Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implikasi Putusan MK N0.32/PUU-XIX/2021: Kompetensi PTUN Dalam Menguji Putusan DKPP Rusiah, Rusiah; Haryanti, Dewi; Wardana, Nur Fitra; Ramadhani, Husniyatul; Indriyani, Safira; Watonnah, Watonnah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 1.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 32/PUU-XIX/2021 memperjelas status tindak lanjut Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai objek tata usaha negara, sekaligus membuka babak baru dalam sistem penegakan etika penyelenggara Pemilu. MK menilai bahwa tindak lanjut dari Putusan DKPP merupakan keputusan pejabat tata usaha negara yang bersifat konkret, individual, dan final, sehingga dapat digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan PTUN dalam menguji putusan DKPP serta implikasinya terhadap integritas dan independensi lembaga penyelenggara pemilu. Dengan pendekatan normatif-empiris, penelitian ini menemukan bahwa secara teori, putusan DKPP lebih bersifat rekomendasi karena konteks final dan mengikatnya berbeda dengan putusan pengadilan. Namun, karena putusan DKPP merupakan keputusan pejabat tata usaha negara, maka dapat dijadikan objek sengketa di PTUN.
Impact of Social Forestry Licensing Policy: Community Plantation Forest for Charcoal Production in the Mangrove Ecosystem of Karimun Regency, Kepulauan Riau Province Andia, Bherly; Ismail, Khodijah; Sofia, Myrna; Haryanti, Dewi; Habibah, Sayyidah Nur
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This research analyses the suitability of permits for using mangrove wood in Karimun Regency for charcoal making, which has been going on for a long time. This charcoal was traded for local and foreign needs even before Indonesian Independence. However, it was only in 2010 that the official IUPHHK-HTR permit was enacted to regulate this activity. This study aims to analyze the suitability of forest area functions in community plantation forest permit areas based on the provisions of forestry laws and regulations, calculate the area of degraded/deforested as well as reforested forest cover using satellite image interpretation results, and identify institutions involved in processing mangrove wood into charcoal. The results showed that 59.55% of the forest area followed the permit, but there was deforestation of 802.29 ha (27%) and degradation of 72.53 ha (32.44%). On the other hand, reforestation efforts of 1,446.32 hectares were also carried out. This research was conducted using normative or doctrinal legal and overlay methods. The methods used in this research consist of normative or doctrinal legal research methods and overlay methods. Normative legal research focuses on the scope of legal conceptions, legal principles, and legal rules governing the suitability of forest area functions and granting social forestry licenses for community plantation forests. At the same time, the overlay method combines information from various maps. Various parties are involved in mangrove charcoal management, ranging from the Ministry of Environment and Forestry, Kepulauan Riau Provincial Government, Karimun Regency Government, and Wana Jaya Karimun Cooperative to 30 business license holders and charcoal collectors. This research recommends evaluating mangrove IUPHHK-HTR policies to ensure forest sustainability and balance between utilization and sustainability.
Impact of Social Forestry Licensing Policy: Community Plantation Forest for Charcoal Production in the Mangrove Ecosystem of Karimun Regency, Kepulauan Riau Province Andia, Bherly; Ismail, Khodijah; Sofia, Myrna; Haryanti, Dewi; Habibah, Sayyidah Nur
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This research analyses the suitability of permits for using mangrove wood in Karimun Regency for charcoal making, which has been going on for a long time. This charcoal was traded for local and foreign needs even before Indonesian Independence. However, it was only in 2010 that the official IUPHHK-HTR permit was enacted to regulate this activity. This study aims to analyze the suitability of forest area functions in community plantation forest permit areas based on the provisions of forestry laws and regulations, calculate the area of degraded/deforested as well as reforested forest cover using satellite image interpretation results, and identify institutions involved in processing mangrove wood into charcoal. The results showed that 59.55% of the forest area followed the permit, but there was deforestation of 802.29 ha (27%) and degradation of 72.53 ha (32.44%). On the other hand, reforestation efforts of 1,446.32 hectares were also carried out. This research was conducted using normative or doctrinal legal and overlay methods. The methods used in this research consist of normative or doctrinal legal research methods and overlay methods. Normative legal research focuses on the scope of legal conceptions, legal principles, and legal rules governing the suitability of forest area functions and granting social forestry licenses for community plantation forests. At the same time, the overlay method combines information from various maps. Various parties are involved in mangrove charcoal management, ranging from the Ministry of Environment and Forestry, Kepulauan Riau Provincial Government, Karimun Regency Government, and Wana Jaya Karimun Cooperative to 30 business license holders and charcoal collectors. This research recommends evaluating mangrove IUPHHK-HTR policies to ensure forest sustainability and balance between utilization and sustainability.
PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DI SMP DESA NUMBING Efritadewi, Ayu; Haryanti, Dewi; Endri, Endri; Syahputra, Irwandi; Nuraini, Lia; Hidayat, Muhammad Fajar; Rani, Marnia; Harmain, Irfan; Kaloko, Ilhamda Fattah; Hanum, Atiikah; Gulo, Septi Puspitaria; Sari, Nila Permata; Tammardhia, Rodhia; Situmeang, Nova; Nahusona, Erick Suprianto
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2228

