Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Formula padat Bacillus cereus STRAIN TLE1.1 untuk pengendalian penyakit busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii) pada tanaman tomat Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Reflin Reflin; Yaherwandi Yaherwandi; Febri Yani Chrismont
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14679

Abstract

Penyakit utama tanaman tomat yaitu busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii dapat menimbulkan kerugian mencapai 80-100%. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan formula padat Bacillus cereus strain TLE1.1 yang efektif untuk pengendalian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman tomat. Penelitian bersifat eksperimen dengan mengamati kemampuan formula padat B.cereus strain TLE1.1 dalam pengendalian penyakit busuk pangkal batang dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas kombinasi bahan pembawa formula padat yang terdiri atas limbah padat ampas tebu, ampas tahu dan tongkol jagung, fungisida serta kontrol. Masing-masing formula padat B. cereus strain TLE1.1 diintroduksi pada benih dan bibit tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua formula mampu menekan penyakit busuk pangkal batang tanaman tomat. Formula terbaik dalam menurunkan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman yaitu formula ampas tahu dan ampas tahu + tongkol jagung. Main disease of tomato plant, namely stem rot caused by Sclerotium rolfsii which can cause losses up to 80-100%. The aim of the study was to obtain a solid formula of Bacillus cereus strain TLE1.1 which was effective for controlling stem rot disease in tomato plant. This research was an experimental study to know the ability of the solid formula of B. cereus strain TLE1.1 in controlling stem rot disease which was carried out in a completely randomized design consisting of 9 treatments and 3 replications. The treatment consisted of a combination of solid formula carriers consisting of sugarcane solid waste, tofu dreg and corncob, fungicides and controls. Each solid formula of B. cereus strain TLE1.1 was introduced into tomato seeds and seedlings. The results showed that almost all of the formulas were able to suppress stem base disease of tomato plants. The best formula that reduced stem rot in plants were the tofu dreg and tofu dreg + corncob formula.
Konsorsium Bacillus spp. Untuk pengendalian penyakit rebah kecambah dan busuk batang (Sclerotium rolfsii) pada tanaman Cabai Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Yaherwandi Yaherwandi; Nurbailis Nurbailis
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17954

Abstract

Sclerotium rolfsii merupakan patogen tular tanah yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 75% pada tanaman cabai. Alternatif pengendalian ramah lingkungan bisa menggunakan agens hayati yaitu konsorsium bakteri endofit Bacillus spp. Penelitian bertujuan mendapatkan konsorsium Bacillus spp. terbaik untuk pengendalian rebah kecambah dan busuk pangkal batang yang disebabkan S. rolfsii pada tanaman cabai. Penelitian berupa eksperimen secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan yaitu : konsorsium A (B. toyonensis AGBE2.1 TL + B. thuringiensis SLBE2.3 BB), konsorsium B (B. toyonensis AGBE2.1 TL + B. cereus SLBE1.1 BB), konsorsium C (B. thuringiensis SLBE2.3 BB + B. cereus SLBE1.1 BB), konsorsium D (B. toyonensis AGBE2.1 TL + B. cereus SLBE1.1 BB + B. thuringiensis SLBE2.3 BB), Kontrol positif (tidak diberi S. rolfsii dan Bacillus spp.), Kontrol negatif (diinokulasikan S. rolfsii dan tidak diberi Bacillus spp.) dan Kontrol pembanding (fungisida Mankozeb). Peubah yang diamati yaitu perkembangan penyakit rebah kecambah dan busuk pangkal batang. Hasil penelitian menunjukkan konsorsium AGBE 2.1 TL+ SLBE 2.3 BB, konsorsium AGBE2.1 TL + SLBE1.1 BB dan konsorsium AGBE2.1 TL + SLBE1.1 BB + SLBE2.3 BB memiliki efektivitas 100% dalam mengendalikan penyakit rebah kecambah dan busuk pangkal batang.ABSTRACTSclerotium rolfsii is a soil-borne pathogen that can reduce yields up to 75% in chili plants. An alternative for environmentally friendly control can use biological agents, namely a consortium of endophytic bacteria Bacillus spp. The aim of the study was to obtain a consortium of Bacillus spp. best for controlling of damping off and stem rot caused by S. rolfsii in chili plants. The study was an in vivo experiment using a completely randomized design with seven treatments and three replications: consortium A (B. toyonensis AGBE2.1 TL + B. thuringiensis SLBE2.3 BB), consortium B (B. toyonensis AGBE2.1 TL + B. cereus SLBE1.1 BB), consortium C (B. thuringiensis SLBE2.3 BB + B. cereus SLBE1.1 BB), consortium D (B. toyonensis AGBE2.1 TL + B. cereus SLBE1.1 BB + B. thuringiensis SLBE2.3 BB), positive control (no S. rolfsii and Bacillus spp.), negative control (inoculated with S. rolfsii and no Bacillus spp.) and comparison control (Mankozeb fungicide). The results obtained that the consortium AGBE 2.1 TL+ SLBE 2.3 BB, the consortium AGBE2.1 TL + SLBE1 .1 BB and consortium AGBE2.1 TL + SLBE2.3 BB + B. cereus SLBE1.1 BB were 100% effective in suppressing developmental disease of damping off and stem rot caused by S. rolfsii. 
Pengaruh empat isolat Bacillus spp. untuk pertumbuhan tanaman padi dan peningkatan ketahanan terhadap serangan kepinding tanah (Scotinophara coarctata Fabricius.) Wibowo, Ilham; Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Yaherwandi, Yaherwandi
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34106

