Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROSES OZONASI PADA CABE MERAH DI SUB TERMINAL AGRIBISNIS KABUPATEN CIAMIS Imas Siti Setiasih; Efri Mardawati; In-In Hanidah; Robi Andoyo; Een Sukarminah; Mohammad Djali; Tita Rialita; Yana Cahyana
Dharmakarya Vol 9, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i3.19861

Abstract

Cabai Merah merupakan komoditas yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme terutama bila ada jaringan yang luka. Selama proses budidaya tidak dapat dihindari penggunaan pestisida berlebih. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan air berozon dengan ozonizer tipe TIP-01 pada proses pencucian. Sub Terminal Agribisnis Kabupaten Ciamis merupakan institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan dan pemasaran komoditas pertanian.  Tujuan paper ini adalah untuk melihat aplikasi teknologi ozonasi melalui  kegiatan PPM dimana dilakukan transfer ilmu kepada masyarakat pengguna (dalam hal ini rumah pengemas hasil pertanian di Ciamis), supaya hasil-hasil penelitian ini lebih bermakna  di masyarakat  Aspek khusus yang dipelajari adalah untuk mengetahui pengaruh pencucian air berozon cabai merah terhadap karakteristik kimia, mikrobiologi, fisik, dan organoleptik selama penyimpanan 16 hari pada suhu ± 10 oC dengan interval waktu analisis 2 hari. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode eksperimental (Explanatory Research) dan dianalisis deskriptif menggunakan analisis regresi dan korelasi. Percobaan terdiri dari 2 perlakuan dan 2 kali ulangan, yaitu cabai merah tanpa perlakuan dan cabai merah yang direndam dalam air berozon 1,9 ppm.
UPAYA PENINGKATAN NILAI JUAL “PINDANG CUE” MELALUI TEKNIK PENGEMASAN In In Hanidah; Imas Siti Setasih; Meilanny Budi Santoso; Efri Mardawati
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.334 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14563

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki nutrisi penting untuk memenuhi kebutuhan fungsi tubuh. Penganekaragaman produk olahan berbasis ikan harus terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. “pindang cue” Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin merupakan salah satu produk olahan ikan yang sampai saat ini belum teroptimalkan pengembangannya karena proses pengolahan dan pengemasan produk yang masih tradisional. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan penguatan ekonomi masyarakat mengenai kemasan “pindang cue” agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dengan umur simpan lebih lama. Metode yang dilakukan adalah metodologi pelatihan andragogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% pelaku usaha pindanng cue Jayalaksana memberikan sikap positif untuk mau berubah agar dapat menghasilkan produk pindang cue yang bermutu sehingga melalui program peningkatan pengetahuan teknologi pengolahan berbasis ikan dan pengetahuan GMP mulai dari bahan baku sampai pengemasan produk dapat menjadi salah satu usaha pemberdayaan masyarakat menjadikan “pindang cue” sabagai produk unggulan Desa Jayalaksana yang berkualitas, menarik, aman, dan memiliki umur simpan lebih lama.
INISIASI ASI TERHADAP MOTORIK BAYI DI RW 08 DUSUN LEBAKJATI DESA CILELES KECAMATAN JATINANGOR In-In Hanidah; Indira Lanti; Wendry Setiyadi Putranto
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.512 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.20141

Abstract

The purpose of this study was to see the initiation habits of breastfeeding and the effect of breast milk on infant. This research is a descriptive qualitative study with subjects of mothers and infant aged 0-24 months. The data collection technique used is observation by observing infant reflexes, and using interview techniques to gather information through asking face-to-face. The analysis technique used is to describe the data obtained in the field. Based on the results of the analysis, it was concluded that infant who get breast milk from their mothers in full from the age of 0-24 months produce good infant reflexes and can carry out activities that are balanced with the development of their age.
OPTIMALISASI PEMASARAN YOGHURT MYOO DI DESA JAMBUDIPA KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT MELALUI MEDIA SOSIAL Debby Moody Sumanti; In-In Hanidah; Dwi Wahyudha Wira
Dharmakarya Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.603 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i1.19851

