Claim Missing Document
Check
Articles

PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KELAS PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS KATHOLIK SANTA MARIA MALANG kevin xaverius putra sewi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cahaya matahari merupakan sumber pencahayaan alami yang digunakan sebagai salah satu unsur bangunan dalam mendesain bangunan karena fungsinya yang ramah lingkungan tanpa membutuhkan cahaya buatan pada pagi dan siang hari. Penelitian ini merupakan pengukuran pencahayaan dan kuisioner survei persepsi kenyamanan visual terhadap ruang kelas di SMAK Santa Maria Malang. Dipilihnya bangunan tersebut dikarenakan kondisi ruang kelasnya yang terlihat dan terasa kurang terang pada berbagai ruang kelas dan terdapat beberapa ruang yang cahaya masuknya tidak merata. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif penelitian kuantitatif yaitu pengukuran intensitas pencahayaan di dalam ruang kelas dan penelitian kualitatif yaitu kuisioner yang dibagikan kepada guru dan murid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil data pengukuran dan survei yang akan dibandingkan dengan standar SNI sehingga dapat dilihat ruangan tersebut sesuai atau tidak. Ruang kelas yang diteliti terdapat total 17 ruang kelas yang berada di lantai satu dan dua, dengan waktu pengukuran diambil pada siang hari. Hasil penelitian memiliki mayoritas hasil dibawah standar dan hanya 3 dari 17 ruang kelas yang memiliki hasil yang sesuai standar, sedangkan menurut survei guru dengan 62,5 % dan murid dengan 68 % menyatakan pencahayaan alami di ruang kelas secara keseluruhan memuaskan.
Kenyamanan Termal Pasar PON Trenggalek Berdasarkan Persepsi Pengguna Bangunan Erika Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Kenyamanan pada suatu area sangat penting untuk membantu aktivitas yang berlangsung dalam ruangan. Dalam mewujudkan kenyamanan termal pada bangunan gedung hijau dibutuhkan strategi salah satunya yaitu sistem pendinginan pasif. Pendinginan pasif yaitu upaya mendinginkan ruangan tanpa menggunakan alat elektrikal. Pasar PON Trenggalek merupakan bangunan gedung hijau yang menggunakan penghawaan alami, meskipun masih belum maksimal dalam mengeluarkan udara panas. Rumusan masalah yang diperoleh mengenai evaluasi kinerja pendinginan pasif dan evaluasi kenyamanan termal pasar PON Trenggalek berdasarkan persepsi pengguna bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pendinginan pasif serta kenyamanan termal Pasar PON Trenggalek berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang dipakai pada penelitian adalah metode kualitatif serta kuantitatif dengan melakukan analisis visual, pengukuran lapangan meliputi temperatur, kelembaban, kecepatan angin dan temperatur radiasi. Kemudian penyebaran kuesioner, serta perhitungan PMV dan PPD. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan suhu ruang yang melebihi standar serta masih banyak pengguna yang merasakan ketidakpuasan. Karena dari hasil kuesioner yang didapatkan lebih dari 10% responden merasakan ketidaknyamanan. Selanjutnya dari hasil analisis, pengukuran serta hasil kuesioner dapat dijadikan alternatif rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja pendinginan pasif. Alternatif rekomendasi yang diperoleh seperti menambahkan shading device, mengganti material kaca tipe panasap menjadi tipe spectrally selective, menambah lapisan aluminum foil pada atap galvalum, memperluas lubang udara pada stack effect dan menambahkan lubang udara di atas dinding ruang kios. Kata kunci: kenyamanan termal, pendinginan pasif, kuesioner, dan PMV PPD.
