Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SETTING DAN KOORDINASI RELE JARAK DAN RELE ARUS LEBIH PADA GI 150KV CILEGON BARU-SERANG-CIKANDE DAN ARAH SEBALIKNYA Wijaksono, Topan; Handoko, Susatyo; Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1697.735 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.359-367

Abstract

Pada saluran transmisi, potensi gangguan yang terjadi adalah gangguan hubung singkat. Gardu induk pada sistem 150kV menggunakan rele jarak sebagai sistem proteksi utamanya dan rele arus lebih sebagai proteksi cadangannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis koordinasi setting rele jarak dan rele arus lebih dari GI Cilegon Baru ke GI Cikande dan arah sebaliknya. Setting rele yang didapatkan dari PT.PLN disimulasikan menggunakan software DIgSILENT 14.1 untuk melihat jangkauan proteksi rele. Analisis dibuat berdasarkan standar IEEE std C37.113.2015 IEEE Guide for Protective Relay Applications to Transmission Lines. Pada setting eksisting dilakukan simulasi gangguan menggunakan skenario yang telah ditentukan. Pada skenario 1 gangguan disimulasikan pada jarak 86% Cilegon Baru arah Serang dan pada skenario 2 gangguan disimulasikan pada jarak 10% Serang arah Cikande. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai jangkauan rele jarak pada kondisi eksisting banyak yang belum memenuhi standar. Rele yang belum memenuhi standar dilakukan resetting. Setelah dilakukan resetting diperoleh nilai jangkauan baru yang sudah sesuai standar. Pada kondisi eksisting dan resetting semua rele tidak mengalami overlapping.
OPTIMISASI PENEMPATAN KAPASITOR BANK UNTUK MEREDUKSI RUGI DAYA MENGGUNAKAN FLOWER POLLINATION ALGORITHM PADA JARINGAN AUXILIARY LOAD PT.PJB PEMBANGKITAN INDRAMAYU 3X330 MW Wiratsongko, Tito; Sukmadi, Tejo; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.957 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.364-372

Abstract

Pada pembangkit listrik, besarnya energi yang diperlukan untuk auxiliary load sendiri berkisar antara 1-10% dari produksi energi yang dihasilkan. Jenis beban pada jaringan auxiliary load di pembangkit listrik kebanyakan adalah berupa motor listrik, seperti: pompa uap  pengendali turbin, dan pompa sirkulasi air. Ada kecendrungan faktor daya rendah pada busbar beban di jaringan auxiliary load ( < 0,85), diakibatkan banyak nya konsumsi daya reaktif sehingga mengakibatkan tingginya rugi-rugi daya pada saluran. Pada penelitian ini, dibahas mengenai optimisasi penempatan kapasitor bank untuk mereduksi faktor daya menggunakan FPA. Metode optimasi ini terinspirasi dari proses penyerbukan bunga oleh serangga yang ada di alam semesta. Metode ini akan membangkitakan sekawanan serangga yang tiap-tiap individunya membawa nilai konfigurasi kapasitor yang berbeda satu sama lain. Nilai-nilai inilah yang nantinya akan diselesaikan oleh algoritma metode ini untuk mendapatkan nilai yang paling optimal. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan  menempatkan 53 kapasitor dengan total rating 1060  kVAR pada bus 24 , 26, 28, 30, 34, 36, 38, 40, 42, 44, 50, 52, 54, 56, 60, 62, dan 66 mampu menurunkan rugi daya aktif sebesar 22,6 kW dan rugi daya reaktif menurun sebesar 28,1 kVAR sehingga didapatkan penghematan sebesar $12.952,1681dalam kurun waktu 5 tahun.
OPTIMASI KINERJA RELE ARUS LEBIH BERARAH PADA SISTEM PEMBANGKITAN TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Agiel Triyadiputra, Agiel Agiel Triyadiputra; Karnoto, Karnoto; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.16 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.238-243