Abstract

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)Yoghurt Myoo di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kab. Bandung Barat berdiri mulai tahun 2013 dengan produksi yoghurt dengan rasa buah segar. UMKM ini belum cukup terampil dalam pemanfaatan teknologi promosi dan pemasaran karena terkendala oleh lokasi pemasaran.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan atau mengoptimalisasikan promosi dan penjualan Yoghurt di UMKM Yoghurt Myoo lewat Media Sosial Instagram dan Jasa Online Go-Food. Metode yang digunakan adalah Persiapan, Pendaftaraan dan Aktivasi/Pelaksanaan. Persiapaneliputi: (1) persiapan data/berkas, (2) Persiapan Foto Produk, dan (3)Persiapan Menu.Pendaftaran dilakukan melalui akun di website Instagram dan Go-Food. Aktivasi dengan pelaksanaan sosialisasi akun dan pemasaran. Evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan dilakukan dan setelah pemasaran yogurt melalui media social instagram dan gofood dijalankan. Aspek yang dievaluasi meliputi: partisipasi, pengetahuan, keterampilan, dan pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan: Pendistribusian produk dari UMKM yogurt menjadi lebih luas setelah produk di pasarkan memalui media sosial instagram dan gofood 
Pengaruh Ozonisasi terhadap Kekerasan, Kadar Air, Vitamin C, dan Total Mikroorganisme pada Belimbing (Averrhoa carambola) Selama Penyimpanan Imas Siti Setiasih; Tita Rialita; Debby Moody Sumanti; In In Hanidah; Gemma Zulhaida
agriTECH Vol 38, No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.662 KB) | DOI: 10.22146/agritech.15480

Abstract

Starfruit is a non-climacteric fruit which are perishable after harvesting and during storage. One of compounds that can be used to maintain starfruit quality is the use of ozone water. This study was conducted to compare the characteristics of starfruit without ozonation and after ozonation using TIP-01 ozonizer during storage time in the room temperature (25±2ºC). The method used was the experimental method and then analyzed using a correlations-regressions analysis. The study used 2 treatments which were starfruit without ozonation and with ozonation (immersion in ozon water), the star fruits were packed by using a cling wrap with Styrofoam as the base. The results showed that starfruits from both treatments had changes in water content, vitamin C, and firmness (decreased). Ozone treatment with a concentration of 1.1 ppm was only able to inhibit the growth of microorganisms by 0.34 log CFU/g. Starfruits’ intact ozonation results in higher vitamin C content at 31.9680 mg/100g of material at the end of storage.
UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI TEMPE MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN Hana Raswanti; Ary Okta Aditya; Sarah R. O. Aisyah; Aldiano Alham; In-in Hanidah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.17804

Abstract

ABSTRAKTempe adalah produk olahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai atau beberapa bahan lainnya. Fermentasi menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, dan beberapa jenis kapang Rhizopus lainnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2018 di Kampung Lebak Jati RW.08, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsumsi tempe melalui diversifikasi olahan dari produk berbahan dasar tempe. penelitian ini dilakukan dengan uji organoleptik terhadap 20 (dua puluh) panelis untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (3x20) dengan 3 perlakuan yang berbeda yaitu nugget tempe, steak tempe, dan ham tempe dalam uji organoleptik dengan 20 kali ulangan, dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa diversifikasi produk olahan berbahan dasar tempe (Fhitung > Ftabel) berpengaruh sangat nyata terhadap warna, rasa, dan aroma dan hasil analisis ragam juga menunjukan bahwa penggunaan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe (Fhitung < Ftabel) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekstur. Produk olahan tempe yang paling disukai adalah steak tempe.Kata Kunci: Diversifikasi Tempe, Uji OrganoleptikABSTRACTTempe is a processed food product made from fermented soybeans or some other ingredients. Fermentation uses several types of Rhizopus mold, such as Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, and several other types of Rhizopus mold. This research was conducted in July 2018 in Kampung Lebak Jati RW.08, Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency. The purpose of this study is to increase the consumption of tempe through the diversification of processed products from tempe-based products. this study was conducted by organoleptic tests on 20 (twenty) panelists to determine the level of preference for color, taste, texture, and aroma. The research method used was RAL (3x20) with 3 different treatments, namely tempeh, steak tempeh, and ham tempe in organoleptic test with 20 replications, and continued with LSD test (smallest real difference). The results of the variance analysis showed that the diversification of processed products based on tempe (F count> F table) had a very significant effect on color, taste and aroma and the results of variance analysis also showed that the use of various processed products made from tempe (Fcount <Ftable) did not have a significant effect against texture. The most preferred tempe product is steak tempe.Keywords: Tempe Diversification, Organoleptic Test
IDENTIFIKASI LACTOBACILLUS GASSERI DARI ASI: KARAKTERISASI DAN PENGUJIAN BIOKIMIA In-In - Hanidah; Dimas Erlangga; Debby M Sumantri; Willa Kusumah Wardani
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 2 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i2.21313

