Claim Missing Document
Check
Articles

REKAYASA BUKAAN VENTILASI ALAMI UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN TERMAL PONDOK PESANTREN DARUL HIKAM DI MOJOKERTO Yusuf Utomo; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Darul Hikam di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. merupakan salah satu pondok yang berdampak pada meningkatnya  jumlah  pendaftar  santri  sehingga  ruang-ruang  pondok  harus dapat memberikan kenyamanan kepada para santri dan ustadznya. Penghawaan pada  ruang  kelas  dan  asrama  menggunakan penghawaan alami, sehingga dibutuhkan bukaan yang baik agar bisa mengalirkan udara dengan baik. Ruang kelas digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar selama ± 9 jam dan asrama digunakan untuk kegiatan santri selama 24 jam.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Data temperatur ruang dalam kelas dan asrama diambil menggunakan alat termometer dan anemometer dan disimulasikan dengan software Ecotect Analysis 2011. Variabel bebas yang diteliti yaitu bukaan meliputi posisi, dimensi, jenis bukaan. Sedangkan variabel terikat yaitu data temperatur ruang kelas. Standar temperatur ruang dalam adalah 25 °C – 27 °C. setelah dilakukan rekayasa terhadap bukaan di setiap ruang kelas dan asrama yang meliputi perubahan dimensi, jenis, dan posisi bukaan temperatur ruang dalam yang didapat adalah 29 °C. dari hasil tersebut didapat bahwa dengan melakukan perubahan terhadap bukaan ruang kelas dan asrama masih dapat meningkatkan kinerja bukaan 13.8%.
Strategi Desain Pencahayaan Alami dan Buatan pada Alih Fungsi Gedung Astaka Kota Batam menjadi Museum Wayu L Syuhaya; Herry Santosa; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.76 KB)

Abstract

Gedung Astaka Kota Batammerupakan alih fungsi bangunan dari tempatdiselenggarakannya MTQ Nasional XXV menjadi sebuah museum sejarah Melayu. KegiatanMTQ yang selesai diselenggarakan pada tahun 2014 menggunakan 7 ruang eksistingGedung Astaka namun pada rencana alih fungsi museum terdapat 14 ruang pamer.Permasalahan Gedung Astaka ini adalah strategi desain untuk 14 rencana ruang pamerdalam aspek sistem pencahayaan alami dan buatan sehingga tiap ruang dapat mencapaistandar tingkat pencahayaan ruang pamer. Metode yang digunakan pada penelitian iniadalah metode eksperimental dengan menggunakan software DIALux 4.12 untukmensimulasikan strategi desain tiap ruang. Pada ruang eksisting dilakukan pengukuranlangsung terhadap tingkat pencahayaan ruang untuk mengetahui kondisi eksistingGedung Astaka sebelum dijadikan alih fungsi museum. Strategi desain yang dilakukanadalah dengan mengoptimalkan bukaan pencahayaan alami, menambah pembayangmatahari internal (light shelves), dan memodifikasi sistem pencahayaan buatan.Rekomendasi desain diambil dari strategi terbaik dari strategi desain yang telah dilakukandan sesuai dengan standar tingkat pencahayaan ruang pamer pada SNI 6197:2011.Dengan lebar bukaan pencahayaan alami 0,50 dan 1,00 m, lebar light shelves0,50 dan 0,75m, serta menggunakan jenis lampu TC-TEL 42W,Spotone 20W, dan 18 W ruang pamerpada rencana alih fungsi Gedung Astaka dapat mencapai standar tingkat pencahayaanruang dengan tingkat pencahayaan300 – 500 lux.Kata kunci: sistem pencahayaan alami, sistem pencahayaan buatan, ruang pamer
Strategi Pencahayaan Alami Untuk Bangunan Tebal (Studi Kasus: Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan) Adhyaksa Dwipantara; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami yaitu memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya utama dengan menciptakan akses ke dalam ruang. Manfaat pencahayaan alami dapat memberikan lingkungan visual yang menyenangkan dan nyaman dengan kualitas cahaya yang mirip kondisi alami di luar bangunan serta strategi penghematan energi. Kondisi eksisting Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan menunjukkan distribusi pencahayaan alami yang masuk ke dalam bangunan gedung olahraga kurang merata karena posisi lubang bukaan yang kurang merata pada sisi dinding bangunan dan dimensinya kurang sesuai sehingga mempengaruhi tingkat kenyamanan visual dalam bangunan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pencahayaan alami untuk bangunan tebal pada objek studi kasus Gedung Olahraga Ki Mageti Kabupaten Magetan yang disesuaikan dengan standar tingkat pencahayaan gedung olahraga. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskripsi yaitu menganalisis secara deskriptif kondisi eksisting bangunan secara fisik yang selanjutnya dibantu dengan software simulasi DiaLux sebagai analisis kuantitatif. Hasil simulasi berdasarkan dengan kondisi eksisting menunjukkan nilai dibawah standar untuk tingkat pencahayaan alami dan nilai WWR (Window Wall Ratio). Selanjutnya merancang beberapa alternatif strategi desain yang hasil akhirnya menunjukkan nilai diatas standar untuk nilai WWR, tingkat pencahayaan, dan tingkat kemerataan cahaya pada bangunan Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan.
