Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Wisma Atlet di Kota Malang dengan Penerapan Sistem Ventilasi Alami Riyan Firdaus Putra Anugra; Heru Sufianto; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.316 KB)

Abstract

Kenyamanan termal ruang wisma atlet diperlukan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh atlet. Beberapa cara untuk tetap menjaga kualitas udara ruang bisa dengan menggunakan sistem penghawaan buatan maupun alami. Potensi aliran udara pada tapak rancangan sangat berlimpah, oleh karena itu sistem pengkondisian ruang melalui ventilasi menjadi solusi yang diajukan untuk pemecahan permasalahan pengkondisian udara wisma atlet. Rancangan tata ruang bangunan, bentuk bangunan, tata vegetasi juga digunakan sebagai pendekatan pemecahan masalah. Software ansys dipilih untuk digunakan untuk memvalidasi usulan desain wisma atlet. Penerapan pola sirkulasi single loaded corridor, massa bangunan bersudut 45º terhadap arah datangnya angin, penataan pola vegetasi dan jenis vegetasi pengarah angin serta penggunaan tipe jendela vertikal pivot mampu meratakan aliran udara ruangan dan mengkondisikan kecepatan aliran sehingga tercapai kenyamanan termal ruang.Kata kunci: Wisma atlet, ventilasi alami, kenyamanan termal
Outdoor Design Strategies to Improve Thermal Comfort in the Area of the Faculty of Engineering, University of Brawijaya Malang Reza Maulana Mujahiddin; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thermal environment affects a person's heat loss through two factors, namely climate and personal factors. Climate factors include natural land cover, evapotranspiration, geometry effects, anthropogenic, and increased air pollution. This research examines how to reduce the temperature of the microclimate in the outer space of the Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya Malang by modifying the surface scopes and vegetation. This study uses descriptive-evaluative research methods and simulations using Autodesk Flow Design software. The results showed that in the morning the air temperature and average wind speed were still at a comfortable interval. During the day the air temperature has begun to rise above the comfortable threshold, plus the irregular wind speed, which is sometimes too low and sometimes too big. Whereas in the afternoon the air temperature returns to enter a comfortable interval, but the wind speed is still in the uncomfortable range. The results of choosing a good surface-scoping material to be applied to the object of research are grass blocks and paving blocks with a mixture of color pigments, as well as giving a white coating to asphalt material. Whereas for vegetation the best tree configuration patterns are linear and grid. The selection of tree species that have a major role in reducing the temperature of the microclimate (shading), namely kiara payung, beringin, ketapang, and tanjung, while trees that play a good role in reducing wind speed are glodogan trees poles and palms.
Model Furnitur Pintar untuk Kenyamanan Beraktivitas pada Taman Perdamaian BSD Tangerang Selatan Ayu Diarifa Tamara; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.395 KB)

Abstract

Kenyamanan beraktivitas sangat berpengaruh dalam perancangan ruang terbuka publik hijau, contohnya Taman Perdamaian BSD. Kondisi taman tersebut banyak dipenuhi orang-orang yang melakukan hal-hal negatif. Namun, setelah taman tersebut direvitalisasi organisasi Tangsel Creative Foundation, kondisi taman kembali hidup. Pengunjung banyak berdatangan dari masyarakat sekitar, anggota komunitas, dan pedagang kaki lima. Banyaknya pelaku aktivitas yang datang dari kelompok berbeda dan memiliki perbedaan aktivitas utama menimbulkan permasalahan kenyamanan beraktivitas terkait pemakaian furnitur taman. Dibutuhkan penambahan furnitur taman untuk menunjang aktivitas mereka, namun banyaknya kebutuhan furnitur taman tidak sebanding dengan luasan taman yang sangat terbatas. Konsep furnitur pintar merupakan solusi dari permasalahan tersebut. Metode penelitian deskriptif