Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Synthesis and Characterization of Palm Shell Activated Carbon for Adsorption of Remazol Brilliant Violet 5R Nicha, Walny; M., Mohammad Wijaya; Hasri, Hasri
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 28, No 8 (2025): Volume 28 Issue 8 Year 2025
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.28.8.405-415

Abstract

This study aims to characterize activated carbon derived from palm shells treated with 10% H3PO4 and evaluate its effectiveness as an adsorbent for removing Remazol Brilliant Violet 5R (RBV5R) dye. The adsorption capacity of the activated carbon was assessed based on adsorption efficiency using a batch adsorption method. The experimental process included preparation, carbonization, chemical activation, characterization, and adsorption studies conducted using a continuous system. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis of the unactivated carbon revealed that the pores were partially obstructed by residual carbonized substances, resulting in narrower pore structures. In contrast, activation with 10% H3PO4 produced larger and cleaner pores due to the effective removal of surface residues. Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR) analysis of the raw carbon identified functional groups such as O–H, C=C, and C– H, while the activated carbon exhibited characteristic peaks corresponding to C=O, P–O, and P–OH groups. Surface area analysis indicated a significant increase from 2202.532 m2/g for the unactivated carbon to 5137.431 m2/g after activation. Adsorption studies demonstrated that both adsorbents achieved optimal dye removal performance at pH 3 and a contact time of 20 minutes. The unactivated carbon achieved an adsorption efficiency of 84.618% and an adsorption capacity of 6.346 mg/g, while the activated carbon exhibited identical efficiency and capacity values.
STUDI ADSORPSI LOGAM Cd (II) DAN Pb (II) MENGGUNAKAN ADSORBEN RUMPUT GAJAH (PENNISTUM PURPUREUM) Rahayu, Etry; Hasri, Hasri; Pratiwi, Diana Eka
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p

Abstract

Penelitian ini adalah eksprimen yang bertujuan menentukan pH, waktu kontak, pola adsorpsi dan selektivitas adsorpsi logam Cd(II) dan Pb(II) oleh adsorben rumput gajah. Sampel adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum) dari desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi rumput gajah teraktivasi optimum pada pH 6 untuk logam Cd(II) dan pH 4 untuk logam Pb(II), waktu kontak optimum 60 menit baik logam Cd(II) maupun Pb(II). Pola adsorpsi logam Cd(II) mengikuti adsorpsi Langmuir dengan nilai R2 adalah 0,9993 masuk ke logam Cd(II) dan logam Pb(II) mengikuti pola adsorpsi Freundlich dengan nilai R2 yaitu 0,9661. Hasil perbandingan adsorpsi logam Cd(II) dan Pb(II) pada pH 6 yakni 0,7928 : 0,9245 mmol, dan 0,8289 : 0,8783 mmol pada pH 4 , dapat disimpulkan bahwa adsorben rumput gajah teraktivasi maupun tanpa aktivasi lebih selektif terhadap logam Pb(II) dibandingkan logam Cd(II). Kata kunci: Rumput gajah, Logam Cd(II), Logam Pb(II), Adsorpsi
PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA KARAKTERISTIK EDIBLE FILM PATI TALAS (Colocasia esculenta) Nilasari, Nilasari; Hasri, Hasri; Putri, Suriati Eka; Genisa, Marlina Ummas
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p100-110

Abstract

Kemasan berfungsi melindungi produk pangan juga memiliki sifat aman dan ramah lingkungan. Edible Film merupakan alternatif yang dapat diaplikasikan untuk melapisi produk pangan serta aman untuk dikonsumsi karena terbuat dari bahan alami. Pati umbi talas merupakan salah satu bahan yang bersifat hidrokoloid dan dapat digunakan dalam pembuatan edible film. Untuk menambah nilai fungsionalnya maka penelitian ini ditambahkan antioksidan alami yang berfungsi untuk meningkatkan stabilitas dan mempertahankan nutrisi produk pangan dengan melindungi produk dari ketengikan oksidatif. Salah satu sumber antioksidan alami adalah daun kelor yang mengandung senyawa bioaktif dan memiliki aktivitas antioksidan seperti senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik edible film dari pati umbi talas (Colocasia esculenta) dengan penambahan ekstrak daun kelor. Penelitian ini meliputi preparasi sampel, pembuatan edible film dan karakterisasi. Konsentrasi ekstrak daun kelor yang digunakan adalah 0%, 1%, 3% dan 5% (b/v total) dan menggunakan plasticizer sorbitol. Edible film yang diperoleh berwarna bening dan hijau. Kata kunci: plasticizer, aktivitas antioksidan, karakterisasi.
PENGARUH PENAMBAHAN PLASTICIZER TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK DARI SELULOSA LIMBAH KERTAS Kamaluddin, Muh Arif; Maryono, Maryono; Hasri, Hasri; genisa, Marlina Ummas; Rizal, Haryanti Putri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 02 October (2022) Analit : Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i02.2022.p197-208