INOVASI FURNITUR PINTAR UNTUK KENYAMANAN BEKERJA PADA GEDUNG YODYA KARYA JAKARTA Agung Riyadhi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah perkantoran diperlukan efisiensi dan efektifitas dalam bekerja, fleksibilitas dalam bergerak untuk menunjang aktifitas yang dilakukan dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah pada salah satu bangunan kantor di Jakarta yaitu Yodya Karya. Hal ini membuat sebuah kantor diperlukan adanya pengaturan dalam furnitur yang ada dalam kantor tersebut. Selain pengaturan furnitur yang sudah ada dapat juga dengan pembuatan atau penambahan smart furniture. Smart Furniture merupakan salah satu alat untuk membantu meningkatkan kinerja atau aktifitas pengguna dan juga untuk menghemat ruang. Metode penelitan deskriptif evaluatif dilakukan pada tahap evaluasi kenyamanan bekerja pada Gedung Yodya Karya Jakarta. Hasil dari analisis tersebut akan dibuat sebuah inovasi furnitur pintar dengan tiap furnitur sejumlah 3 alternatif. Dengan hasil alternatif desain yang diinginkan oleh responden adalah sebuah furnitur yang multi fungsi, Memudahkan pengguna dalam menyimpan barang, memudahkan pengguna untuk untuk melakukan interaksi, memberikan privasi terhadap pengguna, ergonomis, ukuran yang dapat menyesuaikan pengguna, adjustable, material yang aman terhadap pengguna, material yang tidak mudah kotor dan mudah dibersihkan, dan fleksibel.   Kata kunci: furnitur pintar, kantor, kenyamanan bekerja 
Tata Akustik pada Ballroom dan Meeting Room Hotel Paseban Sena Kota Probolinggo Adita Ronarizkia; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Paseban Sena Kota Probolinggo merupakan hotel yang menyediakan fasilitas penunjang, seperti Ballroom dan Meeting Room. Namun, ruangan tersebut belum mempertimbangkan beberapa kualitas ruang, terutama kualitas akustik yang erat dengan fungsi ruangan sebagai ruang pertemuan speech. Kedua ruang ini cenderung menggunakan material reflektor pada elemen pelingkup ruang, baik lantai, dinding, maupun plafond, sehingga menyebabkan tingginya waktu dengung yang tidak mencapai standart. Untuk itu, dibutuhkan alternatif desain dalam menyelesaikan masalah akustik dengan tujuan mendapatkan rekomendasi akustik ruang yang tepat dalam mengoptimalkan kualitas akustik di dalamnya. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif dengan Formula Sabine dan eksperimental menggunakan software Ecotect Analysis 2011. Variabel bebas penelitian ini yaitu bentuk, dimensi, jenis material plafond, dinding, dan lantai. Sedangkan variabel terikat yaitu nilai waktu dengung (reverberation time). Alternatif rekomendasi sistem akustik ruang yang terpilih, untuk ballroom dapat menurunkan nilai waktu dengung hingga mencapai standart 1.6-1.8 detik dengan rerata 1.69 detik melalui penambahan plafond gantung bertrap dilapisi plasterboard. Sedangkan untuk meeting room, terdapat tiga alternatif yang dapat menurunkan hingga memenuhi standart 0.7-1.1 detik, yaitu penambahan pelapis lantai karpet di atas lateks, penambahan pelapis kombinasi dinding softboard dan plafond plywood, serta yang paling optimal penambahan plafond gantung bertrap dilapisi plasterboard menurunkan nilai waktu dengung hingga mencapai rerata 0.84 detik pada seluruh frekuensi.   Kata kunci: ballroom, meeting room, kualitas akustik ruang, waktu dengung
Eksplorasi Fasade yang Dinamis dengan Material Alumunium Composite Panel pada Bangunan MOG di Malang Lavica Vioveta; Herry Santosa; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.211 KB)

Abstract