evaluatif dilakukan pada tahap evaluasi kenyamanan beraktivitas, lalu analisis permodelan untuk menyusun rekomendasi desain furnitur pintar. Dilakukan metode partisipatori dengan pelaku aktivitas taman untuk menentukan rekomendasi desain furnitur terpilih. Gazebo, tempat berjualan, mainan, dan tempat sampah merupakan jenis-jenis furnitur yang dibutuhkan pengunjung. Dari tiap jenis furnitur diberikan beberapa alternatif yang dipilih oleh pengunjung, yaitu gazebo 3, tempat berjualan 2, mainan 1, dan tempat sampah 3 sebagai alternatif desain terpilih. Alternatif desain terpilih memiliki konsep furnitur pintar yang space-saving, multi-fungsi, dan/atau menghasilkan energi untuk mengurangi luas area taman saat furnitur tidak digunakan dan memaksimalkan ruang pada taman yang terbatas.Kata kunci: ruang terbuka publik, kenyamanan beraktivitas, lahan terbatas, furnitur pintar
Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Ruang Baca Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Di Jakarta Rachel Felicia; Jusuf Thojib; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.996 KB)

Abstract

Gedung Perpustakaan merupakan gedung yang membutuhkan kenyamanan visual untuk mewadahi aktivitas utamanya. Pencahayaan alami dalam gedung Perpustakaan Nasional Indonesia dapat dimanfaatkan dengan keberadaan bukaan pencahayaan alami, namun hal tersebut dapat menimbulkan silau apabila tidak didukung dengan pembayang matahari yang didesain sesuai dengan arah orientasi bukaan. Disisi lain, kenyamanan visual di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia masih memanfaatkan pencahayaan buatan sepenuhnya, keadaan pembayang matahari belum maksimal untuk menghalangi sinar amatahari langsung. Pada penelitian ini variabel bebas yang dipilih adalah penggunaan jenis pembayang matahari, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah tingkat pencahayaan alami, faktor pencahayaan alami dan distribusi pencahayaan alami. Sementara itu metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dan analisis kuantitatif, dimana hubungan antar variabel dilakukan dengan cara melakukan simulasi perubahan kondsi pembayang menggunakan sebuah perangkat lunak yaitu DIALux 4.12. Berdasarkan hasil analisis pada 2 buah rekomendasi desain yang dilakukan didapatkan bahwa rekomendasi 2 dapat meningkatkan kualitas pencahayaan alami ruang dalam dan faktor pencahayaan alami secara lebih efektif dibandingkan dengan rekomendasi 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa ruang baca pada gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat memanfaatkan pencahayaan alami sebagai sumber pencahayaan utamanya, meskipun masih membutuhkan bantuan pencahayaan buatan.Kata kunci : Bukaan pencahayaan alami, pembayang matahari, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Pengaruh Penerapan Material Alami sebagai Elemen Bangunan terhadap Kelembapan Udara Ruang Dalam Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kelembapan udara yang cukup tinggi sebagai salah satu kriterianya sebagai negara tropis lembab. Tingginya kelembapan udara dapat mempengaruhi baik secara fisik, berupa tumbuhnya jamur dan pelapukan pada bangunan maupun terhadap Kesehatan pengguna ruang yang dapat meningkatkan resiko masalah Kesehatan khususnya pernafasan, penyakit kulit dan kekebalan tubuh. Kondisi bangunan ini umumnya ditemukan pada bangunan dengan material masif dengan kandungan air yang rendah sehingga kurang mampu menyerap kelembapan. Material alami pada penelitian terdahulu dikatakan memiliki potensi dalam menyerap kelembapan. Pada penelitian ini material alami dikaji lebih lanjut terkait penerapan dan kinerjanya sebagai elemen bangunan pada rumah tinggal tropis lembab. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimental dengan model fisik dan observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa material gambas bekerja optimal sebagai dinding penyerap kelembapan udara dengan rata – rata penurunan kelembapan sebesar 9,07%. Pada penerapannya, material alami sebagai dinding arsitektural dapat diaplikasikan pada bagian bawah dinding untuk lantai dasar dan pada bagian tengah dinding sejajar dengan tinggi manusia pada lantai atas bangunan tinggi.Kata kunci: Material alami, higroskopis, kelembapan udara, dinding bangunan ABSTRACTIndonesia has a high humidity as one of its criteria as a humid tropical country. High humidity can affect both physically, in the form of mold growth and weathering in buildings and also increase the risk of health problem especially breathing, skin diseases and immunity of the users. This condition generally found in buildings with massive material with low water content, therefore it less capable to absorb moisture. In previous research, natural materials are said to have the potential to absorb moisture. in this research, natural materials are studied further about the application and performance as building elements. This is a comparative descriptive research with a quantitative approach using experimental methods with physical models and direct observation. The results showed that the luffa material worked optimally as a humidity absorber wall with an average 9,07% decrease in humidity. In its application, natural material as an architectural wall can be applied on the lower part of the wall for the ground floor and in the middle of the wall parallel to human height on the upper floors of high buildings.Keywords: Natural material, hygroscopic, air humidity, building walls
Rekayasa Fasad Penurun Temperatur Ruang Gedung Kalimantan DJBC Jakarta sebagai Penerapan Arsitektur Hemat Energi Fariza Nur Amalina; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi energi listrik pada bangunan dapat dipengaruhi oleh rancangan bangunan itu sendiri. Perancangan bangunan yang tepat terutama pada elemen fasad dapat membantu mereduksi konsumsi energi listrik untuk menerapkan arsitektur hemat energi. Bangunan tinggi yang memiliki volume bangunan besar tentunya memprioritaskan sistem penghawaan buatan (Air Conditioner) sebagai sistem penghawaan utama seperti pada Gedung Kalimantan DJBC Jakarta untuk menciptakan kenyamanan termal didalam bangunan. Sebagai langkah awal dalam penerapan arsitektur yang hemat energi maka penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja fasad eksisting dan memberikan rekomendasi desain pada elemen fasad untuk membantu menurunkan energi listrik AC. Selisih temperatur ruang luar dengan ruang dalam menjadi dasar perhitungan kalor atau energi yang dihasilkan oleh fasad sekaligus sebagai acuan untuk membuat rekomendasi desain. Pengaplikasian elemen shading device horizontal mampu menurunkan konsumsi energi listrik Air Conditioner sebesar 52% (1.061,91 Wh) pada ruang barat laut, 67% (284,95 Wh) pada ruang selatan, dan 42% (1.467,64 Wh) pada ruang tenggara dalam rentang waktu yang diukur dengan mempertimbangkan selisih temperatur ruang, energi yang dihasilkan, biaya listik AC, kualitas visual, estetika, serta biaya pemasangan dan perawatan.   Kata kunci: fasad, hemat energi, temperatur ruang
Energy Conservation at Head Office Building of PT Petrokimia Gresik through Building Envelope Design Edi Jamal Abdillah; wasiska iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Standardisasi Nasional (BSN) had regulated and recommended that buidings in Indonesia should maintain to conserve  energy. Head office building of PT Petrokimia Gresik located in such orientation which the longest side of the building always receives the annual sun radiation. the building envelope uses transparant material with 80% ratio of the surface and no shading device installed. This causes overheat  inside the building and more cooling devices are needed and affects to the energy consumption. Evaluative method in the form of observation and energy audit are applied to describe the real conditions and measure the energy consumption to obtain some inputs and recommendations. Experimental method is also applied to review the recommendations which may have effect to conserve energy.based on the audit, the IKE’s numbers are above the standard  while the dominant aspect for this case is cooling system. Through the envelope design approach with alternatives in the form of adjust the transparent material, adding shading devices, and double skin, obtained that combination between changing the transparent material and using double skin facade could decrease the energy consumption number reached 3,18%. With combination of tecnical recommendation in form of changing existing tools into low energy tools, the total yield could reach 41,1%. The IKE’s numbers could be decreased from 261 kWh/m2/year into 153,67 kWh/m2/year. Keywords: Energy Conservation, Office Building, Building Envelope
