AbstrakKabupaten Aceh Jaya, khususnya Desa Gle Jong memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun sebagian hasil tangkapan nelayan, masih tergolong ikan non ekonomis penting dengan nilai jual rendah, seperti ikan telinga gajah/gebel bundar dan ikan lele laut sona. Di sisi lain, kedua jenis ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Daya melalui diversifikasi produk camilan berbasis ikan non ekonomis penting. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan workshop, dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang. Pada tahap sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep produk, merek dagang, serta kemasan yang akan digunakan. Selanjutnya, pada tahap workshop peserta dilatih secara langsung dalam proses pembuatan camilan ikan, mulai dari persiapan bahan baku, formulasi, teknik pengolahan hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik pengolahan ikan menjadi produk camilan ikan secara mandiri. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan peserta yang diukur dengan mengobservasi para peserta dalam mempraktikkan secara mandiri, pemanfaatan hasil tangkapan non ekonomis menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga nelayan serta peningkatan nilai guna hasil perikanan lokal di Desa Gle Jong, pesisir Aceh Jaya. Kata kunci: diversifikasi produk; ikan non ekonomis; camilan ikan; pemberdayaan nelayan; Aceh Jaya. AbstractAceh Jaya Regency, particularly in Gle Jong Village has great potential in the fisheries sector; however, part of the fishermen’s catch is dominated by non-economic fish species with low market value, such as orbicular batfish and sona sea catfish. Despite their low selling price, these species contain high protein levels and have the potential to be developed into value-added fish-based products. This community service program aimed to enhance the capacity of fishermen and fishermen’s wives who are members of the Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama/KUB) Maju Daya through product diversification of fish-based snacks. The program was implemented in two stages, namely socialization and workshop, involving 13 participants. During the socialization stage, participants received an explanation about the product concept, brand, and packaging to be used. The workshop stage provided hands-on training in processing fish into snack products, covering raw material preparation, dough formulation, processing techniques, and product packaging. The results showed that participants not only understood the theoretical aspects but were also able to practice the processing techniques independently, producing ready-to-sell fish snacks. The activity had a positive impact by improving participants’ skills and knowledge in utilizing non-economic fish species into value-added products, while also opening opportunities for sustainable household-based businesses. Therefore, this program contributes to strengthening fishermen’s household economies and increasing the added value of local fish resources in Gle Jong Village, Aceh Jaya coastal area Keywords: product diversification; non-economic fish; fish-based snacks; fishermen empowerment; Aceh Jaya