Claim Missing Document
Check
Articles

Development strategy of Kuala Tadu Fish Landing, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency Hafinuddin, Hafinuddin; Junaidi, Habib; Thahir, Muhammad Agam; Ukhty, Nabila
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.1846

Abstract

Kuala Tadu Fish Landing Base (FLB) is one of the fishing ports located in Kuala Tadu Village, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency, Aceh Province, which plays an important role in the local fishermen's economy, which is managed under the Maritime Fisheries and Food Service (MFFS) Nagan Raya. For now, the Kuala Tadu fish landing base is still not functioning properly, so there is a need for a development process for the fishing port. This study aims to formulate a strategy for developing an appropriate Kuala Tadu fish landing base. This research uses observation and interview methods, using 15 samples, were analyzed using SWOT analysis. The strategy obtained for the development of PPI Kuala Tadu employs quadrant III (WO strategy), indicating that PPI Kuala Tadu has several opportunities but requires an approach to minimize internal issues. Therefore, the proposed strategy includes efforts to improve internal port infrastructure, such as refining the supply of clean water, upgrading sanitation facilities, enhancing drainage systems, and refurbishing administrative buildings. Additionally, initiatives can be taken to increase fishermen's knowledge of capture fisheries, expand PPI land areas, improve the functions of the Fish Marketing Place (TPI) and provide functional facilities such as ice factories or cold storage.
UTILIZATION OF NYPA FRUIT (Nypa fruticans) AS A NATURAL INGREDIENT IN THE PRODUCTION OF LIQUID BATH SOAP RICH IN VITAMIN C Khairi, Ikhsanul; Juanta, Oki; Hafinuddin, Hafinuddin; Hasanah, Uswatun
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v12i2.12184

Abstract

This research aims to utilize nipah fruit juice (Nypa fruticans) as a natural source of vitamin C in the production of liquid bath soap that is rich in vitamin C. This research was experimental using a Completely Randomized Design (CRD) with the treatment of nipah fruit juice concentration added to the liquid soap formulation, including 0%, 5%, 10%, and 15%. The resulting soap was tested for organoleptic characteristics, physical characteristics (pH value, foam stability, homogeneity) and chemical characteristics (vitamin C content). The results of the study showed that the addition of nipah fruit juice significantly affected the parameters of color, aroma, and vitamin C levels, but had no significant effect on foam stability and homogeneity. The highest color and aroma parameters were obtained in treatment P1, namely 5 (very much like) and 4 (like). However, in other treatments, the lowest value was still acceptable to the panelists, namely 3 (neutral). The highest vitamin C value was found in formulation P4 (15%), namely 3.282 mg/mL. The highest pH value of soap was obtained at P1 (0%) which was 5 and the lowest was obtained at P2 (5%), P3 (10%) and P4 (15%) which was 4. Foam stability in each treatment obtained a value of >95%. Based on the observed assessment parameters, the best formulation was obtained in treatment P4.
Pengaruh Penempatan Posisi Rumpon Terhadap Hasil Tangkapan Nelayan Di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Hanzala, Nasri; Burhanis, Burhanis; Rizal, Rizal; Hafinuddin, Hafinuddin
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.11096

Abstract

Rumpon adalah sebuah alat tangkat modifikasi benda mengapung yang ramah lingkungan , yang terbuat dari berbagai jenis benda yang dapat mengapung. Alat ini berperan sebagai tempat berlindung, mencari makanan, tempat pemijahan, serta sebagai lokasi berkumpulnya ikan. Penempatan rumpon memiliki dampak signifikan terhadap hasil tangkapan di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan posisi rumpon yang optimal dalam aktivitas penangkapan ikan, sesuai dengan standar operasional dan regulasi yang berlaku. Waktu penelitian adalah bulan Oktober hingga Desember 2022, sedangkan metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan lokasi pengamatan dibagi menjadi dua titik, yaitu di Pulau Balai dan Pulau Baguk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekitar rumpon yang menggunakan atraktor ijuk, terdapat sepuluh jenis ikan yang berhasil ditangkap, dengan rincian bobot dan panjang sebagai berikut: ikan sure (Auxis thazard), ikan gurik-gurik (lutjanus synagris), ikan kakap tompel (lutjanus synagris), ikan gabu (Carangoides ortogrammus), ikan kerapu (Ephinephilinae), ikan kerapu sunil (Plectromus leopardus), ikan kerapu hitam (Carangoides ortogrammus), ikan kerapu pandan (Epinephelus tauvina), ikan talang (Scomberoides lysan), dan ikan salam (Elagatis bipinnulata). Berdasarkan analisis statistik, diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,005. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis diterima, yang menunjukkan di Pulau Baguk memiliki hasil tangkapan yang lebih banyak di bandingkan Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil.
Penerapan Bubu Ramah Lingkungan (Eco Trap) Sebagai Alat Tangkap Alternatif Bagi Nelayan Hiu di Lhok Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya Bahri, Samsul; Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin
Marine Kreatif Vol 8, No 2 (2024): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v8i2.10604