Strategi Pencahayaan Alami SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo Shabrina Ayu Lazuardi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan visual manusia pada proses belajar-mengajar di sekolah. Dalam hal ini orientasi bangunan, posisi, dimensi, material dan jenis jendela serta pembayang matahari menjadi suatu penentu dalam menentukan kualitas pencahayaan alami dalam ruang. Tingginya tingkat pencahayaan dan kurang meratanya distribusi cahaya dalam ruang dapat menimbulkan ketidaknyamanan proses belajar-mengajar, termasuk di SMKN 2 Kraksaan. Beberapa massa bangunan berorientasi barat-timur diantaranya kelas teori teknik elektro industri 3, ruang gambar teknik gambar bangunan 2, dan ruang bengkel teknik kendaraan ringan. Ketiga ruang tersebut memiliki permasalahan pada posisi jendela barat-timur, luas jendela melebihi standar rasio ruang, penggunaan material clear glass pada jendela, serta kurangnya dimensi pembayang matahari. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode eksperimental untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel serta mengetahui layout tingkat dan distribusi cahaya pada ruang sampel. Berdasarkan hasil analisa visual, pengukuran lapangan, simulasi rekomendasi, dan analisis menunjukkan bahwa tingkat dan distribusi cahaya alami pada ketiga ruang telah memenuhi standar. Rekomendasi desain meliputi perubahan dimensi dan posisi jendela, material kaca, dan tipe pembayang horizontal dan vertikal. Persentase zona nyaman ruang kelas mencapai 81,8% dengan rata-rata 297 lux, ruang gambar 64,3% dengan rata-rata 778 lux, dan ruang bengkel 66,5% dengan rata-rata 824,6 lux.
Evaluasi Desain Asrama Siswa dalam Aspek Kenyamanan Termal pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur Fenesa Fidi Kirani; Wulan Astrini; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.683 KB)

Abstract

Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur merupakansekolah negeri yang memiliki fokus peminatan pada bidang olah raga. Sebelum dansetelah melakukan aktivitas sekolah dan olahraga, siswa menghabiskan waktunyauntuk beristirahat di dalam asrama. Asrama siswa seharusnya nyaman secara termalagar siswa tetap sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Permasalahan utamaasrama adalah pada orientasi bangunan yang belum menyesuaikan dengan kondisiiklim tropis lembab, sehingga berdampak terhadap kenyamanan termal ruang kamarasrama. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengukuran langsungterhadap temperatur, kelembaban, dan kecepatan aliran udara pada sampel kamarterpilih. Pembagian kuesioner dilakukan untuk mengetahui sensasi termal, tingkatkepuasan, aktivitas, pakaian yang digunakan, dan perlakuan siswa terhadap jendela,ventilasi, serta pembayang matahari internal. Hasil dari penelitian menunjukkanbahwa kenyamanan termal pada asrama siswa belum tercapai. Rekomendasi desainyang diberikan yaitu dengan mengganti seluruh bukaan pada asrama sesuai denganstandar SNI, yaitu tipe bukaan yang telah digunakan pada lantai 1 asrama putri.Pembayang matahari eksternal dengan sudut 450 sepanjang 0,8 m diterapkan untukmelindungi bukaan dan dinding dari paparan radiasi matahari langsung dari sisi timurdan barat. Desain bangunan hasil rekomendasi dibandingkan dengan bangunaneksisting melalui simulasi digital, hasilnya menunjukkan terjadi penurunan temperatursebesar 0,2 0C hingga 2,2 0C.Kata kunci: Kenyaman termal, Iklim tropis lembab, Asrama siswa