Hubungan Elemen Arsitektural Terhadap Pembentukan Soundscape Balai Kota Tangerang Oliver Hartanto; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Ruang terbuka publik di Balai Kota Tangerang di pusat kota memberikan pengalaman ruang yang indah dan sesuai dengan budaya setempat. Ini tidak hanya terlihat, tapi juga terdengar. Elemen arsitektural memainkan peran dalam membentuk soundscape di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana elemen arsitektural membentuk soundscape di ruang terbuka publik Balai Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, termasuk studi literatur, observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara. Suara di Ruang terbuka publik Balai Kota Tangerang dipengaruhi oleh aktivitas di dalam ruang terbuka publik itu sendiri. Sebagian elemen arsitektural yang membentuk soundscape hanya bertujuan memberi kesan estetis pada aspek visual, sementara yang lain memiliki peran sebagai filter atau barrier. Ada peluang untuk meningkatkan dinamika yang baik dan saling menguntungkan dari sudut pandang audial agar terkoneksi dengan elemen visual dan meningkatkan Enabled Outcome menjadi sangat tinggi. Kata kunci: soundscape, elemen arsitektural, ruang terbuka publik
Strategi Pendinginan Pasif Bangunan Aula Serbaguna Sekolah Menengah Atas di Kota Malang Melalui Modifikasi Atap Pramata Alvina; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah ruangan. Untuk meningkatkan kualitas termal pada sebuah bangunan, selubung bangunan, ventilasi, material, dan pemilihan warna cat perlu dipertimbangkan guna mengurangi radiasi matahari langsung dan pergerakan angin untuk pendinginan selubung bangunan pada bangunan. Pemilihan objek penelitian yakni Aula Serbaguna Malang didasari karena keluhan yang didapat terkait kondisi termal yang ada pada bangunan dikarenakan tingkat ventilasi yang rendah dan kualitas udara yang pengap dan lembap akibat pemilihan material atap yang menggunakan seng dengan lapisan cat berwarna cokelat tua. Pengukuran lapangan dilakukan untuk memperoleh data temperatur udara, temperatur radian, kecepatan angin dan juga kelembapan pada ruang yang kemudian disimulasikan dan divalidasi menggunakan Ecotect Analysis 2011. Hasil pengukuran dinyatakan valid dengan relative error rata-rata di bawah 15%. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa kondisi lingkungan termal objek penelitian tidak nyaman menurut SNI
Faktor Yang Mempengaruhi Akustik Lingkungan Di Kawasan Heritage Braga Bandung annisa amelia; Wasiska Iyati; Andika Citraningrum; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, lokasi survey berada di kawasan historis Braga Bandung. Penelitian ini didesain untuk menganalisis karakter soundscape dan faktor subjektif yang mempengaruhi evalusi terhadap akustik lingkungan kawasan. Oleh sebab Braga Bandung merupakan salah satu kunci utama dari destinasi wisata yang telah mengalami beragai rekonstruksi akutik lingkungannya. Peelitian ini menggunakan survey lapangan di sepanjang Braga Panjang untuk mendapatkan data tinkat suara dan video VR selama enam periode waktu yang berbeda. Kemudian, seluruh data terkumpul menjdi bahan untuk melakukan kusioner online. Dimana Hasil pengujian pada kuesioner online menunjukan bahwa karakter suara intens dan semarak dominan dengan persentase 9-6%. Uji korelasi terhadap kalibrasi suara dan evaluasi akustik lingkungan menunjukan nilai rasio 0/6 atau tidak ditemukan keterhubungan diantara keduanya. Dalam pengujian korelasi evaluasi akustik lingkungan terhadap faktor psikoakustikal, sosial, behavioral, dan demografi menunjukan korelasi yang variatif dikeenam periode waktu. Lebih lanjut, sumber suara alam dengan persentase 10%-8% dan aktivitas manusia 8%-3% merupakan sumber suara yang terpilih untuk dipertahankan. Kata kunci: Karakter Suara, Akustik Lingkungan, psikoakustika
Pusat Wisata Kesehatan Mental (Wellness Resort) dengan Fasilitas Berbasis Salutogenesis di Ubud Bali Bima Juliansyah; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 dan munculnya pandemi Covid-19 berdampak pada tekanan psikologis manusia yang berjalan lurus dengan peningkatan penderita gangguan kesehatan mental. WHO menyebutkan dalam tahun 2019 sebanyak 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan mental. Kesehatan mental adalah keadaan keseimbangan individu untuk mampu berfungsi secara efektif yang berdampak pada kemampuan untuk bertindak produktif dan berkontribusi kepada masyarakat. Dibuatlah gagasan perencanaan desain fasilitas wisata kesehatan yang berfokus pada paningkatan kesehatan mental dalam bentuk resor kesehatan dengan fasilitas yang terdiri dari spa, yoga, pusat kebugaran, meditasi, pusat spiritual, pusat pendidikan, area hewan peliharaan, unit kesehatan, dan fasilitas aktivitas luar ruangan. Pendekatan arsitektur yang digunakan adalah arsitektur berbasis salutogenesis yang dikembangkan oleh arsitek Alan Dilani berdasarkan teori salutogenesis Antonovsky. Elemen desain berdasarkan salutogenesis terdiri dari crowding space, nature, landmarks, daylight, sunlight, windows, the restorative environment, accessibility and way finding, color, music/noise, art/aesthetic elements, culture dan space for social support. Desain yang dihasilkan berupa ruang binaan yang dapat menghubungkan manusia dengan alam secara visual dan fisik, dilengkapi dengan kemudahan aksesibilitas, meningkatkan dukungan dan komunikasi sosial, dan secara langsung memberikan kepuasan visual, suara dan kelengkapan fasilitas dan dapat memberikan peningkatan kualitas kesehatan mental manusia.
