominal yang mengalir, melainkan juga harus memperhatikan arus hubung singkat yang dapat mengalir pada jaringan tersebut. Penentuan arus hubung singkat yang tidak sesuai dapat menyebabkan gawai proteksi tidak dapat berjalan dengan optimal Pada kondisi eksisting terdapat 78 gawai proteksi yang memiliki nilai tidak sesuai dengan penentuan standar PUIL 2011. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dirancang sistem proteksi pada Gedung PT. PLN Udiklat Semarang, serta membandingkan antara kondisi sebelum dan sesudah di desain ulang dengan menggunakan software ETAP 12.6. Untuk penentuan arus nominal gawai proteksi rancangan sistem akan dibuat dengan mengacu pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Pemilihan nominal arus sensor gawai proteksi pada LVMDP sebesar 1.600 A sesuai dengan FLA 1.515 A sesuai dengan standar. Pada hasil tugas akhir ini didapat 78 gawai proteksi yang memiliki nilai pengenal dibawah standar sudah diperbaiki. Koordinasi gawai proteksi sudah diperbaiki sesuai dengan nilai serta pengaturan dari masing-masing gawai proteksi.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN PLTS TERPUSAT DENGAN PLTS TERDITRIBUSI PADA ATAP KANDANG AYAM CLOSED HOUSE DI TUALANG KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Ricky Ricky; Susatyo Handoko; Denis Denis
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i2.335-344

Abstract

Pemakaian energi listrik untuk setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan bangunan yang dialiri listrik agar kegiatan dapat dilakukan. Bangunan yang menggunakan energi listrik adalah kandang ayam di Tualang Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu energi yang bisa dipakai adalah menggunakan energi dari cahaya matahari (solar energy). Pemasangan panel surya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan sistem terpusat dan terditribusi. Penelitian membahas perbandingan hasil investasi awal untuk membangun PLTS terpusat dan terditribusi. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapatkan drop tegangan DC ada 0,58V untuk sistem terpusat dan terditribusi dari panel surya menuju ke solar charge controller (SCC) dan AC dari inverter ke beban adalah 5V untuk sistem terpusat dan 1,04V untuk kandang 1, kandang 2 2,6V dan kandang 3 2,05V untuk sistem terditribusi. Drop tegangan yang dihasikan sesuai dengan standar operasi. Berdasarkan perhitungan yang didapatkan hasil berupa penggunaan panel surya sebanyak 32 buah dengan daya 250wp untuk PLTS terpusat dan 8 buah panel surya untuk kandang 1, kandang 2 16 panel dan kandang 3 12 buah panel untuk sistem terditribusi. Dengan diketahui material, maka dapat dihitung modal investasi awal untuk membangun PLTS terpusat sebesar Rp241.615.000,00 sedangkan untuk PLTS terditribusi sebesar Rp248.534.000,00. Selisih modal investasi antara PLTS terpusat dan terdistribusi Rp6.919.000,00.
PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2019 – 2025 DENGAN METODE DKL DAN BUSINESS AS USUAL (BAU) MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Frans Ezer Situmeang; Susatyo Handoko; Denis Denis
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v8i4.282-288

Abstract

Dalam proses perencanaan pengembangan sistem tenaga listrik di wilayah provinsi Jawa Tengah diperlukan adanya suatu proyeksi kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang. Hasil proyeksi yang didapatkan bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan tindakan yang akan diambil untuk masa-masa mendatang. Hal ini bertujuan demi tercapainya optimalisasi dalam proses penyediaan energi listrik di wilayah provinsi Jawa Tengah. Dalam pembuatan perencanaan proyeksi kebutuhan energi listrik di Jawa Tengah tahun 2019-2025 penulis menggunakan 2 metode perencanaan yaitu DKL merupakan suatu model yang disusun oleh dinas kebutuhan listrik dengan menggabungkan beberapa metode seperti ekonometri, kecenderungan dan analitis dengan pendekatan sektoral, dan metode BAU (Business As Usual) merupakan metode dimana kecenderungan pola pemakaian energi listrik masih sama di tahun dasar. Hasil proyeksi di provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan metode DKL menunjukkan bahwa jumlah pelanggan lisrtrik total mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 6,43% dan untuk metode BAU mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 4,5%, sedangkan untuk proyeksi kebutuhan energi listrik total menggunakan metode DKL mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 12,46% dan untuk metode BAU mengalami kenaikan rata – rata setiap tahunnya sebesar 8,6%.
Analysis of Power Generation and Distribution of Hybrid Energy for Electricity Loads in Batakan Village Ramadhani, Ahmad Zaki; Facta, Mochammad; Handoko, Susatyo
Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/eltikom.v7i1.767