Abstract

ABSTRAK ASI dari ibu yang sehat memiliki potensi yang besar mengandung bakteri probiotik spesies Lactobacillus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20% dari sampel lima ASI Ibu menyusui usia 12 – 60 hari setelah melahirkan mengandung bakteri probiotik Lactobacillus gasseri dengan karakteristik morfologi: gram positif, katalase negative, non motil, anaerob, bentuk koloni bulat dengan permukaan cembung, warna koloni putih susu agak krem, tekstur koloni agak keras, koloni tumbuh dibagian tengah media agar (anaerob), sel berbentuk basil dengan ukuran sel 2,0 µm. sedangkan uji biokimia menunjukkan bahwa isolate L. glasseri terseleksi mampu menguraikan: D-Cellobiose, Saccharose, Maltotriose, Phosphatase, Leucine Arylamidase, Tryosine Arylamidase, Arbutin, Esculin hydrolysis, Ala-Phe-Pro_Arylamidase, N-Acetyl-D-Glucosamine, Phenylalanine Arylamidase, D-Glukose, 5-Bromo-4-chloro-3-indoxyl-beta-glucoside, L-Proline Arylamidase, D-Mannose, Arginine GP, D-Maltose. Kata kunci: Lactobacillus gasseri, probiotik, ASI. ABSTRACT Breast milk from healthy mothers has a great potential to contain the probiotic bacteria of the Lactobacillus species. The results showed that 20% of the five samples of breast milk, at days 12 to 60 after birth contained probiotic bacteria of Lactobacillus gasseri with morphology of bacterial: gram-positive, catalase- negative, non-motile, anaerob, rounded colony shape with convex surface, the color colony of slightly creamy, rather hard colony texture, anaerobic, basil-shaped cells with a cell size of 2.0 μm. Biochemical tests show that selected L. glasseri isolates are able to decipher: D-Cellobiose, Saccharose, Maltotriose, Phosphatase, Leucine Arylamidase, Tryosine Arylamidase, Arbutin, Esculin hydrolysis, Ala-Phe-Pro_Arylamidase, N-Acetyl-D-Glucosamine, Phenylalanine Arylamidase, D-Glukose, 5-Bromo-4-chloro-3-indoxyl-beta-glucoside, L-Proline Arylamidase, D-Mannose, Arginine GP, D-Maltose. Keywords: Lactobacillus gasseri, probiotic, breast milk
Penerapan Good Manufacturing Practices Pada Produksi Sistik Ebi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Olahan Ikan di Pesisir Eretan - Indramayu In-in Hanidah; Agung Tri Mulyono; Robi Andoyo; Efri Mardawati; Samsul Huda
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.17585