Abstract

Kabupaten Aceh Barat Daya terletak pada sisi selatan dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Wilayah ini juga termasuk kedalam Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.78/KEPMEN-KP/2020. Salah satu potensi jenis ikan yang banyak ditemukan pada perairan tersebut adalah perikanan hiu. Hiu dikenal dengan ikan teritorial yang sangat erat hubungannya dengan habitat yang ditempatinya. Hal ini dikarenakan hiu menjadi predator puncak pada ekosistem terumbu karang sehingga sangat berperan sebagai penyeimbang sistem rantai makanan pada ekosistem terumbu karang. Masyarakat pesisir Aceh Barat Daya masih melakukan aktifitas penangkapan terhadap populasi hiu, padahal populasi beberapa jenis hiu saat ini mulai terancam karena eksploitasi berlebihan dan permintaan pasar yang tinggi. Dalam hal ini diperlukan upaya peralihan mata pencaharian bagi masyarakat pesisir susoh untuk tidak lagi menjadikan hiu sebagai target utama tangkapan nelayan, dengan tidak mengurangi pendapatan yang selama ini diperoleh oleh nelayan tersebut. Dalam mendukung pengembangan Marine Industry dibidang konservasi, dibutuhkan gagasan yang bersifat teknologi dan terbaru yang dapat digunakan oleh masyarakat umum secara efektif dan efesien. Salah satu alat tangkap alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan hiu adalah bubu ramah lingkungan (Eco Trap). Eco Trap memiliki keunggulan dalam selektifitas dan efektifitas serta hasil tangkapan dengan nilai ekonomis yang tinggi. Kegiatan pengabdian akan dilaksanakan dengan tahapan survey lapangan, persiapan alat dan bahan, pembuatan kontruksi media bubu, aplikasi bubu ramah lingkungan, monitoring dan evaluasi serta pembuatan laporan kegiatan dan publikasi ilmiah. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) konservasi Lhok Susoh, Aceh Barat Daya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LHOK ACEH JAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN MELALUI INOVASI RUMPON ATRAKTOR IJUK Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Khairi, Ikhsanul; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1395-1401

Abstract

Rumpon dikabupaten aceh jaya, terdapat berbagai permasalahan adat terutamanya dengan sering hilangnya rumpon, pengambilan hasil rumpon tanpa sepengetahuan pemiliknya jika diletakkan di laut, untuk mengatasi permasalah yang ada penulis mencoba untuk melakukan pengapdian tentang perancangan rumpon dan juga disertakan qanun atau hukum adat yang dikontrol penuh oleh panglima laot setempat, sehingga memudahkan panglima laot untuk kedepannya dalam pengelolaan rumpon.Tujuan dari pengapdian ini antara lain menerapkan inovasi rumpon ataktor ijuk untuk meingkatkan hasil tangkapan nelayan beserta dengan penegakan qanun atau hokum adat dalam pengelolaan rumpon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan dan edukasi nelayan dalam penerapan pembuatan rumpon untuk masyarakat nelayan Desa Gle Jong Kabupaten Aceh jaya atau Lhok Kuala Daya antara lain dilakukan Focus Discusi Group (FGD), Pelatihan pembuatan, Pendampingan. Kegiatan program yang dilakukan dengan bermitra nelayan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari DKP, panglima laot kabupaten, panglima loat lhok dan para nelayan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh. Hal yang urgen didiskusikan adalah mencari alternatif yang paling efektif dalam inovasi rumpon berbasis pengelolaa adat secara sustainable.Pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menambah ketrampilan teknis untuk nelayan dalam pembuatan rumpon atraktor ijuk dan juga mengukuhkan qanun/hukum adat terhadap pengelolan rumpon sehingga peran dari Panglima Laot semakin berperan. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat nelayan tidak terjadi lagi permasalahan terhadap pengelolaan dan mendapatkan ilmu inovasi rumpon untuk dapat diimplimentasikan oleh masyarakat nelayan dengan meningkatkan hasil tangkapannya
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
PENERAPAN TEKNOLOGI RUMPON ATRAKTOR IJUK UNTUK PERIKANAN REKREASI DI KABUPATEN ACEH JAYA Hafinuddin, Hafinuddin; Bahri, Samsul; Firzan, Firzan; Al Misbah, Iyan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1230-1235