Abstract

Kertas HVS umumnya dijumpai terutama mahasiswa dalam menunjang aktivitas perkuliahannya, sehingga limbah kertas mudah ditemukan. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan limbah kertas perlu daur ulang kertas menjadi bioplastik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioplastik limbah kertas HVS dan pengaruh penambahan Plasticizer. Tahap penelitian meliputi ekstraksi selulosa kertas HVS, sintesis selulosa asetat, sintesis bioplastik dan karakterisasi. Hasil identifikasi gugus fungsi  terdapat gugus C=O, dan C-O ciri khas selulosa asetat. Uji ketahanan air terbaik terdapat pada kontrol 0% dengan ketahanan air sebesar 75,81%. Sifat biodegradasi terbaik pada penambahan plasticizer konsentrasi 25% (gliserol maupun sorbitol) dengan nilai kehilangan massa masing-masing 28,33% dan 37,58%. Penambahan plasticizer menunjukkan sifat mekanik bioplastik cenderung menurun. Disimpulkan bahwa bioplastik limbah kertas HVS yang terbaik terdapat pada kontrol 0% nilai kuat tarik sebesar 3,2893 N/mm2, elongasi sebesar 5,16%, nilai modulus young 0,6002 N.Kata kunci: Bioplastik, plasticizer, selulosa asetat.
PENGARUH KONSENTRASI KITOSAN TERHADAP STABILITAS WARNA BIJI KESUMBA PADA KAIN KATUN Fitri, Nurul Annisa; Hasri, Hasri; Sudding, Sudding
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 01 April (2022) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i1.2022.p80-89

Abstract

Kain katun merupakan jenis kain yang terbuat dari serat kapas dengan sifat yang mudah menyerap bahan alami maupun kimia seperti pewarna. Pengembangan warna sangatlah menarik di industri tekstil, karena warna merupakan salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen. Zat pewarna dibedakan menjadi 2, yaitu pewarna alami dan pewarna sintesis. Pewarna sintesis mudah diperoleh dan praktis penggunaannya akan tetapi dapat mencemari lingkungan. Pewarna alami aman dan ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap stabilitas warna kain katun dengan metode gelasi ionik melalui tahapan ekstraksi pewarna, sintesis kitosan, perendaman dan pewarnaan pada kain katun. Karakterisasi kitosan meliputi analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan analisis kekuatan warna menggunakan UV-DRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kekuatan warna kain yang dilapisi kitosan 0,2%; 1,5% dan 2,0% adalah 0,65 eV; 0,77 eV dan 0,79 eV, kain tanpa kitosan adalah 0,63 eV. Penambahan variasi konsentrasi kitosan mampu memberikan kekuatan warna yang lebih baik dibandingkan dengan kain katun tanpa pelapisan kitosan. Semakin banyak penambahan kitosan maka akan semakin meningkatkan kestabilan warna.
THE ANALYSIS TOTAL PHENOLIC EXTRACT NONI FRUIT (Morinda citrifolia L.) AS INHIBITING ACTIVITY OF BACTERIA Hasri, Hasri; maryono, Maryono; Sari, Trianita
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 01 April (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v3i1.2018.p

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia, L.) telah digunakan sebagai obat herbal yang berfungsi sebagai analgesik, anti rdang dan antibakteri. Hal ini menunjukkan bahwa buah mengkudu mengandung senyawa aktif flavonoid, fenolik dan terpenoid  Penelitian ini bertujuan  menganalisis fenolik total buah mengkudu (Morinda Citrifolia, L) menggunakan  pengekstrak etanol dan etil asetat serta uji hambat  aktivitas  terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil analisis diperoleh fenolik total ekstrak etanol sebesar 171,91 mg/L dan ekstrak etil asetat 23,27 mg/L. Ekstrak etanol dan etil asetat dapat menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli. Ekstrak etanol memiliki konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 6,5% namun tidak demikian dengan ekstrak etil asetat, sehingga disimpulkan bahwa ekstrak etanol berpotensi menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli lebih baik dibanding ekstrak etil asetat. Doi: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i1.2018.p22-29
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN WAKTU DEMINERALIASI PADA PEROLEHAN GELATIN DARI TULANG IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS SP.) Syahraeni, Syahraeni; Anwar, Muhammad; Hasri, Hasri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 01 April (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v2i1.2017.p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat dan waktu demineralisasi terhadap rendemen dan mutu gelatin yang dihasilkan. Konsentrasi asam sitrat  yang digunakan  adalah 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% dan waktu demineralisasi yang digunakan adalah 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam dan 72 jam. Karakterisasi gelatin tulang ikan kakap merah dan disesuaikan dengan mutu gelatin Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam sitrat, rendemen gelatin yang diperoleh semakin meningkat, demikian pula dengan waktu demineralisasi. Untuk konsentrasi asam sitrat 1%, 2%, dan 3% memiliki kualitas sesuai gelatin SNI sampai waktu demineralisasi 72 jam. Untuk konsentrasi asam sitrat 4% memiliki kualitas sesuai gelatin SNI sampai waktu demineralisasi 36 jam, sedangkan untuk konsentrasi asam sitrat 5% hanya sampai 24 jam.
SYNTHESIS OF CHITOSAN FROM KIJING SHELLS (P. exilis) WITH THE ADDITION OF CHLOROACETIC ACID AND TRIPOLYPHOSPHATE CROSS-LINKER FOR Cu (II) METAL ADSORPTION khairia, ihdal; Hasri, Hasri; Majid, Ahmad Fudhail
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i01.174