Abstract

ABSTRAKGMP (Good Manufacturing Practices) merupakan salah satu metode mitigasi resiko dalam proses produksi pangan beresiko tinggi diantaranya produk pangan berbasis ikan yang banyak ditemui di daerah pesisir pantai khususnya di Desa Eretan Kulon Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Sistik ebi merupakan salah satu produk olahan ikan lokal Eretan yang memiliki kelemahan diantaranya umur simpan yang relatif singkat karena terjadinya perubahan kualitas selama penyimpanan yang diakibatkan metode pengolahan dan pengemasan yang kurang baik. Penelitian ini  mengevaluasi penerapan GMP selama proses produksi sistik ebi dan memperbaiki kemasan dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sistik ebi yang mengandung protein tinggi ( 59,4%) memerlukan implementasi GMP dalam memitigasi resiko selama pengolahan. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian terhadap persyaratan GMP dengan jumlah ketidaksesuaian mayor (MA) 5 elemen dan minor (MI) 21 elemen dari total keseluruhan 37 elemen pemeriksaan yang meliputi elemen lokasi, bangunan, dan sanitasi pekerja, peralatan produksi, sanitasi peralatan dan ruangan produksi, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan, dokumentasi dokumen dan legalitas produk. Proses pendampingan mampu mereduksi ketidaksesuaian elemen sebesar 96,16%. Penerapan GMP didalam produksi sistik ebi membuka peluang bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus meningkatkan peluang bagi produk tersebut dalam memasuki pasar global.Kata kunci: GMP, sistik ebi, sanitasiABSTRACTGMP (Good Manufacturing Practices) is one of the risk mitigation in food production such as fish-based food product which is found mainly in coastal area such as in Eretan Kulon Village, Indramayu Regency, West Java. Sistik ebi is one of Eretan local processed fish products that have weaknesses such as shelf life which is relatively short due to quality change during storage caused by poor processing and packaging method. This study evaluates the application of GMP during the Sistik ebi production and applying a proper packaging in order to improve product quality thus improve the welfare of the community. The results of the study showed that sistik ebi contain high protein (59.4%) thus required GMP implementation in mitigating risks during processing. The observation results show that there are some deviations to the GMP requirement with the number of major non-conformities (MA) 5 elements and minor (MI) 21 elements out of the total 37 inspection elements covering site elements, building and sanitation, production equipment, room sanitation production, storage, process control, labeling, documentation and legal aspect of the product. The GMP mentoring process reduces the non-conformity of the elements by 96.16%. The application of GMP in the production of sistik ebi opens opportunities for business actors in improving product quality while increasing the opportunity for the product to enter the global market.Keywords: GMP, sistik ebi, sanitation
PEMBERDAYAAN UMKM BERBASIS EKONOMI KREATIF DI PESISIR PANTAI CIMALAYA – SUBANG JAWA BARAT In-In - Hanidah; Agung Tri Mulyono; Sumanti Debby Moody; Renita Dwi Aprilani; Imas Siti Setiasih
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.774 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.15480

Abstract

ABSTRAKPengembangan UMKM Abon Ikan Tengkek mempunyai peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Desa Cilamaya Hilir Kabupaten Subang. Penerapan ekonomi kreatif merupakan konsep pengembangan ekonomi pelaku UMKM Abon Ikan Tengkek untuk meningkatkan nilai tambah produk dengan menciptakan produk melalui perbaikan proses produksi, penerapan GMP, perbaikan desain kemasan, peningkatan legalitas usaha, dan perluasan pemasaran. Metode kajian yang dilakukan terdiri dari: observasi, wawancara, persuasif, dan andragogi untuk mengoptimalkan tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan pemberdayaan UMKM Abon Ikan Tengkek berbasis ekonomi kreatif mampu meningkatkan penjualan sebesar 81,25%/tahun. Kata Kunci: UMKM, abon, ikan tengkek, ekonomi kreatifABSTRACTSmall and medium-sized enterprises (SMEs) development of "Abon Ikan Tengkek"  has a very important role for economic growth for the people of Cilamaya Hilir Village - Subang. The application of the creative economy is the concept businessmen of "Abon Ikan Tengkek" SMEs to increase product added value by creating products through improving production processes, implementing GMP, improving packaging design, improving business legality, and expanding marketing. The method of study conducted consists of: observation, interview, persuasive, and andragogy to optimize the research objectives. The results of the study showed that the empowerment "Abon Ikan Tengkek" SMEs based on creative economy was able to increase sales by 81.25%/year.Keywords: SMEs, abon, tengkek fish, creative economy
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN JAMUR (PLEUROTUS OSTREATUS) SEBAGAI PENINGKATAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN DALAM UPAYA MENDUKUNG HIDUP SEHAT : STUDI KASUS RW 05 DESA CIPACING-JATINANGOR Nurul Annisa; Fauziah Agustina Sa&#039;ban; In In Hanidah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.194 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18624

