Claim Missing Document
Check
Articles

Analyzing surface temperature on street median parks in Malang’s hot-humid climate Iyati, Wasiska; Hilmy, Ayu Nur Izzati; Fitriani, Rika Nur; Fidelista, Alya Nafisa; Wardoyo, Jono
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 3 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2024 ~ Desember 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i3.3298

Abstract

In hot humid cities, the local microclimate can be moderated by the green open spaces. Differences in the characteristics of its hardscape and softscape elements can result in different thermal environmental conditions. As one of the green open spaces, the street median park can provide vegetation to reduce the air temperature of the region's microclimate. This paper analyzes the thermal characteristics of three street median parks in Malang, which are represent the green street medians in hot humid country of Indonesia. A thermal imaging camera was used to compare the hardscape and softscape surface temperature difference of the three parks. The thermal image results show that stone and paving materials have the highest surface temperatures. Stone as the higher surface temperature is shown in three green streets median. Coral stone has the highest surface temperature at 43.6 °C in Ijen and 42.03 °C in Veteran. Paving also has the highest surface temperature at 43.17 °C in Kunang-kunang. Grass or earth with trees has the lowest surface temperature at 28.53°C in Ijen, 27.93 °C in Kunang-kunang, and 29.17°C in Veteran Street median park. The difference in daytime surface temperature between hardscape and softscape reaches 12.86 °C in Veteran, 15.07 °C in Ijen, 15.24 °C in Kunang-kunang.
Pendampingan Penyusunan Desain Museum Desa Pertanian Karangpatihan: Integrasi Wisata Edukatif dan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Gunawan Prayitno; Sri Wahyuni; Wasiska Iyati; Hagus Tarno; Ainul Hayat; Septia Hana Fauziah; Fadhila Hasna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/09zx2v34

Abstract

Pengembangan Museum Desa Pertanian di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo, bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata edukatif berbasis pertanian. Desa Karangpatihan, yang dikenal dengan keunikan budaya dan tantangan sosialnya, menghadapi berbagai permasalahan, termasuk tingkat kemiskinan yang tinggi dan keterbatasan ekonomi. Museum ini diharapkan dapat mempromosikan warisan pertanian tradisional sekaligus mengedukasi pengunjung tentang praktik pertanian berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat desa. Pengembangan museum dilakukan dengan metode partisipatif, melibatkan pemerintah desa, masyarakat lokal, dan akademisi melalui survei, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Desain museum mencakup area pameran alat pertanian tradisional, ruang edukasi, dan pendopo serbaguna, yang semuanya diintegrasikan dengan peta potensi unggulan desa. Luaran dari kegiatan ini adalah desain museum yang komprehensif serta rencana strategis untuk pengelolaan museum sebagai pusat edukasi dan destinasi wisata. Dengan adanya museum ini, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa dan promosi pariwisata yang berkelanjutan di Desa Karangpatihan
PENGEMBANGAN MOTIF ECOPRINT DAN PEMANFAATAN RANTING RHIZOPHORA MUCRONATA SEBAGAI PEWARNA ALAMI DI POKLAHSAR SUMBER REJEKI, NGULING, PASURUAN, JAWA TIMUR Puspitasari, Yunita Eka; Puspitasari, Diah Agustina; Iyati, Wasiska; Putra, Aditya Pratama; Kamila, Virda; Sumarto, Tria Are; Gaol, Nanda Lumban; Rahayu, Agustina
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2259