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan isu serius yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk di Indonesia. Dampaknya mencakup kerusakan fisik, mental, dan sosial anak, serta menghambat tumbuh kembang mereka. Di SMP Desa Numbing, kurangnya pemahaman dan sosialisasi terkait perlindungan anak menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kekerasan seksual melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi hukum. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif dua arah, meliputi koordinasi, pra-survei, pemaparan materi, pembagian buku saku, diskusi studi kasus, dan evaluasi melalui kuisioner online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa SMP Desa Numbing terhadap kekerasan seksual. Kegiatan dilaksanakan pada 10–11 Juni 2024 dan diikuti oleh 46 siswa kelas VII dan VIII. Pra-survei menunjukkan bahwa 58,7% siswa menganggap sentuhan tanpa izin dapat dibenarkan jika hanya bercanda. Setelah pemaparan materi oleh dosen hukum pidana dan sesi diskusi, evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan perubahan persepsi signifikan. Siswa menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan seksual. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan dan konsekuensi hukum kekerasan seksual terhadap anak. Kesimpulan kegiatan ini ialah meningkatnya pemahaman siswa SMP Desa Numbing terhadap kekerasan seksual setelah sosialisasi. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan serta meminimalkan risiko terjadinya kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Evaluasi Rencana Peruntukan Ruang Kota Tanjungpinang Terhadap Kesesuaian Habitat Ekosistem Mangrove Berdasarkan Kriteria Ekologi Noviyati, Syamsinar; Haryanti, Dewi; Lestari, Febrianti; Ismail, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7179

Abstract

Ekosistem mangrove penting bagi wilayah kepulauan untuk melindungi pantai dari bahaya gelombang tinggi yang mengakibatkan banjir dan erosi pantai. Namun, mangrove hanya dapat tumbuh pada kondisi sesuai kriteria ekologi ekosistem mangrove. Pelestarian ekosistem mangrove perlu diintegrasikan kedalam perencanaan tata ruang kota pesisir. Menyusun rencana tata ruang kota pesisir di pulau kecil harus adaptif terhadap perubahan lingkungan dengan berbasis pada ekologi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis kesesuaian habitat mangrove dengan rencana pola ruang RDTR Kota Tanjungpinang. Kesesuaian habitat ekosistem mangrove di Kota Tanjungpinang berdasarkan kriteria ekologi mangrove diperoleh luas lahan yang sangat sesuai yaitu seluas 1227,87 Ha, sesuai 2651,52 Ha, dan kriteria cukup sesuai dengan luas 412,84 Ha. Zona budidaya antara lain berupa zona perumahan, perdagangan jasa, perkantoran, industri pada rencana peruntukan ruang RDTR Kota Tanjungpinang berada pada lahan yang memiliki kesesuaian habitat ekosistem mangrove berdasarkan kriteria ekologi.
Legal Liability of E-Commerce Site Against Sales of Counterfeit Trademarks Products Rani, Marnia; Sibarani, Hos Arie Rhamadhan; Swastiwi, Anastasia Wiwik; Haryanti, Dewi
JURNAL MERCATORIA Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL MERCATORIA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v18i1.14193

Abstract

This article examines the legal liability of e-commerce platforms for selling counterfeit trademark products in Indonesia. The problem focuses on the extent of responsibility e-commerce platforms hold under Indonesian trademark law, particularly Law Number 20 of 2016 on Marks and Geographical Indications and Law Number 28 of 2014 on Copyrights. A statutory approach is used as a theoretical reference to approach this problem. The data is collected by qualitatively analyzing relevant legislation and policies. The study results show that the Trademark Law in Indonesia has not regulated the sale of products using counterfeit brands in e-commerce. The Copyright Law in Indonesia only regulates that the manager of a trading place can be held accountable if a sale of products violates copyright. In contrast, the Trademark Law does not restrict this. So that confusion arises: can the organizer of an electronic system in online buying and selling be held civilly liable if their e-commerce site provides products using counterfeit brands.
Abusive Law Making dalam Proses Pembentukan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia Kurniarullah, Muhammad Rizki; Silalahi, Hotmauli; Nabila, Talitha; Haryanti, Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30188