Abstract

The utilization of kijing clam shells as raw materials for chitosan production is one of the efforts to reduce kijing clam shell waste. This study is an experiment aimed at determining how to synthesize carboxymethyl chitosan (CM-Ch) and carboxymethyl chitosan-tripolyphosphate (CM-Ch-TPP), as well as the influence of pH and concentration of CM-Ch and CM-Ch-TPP on the adsorption of Cu(II) metal ions. The results showed that chitosan had a degree of deacetylation (DD) of 76%. Synthesized CM-Ch had characteristic functional groups at peaks 1610.56 cm-1 and 1425.4 cm-1. In the synthesized CM-Ch-TPP, there were functional groups at the peak of P=O stretch vibration and P-O stretch vibration at wave numbers 1213.23 cm-1 and 11,53.43 cm-1 in kijing. It is concluded that CM-Ch and CM-Ch-TPP have the ability to adsorb Cu(II) metal ions at pH 10 with concentrations ranging from 50 to 150 ppm.     The utilization of kijing clam shells as raw materials for chitosan production is one of the efforts to reduce kijing clam shell waste. This study is an experiment aimed at determining how to synthesize carboxymethyl chitosan (CM-Ch) and carboxymethyl chitosan-tripolyphosphate (CM-Ch-TPP), as well as the influence of pH and concentration of CM-Ch and CM-Ch-TPP on the adsorption of Cu(II) metal ions. The results showed that chitosan had a degree of deacetylation (DD) of 76%. Synthesized CM-Ch had characteristic functional groups at peaks 1610.56 cm-1 and 1425.4 cm-1. In the synthesized CM-Ch-TPP, there were functional groups at the peak of P=O stretch vibration and P-O stretch vibration at wave numbers 1213.23 cm-1 and 11,53.43 cm-1 in kijing. It is concluded that CM-Ch and CM-Ch-TPP have the ability to adsorb Cu(II) metal ions at pH 10 with concentrations ranging from 50 to 150 ppm.  
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF FILM LABELS USING ANTHOCYANIN FROM PURPLE SWEET POTATO SKIN (Ipomea Batatas L.) AS A QUALITY INDICATOR OF CHICKEN MEAT IN SMART PACKAGING Zainal, Arzeti; Eka Pratiwi, Diana Eka Pratiwi; Hasri, Hasri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 01 April (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v10i01.225

Abstract

The demand for smart packaging that provides real-time information on food freshness and safety continues to rise with growing consumer awareness of product quality. This study aimed to synthesize and characterize anthocyanin-based film labels from purple sweet potato peel (Ipomoea batatas L.) as freshness indicators for chicken meat. Anthocyanins were extracted via maceration using 96% ethanol acidified with 1% HCl and tested for color stability at pH 2–11. Films with 0%, 3%, 5%, and 7% anthocyanin concentrations were prepared. The films showed color changes from purple (pH 5.8) to greenish yellow (pH 8.7) with increasing meat pH, indicating spoilage. Physical tests revealed a water vapor transmission rate of 4.40 g/h·m², thickness of 0.08 mm, solubility of 40%, and biodegradability of 100%. FTIR analysis confirmed characteristic anthocyanin functional groups (O–H, C–H, C=C, aromatic C–H). Overall, the film shows potential as a natural and eco-friendly indicator for smart packaging to monitor chicken meat freshness.
Analisis PAH (Naftalena) pada Daging Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Pelabuhan Paotere, Makassar Sulawesi Selatan Salmia, Salmia; Syahrir, Muhammad; Hasri, Hasri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80294