Abstract

Buah Rhizophora mucronata sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Penunggul untuk bahan baku keripik mangrove. Berbeda halnya dengan ranting mangrove masih jarang dimanfaatkan secara optimal. Ranting mangrove ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami ecoprint karena mengandung tanin yang menghasilkan warna coklat. Teknik ecoprint pada pembuatan pashmina ini diaplikasikan di Poklahsar Sumber Rejeki, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur karena pembuatannya relatif mudah dan tidak memerlukan peralatan yang kompleks. Namun terdapat tantangan, dimana salah satu ciri ecoprint adalah pengaturan daun yang digunakan dalam proses ecoprint terlihat acak. Sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk mengembangkan motif ecoprint yang lebih terstruktur serta memanfaatkan pewarna alami dari ranting mangrove dan menambah keterampilan kelompok Poklahsar Sumber Rejeki. Metode kegiatan ini adalah focus group discussion (FGD), participant learning center (PCL), participatory action (PA). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan motif pada ecoprint memberikan dampak positif terhadap kualitas estetika produk. Kelompok Poklahsar Sumber Rejeki sangat berantusias dalam pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan ranting mangrove sebagai pewarna alami. Ecoprint yang telah dibuat nantinya dapat dijadikan sebagai produk oleh-oleh khas Desa Wisata Mangrove Penunggul.
Perancangan Artificial Intelligence (AI) Learning Center Dengan Konsep Smart Building di Kota Surabaya Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mengubah lanskap kehidupan manusia secara signifikan. Tidak dapat dipungkiri Teknologi AI telah memiliki peran sendiri dalam andil pada aktivitas manusia baik dari skala besar maupun skala kecil kehidupan manusia. Di balik perkembangan Teknologi AI ini muncul beberapa pertanyaan dan tantangan bagi kehidupan manusia baik berupa ancaman ataupun peluang. Tujuan penelitian atau perancangan tersebut adalah sebagai wadah untuk memberikan alternatif solusi dalam merancang wadah aktivitas yang khusus untuk pengguna yang membahas tentang dampak dan sebagai pusat perkembangan teknologi AI, tentunya perancangan secara infrastruktur berupa pusat edukasi atau biasa disebut leraning center. Metode perancangan yang digunakan juga dipilih berdasarkan kecocokan pemikiran logis dan rasional. Studi preseden yang akan menjadi metode perancangan leraning center tersebut. Pendekatan tematik yang intinya adalah sebagai solusi utama menghadapi permasalahan desain dalam objek perancangan tersebut. Smart Building selain sebagai representasi dari Teknologi AI itu sendiri, juga dapat menunjang proses pembelajaran dan menawarkan berbagai fasilitas yang menjadi solusi. Hasil dari penelitian atau perancangan tersebut berupa implementasi dari Konsep Smart Building pada bangunan learning center, mulai dari fasad bangunan, sistem bangunan, serta fasilitas fasilitas lain seperti audio visual dan fleksibilitas perabot. Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Leraning center, Bangunan Cerdas, Edukasi   The development of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly changed the landscape of human life. It is undeniable that AI technology has played its own role in human activities, on both large and small scales. Behind this technological advancement, several questions and challenges have emerged for humanity, presenting both threats and opportunities. The objective of this research or design is to provide an alternative solution for creating a dedicated activity hub for users to discuss the impacts of AI and to serve as a center for its technological development. This will take the form of an infrastructural design for an educational center, commonly known as a learning center. The design method was chosen based on its alignment with logical and rational thinking. A precedent study will be the primary method for designing this learning center. A thematic approach will serve as the core solution to address the design challenges of the project. The concept of a "Smart Building" was chosen not only to represent AI technology itself but also to support the learning process and offer various facilities that provide solutions. The outcome of this research or design is the implementation of the Smart Building concept within the learning center. This includes the building's facade, its systems, and other facilities such as audio-visual equipment and flexible furnishings. Keywords: Artificial Intelligence, Leraning center, Smart Building, Education  
Panti Lansia dengan Konsep Bangunan Gedung Cerdas (BGC) di Kota Malang Hamzah, Rafi Arva Putra; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan panti lansia ini dilatarbelakangi oleh Kota Malang yang akan memasuki fenomena population ageing, serta kebutuhan akan fasilitas hunian yang mendukung kemandirian dan kenyamanan lansia. Pendekatan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) digunakan sebagai strategi utama dalam menjawab kebutuhan lansia, termasuk yang mengalami gangguan degeneratif dan keterbatasan mobilitas, serta mempermudah kerja caretaker. Kajian dilakukan melalui studi preseden, serta penerapan prinsip-prinsip Bangunan Gedung Cerdas (BGC). Hasil perancangan mengedepankan massa yang responsif terhadap tapak, dan ruangan dalam panti lansia dirancang untuk dengan memberi banyak kemungkinan interaksi sosial serta mengakomodasi berbagai ketertarikan lansia. Contoh dari penerapan BGC dalam desain mencakup otomatisasi tirai, lampu, dan AC dalam kamar menggunakan smart TV dan voice command, serta penyediaan ruang kontrol untuk memantau kualitas udara, penggunaan energi, dan sistem keamanan seperti CCTV secara real-time. Dengan pendekatan ini, panti lansia ini diharapkan menjadi prototipe hunian lansia masa depan yang inklusif, efisien, dan adaptif. Kata kunci: Panti Lansia, Bangunan Gedung Cerdas, Metode Preseden, Kota Malang
Pendampingan Penyusunan Desain Museum Desa Pertanian Karangpatihan: Integrasi Wisata Edukatif dan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Gunawan Prayitno; Sri Wahyuni; Wasiska Iyati; Hagus Tarno; Ainul Hayat; Fauziah, Septia Hana; Fadhila Hasna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/09zx2v34