Abstract

Proses pembentukan undang-undang dalam sistem ketatanegaraan Indonesia harus menjunjung tinggi prinsip negara hukum, demokrasi, dan perlindungan hak asasi manusia. Namun, pembentukan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia menunjukkan adanya praktik abusive law making, yaitu penggunaan kewenangan legislasi secara menyimpang dan sewenang-wenang. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pelanggaran terhadap asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Analisis dilakukan terhadap aspek prosedural, substantif, serta partisipasi publik dalam proses legislasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses revisi dilakukan tanpa dasar hukum yang sah, tidak masuk dalam agenda Prolegnas, serta tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara memadai. Secara substansi, norma-norma hasil revisi berpotensi mengembalikan militer ke ranah sipil, yang bertentangan dengan prinsip supremasi sipil dalam sistem demokrasi konstitusional. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembentukan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia mencerminkan bentuk penyalahgunaan kekuasaan legislatif dan menjadi ancaman serius bagi prinsip-prinsip negara hukum dan demokrasi di Indonesia.
PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP TINDAK PIDANA BULLYING DI SMP DESA NUMBING Efritadewi, Ayu; Haryanti, Dewi; Endri; Syahputra, Irwandi; Nuraini, Lia; Hidayat, Muhammad Fajar; Rani, Marnia; Harmain, Irfan; Kaloko, Ilhamda Fattah; Hanum, Atiikah; Gulo, Septi Puspitaria; Sari, Nila Permata; Tammardhia, Rodhia; Situmeang, Nova; Nahusona, Erick Suprianto
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2227

Abstract

Perlindungan anak adalah segala usaha agar setiap anak dapat mewujudkan hak dan tanggung jawabnya terhadap tumbuh kembang anak, baik secara alamiah, jasmani, rohani, dan sosial. Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian dengan model siklus deming yang terdiri dari empat tahapan, yakni perencaraan, melakukan, pemeriksaan dan tindak lanjut. Diagram tersebut menunjukkan hasil pemahaman siswa SMP Numbing setelah menerima pemaparan materi terkait bullying. Berdasarkan diagram tersebut, mayoritas siswa, yaitu 66%, setuju bahwa mereka mengerti bullying dapat berupa fisik, verbal, dan sosial. Sebanyak 26% siswa sangat setuju dengan pernyataan tersebut, sementara 8% sisanya menyatakan tidak setuju. Ini menunjukkan bahwa setelah menerima materi, sebagian besar siswa mengalami peningkatan pengetahuan terkait bentuk-bentuk bullying, dan menunjukkan pemahaman yang cukup baik. Pengabdian perlindungan anak terhadap tindak pidana bullying dilaksanakan agar siswa-siswa di SMP Numbing mendapatkan pengetahuan dan bimbingan terkait segala jenis bullying, sehingga mereka dapat mencegah dan meminimalisir tindakan bullying yang kerap terjadi dilingkungan sekolah. Berdasarkan hasil dari kuesioner sebelum dan sesudah pemaparan, menunjukan bahwa siswa-siswa tersebut mengalami peningkatan.
Tinjauan Terhadap Hukum Agraria Maritim: Sumber Daya Alam Dan Regulasi Di Kawasan Laut Revhan Sakti Pratama; Dimas Bima Saputra; Dewi Haryanti; Endri Endri
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus : KONSENSUS : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v1i4.234

Abstract

The term "agraria" is used in the Indonesian government administration to describe "land", both agricultural and non-agricultural land. For example, by Decree No. 26 of 1988, the National Farming Authority was established as the Director General of Agriculture of the Department of Home Affairs. Agrarian law (Agrarisch Recht) in the administrative district of the Dutch Indian government is confined to a set of legislative regulations that provide a legal basis for the rulers to implement agricultural policy. In this study, the method of normative analysis is used. Normative law research or library research is a type of research that studies documents using various secondary data such as laws. Within Indonesia there are a variety of natural resources, including fishing, mangrove forests, while the regulations that govern the Indonesian seas vary in various aspects, among others: the Persian Sea, Wiayah Sea, Continental Land, Exclusive Economic Zone, Additional Zone, Overseas Sea. In conclusion, maritime agrarian law is very important in understanding and utilizing natural resources related to land and waters. Marine natural resources play a vital role inining the balance of global ecosystems as well as providing economic benefits to communities. Within the framework of sustainable development, we are faced with the great challenge of understanding and using marine agricultural resources wisely.