Abstract

The need for electrical energy continues to increase over time. However, in Indonesia power plants are still dominated by fossil fuel power plants, and there are still many areas without access to electricity. The use of renewable energy is needed to replace fossil fuels considering that fossil fuels can run out one day. The coastal area of Batakan Village in Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province, was chosen as the focus location for conducting hybrid power plant simulations because this village is located in a coastal area where wind and solar energy sources are abundant. Batakan Village is approximately 40 km from Pelaihari City. Medium-voltage network transmission system (JTM) is supplied from Pelaihari City, and it is almost certain that this village experiences large power losses over long distance. This power loss will be detrimental if an effort is not made to reduce it. The purpose of this research is first to determine the optimal hybrid power plant configuration design to reduce power loss in the electricity system in Batakan Village. Second, it will analyze the power loss of the hybrid power plant system in Batakan Village, and finally, this research is going to analyze the investment feasibility of the hybrid power plant system in Batakan Village. In this study, the design of renewable energy plants, such as solar power plants (PLTS) with a total capacity of 406.1 kW and wind power plants (PLTB) with a total capacity of 125 kW, and the electricity network (grid system) are used together in a hybrid power generation system. The ETAP software was used to analyze the power losses of the hybrid power generation system, while the HOMER software was used to determine the net present value (NPV) and cost of energy (COE) of the hybrid power generation system. The results show that the configuration of the solar, wind, and grid systems is the most optimal. It is obtained from the results of ETAP simulations that have been carried out during average load and peak load conditions that by including the Solar Power Plant and Wind Power Plant power losses in the electricity system in Batakan Village can be reduced from the previous one using the system configuration only connected to the PLN power grid (grid system only). The total power losses incurred was 269.1 kW of active power and 1613.5 kvar of reactive power at average load reduced to 266.9 kW of active power and 1568.9 kvar of reactive power. At peak load the total power losses were 423.4 kW of active power and 2573.0 kvar of reactive power and they deceased to 41.,5 kW of active power and 2510.5 kvar of reactive power. In terms of investment, the COE value decreased by IDR 111, and the NPC decreased by IDR 6,600,000,000 at the average load. At the peak load COE decreased by IDR 88, while NPC by IDR 7,000,000,000. The return of investment (ROI) value is 13.2%, which indicates that the investment is still in the profitable stage.
Audit Energi untuk Mengetahui Peluang Penghematan Energi dan Mencapai Efisiensi Energi di Gedung Utama Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Anam, M. Khoirul; Irvan, Bagus Alvin N.M.; Hanan, Tito N.; Handoko, Susatyo; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v12i4.141-148

Abstract

Audit energi bertujuan untuk menganalisis konsumsi energi listrik, mengidentifikasi peluang penghematan energi, dan merekomendasikan tindakan-tindakan untuk meningkatkan efisiensi energi. Gedung Inspektorat Provinsi Jawa Tengah menjadi objek penelitian karena umur bangunan yang lebih dari 10 tahun. Metodologi penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data konsumsi energi, pengukuran luas ruangan, intensitas pencahayaan, serta pendataan peralatan listrik yang digunakan. Data ini kemudian dianalisis untuk menghitung Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Pengguna Energi Signifikan (PES), dan jumlah ideal lampu ruangan. Berdasarkan Permen ESDM Nomor 13 tahun 2012, hasil audit energi menunjukkan bahwa konsumsi energi gedung Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dalam kriteria efisien dengan nilai IKE 8,7 kWh/m2/bulan untuk gedung ber-AC dan 0,7 kWh/m2/bulan untuk gedung tanpa AC pada tahun 2022. Untuk penghematan no/low cost mencapai 120.879,84 kWh atau Rp. 174.635.104,85 dalam 1 tahun, penghematan medium cost mencapai 12.078 kWh atau Rp. 17.449.086,6 dalam 1 tahun, dan penghematan high cost mencapai 3.628,8 kWh atau Rp. 5.242.527,36 dalam 1 tahun. Penghematan tersebut meliputi pengurangan waktu operasional lampu dan AC, pengaturan suhu AC, penggantian lampu CFL dan TL neon ke LED, serta penggantian komputer konvensional dengan komputer AIO.
Optimasi Ekonomi dan Emisi Pembangkit Listrik di Kalimantan menggunakan Dragonfly Algoritmh WIBOWO, BAYU SETYO; HANDOKO, SUSATYO; HERMAWAN, HERMAWAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 3: Published July 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i3.619