Abstract

Abstrak Suatu sistem distribusi konvensional biasanya hanya memiliki satu sumber penyulang sebagai penyuplai daya listrik kepada para konsumen. Pada umumnya hal ini memiliki beberapa kekurangan antara lain ketika memberi suplai daya listrik pada bus yang memiliki beban pada tiap-tiap bus. Penambahan sistem pembangkitan terdistribusi (DG) berskala kecil pada sistem interkoneksi dimaksudkan supaya kontinuitas penyaluran beban dapat tetap terjaga, sehingga suplai daya pada bus-bus yang memiliki beban yang besar dapat terlayani dengan baik. Keberadaan DG akan mempengaruhi setting rele-rele pengamannya. Permasalahan ini perlu dianalisis agar energi listrik yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini akan disimulasikan suatu sistem optimasi pengaturan setting rele arus lebih berarah menggunakan software MATLAB 7.6 (R2008a). Penelitian ini menitik beratkan pada optimasi pengaturan setting rele pengaman terhadap penambahan DG untuk suatu sistem uji IEEE 14 bus. Optimasi setting rele pengaman dilakukan dengan menggunakan metode algoritma genetika. Dari hasil simulasi dan analisis menunjukkan bahwa optimasi setting rele arus lebih berarah untuk gangguan 3 fasa tanpa DG dengan letak gangguan pada bus 12 adalah sebesar 0.6944 detik untuk rele cadangan dan 0,2909 detik untuk rele utama. Penambahan DG pada bus 12 dan bus 14 dengan letak gangguan yang sama didapatkan hasil sebesar 0,772 detik untuk rele cadangan dan 0,1990 detik untuk rele utama. Dengan adanya penambahan pembangkitan terdistribusi terdapat perbedaan setting waktu rele arus lebih berarah, hal ini disebabkan karena adanya arus kontribusi yang berasal dari pembangkitan terdistribusi yang terpasang pada bus. Kata Kunci : pembangkitan terdistribusi, rele arus lebih berarah, optimasi, algoritma genetika Abstract A conventional distribution systems usually have only one source of power feedersas a supplier of electricity to consumers. In general, it has some disadvantages such as when giving power supply on a bus that has a big load at each bus. The addition of smale-scale distributed generation (DG) on interconnection system meant that the distribution of the burden of continuity can be maintaned, so that the power supply buses have large loads can be served well. Load growth in distribution system increase steadily. The small-scale distributed generation affects the setting time of the relays protection. This problem needs to be analysed so that electrical energy can be used optimally distributed. In this research simulated a system optimization directional overcurrent relay setting using MATLAB 7.6 (R2008a). This research focuses on the optimizaton relays protection setting to additional of distributed generation (DG) for IEEE test system 14 bus. Optimization setting safety relays were calculated using a genetic algorithm. From the results of simulation and analysis shows that the optimization setting directional overcurrent relay for 3 phase fault without DG the location of the disturbance on the bus 12 is equal to 0,6944 seconds for backup relay and 0,2909 seconds for main relay. Additional distributed generation on bus 12 and bus 14 with the same fault location gives 0,772 seconds for backup and 0,1990 seconds for the main protection relay. There are differences in setting time of directional overcurrent relays, due to the present of distributed generation which contribution the fault current to the installed bus. Keyword : distributed generation (DG), directional overcurrent relay (DOCR), optimization, genetic algorithm
EVALUASI SETTING RELAY ARUS LEBIH DAN SETTING RELAY GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK SRONDOL Setiajie, Prayoga; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.44 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.236-243