Abstract

Nelayan skala kecil di Kecamatan Setia Bakti mengandalkan produksi perikanan tangkap sebagai sumber pendapatan. Namun fluktuasi produksi hasil tangkapan berdampak kepada ekonomi nelayan yang tidak menentu. Selain itu, keterbatasan wawasan/pengetahuan dalam penangkapan ikan ramah lingkungan sehingga nelayan di Kecamatan Setia Bakti hanya mengandalkan jaring insang untuk penangkapan ikan. Selain permasalahan yang telah disebut di atas, terdapat pula permasalahan permodalan dan manajemen usaha. Berdasarkan kondisi eksisting tersebut, diperlukan alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan oleh nelayan yaitu usaha perikanan rekreasi seperti jasa sewa kapal penangkapan ikan untuk memancing, menyelam dan berwisata dengan memanfaatkan teknologi alat bantu penangkapan ikan yaitu rumpon atraktor ijuk serta alat tangkap yang ramah lingkungan yaitu pancing ulur. Pendekatan yang digunakan pada penyelesaian masalah yang telah dilaksanakan yakni melalui edukasi terhadap masyarakat, pelatihan dan proses pendampingan. Mitra dalam kegiatan ini adalah nelayan jaring insang dan aparatur Gampong (Desa) Lhok Timon Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rest Area Desa Lhok Timong. Hasil kegiatan yang telah dicapai adalah 1) adanya peningkatan pemahaman tentang dampak penggunaan alat bantu rumpon atraktor ijuk dan alat tangkap ramah lingkungan, 2) mampu membuat rumpon atraktor ijuk, serta proses pemasangannya dan uji kesiapan penangkapan disekitar rumpon, 3) hasil analisis usaha perikanan rekreasi diperoleh pendapatan rata-rata nelayan mitra Lhok Rigaih untuk perikanan rekreasi ini yakni sebesar Rp 1.350.000 per bulan. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan memberi antusiasme masyarakat nelayan untuk memanfaatkan teknologi rumpon atraktor ijuk ramah lingkungan sebagai mata pencaharian alternatif yaitu perikanan rekreasi, sehingga kegiatan ini menjadi penting untuk mendukung keberlanjutan sumberdaya perikanan dan meningkatnya kesejahteraan nelayan kecil.   
Level of satisfaction of fishermen with services issuance of sailing approval letter (SPB) at PPS Kutaraja Banda Aceh Darsal, Elda Lestari; Thahir, Muhammad Agam; Hafinuddin, Hafinuddin; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.12740

Abstract

The Sailing Approval Letter (SPB) is an important state-owned document issued at the fisheries syahbandar. This document is required when conducting fishing activities. SPB is issued through public services that aim to ensure the safety and security of fishermen when sailing. The purpose of this study is to determine the level of satisfaction of fishermen in the SPB issuance service and see what are the supporting factors and inhibiting factors in it. This research was conducted at Syahbandar PPS Kutarja in April 2025. The research method used is quantitative using Likert scale measurement, then analyzed descriptively. The results showed that the fishermen satisfaction index value at PPS Kutaraja was 88.70 with the Very Good category. The elements of service that need to be improved by syahbandar officers are: 1)handling complaints, suggestions and input, 2)product specifications of service types, and 3)executor behavior.
Diversifikasi produk camilan berbasis hasil tangkapan ikan non-ekonomis di Desa Gle Jong, Kabupaten Aceh Jaya Khairi, Ikhsanul; Hafinuddin, Hafinuddin; Darmansyah, Dedy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34347