Abstract

ABSTRAKKebutuhan listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah menjadi semakin bertambah dikarenakan meningkatnya jumlah penduduk dan ekonomi serta mahalnya biaya pembangkitan listrik. Tujuan penelitian ialah meminimalkan biaya pembangkitan termal dan memecahkan permasalahan ekonomi dan emisi. Penelitian menggunakan metode Dragonfly algortihm yang mengkaji tentang optimasi ekonomi dan emisi pada PLTU Asam-asam, Pulang Pisau dan PLTA Riam Kanan dengan membuat program dengan menginputkan Cost Function dan Emission Function. Didapatkan rata-rata biaya pembangkitan dan emisi dari tanggal 1 – 4 September 2020 yaitu pada kasus 1 biaya pembangkit sebesar Rp 335.855.120 dan emisi sebesar 628,6 ton, pada kasus 2 biaya pembangkit sebesar Rp 251.891.340 dan emisi sebesar 943 ton, pada kasus 3 biaya pembangkit sebesar Rp 167.935.460 dan emisi sebesar 1257,3ton. Faktor pembobotan akan mempengaruhi biaya pembangkitan dan emisi yang dihasilkan.Kata kunci: Pembangkit Listrik, Dragonfly algortihm, Faktor Pembobotan ABSTRACTThe demand for electricity in South and Central Kalimantan is increasing due to the increasing population and economy as well as the high cost of generating electricity. The research objective is to minimize the cost of thermal generation and solve economic and emission problems. This research uses the Dragonfly algorithm method which examines the economic optimization and emissions at LTU Asam-Asam, Pulang Pisau and PLTA Riam Kanan by making a program by inputting Cost Function and Emission Function. Obtained the average cost of generation and emissions from September 1 - 4 2020, namely in case 1 the generator cost is IDR 335,855,120 and the emission is 628.6 tons, in case 2 the generator cost is IDR 251,891,340 and the emission is 943 tons, in case 3 the cost of the generator is Rp. 167,935,460 and the emission is 1257.3 tonnes. The weighting factor will affect the cost of generation and the resulting emissions.Keywords: Power Plant, Dragonfly algorithm, Weighting Factor
Comparison of Conventional and Adaptive Hysteresis Current Control Methods for Power Quality Improvement using Active Filters Handoko, Susatyo; Winardi, Bambang
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.1981