Abstract

Abstrak Jaringan tegangan menengah adalah salah satu pendistribusian tenaga listrik dari pembangkit menuju konsumen. Tegangan akan di bagi pada tiap penyulang untuk pendistribusiannya. Semakin besarnya tingkat kebutuhan konsumen, PLN di tuntut untuk menambah penyulang baru. Pendistribusian tenaga listrik membutuhkan keandalan dalam menjaga peralatan penyaluran dari gangguan diantaranya gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk meminimalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan, yang semuanya tergantung pada ketepatan dalam setting peralatan proteksinya Salah satu peralatan proteksi yang di gunakan dalam jaringan tegangan menengah adalah relay arus lebih (OCR) dan relay hubung tanah (GFR). Pada penulisan tugas akhir ini akan dibahas evaluasi antara setting OCR dan GFR sebelum dan sesudah penambahan SRL 06 pada Gardu Induk Srondol. Hasil perbandingan antara perhitungan dan data terpasang pada Gardu Induk Srondol mendekati sama. Hasil perhitungan dari setting OCR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,258. Sedangkan setting OCR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,224. Penyetelan GFR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,423. Sedangkan setting GFR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,287 . Ini menunjukan bahwa setting yang terpasang pada Gardu Induk Srondol masih dalam kondisi baik. Kata kunci : setting OCR ,setting GFR, proteksi, hubung singkat  Abstract Medium voltage network is one of the distribution of electricity from generators to the consumer. The voltage will be separated to each feeder for its distribution. If the rate of consumer needs is higher, PLN demanded to add new feeder. Electric power distribution requires reliability in maintaining the distribution equipment from fault, including short circuit. So, to minimize the fault, protection system that meets the requirements of sensitivity, reliability, selectivity and speed, which is all depends on the precision in setting protection equipment  One of the protective devices  that used in medium voltage network is an over current relay (OCR) and ground fault relay(GFR. This research discusses evaluation between the OCR and GFR setting, in condition before and after the addition of SRL 06 at the Srondol substation.  The  comparison result between calculation and attached data in Srondol substation almost same.  The calculation from OCR setting in incoming side acquired TMS = 0,258. Meanwhile the OCR setting in outgoing side acquired TMS = 0,224. GFR setting in incoming side acquired TMS 0,423. Meanwhile GFR setting in outgoing side acquired TMS = 0,287. This result showed that attached setting in Srondol Substation still considered in good condition. Keywords: OCR settings, setting GFR, protection, short circuit
ANALISIS PENGARUH REKONFIGURASI JARINGAN PADA SISTEM DISTRIBUSITEGANGAN MENENGAH DENGAN DISTRIBUTED GENERATION UNTUK MEREDUKSI RUGI DAYA MENGGUNAKANPARTICLE SWARM OPTIMIZATION Badridduja, Ery; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.548 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.485-493