Perkembangan arsitektur saat ini mengarah pada arsitektur modern yang menuntut kompleksitas desain dan bentuk arsitektur pada konsep bangunan khususnya fasade sebagai elemen visual bangunan. Hal ini mempengaruhi seorang arsitektur dalam memaksimalkan eksplorasi dengan desain parametrik untuk mencapai kompleksitas bentuk yang terkontrol dan menarik. Penelitian ini mengambil studi kasus Mal Olympic Garden (MOG) yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Malang – Jawa Timur sebagai sarana hiburan dan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk eksplorasi fasade yang dinamis menggunakan metode parametrik arsitektur dengan material alumunium composite panel seefektif mungkin, sehingga dapat diterapkan dalam perancangan pusat perbelanjaan menjadi lebih inovatif dan kreatif pada tampilan arsitekturalnya. Metode yang digunakan adalah parametrik arsitektur dengan proses pemikiran algoritmik yang menghasilkan ekspresi dari parameter desain. Parameter yang digunakan mulai dari geometri dasar panel segi enam, segi lima dan segi tiga, dimensi panel, susunan organisasi bentuk, sudut kemiringan, jarak antar fasade, dan komposisi warna. Hasil penelitian ini mengarah pada beberapa rekomendasi desain fasade yang dinilai melalui kuesioner dengan metode preferensi semantik diferensial terhadap variabel bentuk dinamis. Spesifikasi rekomendasi desain fasade yang terpilih adalah susunan bentuk geometri segi enam dan segi tiga sama sisi dengan organisasi cluster, radial, terpusat serta permainan jarak fasade mulai dari 50cm hingga 2m.Kata Kunci: Fasade, alumunium composite panel, dinamis
PENGARUH TINGKAT RENOVASI RUMAH TINGGAL DI SIDOARJO TERHADAP PERSEPSI PENGHUNI DALAM ASPEK PENGHAWAAN ALAMI Gean Putri Cahyani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di jawa timur yang memiliki cuaca panas mencapai 350C. Kondisi itu tentu membuat tingkat kenyamanan di dalam hunian mempengaruhi aktivitas di dalamnya. Beberapa hal yang berkaitan dengan kenyamanan termal itu sendiri adalah bukaan ventilasi yang menjadi aliran udara keluar masuk dalam sistim penghawaan. Perumahan The Oasis village telah menerapkan cross ventilation dimana letak jendela antar ruang saling berhadapan yang menyebabkan pertukaran udara dapat terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presepsi penghuni dalam penghawaan alami di dalam rumah. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif dengan melalui kuisioner untuk mendapatkan hasil presepsi para penghuni. Dengan mengambil 25 sampel hunian. Hasil penelitian yang diperoleh adalah hasil presepsi dari tiap penghuni dengan aspek penghawaan alami dan kenyamanan termal di dalam rumah sehingga dapat memberikan ide bukaan jendela. Kata kunci: penghawaan alami, kenyamanan termal, persepsi ABSTRACT Sidoarjo is one of the regencies in East Java which has hot weather reaching 350C. this condition certainly makes the level of thermal comfort in effect of the activities in it. Several things related to the thermal comfort itself are the flow of air in and out of the air conditioning system. The Oasis Village has implemented cross ventilation where the windows between rooms are facing each other which causes air exchange to occur. The purpose of this study was to determine the occupant’s perception of natural ventilation in the house. The metod used is quantitative by going through a questionnaire to get the results of the residents, perception. By taking 25 samples. The results obtained are the results of the perception of each occupant with aspects of natural ventilation and thermal comfort in the house so that they can provide window opening ideas. Keyword: natural ventilation, thermal comfort, perception
Manajemen Pencahayaan Alami dan Buatan pada Gedung Pascasarjana UNISMA Nur Azizah; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.835 KB)

Abstract

