Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA KARAKTERISTIK EDIBLE FILM PATI TALAS (Colocasia esculenta) Nilasari, Nilasari; Hasri, Hasri; Putri, Suriati Eka; Genisa, Marlina Ummas
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p100-110

Abstract

Kemasan berfungsi melindungi produk pangan juga memiliki sifat aman dan ramah lingkungan. Edible Film merupakan alternatif yang dapat diaplikasikan untuk melapisi produk pangan serta aman untuk dikonsumsi karena terbuat dari bahan alami. Pati umbi talas merupakan salah satu bahan yang bersifat hidrokoloid dan dapat digunakan dalam pembuatan edible film. Untuk menambah nilai fungsionalnya maka penelitian ini ditambahkan antioksidan alami yang berfungsi untuk meningkatkan stabilitas dan mempertahankan nutrisi produk pangan dengan melindungi produk dari ketengikan oksidatif. Salah satu sumber antioksidan alami adalah daun kelor yang mengandung senyawa bioaktif dan memiliki aktivitas antioksidan seperti senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik edible film dari pati umbi talas (Colocasia esculenta) dengan penambahan ekstrak daun kelor. Penelitian ini meliputi preparasi sampel, pembuatan edible film dan karakterisasi. Konsentrasi ekstrak daun kelor yang digunakan adalah 0%, 1%, 3% dan 5% (b/v total) dan menggunakan plasticizer sorbitol. Edible film yang diperoleh berwarna bening dan hijau. Kata kunci: plasticizer, aktivitas antioksidan, karakterisasi.
PENGARUH PENAMBAHAN PLASTICIZER TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK DARI SELULOSA LIMBAH KERTAS Kamaluddin, Muh Arif; Maryono, Maryono; Hasri, Hasri; genisa, Marlina Ummas; Rizal, Haryanti Putri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 02 October (2022) Analit : Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i02.2022.p197-208

Abstract

Kertas HVS umumnya dijumpai terutama mahasiswa dalam menunjang aktivitas perkuliahannya, sehingga limbah kertas mudah ditemukan. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan limbah kertas perlu daur ulang kertas menjadi bioplastik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioplastik limbah kertas HVS dan pengaruh penambahan Plasticizer. Tahap penelitian meliputi ekstraksi selulosa kertas HVS, sintesis selulosa asetat, sintesis bioplastik dan karakterisasi. Hasil identifikasi gugus fungsi  terdapat gugus C=O, dan C-O ciri khas selulosa asetat. Uji ketahanan air terbaik terdapat pada kontrol 0% dengan ketahanan air sebesar 75,81%. Sifat biodegradasi terbaik pada penambahan plasticizer konsentrasi 25% (gliserol maupun sorbitol) dengan nilai kehilangan massa masing-masing 28,33% dan 37,58%. Penambahan plasticizer menunjukkan sifat mekanik bioplastik cenderung menurun. Disimpulkan bahwa bioplastik limbah kertas HVS yang terbaik terdapat pada kontrol 0% nilai kuat tarik sebesar 3,2893 N/mm2, elongasi sebesar 5,16%, nilai modulus young 0,6002 N.Kata kunci: Bioplastik, plasticizer, selulosa asetat.
PENGARUH KONSENTRASI KITOSAN TERHADAP STABILITAS WARNA BIJI KESUMBA PADA KAIN KATUN Fitri, Nurul Annisa; Hasri, Hasri; Sudding, Sudding
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 01 April (2022) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i1.2022.p80-89

Abstract

Kain katun merupakan jenis kain yang terbuat dari serat kapas dengan sifat yang mudah menyerap bahan alami maupun kimia seperti pewarna. Pengembangan warna sangatlah menarik di industri tekstil, karena warna merupakan salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen. Zat pewarna dibedakan menjadi 2, yaitu pewarna alami dan pewarna sintesis. Pewarna sintesis mudah diperoleh dan praktis penggunaannya akan tetapi dapat mencemari lingkungan. Pewarna alami aman dan ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap stabilitas warna kain katun dengan metode gelasi ionik melalui tahapan ekstraksi pewarna, sintesis kitosan, perendaman dan pewarnaan pada kain katun. Karakterisasi kitosan meliputi analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan analisis kekuatan warna menggunakan UV-DRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kekuatan warna kain yang dilapisi kitosan 0,2%; 1,5% dan 2,0% adalah 0,65 eV; 0,77 eV dan 0,79 eV, kain tanpa kitosan adalah 0,63 eV. Penambahan variasi konsentrasi kitosan mampu memberikan kekuatan warna yang lebih baik dibandingkan dengan kain katun tanpa pelapisan kitosan. Semakin banyak penambahan kitosan maka akan semakin meningkatkan kestabilan warna.
THE ANALYSIS TOTAL PHENOLIC EXTRACT NONI FRUIT (Morinda citrifolia L.) AS INHIBITING ACTIVITY OF BACTERIA Hasri, Hasri; maryono, Maryono; Sari, Trianita
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 01 April (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v3i1.2018.p