Abstract

Abstrak Pertumbuhan beban pada sistem distribusi harus diikuti suplai daya yang cukup dan handal. Namun, Permasalahan yang terjadi pada saat ini adalah bagaimana membangkitkan energi listrik dalam jumlah yang cukup,  pendistribusian energi listrik menuju beban dengan meminimalisir rugi rugi daya dan menyalurkan energi listrik yang berkualitas. Untuk  mencapai tujuan mengurangi rugi daya,  dilakukanlah sebuah rekonfigurasi jaringan distribusi dengan mengalihkan pembebanan dari penyulang yang mengalami kelebihan beban ke penyulang yang kekurangan beban. Pengalihan beban ini memungkinkan setiap penyulang memiliki pembebanan yang merata sehingga jatuh tegangan dapat diminimalisir. Rekonfigurasi jaringan dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti algoritma genetik, kombinasi Fuzzy – GA, Particle Swarm Optimization dan lain lain. Pada penelitian ini digunakan teknik optimasi dengan Particle Swarm Optimization untuk memilih rekonfigurasi yang tepat dengan  rugi daya minimal. Sebagai bahan analisis, terdapat dua data uji untuk menentukan nilai rugi daya . Data pertama  merupakan data IEEE 33 bus dengan 4 buah distributed generation (DG)yang sudah ditentukan lokasi serta kapasitasnya. Data uji yang kedua merupakan jaringan GI BSB yang  terdiri dari lima penyulang dengan 1 DG dengan kapasitas dan lokasi yang sudh ditentukan. Dari kedua data uji tersebut didapatkan penurunan rugi daya sebesar 103 kW  pada data IEEE 33 bus sedangkan pada data GI BSB didapatkan penurunan rugi daya sebesar 268 kW. Kata Kunci : Rekonfigurasi Jaringan, Rugi daya, Teknik Optimasi, Particle Swarm Optimization, Saluran Distribusi, Distributed Generation (DG)  Abstract An increase of load demands on distribution systems must be followed by the continuity and reability of electrical supply. However,the challenges nowadays are to generate electricity in sufficient quantity, to transmit it to the load efficiently by minimizing losses and deliver it in quality of electricity.To encourage the purpose of reducing losses, reconfiguration of distribution network is carried out by transferring load from overloaded feeders to the light ones. It allows distribution feeders to have balanced loads in order to minimize the voltage drop.Line configuration may be optimized to get the balanced load by several following methods, such as Genetic Algorithms (GA), Combination of Fuzzy and GA, and Particle Swarm Optimization. In this research, Particle Swarm Optimization is used as a method to choose the most right and optimized reconfiguration to minimized power losses. For the  case of study, they are 2 sample data used to obtain the regulation value power losses . First, the project  lines modeled by using data from 33 bus IEEE test feeder specification with 4 Distributed Generation which their location and capacity have been specified. The next data uses networks data from the specific substation (GI BSB) includes 5 feeders with 1 Distributed Generation. The result show the reduction of power losses from both cases, For IEEE data test the loss reduction is 103 kW, and  GI BSB is 268 kW. Keywords : Line Configuration, Power Losses, Method for Optimization, PSO, Distributed Generation
OPTIMASI PENEMPATAN PEMBANGKIT TERDISTRIBUSI PADA IEEE 30 BUS SYSTEM MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Sabilla, Norudhol Hadra; Nugroho, Agung; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.747 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.651-658

Abstract

Abstrak Dengan melimpahnya sumber energi terbarukan di alam, ada ketertarikan untuk mengembangkan suatu sistem pembangkitan yang memaksimalkan penggunaan energi tersebut. Sistem itu disebut Pembangkit Terdistribusi. Dalam instalasinya, Pembangkit Terdistribusi diletakkan dekat dengan beban dan diinterkoneksi ke jaringan distribusi listrik. Ternyata selain dapat membantu suplai tenaga listrik, Pembangkit Terdistribusi juga dapat mengurangi rugi-rugi pada jaringan listrik. Pada Penelitian ini, dilakukan optimasi penempatan Pembangkit Terdistribusi dan kapasitasnya dengan menggunakan Algoritma Genetika, untuk melihat pengaruh Pembangkit Terdistribusi terhadap rugi-rugi jaringan listrik. Parameter fungsi objektif pada algoritma genetika adalah rugi-rugi daya total pada sistem distribusi. Dengan meminimumkan rugi-rugi daya total maka akan diketahui lokasi dan kapasitas Pembangkit Terdistribusi yang paling optimal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan berbagai kombinasi lokasi dan kapasitas Pembangkit Terdsitribusi, Algoritma Genetika berhasil menurunkan rugi-rugi daya secara signifikan. Pada pengujian dengan 1 Pembangkit Terdistribusi pada bus 30 dengan kapasitas 4,996 MW, rugi-rugi daya total berkurang 0,885 MW. Pada pengujian dengan 2 Pembangkit Terdistribusi pada bus 19 dan 30 dengan kapasitas masing-masing 4,996 MW dan 4,988 MW, rugi-rugi daya total dapat berkurang1,625 MW. Pada pengujian dengan 3 Pembangkit Terdistribusi pada bus 15, 24, dan 30 dengan kapasitas masing-masing 4,953 MW, 4,996 MW, dan 4,926 MW, rugi-rugi daya total dapat berkurang 2,25MW. Kata-Kunci : sistem distribusi listrik, pembangkit terdistribusi, algoritma genetika  Abstract With abundance of renewable energy resources in nature, there is an anxiety for developing a kind of system which maximize the renewable energy resources usage. That system called a Distributed Generation. For the Distributed Generation installation, the generation system planted near the demand location, and interconnected to power distribution system. In fact, beside helping power distribution system, a Distributed Generation also obtain to reduce a power losses significantly. In this research, Distributed Generation placement and capacities optimization performed by using genetic algorithm to analyze the influence of Distributed Generation against power losses. The objective function’s parameter in genetic algorithm is the power losses of power distribution system. By minimizing the total power losses then we will know location and capacity of the most optimal Distributed Generation. Test results showed that with various location and capacities combination of the Distributed Generation, genetic algorithm managed to reduce the power losses significantly. In the test with 1 Distributed Generation on bus 30 with a capacity of 4,996 MW, the power losses is reduced to 0,885 MW . In the test with 2 Distributed Generation on bus 19 and 30 with 4,996 MW and 4,988 MW for each capacity, the power losses is reduced to 1,625 MW. In the test with 3 Distributed Generation on bus 15, 24, and 30 with 4,953 MW, 4,996 MW, and 4,926 MW for each capacity, the power losses is reduced to 2,25MW. Keywords : power distribution system, distributed generation, genetic algorithm
PERANCANGAN KONVERTER LISTRIK ARUS SEARAH TIPE PENURUN TEGANGAN DENGAN PENGONTROLAN MENGGUNAKAN IC TL494 SEBAGAI CATU DAYA KUMPARAN MEDAN MOTOR LISTRIK ARUS SEARAH Fajar, Siddiq Al; Handoko, Susatyo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.312 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.276-282