Abstract

Pengembangan Museum Desa Pertanian di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo, bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata edukatif berbasis pertanian. Desa Karangpatihan, yang dikenal dengan keunikan budaya dan tantangan sosialnya, menghadapi berbagai permasalahan, termasuk tingkat kemiskinan yang tinggi dan keterbatasan ekonomi. Museum ini diharapkan dapat mempromosikan warisan pertanian tradisional sekaligus mengedukasi pengunjung tentang praktik pertanian berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat desa. Pengembangan museum dilakukan dengan metode partisipatif, melibatkan pemerintah desa, masyarakat lokal, dan akademisi melalui survei, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Desain museum mencakup area pameran alat pertanian tradisional, ruang edukasi, dan pendopo serbaguna, yang semuanya diintegrasikan dengan peta potensi unggulan desa. Luaran dari kegiatan ini adalah desain museum yang komprehensif serta rencana strategis untuk pengelolaan museum sebagai pusat edukasi dan destinasi wisata. Dengan adanya museum ini, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa dan promosi pariwisata yang berkelanjutan di Desa Karangpatihan.
Pengembangan Motif Eco-print dari Pewarna Alami Limbah Tepung Buah Bakau di Poklahsar Sumber Rejeki, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur Puspitasari, Diah Agustina; Puspitasari, Yunita Eka; Iyati, Wasiska; Sumarto, Tria Are; Gaol, Nanda Lumban; Putra, Aditya Pratama; Kamila, Virda; Rahayu, Agustina
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 2 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i2.6763

Abstract

Buah mangrove R. mucronata digunakan oleh masyarakat pesisir sebagai bahan baku keripik buah mangrove yang diolah sebagai tepung terlebih dahulu. Buah dari R. mucronata memiliki kandungan tanin sebesar 670 mg/kg. Proses pembuatan tepung buah R. mucronata memiliki hasil samping berupa air limbah perendaman dan perebusan. Limbah yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pembuatan produk eco-print. Kegiatan pengabdian masyarakat di Poklahsar Sumber Rejeki, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur, memproduksi keripik mangrove dengan dua tujuan utama: 1) mengembangkan motif eco-print dan menggunakan limbah produksi tepung buah mangrove sebagai bahan baku eco-print; serta 2) meningkatkan pendapatan Poklahsar Sumber Rejeki dengan mempelajari teknik pengemasan dan pemasaran produk eco-print. Metode yang digunakan adalah focus group discussion dan partisipasi aktif. Hasil menunjukkan bahwa Poklahsar Sumber Rejeki mampu mengembangkan motif eco-print sesuai dengan motif khas di Pasuruan. Terkait dengan pemasaran, team kegiatan pengabdian masyarakat juga mengenalkan cara mengemas dan teknik pengambilan gambar menggunakan alat yang lebih modern untuk meningkatkan daya tarik produk eco-print. Di masa mendatang, produk eco-print dengan kemasan yang baik dapat digunakan sebagai oleh-oleh dari Desa Wisata Mangrove Penunggul.
The Impact of Aspect Ratio on External Heat Gain of Multi-storey Office Buildings in Jakarta Iyati, Wasiska; Yulita, Eryani Nurma; Thojib, Jusuf; Sufianto, Heru
RUAS Vol. 16 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2018.016.01.2