Pengaruh Penggunaan Material Alami terhadap Performa Pencahayaan Alami Pada Bangunan Alfa Omega School Tangerang. Fildza Mulia Rachma; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu elemen utama bagi sebuah ruang, khususnya ruang belajar. Disamping itu, penggunaan material sebagai material utama pada ruang belajar dianggap dapat memberikan kesan gelap atau suram. Akan tetapi bangunan Alfa Omega School menggunakan material alami secara keseluruhan sebagai material utama bangunan mulai dari material struktur hingga selubung bangunan. Bangunan sekolah ini juga tidak menggunakan pencahayaan buatan di siang hari, melainkan hanya dengan memanfaatkan cahaya alami, aktivitas ajar mengajar di dalam kelas tetap terjalani dengan lancar. Setiap massa pada sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda – beda yang dapat mempengaruhi performa pencahayaan alami pada ruang – ruang belajar, seperti orientasi, dimensi bukaan, material, dan pembayang. Untuk mengetahui adanya pengaruh dari penggunaan material terhadap performa pencahayaan alami, penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat dengan membandingkan antara variabel – variabel terkait terhadap variabel tingkat distribusi cahaya. Selain itu, penelitian juga menggunakan metode analisis visual, pengukuran, simulasi, dan kuesioner. Setelah menghubungkan hasil sintesis satu sama lain maka diketahui bahwa ketiga ruang sampel memiliki tingkat pencahayaan alami yang sudah memenuhi standar, akan tetapi belum memenuhi standar rasio UDF. Secara keseluruhan, tingkat distribusi (UDF) pada tiap ruang sampel dipengaruhi oleh penggunaan material alami dengan adanya korelasi sebesar 73%. Disisi lain, menurut siswa sebagai pengguna ruang kelas sudah merasakan kenyamanan visual yang cukup dengan mayoritas suara sebanyak 63%.   Kata kunci: Pencahayaan alami, material alami, tingkat distribusi pencahayaan alami, Alfa Omega School, kenyamanan visual
Co-Authors Adam Pangestu Kusmana adelia fajar islami Adhyaksa Dwipantara Adita Ronarizkia Agita Rahmawati Agung Riyadhi Agus Mujahid Anshori Ainul Hayat Ainul Hayat Andika Citraningrum annisa amelia Aprilia Prihatmi Riski Arundati, Indira Arvin Putra Pratama ASTI AINUN NABILAH Ayu Diarifa Tamara Bima Juliansyah bryantama arsyada Chairil Budiarto Amiuza Chici Nur Ayum Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah Diah Agustina Puspitasari, Diah Agustina Edi Jamal Abdillah Erika Putri Eryani Nurma Yulita Fadhila Hasna Fadhila Hasna Fariza Nur Amalina Fauziah, Septia Hana Fenesa Fidi Kirani Fernanda Ayuning Putri Fidelista, Alya Nafisa Fildza Mulia Rachma Fitriana, Dhanar Dwi Fitriani, Rika Nur Gaol, Nanda Lumban Gean Putri Cahyani Gunawan Prayitno Hagus Tarno Hagus Tarno Hamzah, Rafi Arva Putra Herry Santosa Heru Sufianto Hilmy, Ayu Nur Izzati Jenny Ernawati Jono Wardoyo Jono Wardoyo Kamila, Virda kevin xaverius putra sewi Kintan Syahla Septiani Kurnianto, Immanuel Yoshua Ladira Aprilia Tarigan Lavica Vioveta M Ramy Dhia Humam Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri Muhammad Hanif Aqila Mutyara Ayu Werdiningsih Nabilah, Putri Lukky Nadia Khairarizki Nenobi Zahra Nugrahanto, Alfi Surya Purnama Nugroho, Pradipta Widyo Nur Azizah Oliver Hartanto Pandu Praja Mukti Wardhana Pramata Alvina Prameswari, Fidiya Nada Galuh Puteri Aulia Novianggi Putra, Aditya Pratama Putri Nawang Wulan Rachel Felicia Rahayu, Agustina Rahmadhana, Anitsa Rahmat Ardiansyah Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani Ratrika Rafhaella Reza Maulana Mujahiddin Ridzky Adwiputra Nugroho Rika Nur Fitriani Riyan Firdaus Putra Anugra Rizka Putri Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari Sari, Mariyana Septia Hana Fauziah Shabrina Ayu Lazuardi Siela Mara Nabela Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana Sumarto, Tria Are TAFIF PRANATA AKBAR Thojib, Jusuf Tita Maharani Titi Dwita Pasamurti Vania Yunike Victoria Pratiwi Suyatno Viriya Panna Peksirahardjo Viza Vicenza Wayu L Syuhaya Wulan Astrini Yunita Eka Puspitasari Yusuf Utomo Zai Dzar Al Farisa Zerita Zahrotul Makkah