Abstract

Motor listrik arus searah banyak digunakan pada berbagai macam aplikasi terutama pada bidang industri seperti digunakan pada lift, crane, dan lokomotif listrik. Motor listrik arus searah  masih banyak digunakan karena motor ini memiliki respon pengaturan kecepatan yang baik. Motor listrik arus searah dapat dikendalikan salah satunya dengan mengatur fluks magnetik pada kumparan medan. Sumber tegangan yang dibutuhkan untuk mengatur fluks adalah tegangan listrik searah. Konverter listrik arus searah tipe penurun tegangan dapat digunakan untuk memberi catu daya untuk menyuplai kumparan medan. Keluaran konveter listrik arus searah tipe penurun tegangan dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih rendah dari tegangan masukannya. Pada Penelitian ini dirancang sebuah konverter listrik arus searah tipe penurun tegangan dengan sumber dari tegangan jala – jala yang disearahkan sebagai suplai tegangan kumparan medan motor listrik arus searah. Tegangan keluaran dari konverter dapat diatur dengan mengatur duty cycle yang dihasilkan oleh IC TL494. Hasil pengujian rangkaian konverter listrik arus searah tipe penurun tegangan sebagai suplai tegangan kumparan medan motor listrik arus searah dapat berfungsi dengan baik. Penambahan nilai tegangan pada motor listrik arus searah akan mengurangi kecepatan dari motor listrik arus searah. Pembebanan pada motor arus searah dengan generator sinkron sebagai beban mekanik tidak berpengaruh terhadap arus kumparan medan.
ANALISIS PENGARUH PENEMPATAN PEMBANGKITAN TERDISTRIBUSI TERHADAP KESTABILAN TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI Jayawardana, Pradana Putradewa; Hermawan, Hermawan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.636 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.274-280