Abstract

Rice black bug (Scotinophara coarctata Fabricius) is an important pest of rice plants. An alternative control method involves utilizing biological agents from the genus Bacillus. The research aims to identify the effective Bacillus spp. isolates in enhancing the growth and resistance of rice plants against rice bug infestations. The experimental study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments: (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, and (5) Control, each with five replications. The results showed that B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 increased plant height by 135.27 cm, and the number of tillers by 23.85, with fresh and dry weights of 0.8 grams and 0.09 grams, respectively. Furthermore, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2 reduced the number of eggs by 30.60 ± 2.70 eggs, with a hatching percentage of 74.46%, and an infestation intensity of 11.18%. Kepinding Tanah (Scotinophara coarctata Fabricius) merupakan hama penting tanaman padi. Alternatif pengendalian yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan agens hayati dari genus Bacillus. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi isolat Bacillus spp. yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap serangan kepinding tanah. Penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu : (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dan (5) Kontrol dengan masing masing 5 ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 meningkatkan pertumbuhan tanaman 135,27 cm, jumlah anakan 23,85 anakan, serta berat segar dan kering masing-masing sebesar 0,8 gram dan 0,09 gram. Selanjutnya, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dapat menurunkan jumlah telur 30,60 ± 2,70 telur, presentase telur yang menetas 74,46%, dengan intensitas serangan sebesar 11,18%.
Pengaruh empat isolat Bacillus spp. untuk pertumbuhan tanaman padi dan peningkatan ketahanan terhadap serangan kepinding tanah (Scotinophara coarctata Fabricius.) Wibowo, Ilham; Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Yaherwandi, Yaherwandi
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34106

Abstract

Rice black bug (Scotinophara coarctata Fabricius) is an important pest of rice plants. An alternative control method involves utilizing biological agents from the genus Bacillus. The research aims to identify the effective Bacillus spp. isolates in enhancing the growth and resistance of rice plants against rice bug infestations. The experimental study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments: (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, and (5) Control, each with five replications. The results showed that B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 increased plant height by 135.27 cm, and the number of tillers by 23.85, with fresh and dry weights of 0.8 grams and 0.09 grams, respectively. Furthermore, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2 reduced the number of eggs by 30.60 ± 2.70 eggs, with a hatching percentage of 74.46%, and an infestation intensity of 11.18%. Kepinding Tanah (Scotinophara coarctata Fabricius) merupakan hama penting tanaman padi. Alternatif pengendalian yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan agens hayati dari genus Bacillus. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi isolat Bacillus spp. yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap serangan kepinding tanah. Penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu : (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dan (5) Kontrol dengan masing masing 5 ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 meningkatkan pertumbuhan tanaman 135,27 cm, jumlah anakan 23,85 anakan, serta berat segar dan kering masing-masing sebesar 0,8 gram dan 0,09 gram. Selanjutnya, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dapat menurunkan jumlah telur 30,60 ± 2,70 telur, presentase telur yang menetas 74,46%, dengan intensitas serangan sebesar 11,18%.
Co-Authors . Reflinaldon Adam Jorli Wong Adam Jorli Wong Alfala Hakiki Annisya Diadinni Aprizal Zainal Arneti Arneti Aulia Oktavia Aulia Oktavia DAMAYANTI BUCHORI Dandy Ahamefula Osibe Egi Adha Juniawan Eka Candra Lina Eri Sulyanti Etti Swasti Fatma Andria Wahyuni Febri Yani Chrismont Febriyani, Ellsa Indah Fhigo, Lucky Fri Maulina Hakiki, Alfala Haliatur Rahma, Haliatur Hayati, PK Dewi Hermanu Triwidodo Hermeria, Noveriza Hidrayani Hidrayani Hidrayani Hidrayani Hidrayani Ilham Wibowo Indra Dwipa Irfan Suliansyah Irwin Mirza Umami Irwin Mirzah Umami Irwin Mirzah Umami J Juniarti Juniarti Juniarti Juniawan, Egi Adha Kumalasari, Lisa Kurniati, Fimetha Riva Lisa Kumalasari Liswarni, Yenny Lucky Fhigo Raffi Martinius Martinius Martinius Martinius Martinus Abuzar Megha Putri Tanjung Megha Putri Tanjung Megha Putri Tanjung Miranti Miranti Muhammad Al-Ikhlas Munzir Busniah Muzilatul Nilisma MY SYAHRAWATI Nicha Puspita Sari Noveriza Hermeria Noveriza Hermeria Noveriza, Hermeria NOVRI NELLY Nurbailis Nurbailis Nurbailis Panca Jarot Santoso Pandu Chayadi Wasirin Prima Fithri Prima Fithri Putra Santoso Raffi, Lucky Fhigo Reflin Reflin Reflin Reflin Reflin, Reflin Risa Meutia Fiana Sari, Nicha Puspita Schmidt, Stefan Silvia Permata Sari Siregar, Riza Wardani Stefan Schmidt Sulyanti, Eri Sutoyo Sutoyo Sutoyo Sutoyo Syafrida Manuwoto SYAHRAWATI, MY Tanjung, Megha Putri Teguh Budi Prasetyo Triana, Lora TRIMURTI HABAZAR Trimuti Habazar Trizelia . UJANG KHAIRUL Wahyuni, Fatma Andria Wasirin, Pandu Chayadi Wibowo, Ilham Wilna Sari WINARTO Winarto Winarto Winarto Winarto Yaherwandi Yenny Liswarni Yulmira Yanti Yumhi Yumhi Yumhi Yunisman, Yunisman Yusup Junaedi Zahara, Vatima Zahlul Ikhsan Zuldadan Naspendra