p-Index From 2021 - 2026
5.063
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Rekayasa Sistem Industri Jurnal Teknologi JURNAL PASTI (PENELITIAN DAN APLIKASI SISTEM DAN TEKNIK INDUSTRI) Sinergi JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ) agriTECH Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Jurnal Ilmiah Teknik Industri MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK OPERATION EXCELLENCE: Journal of Applied Industrial Engineering Jurnal Rekayasa Sipil Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Jurnal Sinergitas PkM & CSR JURNAL PERTANIAN Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications STI Policy and Management Journal Jurnal Ilmiah Teknik Industri Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Jurnal Optimalisasi Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Indonesian Journal of Industrial Engineering & Management International Journal of Community Service AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Journal of Educational Analytics Makara Journal of Science Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik (JURRITEK) Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Journal of Community Services in Sustainability Jurnal Teknologi Lingkungan Jurnal Standardisasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

KARAKTERISTIK DUKUNGAN INDUSTRI TERHADAP UPAYA IMPLEMENTASI PRODUKSI BERSIH (STUDI KASUS : PERUSAHAAN BUMN PULP DAN KERTAS) Hasibuan, Sawarni
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.911 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i1.163

Abstract

Solusi pengolahan akhir pipa (end-of-pipe) disadari belum mampu memberikan jawaban yang memuaskan terhadap penanganan masalah pencemaran lingkungan. Saat ini sejumlah besar perusahaan di dunia sedang mengupayakan keuntungan melalui suatu pendekatan pencegahan lingkungan yang dikenal sebagai eko-efisiensi dan produksi bersih. Walaupun penerapan Produksi Bersih dapat dilakukan melalui cara-cara yang amat sederhana, namun pada kondisi tertentu kadang-kadang memerlukan perubahan yang radikal dan perlu keterlibatan manajemen perusahaan yang proaktif. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik dukungan organisasi terhadap upaya penerapan Produksi Bersih perusahaan pada kasus Perusahaan BUMN Pulp dan Kertas. Hallain yang coba diungkap adalah prasyarat keberhasilan implementasi Produksi Bersih berdasarkan persepsi anggota organisasi. Hasil analisis menunjukkan Tingkat Penerimaan Konsep Produksi Bersih secara positif dipengaruhi oleh pemahaman manfaat ekonomi, kebijakan strategis, dan gaya kepemimpinan; sedang mekanisma evaluasi dan sistem insentif perusahaan masih menjadi faktor penghambat dalam penerimaan konsep Produksi Bersih saat ini. Secara umum, kalangan anggota perusahaan menempatkan faktor dukungan finansial sebagai faktor paling esensial bagi keberhasilan implementasi Produksi Bersih. Namun kenyataan dari analisis regresi menunjukkan bahwa sistem insentif perusahaan justru menjadi faktor penghambat penerimaan konsep Produksi Bersih. Faktor lain yang juga dianggap esensial berturut-turut adalah keterlibatan pekerja, komitmenmanajemen, kemampuan karyawan, dan kebijakan strategis. Walaupun kebijakan strategis perusahaan telah mengakomodasikan kepentingan lingkungan, namun hal ini tidak didukung hingga pada tahap pelaksanaan. Hasil analisis memperlihatkan kebijakan strategis perusahaan masih menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan Produksi Bersih. Fenomena lain yang menarik adalah ternyata saat ini belum terbentuk budaya produksi bersih pada tatanan perusahaan, tim pengelola lingkungan yang profesional juga belum memberikan peran yang signifikan bagi penerimaan dan penerapan Produksi Bersih di perusahaan.
DIMENSI SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN YANG DOMINAN TERHADAP UPAYA PRODUKSI BERSIH PERUSAHAAN ( STUDI KASUS INDUSTRI PENGOLAHAN KARET REMAH ) Hasibuan, Sawarni
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.048 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v6i1.324