Abstract

Abstrak Sistem tenaga listrik konvensional dirancang untuk menyalurkan daya listrik dalam jumlah besar dari unit generator terpusat melalui saluran transmisi dan sistem distribusi menuju pelanggan. Pembangkitan terdistribusi(DG) didefinisikan sebagai sumber tenaga listrik yang terhubung secara langsung pada jaringan distribusi atau pada sisi pelanggan. Tugas Akhir ini mempelajari efek pemasangan pembangkitan terdistribusi terhadap kestabilan sistem distribusi. Kestabilan sistem dievaluasi dari indeks kestabilan tegangan dari sistem distribusi. Kasus yang pertama menggunakan sistem distribusi 69 bus, dan kasus kedua menggunakan Mrica 05 di Banjarnegara. Besar indeks kestabilan tegangan rata-rata pada kasus I dengan kondisi tanpa DG adalah 0,8036; 3 DG adalah 0,9514; 5 DG adalah 1,0722; 7 DG adalah 1,1107; dan kondisi 9 DG adalah 1,1408. Sedangkan dalam kasus II, besar indeks kestabilan tegangan rata-rata kondisi sebelum pemasangan DG, kondisi DG existing, dan kondisi DG di masa dengan adalah 0,9388; 0,952;, dan 0,9758. Dalam kedua kasus di atas, pemasangan pembangkitan terdistribusimengakibatkan indeks kestabilan tegangan sepanjang penyulang lebih besar daripada tanpa pemasangan. Namun demikian, pemasangan DG harus tetap memperhatikan batas maksimum tegangan operasi untuk mencegah terjadinya tegangan lebih ketika indeks kestabilan tegangan tinggi. . Kata Kunci : sistemaktif, distributed generation, sistemdistribusi, kestabilansistem, indekskestabilantegangan Abstract Electric power system is conventionally designed to transport bulk amount of electric power from centralized generation unit trough the transmission line and distribution network to customers. Pembangkitan terdistribusiis described as an electric power source that directly connected to the distribution network or on the customer site of the meter. This Final Project studied the effect of allocation of pembangkitanterdistribusi on distribution system stability. The system stability evaluated from voltage stability index of the distribution system. First case used the 69 bus distribution systems, and the second case used Mrica 05 feeder in Banjarnegara. The mean of voltage stability index on case I without DG installed was 1,0722; 3 DG was 0,9514; 5 DG was 1,0722; 7 DG was 1,1107; and in 9 DG condition was 1,1408. Whereas in case II, the mean of voltage stability index without DG installed; DG existing condition; and future DG condition were 0,9388, 0,9523, and 0,9758 consecutively.In both case, the allocation of pembangkitanter distribusi gave the better voltage stability index across feeder than before installation. However, the installation of DG had to consider the maximum operated voltage to prevent over voltage on the system when voltage stability index was high. Keyword : pembangkitan terdistribusi, sistem distribusi, kestabilan sistem, profiltegangan, indeks kestabilan tegangan
OPTIMASI PARAMETER KONTROLER PI PADA FILTER AKTIF SHUNT MENGGUNAKAN GENETIC ALGORITHM (GA) Putra Pradana, Oktarico Susilatama; Warsito, Agung; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.601 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.677-684