Abstract

AbstrakKabupaten Aceh Jaya, khususnya Desa Gle Jong memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun sebagian hasil tangkapan nelayan, masih tergolong ikan non ekonomis penting dengan nilai jual rendah, seperti ikan telinga gajah/gebel bundar dan ikan lele laut sona. Di sisi lain, kedua jenis ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Daya melalui diversifikasi produk camilan berbasis ikan non ekonomis penting. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan workshop, dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang. Pada tahap sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep produk, merek dagang, serta kemasan yang akan digunakan. Selanjutnya, pada tahap workshop peserta dilatih secara langsung dalam proses pembuatan camilan ikan, mulai dari persiapan bahan baku, formulasi, teknik pengolahan hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik pengolahan ikan menjadi produk camilan ikan secara mandiri. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan peserta yang diukur dengan mengobservasi para peserta dalam mempraktikkan secara mandiri, pemanfaatan hasil tangkapan non ekonomis menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga nelayan serta peningkatan nilai guna hasil perikanan lokal di Desa Gle Jong, pesisir Aceh Jaya. Kata kunci: diversifikasi produk; ikan non ekonomis; camilan ikan; pemberdayaan nelayan; Aceh Jaya. AbstractAceh Jaya Regency, particularly in Gle Jong Village has great potential in the fisheries sector; however, part of the fishermen’s catch is dominated by non-economic fish species with low market value, such as orbicular batfish and sona sea catfish. Despite their low selling price, these species contain high protein levels and have the potential to be developed into value-added fish-based products. This community service program aimed to enhance the capacity of fishermen and fishermen’s wives who are members of the Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama/KUB) Maju Daya through product diversification of fish-based snacks. The program was implemented in two stages, namely socialization and workshop, involving 13 participants. During the socialization stage, participants received an explanation about the product concept, brand, and packaging to be used. The workshop stage provided hands-on training in processing fish into snack products, covering raw material preparation, dough formulation, processing techniques, and product packaging. The results showed that participants not only understood the theoretical aspects but were also able to practice the processing techniques independently, producing ready-to-sell fish snacks. The activity had a positive impact by improving participants’ skills and knowledge in utilizing non-economic fish species into value-added products, while also opening opportunities for sustainable household-based businesses. Therefore, this program contributes to strengthening fishermen’s household economies and increasing the added value of local fish resources in Gle Jong Village, Aceh Jaya coastal area Keywords: product diversification; non-economic fish; fish-based snacks; fishermen empowerment; Aceh Jaya
Productivity of trap catches in different fishing ground at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Rahayu, Rosi; Al-misbah, Iyan
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.4.50266

Abstract

Trap fishing gear offers several advantages, including high selectivity, the ability to keep fish alive, and support for sustainable fisheries. The productivity of catches around coral reefs and fish aggregating devices (FADs) is important to study in order to evaluate fish diversity in deeper waters across biological, genetic, species, and ecological levels. Such assessments are crucial for environmental conservation and for management based on diversity and dominance indices. This study aimed to determine the productivity, diversity, and dominant species composition of trap catches in two fishing grounds (FGs): coral reef areas and FAD zones at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. The research employed an experimental fishing method, conducting five fishing operations in each zone. The overall diversity index of trap catches in Lhok Kuala Daya was 1.26, indicating a moderate level of diversity. The diversity index for catches around coral reefs was 1.15, while around FADs it was 1.58. The overall dominance index value of trap catches was 2.74, with dominance values of 0.74 in coral reef areas and 2.00 in FAD zones. These results indicate a low level of species dominance and a moderately diverse fish community in both fishing zones.Keywords:ProductivityTrapcatchFishing groundKuala daya