Abstract

ABSTRAK Desa  Cipacing  merupakan  salah  satu  desa  yang  berada  di  wilayah  perbatasan  Jatinangor  dan  Bandung, tepatnya di Desa Cileunyi Wetan. Aktivitas ekonomi di Desa Cipacing dapat dikatakan menengah ke bawah terlihat dengan adanya UMKM baik dibidang pangan dan non pangan serta terdiri dari beberapa lapisan masyarakat seperti buruh, pelajar, ibu rumah tangga serta wiraswasta. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan nilai ekonomis dari jamur dan dilakukan pemberdayaan ibu rumah tangga RW 05 Desa Cipacing sebagai objek sasaran sehingga dapat memiliki keterampilan untuk mengolah jamur menjadi produk pangan berupa nugget jamur tiram serta memulai hidup sehat.  Metode yang dilakukan adalah kualitatif dan  kuantitatif.  Metode kualitatif  yaitu observasi partisipatif serta metode kuantitatif dengan menyajikan data grafis dan pengujian statistik dengan metode Mc Nemar analisis dari hasil evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan pembuatan nugget jamur (p=0.05 dan α=0,05). Diharapkan bahwa dengan penyuluhan tersebut nugget jamur dapat menjadi salah satu referensi masyarakat dalam membuat produk olahan pangan khas warga RW 05 Desa Cipacing sehingga aktivitas ekonomi masyarakat meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat membaik. ABSTRACT Cipacing Village is a village which is located at the boarder of Jatinangor and Bandung, exactly in East Cileunyi Village. The economy activities in Cipacing Village run for middle and low society. It could be seen in the presence of UMKM (Small and Medium Enterprises) in food and non-food product and the tradition of some societies such as labors, students, housewives, and entrepreneurs. The aims of this program is to improve the economical values of the mushroom and to empower the housewives in RW 05 of Cipacing Village, as the object of research, could have the skills in processing the mushrooms become food products such as the nugget oyster mushrooms and have the healthy life as well. The method used in this research is qualitative and quantitative method. The qualitative method is carried out by doing participative observation. Meanwhile, the quantitative method is carried out by presenting a grafical data and statistical testing by using Mc. Nemar analysis method from the evaluation result of the activi ties. The result of the research shows that there is a significant effect after doing a counseling and a mentoring in making the mushroom nugget (p=0.05 and ɑ 0.05). It is expected that by doing the counseling and the mentoring the mushroom nugget could be one of the society references in making a special or typical processed food product of RW 5 residents of Cipacing Village, so that the economy activities could increase and the community welfare could improve.
Co-Authors - Fakhrurrazi Abdullatif, Muhammad Aziz Agung Tri Mulyono Agung Tri Mulyono Ahmad Thoriq Aldiano Alham Amri, Khoirul Ary Okta Aditya Bambang Nurhadi Barqin, Gesa Aldin Dahlan, Haris Bin Darkam Musaddad Debby M Sumantri Dimas Erlangga Dinaroe Dinaroe Dwi Wahyudha Wira Een Sukarminah Efri Mardawati Fadhil, Rahmat Fauziah Agustina Sa&#039;ban Fitrah Khairi Gemma Zulhaida Ghoffar Cahya Madani Ginting, Ledy Mahara Halim, Hendra Hana Raswanti Hendri Hermawan Adinugraha Herlina Marta Imas Siti Setasih Imas Siti Setiasih Indira Lanti Kayaputri Intan Pratama, Rusky Irfan Ardiansah Kesuma, T. Meldi Kirana, Annisa Indah Lianna, Angela Ferren Maulana, M. Rizki Meilanny Budi Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meyllianawaty Pratiwy, Fittrie Mochamad Djali Mohammad Djali Muftahuddin, Muftahuddin Mulyono, Agung Tri Mulyono, Agung Tri Najla, Najla Ni Made Purnami Nisva, Raisa Ullya Nizam, Ahmad novindra . Nurma Sari, Nurma NURUL ANNISA Nurul Annisa Othman, Razali Bin Rahimi, Sayyid Afdhal El Raida Agustina Raisa Ullya Nisva Ramadhani, Evi Renita Dwi Aprilani Revena Denia Putri Ridwan Nurdin Rihadatul Nabila, Shela Risa Anggreini Rivani, Rivani Robi Andoyo Roni Kastaman Rusky I. Pratama Rusky Intan Pratama Saban, Fauziah Agustina Samsul Huda Samsul Huda Santoso, Meilanny Budi Sarah R. O. Aisyah Sartika Azhari Selly Harnesa Putri Setasih, Imas Siti Siregar, M. Ridha Sitepu, Novi Indriyani Sitti Saleha, Sitti Souvia Rahimah Sumanti Debby Moody Sumanti Debby Moody Surya Martha Pratiwi Suryawardana, Ameera Xaviera Sakinah Syamsul Huda Tita Rialita Tita Rialita Utami, Annisa Ratni Utami, Annisa Ratri Wahyu Gunawan Wendry Setiyadi Putranto Willa Kusumah Wardani Yana Cahyana Yuli Andriani Yusuf, Novy Prakusya Zhafarinnadia, Moura Zikran, Ghrina