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia, L.) telah digunakan sebagai obat herbal yang berfungsi sebagai analgesik, anti rdang dan antibakteri. Hal ini menunjukkan bahwa buah mengkudu mengandung senyawa aktif flavonoid, fenolik dan terpenoid  Penelitian ini bertujuan  menganalisis fenolik total buah mengkudu (Morinda Citrifolia, L) menggunakan  pengekstrak etanol dan etil asetat serta uji hambat  aktivitas  terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil analisis diperoleh fenolik total ekstrak etanol sebesar 171,91 mg/L dan ekstrak etil asetat 23,27 mg/L. Ekstrak etanol dan etil asetat dapat menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli. Ekstrak etanol memiliki konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 6,5% namun tidak demikian dengan ekstrak etil asetat, sehingga disimpulkan bahwa ekstrak etanol berpotensi menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli lebih baik dibanding ekstrak etil asetat. Doi: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i1.2018.p22-29
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN WAKTU DEMINERALIASI PADA PEROLEHAN GELATIN DARI TULANG IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS SP.) Syahraeni, Syahraeni; Anwar, Muhammad; Hasri, Hasri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 01 April (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v2i1.2017.p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat dan waktu demineralisasi terhadap rendemen dan mutu gelatin yang dihasilkan. Konsentrasi asam sitrat  yang digunakan  adalah 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% dan waktu demineralisasi yang digunakan adalah 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam dan 72 jam. Karakterisasi gelatin tulang ikan kakap merah dan disesuaikan dengan mutu gelatin Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam sitrat, rendemen gelatin yang diperoleh semakin meningkat, demikian pula dengan waktu demineralisasi. Untuk konsentrasi asam sitrat 1%, 2%, dan 3% memiliki kualitas sesuai gelatin SNI sampai waktu demineralisasi 72 jam. Untuk konsentrasi asam sitrat 4% memiliki kualitas sesuai gelatin SNI sampai waktu demineralisasi 36 jam, sedangkan untuk konsentrasi asam sitrat 5% hanya sampai 24 jam.
SYNTHESIS OF CHITOSAN FROM KIJING SHELLS (P. exilis) WITH THE ADDITION OF CHLOROACETIC ACID AND TRIPOLYPHOSPHATE CROSS-LINKER FOR Cu (II) METAL ADSORPTION khairia, ihdal; Hasri, Hasri; Majid, Ahmad Fudhail
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i01.174

Abstract

The utilization of kijing clam shells as raw materials for chitosan production is one of the efforts to reduce kijing clam shell waste. This study is an experiment aimed at determining how to synthesize carboxymethyl chitosan (CM-Ch) and carboxymethyl chitosan-tripolyphosphate (CM-Ch-TPP), as well as the influence of pH and concentration of CM-Ch and CM-Ch-TPP on the adsorption of Cu(II) metal ions. The results showed that chitosan had a degree of deacetylation (DD) of 76%. Synthesized CM-Ch had characteristic functional groups at peaks 1610.56 cm-1 and 1425.4 cm-1. In the synthesized CM-Ch-TPP, there were functional groups at the peak of P=O stretch vibration and P-O stretch vibration at wave numbers 1213.23 cm-1 and 11,53.43 cm-1 in kijing. It is concluded that CM-Ch and CM-Ch-TPP have the ability to adsorb Cu(II) metal ions at pH 10 with concentrations ranging from 50 to 150 ppm.     The utilization of kijing clam shells as raw materials for chitosan production is one of the efforts to reduce kijing clam shell waste. This study is an experiment aimed at determining how to synthesize carboxymethyl chitosan (CM-Ch) and carboxymethyl chitosan-tripolyphosphate (CM-Ch-TPP), as well as the influence of pH and concentration of CM-Ch and CM-Ch-TPP on the adsorption of Cu(II) metal ions. The results showed that chitosan had a degree of deacetylation (DD) of 76%. Synthesized CM-Ch had characteristic functional groups at peaks 1610.56 cm-1 and 1425.4 cm-1. In the synthesized CM-Ch-TPP, there were functional groups at the peak of P=O stretch vibration and P-O stretch vibration at wave numbers 1213.23 cm-1 and 11,53.43 cm-1 in kijing. It is concluded that CM-Ch and CM-Ch-TPP have the ability to adsorb Cu(II) metal ions at pH 10 with concentrations ranging from 50 to 150 ppm.  
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF FILM LABELS USING ANTHOCYANIN FROM PURPLE SWEET POTATO SKIN (Ipomea Batatas L.) AS A QUALITY INDICATOR OF CHICKEN MEAT IN SMART PACKAGING Zainal, Arzeti; Eka Pratiwi, Diana Eka Pratiwi; Hasri, Hasri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 01 April (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v10i01.225