Abstract

This study is designed to identify dimension of environmental management system that influence of cleaner production’s strategy accept and implementation at natural rubber industry, especially in crumb rubber industry. Factor Analysis technic with Principal Component is aplicated to extract that dimension, while correlation analysis is using to inference the influence that dimension with cleaner production performance. Based of existing condition, deviation of cleaner production performance from thecrumb rubber corporate’s enough big. Percentage of waste solid range 3 – 11 %, the corporate don’t treatment that waste because almost of waste solid use for landfill. Treatment of unpleasant odour from crumb rubber industry, i.e.: with scrubber at the smokestack after drying process, reengineering of pre-drying process, spray of volatile oil, and soak bokar with liquid smoke. Alternatives for waste water treatment i.e.: activated sludge system, chemical system, and aeration system.Principal Component analysis results 13 dimension, namely: internal communication, evaluation tools, environmental benefit, employee ability, professional team, incentive system, cleaner production centre, community consultation, regulation, operational policy, environmental investment, green consumer, and environment requisite. The correlation of that dimension with cleaner production performance at natural rubber industry is not good (rs < 0,5). The dimension has significant correlation are professional team, environment requisite, internal communication, evaluation tools, regulation, incentive system, and employee ability; while the others is not significant.
KARAKTERISTIK DUKUNGAN INDUSTRI TERHADAP UPAYA IMPLEMENTASI PRODUKSI BERSIH (STUDI KASUS : PERUSAHAAN BUMN PULP DAN KERTAS) Sawarni Hasibuan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.911 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i1.163

Abstract

Solusi pengolahan akhir pipa (end-of-pipe) disadari belum mampu memberikan jawaban yang memuaskan terhadap penanganan masalah pencemaran lingkungan. Saat ini sejumlah besar perusahaan di dunia sedang mengupayakan keuntungan melalui suatu pendekatan pencegahan lingkungan yang dikenal sebagai eko-efisiensi dan produksi bersih. Walaupun penerapan Produksi Bersih dapat dilakukan melalui cara-cara yang amat sederhana, namun pada kondisi tertentu kadang-kadang memerlukan perubahan yang radikal dan perlu keterlibatan manajemen perusahaan yang proaktif. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik dukungan organisasi terhadap upaya penerapan Produksi Bersih perusahaan pada kasus Perusahaan BUMN Pulp dan Kertas. Hallain yang coba diungkap adalah prasyarat keberhasilan implementasi Produksi Bersih berdasarkan persepsi anggota organisasi. Hasil analisis menunjukkan Tingkat Penerimaan Konsep Produksi Bersih secara positif dipengaruhi oleh pemahaman manfaat ekonomi, kebijakan strategis, dan gaya kepemimpinan; sedang mekanisma evaluasi dan sistem insentif perusahaan masih menjadi faktor penghambat dalam penerimaan konsep Produksi Bersih saat ini. Secara umum, kalangan anggota perusahaan menempatkan faktor dukungan finansial sebagai faktor paling esensial bagi keberhasilan implementasi Produksi Bersih. Namun kenyataan dari analisis regresi menunjukkan bahwa sistem insentif perusahaan justru menjadi faktor penghambat penerimaan konsep Produksi Bersih. Faktor lain yang juga dianggap esensial berturut-turut adalah keterlibatan pekerja, komitmenmanajemen, kemampuan karyawan, dan kebijakan strategis. Walaupun kebijakan strategis perusahaan telah mengakomodasikan kepentingan lingkungan, namun hal ini tidak didukung hingga pada tahap pelaksanaan. Hasil analisis memperlihatkan kebijakan strategis perusahaan masih menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan Produksi Bersih. Fenomena lain yang menarik adalah ternyata saat ini belum terbentuk budaya produksi bersih pada tatanan perusahaan, tim pengelola lingkungan yang profesional juga belum memberikan peran yang signifikan bagi penerimaan dan penerapan Produksi Bersih di perusahaan.
DIMENSI SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN YANG DOMINAN TERHADAP UPAYA PRODUKSI BERSIH PERUSAHAAN ( STUDI KASUS INDUSTRI PENGOLAHAN KARET REMAH ) Sawarni Hasibuan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.048 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v6i1.324