Abstract

ABSTRAKPolisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) merupakan zat kontaminan organik di lingkungan yang sifatnya beracun, karsinogenik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa PAH (naftalena) pada daging ikan cakalang di Pelabuhan Paotere. Penelitian dilakukan beberapa tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, serta pengukuran kadar senyawa PAH (naftalena) menggunakan GC-MS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar lemak pada sampel 1, sampel 2 dan sampel 3 masing-masing sebesar 6,5%, 5,5% dan 5,7%. Kadar air pada sampel 1, sampel 2, dan sampel 3 masing-masing sebesar 5,3%, 4,9% dan 5,6%, sampel 1 dan 3 ditemukan mengandung senyawa naftalena dengan konsentrasi masing-masing 0,0089 ppm dan 0,0058 ppm, sedangkan pada sampel 2 tidak ditemukan adanya senyawa PAH naftalena. Rata-rata senyawa naftalena yang terkandung pada sampel sebesar 0,0049 ppm, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel ikan cakalang yang diperoleh dari Pelabuhan Paotere tercemar senyawa PAH yaitu naftalena.Kata Kunci: Ikan Cakalang, Naftalena, PAH, Pelabuhan PaotereABSTRACTPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are organic contaminants in the environment that are toxic, carcinogenic, and mutagenic. This study aims to determine the levels of PAH compounds (naphthalene) in skipjack tuna meat in Paotere Port. The study was carried out in several stages, namely sample preparation, extraction, fractionation, and measurement of PAH compound levels (naphthalene) using GC-MS. Based on the results of the study, the fat content in samples 1, 2, and 3 was 6.5%, 5.5%, and 5.7%, respectively. The water content in samples 1, 2, and 3 was 5.3%, 4.9%, and 5,6%, respectively. Samples 1 and 3 were found to contain naphthalene compounds with concentrations of 0.0089 ppm and 0.0058 ppm, respectively, while in sample 2, no naphthalene PAH compounds were found. The average naphthalene compound contained in the sample was 0.0049 ppm, so it can be concluded that the skipjack tuna sample obtained from Paotere Harbor was contaminated with PAH compounds, namely naphthalene.Keywords: Skipjack Tuna, Naphthalene, PAH, Paotere Port
Co-Authors Abd Rahman Abdalrazaq, Eid Abdul Karim AGUSTINA, WAHYUNI Ahmad Fudhail  Majid An Nur, Abdillah Mushawwir Andi Agussalim, Andi Arfiani Nur Aulia, Army Dahlan, Rosmidah Rezki Dalle, Firda Anwar Diana Eka Pratiwi Djohar Maknun Eka Pratiwi, Diana Eka Pratiwi Elim, Yohana Enre, Alimin Fachry Abda El Rahman Fadliah, Fadliah Fitri, Nurul Annisa Ganisa, Marlina Ummas Ghanima Yasmaniar Hamdillah, Andi Haryanti Putri Rizal Hastuti Agussalim Herlina Herlina Husla, Ridha Ilyas, Nita Magfirah Indah Raya Jaya Negara, Satria Putra Jayadi Jayadi Kamaluddin, Muh Arif Kartika, Andi Eka khairia, ihdal Khalidah, Muti'ah Kollur, Shivaa Prasad M, Mohammad Wijaya M., Mohammad Wijaya Marlina Ummas Genisa Maryono Maryono Marzuki, Andika Muhammad Anwar Muhammad Burhannudinnur Muhammad Danial Muhammad Rakib Muhammad Taufiq Muharram, Muharram Natalia, Adelina Elizabeth Negara, Satria Putra Jaya Nicha, Walny Nilasari, Nilasari Nur Afni Nursyahran, Nursyahran Paulina Taba Pince Salempa Rahayu, Etry Rahma, Muftihatu Ramlawati Ramlawati Rezki, Nur Annisa Rini Perdana Risnawati Risnawati Rizal, Hariyanti Putri Rosada, Ida Sadriadi, Sadriadi Safitri, Isriyanti Salmia, Salmia Sari, Trianita secondriani, harmeida Sri Nur Qadri Subandrio Suciyanti, Nurafni Sudding, Sudding Sugiarti Sugiarti Sukaria, Muhammad Ikhsan Sulfikar, Sulfikar Sulistiani Jarre Suriati Eka Putri Suryani T, Andi Lilis Suryani T, Andi Lilis Syafruddin Side Syahraeni, Syahraeni Syahruddin Kasim Taupik Hidayat, Taupik Wahid Wahab, Abdul Wanti, Fitrah Widayati Putri, Tri Wiwiana, Wiwiana Yusuf SAP, Andi Muhammad Ridho Zahra, Audrey Zainal, Arzeti Zubair, Sakinah