Abstract

The demand for smart packaging that provides real-time information on food freshness and safety continues to rise with growing consumer awareness of product quality. This study aimed to synthesize and characterize anthocyanin-based film labels from purple sweet potato peel (Ipomoea batatas L.) as freshness indicators for chicken meat. Anthocyanins were extracted via maceration using 96% ethanol acidified with 1% HCl and tested for color stability at pH 2–11. Films with 0%, 3%, 5%, and 7% anthocyanin concentrations were prepared. The films showed color changes from purple (pH 5.8) to greenish yellow (pH 8.7) with increasing meat pH, indicating spoilage. Physical tests revealed a water vapor transmission rate of 4.40 g/h·m², thickness of 0.08 mm, solubility of 40%, and biodegradability of 100%. FTIR analysis confirmed characteristic anthocyanin functional groups (O–H, C–H, C=C, aromatic C–H). Overall, the film shows potential as a natural and eco-friendly indicator for smart packaging to monitor chicken meat freshness.
Analisis PAH (Naftalena) pada Daging Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Pelabuhan Paotere, Makassar Sulawesi Selatan Salmia, Salmia; Syahrir, Muhammad; Hasri, Hasri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 2 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i2.80294

Abstract

ABSTRAKPolisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) merupakan zat kontaminan organik di lingkungan yang sifatnya beracun, karsinogenik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa PAH (naftalena) pada daging ikan cakalang di Pelabuhan Paotere. Penelitian dilakukan beberapa tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, serta pengukuran kadar senyawa PAH (naftalena) menggunakan GC-MS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar lemak pada sampel 1, sampel 2 dan sampel 3 masing-masing sebesar 6,5%, 5,5% dan 5,7%. Kadar air pada sampel 1, sampel 2, dan sampel 3 masing-masing sebesar 5,3%, 4,9% dan 5,6%, sampel 1 dan 3 ditemukan mengandung senyawa naftalena dengan konsentrasi masing-masing 0,0089 ppm dan 0,0058 ppm, sedangkan pada sampel 2 tidak ditemukan adanya senyawa PAH naftalena. Rata-rata senyawa naftalena yang terkandung pada sampel sebesar 0,0049 ppm, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel ikan cakalang yang diperoleh dari Pelabuhan Paotere tercemar senyawa PAH yaitu naftalena.Kata Kunci: Ikan Cakalang, Naftalena, PAH, Pelabuhan PaotereABSTRACTPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are organic contaminants in the environment that are toxic, carcinogenic, and mutagenic. This study aims to determine the levels of PAH compounds (naphthalene) in skipjack tuna meat in Paotere Port. The study was carried out in several stages, namely sample preparation, extraction, fractionation, and measurement of PAH compound levels (naphthalene) using GC-MS. Based on the results of the study, the fat content in samples 1, 2, and 3 was 6.5%, 5.5%, and 5.7%, respectively. The water content in samples 1, 2, and 3 was 5.3%, 4.9%, and 5,6%, respectively. Samples 1 and 3 were found to contain naphthalene compounds with concentrations of 0.0089 ppm and 0.0058 ppm, respectively, while in sample 2, no naphthalene PAH compounds were found. The average naphthalene compound contained in the sample was 0.0049 ppm, so it can be concluded that the skipjack tuna sample obtained from Paotere Harbor was contaminated with PAH compounds, namely naphthalene.Keywords: Skipjack Tuna, Naphthalene, PAH, Paotere Port
Pengaruh Terapi Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Klien Dengan Kehilangan Pongdatu, Merry; Trianasari, Trianasari; Bantara, Ana S; Cahaya, Nur; Aulia, Suci; Prisetiawan, Ariel; Ilvan, Ilvan; Rahmadani, Sahbila Zahra; Aprilia, Tika; Hasri, Hasri; Selsiawati, Indar; Nosita, Nosita
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1396