Manajemen Pencahayaan pada gedung Pascsarjana UNISMA merupakan integrasi pecahayan alami dan buatan. Permasalahan pencahayaan pada gedung Pascasarjana UNISMA yaitu Perbedaan intensitas cahaya yang kontras pada setiap ruang kuliah dan distribusi cahaya kurang merata.Terdapat ruang kuliah yang terlalu terang karena banyaknya bukaan namun juga terdapat ruang kuliah yang sangat gelap karena dimensi bukaan yang kurang.Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem pencahayaan yang dapat mengatur pencahayaan sesuai dengan kebutuhan melalui manajemen pencahayaan. Manajemen pencahayaan dilakukan dengan mengubah jenis material kaca, penggunaan lightselves, perubahan jenis lampu dan pengaturan tata letak saklar agar sistem pencahayaan lebih optimal dan ekonomis.Kombinasi penggunaan kaca solar kontrol dan lighselves pada bukaan dapat mengurangi silau sebesar 14% dari kondisi sebelumnya dan meningkatkan area nyaman sebesar 10%. Sedangkan penggunaaan jenis lampu LED dapat mengurangi jumlah lampu yang digunakan dan dayanya lebih sedikit namun intensitas cahaya yang dihasilkan sudah memenuhi standar.Kata kunci: Manajemen pencahayan, gedung kuliah
FURNITUR PINTAR UNTUK KENYAMANAN, KEMUDAHAN, DAN KEAMANAAN BERAKTIVITAS LANSIA PONDOK LANSIA AL – ISHLAH MALANG Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPanti werdha merupakan tempat tinggal khusus lansia yang tidak lagi didampingi oleh anak atau keluarganya. Saat seseorang berada di usia senja, kemampuan fisiknya semakin menurun sehingga furnitur di suatu ruangan menjadi tinjauan yang sangat penting agar lansia dapat beraktivitas sehari – hari dengan nyaman, mudah, dan aman.Suasana ruangan yang menyenangkan akan membuat lansia menjadi lebih produktif, sedangkan jika suasananya sudah terkesan tidak nyaman dan membosankan, maka dapat memicu lansia menjadi lebih depresi. Oleh karena itu, perlu adanya fasilitas khusus lansia untuk menunjang aktivitas sehari - hari berdasarkan keadaan kesehatan masing – masing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif – evaluatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi furnitur yang sudah ada dan memberikan model furnitur pintar sebagai solusi masalah khususnya di ruang tidur Pondok Lansia Al – Ishlah Malang. Jenis furnitur yang direkomendasikan diantaranya tempat tidur, lemari, meja TV, dan rak serbaguna. Adapun kriteria furnitur pintar yaitu ergonomis, material tidak mudah rusak atau berbau, material yang awet atau tahan lama, multifungsi, ramah difabel, mudah dicapai diakses, dan tidak mudah melukai.ABSTRACT Nursing home is a special residence for the elderly who are no longer accompanied by their children or family. When a person is in the twilight age, his physical ability is decreasing so that the furniture in a room becomes a very important review so that the elderly can do daily activities comfortably, easily, and safely. The pleasant atmosphere of the room will make the elderly become more productive, while if the atmosphere already seems uncomfortable and boring, it can trigger the elderly to become more depressed. Therefore, it is necessary to have special facilities for the elderly to support daily activities based on the state of health of each. The research method used in this research is descriptive – evaluative. This study aims to evaluate existing furniture and provide smart furniture models as a solution to problems, especially in the bedroom of Pondok Lansia Al - Ishlah Malang. Recommended types of furniture include beds, cabinets, TV desks and multipurpose shelves. The criteria of smart furniture is ergonomic, material is not easily damaged or smelly, durable or durable materials, multifunctional, disability friendly, easily achieved or accessible, and not easily injured.