Abstract

Abstrak Beban non-linier menjadi permasalahan penting semenjak penerapan peralatan semikonduktor yang menghasilkan distorsi harmonisa. Salah satu cara untuk mengkompensasi daya reaktif dan eliminasi arus harmonikadalah dengan menggunakan filter aktif paralel. Shunt Active Power Filter (SAPF) memiliki PWM yang dapat dikendalikan oleh topologi Voltage Source Inverter (VSI) yang menggunakan kontroler PI untuk tracking tegangan referensi. Tuning optimal pada kontroler PI menggunakan algoritma genetika dibutuhkan untuk mendapatkan repon transien terbaik dari tegangan kapasitor DC dengan mempertahankan nilai tegangan DC konstan.Algoritma genetika menawarkan suatu konsep bahwa sifat-sifat individu dapat dikodekan dengan cara tertentu sehingga sifat-sifat tersebut dapat diturunkan pada generasi berikutnya. Suatu individu dievaluasi berdasarkan suatu fungsi tertentu sebagai ukuran performansinya. Nilai minimum dari Total Harmonic Distorsion (THD) merupakan indeks performansi yang digunakan sebagai fungsi obyektif dalam proses optimasi pada tugas akhir ini. Pada penelitian ini, metode algoritma genetika diprogram dengan Software MATLAB 7.6.0 (R2008a). Jaringan yang akan diuji adalah sistem kelistrikanpada jurnal referensi [1]. Dari hasil percobaan diperoleh nilai parameter optimal kontroler PI sebesar420.898dan 860.352. Akibatnya, nilai THD arus mengalami penurunan sebesar 21.22% sehingga diperoleh nilai THD arus sebesar 3.74% dengannilaisettling time dan ITAEmasing-masing sebesar 0.2415sdan  0.9835. Kata kunci : Optimasi, Kontroler PI, ITAE, Settling Time, Filter Aktif Shunt, Algoritma genetika, Harmonisa.  Abstract Non-linier load has becomeimportant issues since the application of semiconductor devices producting harmonic distortions. One way to compensate reactive power and to deal with current distortions is using shunt active power filter whose PWM can be controlled by Voltage Source Inverter (VSI) topology on PI controller to trackvoltage reference down. The best tuning of PI controller using genetic algorithm is needed to gain the best transient response of DC capasitor voltage by maintaining the value of stabilized DC voltage. Genetic algorithm proposes a concept that the natures of individuals could be decoded and inherited into the following generations.An individual is evaluated according to the typical function as performance indices. The minimum figure of Total Harmonic Distorsion (THD) is considered as performance indiceand objective function in optimization process of these final project. The power system that  will be tested ison paper reference[1]. To sum up, according to the outcome of experiment,the numberof PI controller parameters are420.898and 860.352. As the result, the figure of current harmonic is significantly decline to 21.22%  thereforethe value of current harmonic is 3.74% with the number of settling time and ITAEbeing 0.2415sand0.9835respectively. Keyword :Optimization, PI controller, ITAE, Settling Time, Shunt Active Power Filter, Genetic Algorithm, Harmonics.
Perbaikan Rugi-Rugi Daya Listrik Menggunakan Kapasitor Bank dan Tap Pengubah Sadapan Dengan Algoritma Shark Smell Sumarno, Radiktyo Nindyo; Handoko, Susatyo; Facta, Mochammad
TEKNIK Vol 41, No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v41i3.24818