Abstract

Kehilangan merupakan peristiwa kehidupan yang dapat memicu kecemasan signifikan, baik kehilangan orang terdekat, fungsi tubuh, peran sosial, maupun kondisi kesehatan. Kecemasan akibat kehilangan yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kualitas hidup, memperlambat proses pemulihan, dan meningkatkan risiko gangguan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi relaksasi napas dalam dalam menurunkan tingkat kecemasan pada klien yang mengalami kehilangan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan penelusuran artikel melalui database PubMed dan Google Scholar. Artikel yang diseleksi merupakan publikasi lima tahun terakhir (2020–2025), berstatus akses terbuka, dan ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan meliputi kecemasan, kehilangan, dan relaksasi napas dalam. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi relaksasi napas dalam secara konsisten menurunkan tingkat kecemasan pada berbagai populasi yang mengalami kondisi terkait kehilangan, seperti kehilangan kesehatan, fungsi tubuh, dan rasa aman menjelang tindakan medis. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme fisiologis dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis serta mekanisme psikologis melalui peningkatan kontrol diri dan ketenangan emosional. Kombinasi relaksasi napas dalam dengan pendekatan psikospiritual atau teknik relaksasi lain menunjukkan hasil yang lebih optimal. Kesimpulan: Terapi relaksasi napas dalam terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada klien yang mengalami kehilangan dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan berkelanjutan dalam manajemen kecemasan
Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Bunga telang (Clitoria ternatea) dan Karakterisasinya Negara, Satria Putra Jaya; Hasri, Hasri; Kartika, Andi Eka
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 2 (2026): Biology, Physics, Chemistry, and other Basic Sciences
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i2.436

Abstract

Conventional synthesis of silver nanoparticles (AgNPs) generally uses chemical reagents that may pose environmental and health risks, such as generating toxic by-products, causing environmental pollution, and potentially affecting human health. Therefore, the development of eco-friendly synthesis methods using natural materials has become an important research focus. This study aims to synthesize AgNPs using butterfly pea flower (Clitoria ternatea) extract as a natural reducing and stabilizing agent and to evaluate their physicochemical characteristics. The synthesis was carried out through a green synthesis approach by reacting AgNO₃ solution with butterfly pea flower extract at reaction times of 0, 30, 60, 90, and 120 minutes. The formation of AgNPs was monitored using UV–Vis spectrophotometry in the wavelength range of 300–600 nm to observe the Surface Plasmon Resonance (SPR) peak. Functional groups involved in the synthesis process were analyzed using Fourier Transform Infrared (FTIR), while particle size distribution was determined using a Particle Size Analyzer (PSA). The results showed SPR peaks in the range of 380–470 nm, with maximum absorbance at 422 nm after 60 minutes, indicating the optimal synthesis condition. FTIR analysis identified –OH, C–H, C=C, and C–O functional groups derived from secondary metabolites that act as reducing and stabilizing agents. PSA results showed a dominant particle size of approximately 193 nm within the nanometer scale. These findings indicate that butterfly pea flower extract has strong potential as a sustainable and environmentally friendly biomaterial for AgNP synthesis with potential applications in health, environmental, and functional material fields.
Co-Authors Abd Rahman Abda Abda AGUSTINA, WAHYUNI Ahmad Fudhail  Majid An Nur, Abdillah Mushawwir Andi Agussalim, Andi Aprilia, Tika Aulia, Army Bantara, Ana S Cahaya, Nur Dahlan, Rosmidah Rezki Dalle, Firda Anwar Diana Eka Pratiwi Djohar Maknun Eka Pratiwi, Diana Eka Pratiwi Elim, Yohana Enre, Alimin Fachry Abda El Rahman Fitri, Nurul Annisa Ganisa, Marlina Ummas Hamdillah, Andi Haryanti Putri Rizal Hastuti Agussalim Herlina Herlina Ilvan, Ilvan Ilyas, Nita Magfirah Jaya Negara, Satria Putra Jayadi Jayadi Kamaluddin, Muh Arif Kartika, Andi Eka khairia, ihdal Khalidah, Muti'ah M, Mohammad Wijaya M., Mohammad Wijaya Marlina Ummas Genisa Maryono Maryono Marzuki, Andika Muhammad Anwar Muhammad Danial Muhammad Rakib Muhammad Taufiq Muharram Muharram Natalia, Adelina Elizabeth Negara, Satria Putra Jaya Nicha, Walny Nilasari, Nilasari Nosita, Nosita Nur Afni Nursyahran, Nursyahran Pince Salempa Pongdatu, Merry Prisetiawan, Ariel Rahayu, Etry Rahma, Muftihatu Rahmadani, Sahbila Zahra Ramlawati Ramlawati Rezki, Nur Annisa Rini Perdana Risnawati Risnawati Rizal, Hariyanti Putri Rosada, Ida Sadriadi, Sadriadi Safitri, Isriyanti Salmia, Salmia Sari, Trianita secondriani, harmeida Selsiawati, Indar Sri Nur Qadri Suciyanti, Nurafni Sudding, Sudding Sugiarti Sugiarti Sukaria, Muhammad Ikhsan Sulfikar, Sulfikar Suriati Eka Putri Suryani T, Andi Lilis Suryani T, Andi Lilis Syafruddin Side Syahraeni, Syahraeni Taupik Hidayat, Taupik Trianasari Wanti, Fitrah Wiwiana, Wiwiana Yusuf SAP, Andi Muhammad Ridho Zainal, Arzeti Zubair, Sakinah