Abstract

The narrow land in big cities such as Jakarta, increases the amount of high rise building, especially multi-storey office building. Office building consumes much energy to provide air conditioning to meet the thermal comfort inside the building. On the other hand, the building shape, building envelope, and building orientation to the sun's position are the main factors in building design aspects that affect the amount of cooling load. This study aims to investigate the impact of the aspect ratio or the ratio of the longer dimension of an oblong plan to the shorter, on external heat gain of multi-storey office building. Variables examined include the transparent and solid area of building envelope, the total area of the surface of the building envelope in any orientation, and the volume of the building, as well as the influence of those proportion on the external heat gain. This study uses mathematical calculations to predict the cooling load of the building, particularly external heat gain through the walls, roof and glass, as well as comparative analysis of models studied. The study also aims to generate the design criteria of building form and proportion of multi-storey office buildings envelope with lower external heat gain. In Jakarta climatic conditions, the result on rectangular building plan with aspect ratio of 1 to 4 shows that the external heat gain did not differ significantly, and the smallest heat gain is found on the aspect ratio of 1.8. Results also showed that the greater aspect ratio, the greater reduction of external heat gain obtained by changing the orientation of the longest side facing east-west into the north-south, about 2.79% up to 42.14% on the aspect ratio of 1.1 to 4. In addition, it is known that in same building volume, changing the number of floors from 10 to 50 can improve the external heat gain almost twice.
Urban Canyon Configurations for Sustainable Tropical Cities: A Simulation for Design Practice Iyati, Wasiska; Citraningrum, Andika; Wardoyo, Jono
RUSTIC Vol 6 No 1 (2026): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v6i1.3215

Abstract

Urban overheating and limited daylight access are persistent challenges in rapidly densifying tropical cities. This study examines the influence of urban canyon geometry—including building width-to-length ratio, corridor width, and lateral spacing—on surface temperature dynamics and daylight performance. Using Autodesk Forma, 27 building massing configurations were simulated under standardized conditions with a fixed building height of 30 meters and a footprint of 900 m². Surface temperatures were measured at corridor and rear façade points at 10:00 a.m. and 2:00 p.m., while daylight performance was assessed using sun hours and daylight potential indicators. The results indicate that compact building forms with minimal spacing exacerbate heat accumulation and restrict daylight access, whereas configurations with greater spatial permeability enhance both thermal and lighting performance. The optimal configuration featured an elongated building ratio of 1:3, a narrow corridor width of 15 meters, and wide lateral spacing of 30 meters, achieving corridor surface temperatures as low as 33°C and daylight performance values of up to 66%. Beyond its analytical findings, this study highlights the practical applicability of Autodesk Forma as an accessible and user-friendly tool for early-stage massing studies. Compared to more complex simulation platforms such as ENVI-met or CFD, Autodesk Forma enables architects and designers to conduct simple yet effective climate-responsive analyses during the initial phases of building and site design, thereby supporting sustainable urban development in tropical contexts.
Tektonika Tahan Gempa Arsitektur Tradisional Indonesia: Studi Kasus Rumah Bolon Batak Toba Citraningrum, Andika; Nugroho, Agung Murti; Siagian, Togi Riris; Iyati, Wasiska
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 4 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i4.501