Abstract

Salah satu cara mengoptimalkan saluran transmisi adalah dengan mengurangi rugi-rugi daya listrik. Tap pengubah sadapan pada transformator daya dan kapasitor bank dapat digunakan untuk mengatur tegangan sistem yang berakibat menurunkan rugi-rugi daya di saluran transmisi. Penentuan nilai tap setting dan kapasitor bank dalam proses perencanaan sulit dilakukan secara pasti sehingga umumnya dilakukan melalui mekanisme trial dan error menggunakan metoda aliran daya. Karena penentuan nilai tap setting dan kapasitor bank yang sulit dilakukan secara pasti, maka pada penelitian ini dilakukan optimasi dengan algoritma shark smell yang bertujuan untuk mendapatkan nilai pengubah sadapan dan kapasitor bank yang lebih tepat pada sistem IEEE 30-bus. Pada penelitian ini dilakukan beberapa optimasi yaitu optimasi tap setting, optimasi kapasitor bank, dan optimasi tap setting yang dikombinasikan dengan optimasi kapasitor bank. Pada kondisi optimasi tap setting, diperoleh pengurangan rugi-rugi daya aktif sebesar 0,65% dari kondisi tanpa optimasi. Pada optimasi kapasitor bank,diperoleh pengurangan rugi-rugi daya aktif sebesar 0,90% dibandingkan kondisi tanpa optimasi. Pada optimasi kombinasi tap setting dan kapasitor bank diperoleh pengurangan rugi-rugi daya aktif sebesar 1,23%. Perbandingan hasil dari semua optimasi tersebut didapatkan hasil bahwa kombinasi optimasi tap setting dan kapasitor bank diperoleh pengurangan rugi-rugi daya aktif paling besar. Pada penelitian ini dihasilkan pengurangan rugi-rugi daya aktif sebesar 217,2 kW. Berdasarkan nilai pengujian, didapatkan hasil bahwa algoritma Shark Smell dapat memberikan hasil optimasi yang lebih baik 1,23% dibandingkan kondisi tanpa optimasi
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdullah, Isa Abdurrahman Ghifari Abdurrahman, Muhammad Hanif Aditya Teguh Prabowo Afriana, Elza Agiel Agiel Triyadiputra Agiel Triyadiputra Agung Suharwanto Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Akbar Kurnia Octavianto Al Komar, Ro'ad Baladi Amalia Saraswati Amalina, Lisa Ammar Akbar Ghifari Basyar Anang Nungky Ristyanto Andreas Kristianto Ardilla Dwi Budiarta Arie Sukma Setya Putra Arif Setiawan Aris Triwiyatno Arsanto, Fariz Hasbi Arsyad Arsyad Aswin Iffatyanto Utomo Bambang Winardi Bayu Adi Prabowo Benekdiktus Angger Wahyu Widhiawan Berlian Ade Wijaya D, Abraham Bayu Darjat Darjat Della Prastika Haris Sasmita Denis Denis Dewi Wijayanti Dhani Wahyu Utama Putra EDI SARWONO Eldina Megawati Enda Wista Sinuraya Ery Badridduja Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faizly van Ghozlizar Fajar, Siddiq Al Febriansyah Febriansyah Fitria Prasetiawati Frans Ezer Situmeang Frediansyah, Andy Galih Pinaryoga, Galih Grace Dinda Ayu Amalia Gunara Fery Fahnani Hadi Sutanto Saragi Hadiyat Kencana Putra Hakim, Mohamad Lukmanul Hanan, Tito N. Harits Akmal Adi Wicaksono Hasta Nurullita Herda Dwi Cahyanova Heriawan Kukuh Setyadi Hermawan Hermawan Hermawan hermawan Hia, Fa’ano Hilal, Yusuf Nurul I Nugroho Ikbal Yuwandra Imam Fajar Nur Diansyah Irfani, Khilmi Nafadinanto Irvan, Bagus Alvin N.M. Irwangsa, Ditza Pasca Ismail Hasyim Wibisono Itsnareno, Candra Halim Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jaka Windarta Jenggo Dwyana Prasaja, Jenggo Dwyana Jibril Yamlecha Joko Susilo Joko Windarto Joshua Parulian Siahaan Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Khilmi Nafadinanto Irfani Krismon Budiono Kurniawan Galih Kusuma, Bagus Rizkyaji Lukita, Bharata Indra M. Khoirul Anam Maman Suryawan Marlia Susanti, Marlia Masfuha, Sunan Muqtasida Masyhur Rosyada Melfa Silitonga Mirza Fata Alam Mochammad Facta Muchamad, Andreas Bahda Muhammad Addin Bratawijaya, Muhammad Addin Naibaho, Henri Matius Ni’am, Muhammad Aulan Norudhol Hadra Sabilla Nugraha, Khoiruddin Tansa Nugroho Agus Darmanto Nugroho, Agung Nugroho, Betantya Nur Ilham Luthfi Oktarico Susilatama Putra Pradana, Oktarico Susilatama Pasurono Pasurono Permana, Luthfi Galih Pradana Putradewa Jayawardana Pradipika, Charisma Lingga Pramudya Nur Perdana Prayoga Setiajie, Prayoga Purba, Mesrika Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmawan, Afeef Kurnia Ramadhani, Ahmad Zaki Ramadhani, Muhammad Ghiffari Reza Pahlefi Ricky Ricky Rio Parohon Tua Tambunan S Siswanto Saputro, Jonatan Martino Windi Singgih Kurniawan Sunan Muqtasida Masfuha Syaefuddin, Rizky Maulana Taufiqur Rohman Bukhori Tedjo Sukmadi Teguh Dwi Saputro, Teguh Dwi Tejo Sukmadi Thalib, Humaid Trias Andromeda Utami, Sri Dewi Wahyu Ridhani Wibowo, Bayu Setyo Wijaksono, Topan Windarta, Jaka Windarta, Jaka Wiratsongko, Tito Yunanto, Ahmad Taufik Yuningtyastuti Yuningtyastuti Zoya Winona Ramli