Pengaruh Tata Elemen Lanskap Terhadap Lingkungan Termal Taman Trunojoyo Bagian Selatan Kota Malang Viza Vicenza; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLingkungan termal merupakan lingkungan yang mempengaruhi manusia dalam kualitas termalnya, sehinnga manusia merasakan lingkungan yang dingin atau panas. Taman Trunojoyo merupakan salah satu taman yang ada di Kota Malang, letaknya yang berdekatan dengan Stasiun Kota Malang membuat taman ini ramai dikunjungi. Hal ini menyebabkan perlu diperhatikannya kenyamanan lingkuna termal pada taman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kondisi termal dan mengidentifikasi peranan vegetasi dan perkerasan dalam pengendalian lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif. hasil dari pengukuran Taman Trunojoyo memiliki temperatur udara yang cukup tinggi yaitu sebesar 26,35 sampai 30,8 yang masuk dalam kategori tidak nyaman, dan memiliki kelembapan udara di atas 80% yang masuk dalam kategori tidak nyaman. Pembayangan melalui vegetasi dan morfologi ruang luar merupakan cara yang efektif untuk menciptakan lingkungan termal ruang luar yang nyaman dengan mencegah radiasi matahari secara langsung khususnya daerah tropis lembab.Kata Kunci : Tata Elemen Lanskap, Lingkungan Termal, Taman TrunojoyoABSTRACTThermal environment is an environment that affects human beings in their thermal quality, so humans feel a cold or hot environment. Trunojoyo Park is one of the parks in Malang City, its location close to Malang City Station makes this park crowded. This causes the need to pay attention to the comfort of the thermal lingkuna in the garden. The purpose of this study was to measure thermal conditions and identify the role of vegetation and pavement in environmental control. In this study using descriptive evaluative method. the result of Trunojoyo Park measurement has a high air temperature of 26.35 samapai 30.8 which fall into the uncomfortable category, and has air humidity above 80% that fall into the uncomfortable category. Shadowing through vegetation and outdoor morphology is an effective way to create a comfortable outdoor thermal environment by preventing direct solar radiation, especially the humid tropics.Keywords: Landscape Elements, Thermal Environment, Trunojoyo Park
Co-Authors Adam Pangestu Kusmana adelia fajar islami Adhyaksa Dwipantara Adita Ronarizkia Agita Rahmawati Agung Riyadhi Agus Mujahid Anshori Ainul Hayat Ainul Hayat Andika Citraningrum annisa amelia Aprilia Prihatmi Riski Arundati, Indira Arvin Putra Pratama ASTI AINUN NABILAH Ayu Diarifa Tamara Bima Juliansyah bryantama arsyada Chairil Budiarto Amiuza Chici Nur Ayum Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah Diah Agustina Puspitasari, Diah Agustina Edi Jamal Abdillah Erika Putri Eryani Nurma Yulita Fadhila Hasna Fadhila Hasna Fariza Nur Amalina Fauziah, Septia Hana Fenesa Fidi Kirani Fernanda Ayuning Putri Fidelista, Alya Nafisa Fildza Mulia Rachma Fitriana, Dhanar Dwi Fitriani, Rika Nur Gaol, Nanda Lumban Gean Putri Cahyani Gunawan Prayitno Hagus Tarno Hagus Tarno Hamzah, Rafi Arva Putra Herry Santosa Heru Sufianto Hilmy, Ayu Nur Izzati Jenny Ernawati Jono Wardoyo Jono Wardoyo Kamila, Virda kevin xaverius putra sewi Kintan Syahla Septiani Kurnianto, Immanuel Yoshua Ladira Aprilia Tarigan Lavica Vioveta M Ramy Dhia Humam Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri Muhammad Hanif Aqila Mutyara Ayu Werdiningsih Nabilah, Putri Lukky Nadia Khairarizki Nenobi Zahra Nugrahanto, Alfi Surya Purnama Nugroho, Pradipta Widyo Nur Azizah Oliver Hartanto Pandu Praja Mukti Wardhana Pramata Alvina Prameswari, Fidiya Nada Galuh Puteri Aulia Novianggi Putra, Aditya Pratama Putri Nawang Wulan Rachel Felicia Rahayu, Agustina Rahmadhana, Anitsa Rahmat Ardiansyah Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani Ratrika Rafhaella Reza Maulana Mujahiddin Ridzky Adwiputra Nugroho Rika Nur Fitriani Riyan Firdaus Putra Anugra Rizka Putri Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari Sari, Mariyana Septia Hana Fauziah Shabrina Ayu Lazuardi Siela Mara Nabela Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana Sumarto, Tria Are TAFIF PRANATA AKBAR Thojib, Jusuf Tita Maharani Titi Dwita Pasamurti Vania Yunike Victoria Pratiwi Suyatno Viriya Panna Peksirahardjo Viza Vicenza Wayu L Syuhaya Wulan Astrini Yunita Eka Puspitasari Yusuf Utomo Zai Dzar Al Farisa Zerita Zahrotul Makkah