Abstract

Tektonika arsitektur tradisional merupakan wujud kearifan lokal dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi, namun belum banyak dikaji secara holistik sebagai sistem ketahanan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kaidah, memformulasikan konsep, dan menguji kinerja tektonika arsitektur tradisional tahan gempa melalui studi kasus Rumah Bolon Batak Toba. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan: systematic literature review terhadap 11 jurnal terkait tektonika tradisional, observasi lapangan pada rumah tradisional Batak Toba di Kabupaten Toba Samosir, dan simulasi numerik menggunakan SAP2000 untuk mengevaluasi kinerja deformasi struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Bolon memiliki sistem struktur, konstruksi, dan sambungan berbasis interlocking yang efektif dalam mendistribusikan gaya gempa. Nilai defleksi akibat beban hidup, beban mati, dan beban gempa tercatat sebesar 0,003 cm, jauh di bawah ambang batas 0,6 cm sesuai SNI 03-1729-2002. Beban mati menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi deformasi, sementara sistem sambungan tradisional mampu meredam getaran gempa dengan efektif. Penelitian ini membuktikan bahwa prinsip tektonika arsitektur tradisional Batak Toba berkontribusi signifikan terhadap ketahanan bangunan terhadap gempa.
Co-Authors Adam Pangestu Kusmana adelia fajar islami Adhyaksa Dwipantara Adita Ronarizkia Agita Rahmawati Agung Murti Nugroho Agung Riyadhi Agus Mujahid Anshori Ainul Hayat Ainul Hayat Alkhairi, Muhammad Furqon Andika Citraningrum Andika Citraningrum annisa amelia Aprilia Prihatmi Riski Aris Subagiyo Arundati, Indira Arvin Putra Pratama ASTI AINUN NABILAH Ayu Diarifa Tamara Bima Juliansyah bryantama arsyada Chairil Budiarto Amiuza Chici Nur Ayum Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah Diah Agustina Puspitasari, Diah Agustina Edi Jamal Abdillah Erika Putri Eryani Nurma Yulita Fadhila Hasna Fadhila Hasna Fariza Nur Amalina Fauziah, Septia Hana Fenesa Fidi Kirani Fernanda Ayuning Putri Fidelista, Alya Nafisa Fildza Mulia Rachma Fitriana, Dhanar Dwi Fitriani, Rika Nur Gaol, Nanda Lumban Gean Putri Cahyani Gunawan Prayitno Gunawan Prayitno Hagus Tarno Hagus Tarno Hamzah, Rafi Arva Putra Herry Santosa Heru Sufianto Heru Sufianto Hilmy, Ayu Nur Izzati Jenny Ernawati Jono Wardoyo Jono Wardoyo Jusuf Thojib Kamila, Virda kevin xaverius putra sewi Kintan Syahla Septiani Kurnianto, Immanuel Yoshua Ladira Aprilia Tarigan Lavica Vioveta Lilya Susanti M Ramy Dhia Humam Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri Muhammad Hanif Aqila Mutyara Ayu Werdiningsih Muzaki, Mochamad Nabilah, Asti Ainun Nabilah, Putri Lukky Nadia Khairarizki Najid, Salsa Alifia Nenobi Zahra Nisak, Fajar Fadhilatun Nugrahanto, Alfi Surya Purnama Nugroho, Pradipta Widyo Nur Azizah Oliver Hartanto Pandu Praja Mukti Wardhana Pramata Alvina Prameswari, Fidiya Nada Galuh Puteri Aulia Novianggi Putra, Aditya Pratama Putri Nawang Wulan Rachel Felicia Rahayu, Agustina Rahmadhana, Anitsa Rahmanto, Akmal Rahmat Ardiansyah Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani Ratrika Rafhaella Reza Maulana Mujahiddin Ridzky Adwiputra Nugroho Rika Nur Fitriani Riyan Firdaus Putra Anugra Rizka Putri Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari Sari, Mariyana Septia Hana Fauziah Shabrina Ayu Lazuardi Siagian, Togi Riris Siela Mara Nabela Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana Sumarto, Tria Are TAFIF PRANATA AKBAR Thojib, Jusuf Tita Maharani Titi Dwita Pasamurti Vania Yunike Victoria Pratiwi Suyatno Viriya Panna Peksirahardjo Viza Vicenza Wayu L Syuhaya Wijaya, I Nyoman Suluh Wulan Astrini Yulita, Eryani Nurma Yunita Eka Puspitasari Yusuf Utomo Zai Dzar Al Farisa Zerita Zahrotul Makkah