Abstract

This study is designed to identify dimension of environmental management system that influence of cleaner production&rsquo;s strategy accept and implementation at natural rubber industry, especially in crumb rubber industry. Factor Analysis technic with Principal Component is aplicated to extract that dimension, while correlation analysis is using to inference the influence that dimension with cleaner production performance. Based of existing condition, deviation of cleaner production performance from thecrumb rubber corporate&rsquo;s enough big. Percentage of waste solid range 3 &ndash; 11 %, the corporate don&rsquo;t treatment that waste because almost of waste solid use for landfill. Treatment of unpleasant odour from crumb rubber industry, i.e.: with scrubber at the smokestack after drying process, reengineering of pre-drying process, spray of volatile oil, and soak bokar with liquid smoke. Alternatives for waste water treatment i.e.: activated sludge system, chemical system, and aeration system.Principal Component analysis results 13 dimension, namely: internal communication, evaluation tools, environmental benefit, employee ability, professional team, incentive system, cleaner production centre, community consultation, regulation, operational policy, environmental investment, green consumer, and environment requisite. The correlation of that dimension with cleaner production performance at natural rubber industry is not good (rs < 0,5). The dimension has significant correlation are professional team, environment requisite, internal communication, evaluation tools, regulation, incentive system, and employee ability; while the others is not significant.
Co-Authors Adi Permana Adriana Sari Aryani Ahmad Tanzil Daulay Alam, Fachrul Aljabar, Muhammad Wahid Malik Alloysius Vendhi Prasmoro, Alloysius Vendhi Amar Ma&#039;ruf Amar Ma'ruf Anggara, Hafidz Armenia, Ivan Gustra Manca Bambang Wahyudiono Banuwati, Ninis Bayu Hari Nugroho Bayu Hari Nugroho Bayu Irwanto Bismar Maulani Choesnul Jaqin Citra, Zel Daruki Daruki Daruki, D Deky Aryanto Dewi Nusraningrum, Dewi Dian Widi Astuti, Budi Irawan Prima Putra, Dian Widi Astuti, E.Gumbira Said Edi Djatmika Endang Heriansyah Erwin Ramdhanu Kurniawan Fachrul Alam Fatahillah, Fuad Fia Sri Mumpuni Firda Pratiwi Fuad Fatahillah G. Ayu Arwati, I Ganjar Sidik Gandara Glory Riama Hosianna Gofur, Muhamad Hafidz Anggara Heriansyah, Endang Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Thaheer Hermawan, Rino Tri Hery Muhendra Humiras Hardi Purba Imam Hidayat Irhamni Irhamni Irwanto, Bayu Jamhari Jamhari Jaqin, C Jaqin, Choesnul Jhonny P. Simbolon Joko Sumpono Joko Supono Juliza Hidayati Juniawan, Singgih Kandasamy, J Kartini, Yulfara Kurniawan Agung Susanto Kurniawan, Erwin Ramdhanu Kusuma, Prima Wijaya Lien Herliani Kusumah Mahendra, Dendi Maulani, Bismar Ma’ruf, Amar Meilani, Rahmatika Chasania Meliana, Dita Mirza - MJ, Safruddin Mohamed Mansour Muhamad Atho R Muhammad Fitri, Muhammad Muhammad Wahid Malik Aljabar Muhendra, Hery Nazura, Is Anin Ni Made Ayu Yudawati Parulian, Tunggul Barita Prasetya, Raden Wendrata Prasetyo, Rahmat Dodi Purba, H Hardi Puspasari, Luky Rahmat Dodi Prasetyo Ramli Murgani Rifki Kurniawan Rino Tri Hermawan Rizki, Yulizan Rosalendro Eddy Nugroho Roysen, Uti Rusman Zaenal Abidin Safruddin MJ Sagir Alva Sahirman . Sahirman Sahirman Sahirman Sahirman Saryanto Saryanto Saryanto Saryanto Simbolon, Jhonny P. Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sudiyono Suharto H Sumarsono Sudarto Sumpono, Joko Susanto, Kurniawan Agung Syifaul Qulub, Irkham Tunggul Barita Parulian Uly Amrina Victorianus Iva Taufik Wiwit Suprihatiningsih Yayan Saputra Yayan Saputra, Yayan Yulian Syahputri Yunita, Ika Zainuddin, Zafitri Zulfa Fitri Ikatrinasari