Abstract

Hysteresis is widely applied in converter control techniques because of its simplicity and stability. This paper discusses hysteresis current control applied to single-phase active filters. Active filters are designed for harmonic mitigation and reactive power compensation. Simulation and comparison of conventional hysteresis control (constant hysteresis band - variable frequency) and adaptive hysteresis (variable hysteresis band - constant frequency) on active filters were carried out. Simulations were carried out using MATLAB Simulink. The simulation results show that the active filter can work well when using conventional or adaptive hysteresis current control. This is indicated by a decrease in the THDI of the source current and an increase in the power factor on the source side. From the simulations carried out, with a maximum source current THDI target of 5% according to the IEEE 519 standard, the hysteresis band required for conventional hysteresis control is 0.5 A, and the switching frequency required for adaptive hysteresis control is 120 kHz. By increasing the power factor to unity, it results in a reduction in reactive losses in the system. These findings are significant in advancing more efficient power quality control strategies, reducing harmonic distortion and improving power factor in electrical systems. Such improvements contribute directly to the development of more sustainable and resilient electrical infrastructures.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Abdullah, Isa Abdurrahman Ghifari Abdurrahman, Muhammad Hanif Aditya Teguh Prabowo Afriana, Elza Agiel Agiel Triyadiputra Agiel Triyadiputra Agung Suharwanto Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Akbar Kurnia Octavianto Al Komar, Ro'ad Baladi Amalia Saraswati Amalina, Lisa Ammar Akbar Ghifari Basyar Anang Nungky Ristyanto Andreas Kristianto Ardilla Dwi Budiarta Arie Sukma Setya Putra Arif Setiawan Aris Triwiyatno Arsanto, Fariz Hasbi Arsyad Arsyad Aswin Iffatyanto Utomo Bambang Winardi Bayu Adi Prabowo Benekdiktus Angger Wahyu Widhiawan Berlian Ade Wijaya D, Abraham Bayu Darjat Darjat Della Prastika Haris Sasmita Denis Denis Dewi Wijayanti Dhani Wahyu Utama Putra Ditza Pasca Irwangsa EDI SARWONO Eldina Megawati Enda Wista Sinuraya Ery Badridduja Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faizly van Ghozlizar Fajar, Siddiq Al Febriansyah Febriansyah Fitria Prasetiawati Frans Ezer Situmeang Frediansyah, Andy Galih Pinaryoga, Galih Grace Dinda Ayu Amalia Gunara Fery Fahnani Hadi Sutanto Saragi Hadiyat Kencana Putra Hakim, Mohamad Lukmanul Hanan, Tito N. Harits Akmal Adi Wicaksono Hasta Nurullita Herda Dwi Cahyanova Heriawan Kukuh Setyadi Hermawan Hermawan Hermawan hermawan Hia, Fa’ano Hilal, Yusuf Nurul I Nugroho Ikbal Yuwandra Imam Fajar Nur Diansyah Irfani, Khilmi Nafadinanto Irvan, Bagus Alvin N.M. Ismail Hasyim Wibisono Itsnareno, Candra Halim Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jaka Windarta Jenggo Dwyana Prasaja, Jenggo Dwyana Jibril Yamlecha Joko Susilo Joko Windarto Joshua Parulian Siahaan Judijanto, Loso Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Khilmi Nafadinanto Irfani Krismon Budiono Kurniawan Galih Kusuma, Bagus Rizkyaji Lukita, Bharata Indra M. Khoirul Anam Maman Suryawan Marlia Susanti, Marlia Masfuha, Sunan Muqtasida Masyhur Rosyada Melfa Silitonga Mirza Fata Alam Mochammad Facta Muchamad, Andreas Bahda Muhammad Addin Bratawijaya, Muhammad Addin Naibaho, Henri Matius Ni’am, Muhammad Aulan Norudhol Hadra Sabilla Nugraha, Khoiruddin Tansa Nugroho Agus Darmanto Nugroho, Betantya Nur Ilham Luthfi Oktarico Susilatama Putra Pradana, Oktarico Susilatama Pasurono Pasurono Permana, Luthfi Galih Pradana Putradewa Jayawardana Pradipika, Charisma Lingga Pramudya Nur Perdana Prayoga Setiajie, Prayoga Purba, Mesrika Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmawan, Afeef Kurnia Ramadhani, Ahmad Zaki Ramadhani, Muhammad Ghiffari Reza Pahlefi Ricky Ricky Rio Parohon Tua Tambunan S Siswanto Saputro, Jonatan Martino Windi Singgih Kurniawan Sunan Muqtasida Masfuha Syaefuddin, Rizky Maulana Taufiqur Rohman Bukhori Tedjo Sukmadi Teguh Dwi Saputro, Teguh Dwi Tejo Sukmadi Thalib, Humaid Trias Andromeda Utami, Sri Dewi Wahyu Ridhani Wibowo, Bayu Setyo Wijaksono, Topan Windarta, Jaka Wiratsongko, Tito Yunanto, Ahmad Taufik Yuningtyastuti Yuningtyastuti Zoya Winona Ramli