STRATEGI TATA CAHAYA INTERIOR UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA VISUAL MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL DI JAKARTA Puteri Aulia Novianggi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMuseum memiliki peran yang cukup penting dalam pertumbuhan unsur sosial, komersial dan budaya, karena museum memiliki koleksi yang misalnya dapat melihat proses tumbuhnya unsur-unsur tersebut menjadi seperti sekarang ini. Pencahayaan buatan dalam ruangan pamer adalah satu hal yang cukup utama bagi keberhasilan sebuah museum untuk mengoptimalkan visual, memberikan efek dramatis dan fokus terhadap obyek yang dipamerkan. Berdasarkan SNI 6197-2011 mengenai Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan tahun 2011 disebutkan bahwa tingkat pencahayaan ruang pameran dengan kenyamanan visual adalah 300-500 Lux. Hal yang membuat pameran pada Museum Kebangkitan Nasional ini kurang menarik adalah tata cahaya dalam ruang pamer yang ada pada Museum Kebangkitan Nasional masih kurang maksimal dalam penggunaannya. Sistem pencahayaan yang digunakan dalam ruang pameran tetap Museum Kebangkitan Nasional lebih berfokus terhadap pencahayaan general dan sirkulasi dalam ruang pameran, sehingga koleksi yang dipamerkan belum mendapatkan fokus dan kurang menarik bagi para pengunjung. Penelitian eksperimental pada penelitian ini digunakan untuk mendapatkan rekomendasi desain dalam meningkatkan performa visual Museum Kebangkitan Nasional Jakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lampu yang digunakan pada ruang pameran tetap Museum Kebangkitan Nasional Jakarta perlu untuk diganti.Kata kunci: pencahayaan buatan, ruang pamer, museum
Strategi Peningkatan Kinerja Pendinginan Pasif Bangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Kautsar di Malang bryantama arsyada; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren mahasiswa merupakan sebuah wadah bagi para mahasiswa yang hendak mendapatkan mendapatkan ilmu dunia tanpa meninggalkan agamanya, karena di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan bermanfaat yang terstruktur untuk menghadapi banyaknya hal-hal negatif yang dihasiklan oleh pergaulan yang salah. Penghawaan alami dalam bangunan pondok pesantren merupakan strategi pendinginan pasif yang dapat dikembangkan untuk memaksimalkan kondisi termal bangunan. Dalam (SNI-03-6572) menjelaskan bahwa batas toleransi kenyamanan termal dengan kisaran angka 20.5°C-27.1°C. Meskipun dalam kenyataannya sebagian besar bangunan ini sudah masuk dalam kategori nyaman secara termal, bangunan ini tetap menyisakan ruang-ruang yang belum bisa dikatakan nyaman secara termal. Sedikitnya bukaan ventilasi menyebabkan udara di dalam bangunan terus berputar dengan minimnya proses pertukaran udara. Penelitian eksperimental pada penelitian ini digunakan untuk mendapatkan rekomendasi desain guna meningkatkan performa penghawaan alami bangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Kautsar Malang. Hasil dari penelitian ini memberikan rekomendasi desan berupa rubahan sistem sirkulasi udara dan material atap yang digunakan. Kata kunci: penghawaan alami, pendinginan pasif, pondok pesantren
Strategi Pendinginan Pasif pada Gedung A Griya Universitas Brawijaya Malang Rika Nur Fitriani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan suhu global merupakan realita permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini. Hal tersebut menimbulkan permasalahan termal pada bangunan terutama dalam faktor penghawaan. Strategi pendinginan pasif dapat menjadi solusi karena bertujuan untuk menurunkan suhu di dalam bangunan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk beraktivitas. Strategi tersebut dapat diterapkan pada hunian vertikal dimana bangunan ini memiliki fungsi hunian untuk banyak orang dengan aktivitas yang cukup signifikan sehingga diperlukan tingkat kenyamanan termal yang baik untuk kenyamanan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui strategi pendinginan pasif pada Gedung A Griya Universitas Brawijaya menggunakan metode evaluatif dengan pengukuran lapangan dan analisis elemen pendinginan pasif serta metode eksperimental menggunakan bantuan software Energy 2D. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pendinginan pasif seperti shading device, bukaan, dan ventilasi alami berpengaruh pada kondisi termal bangunan. Selanjutnya, hasil dari rekomendasi penerapan elemen pendinginan pasif menunjukkan adanya penurunan suhu ruang dalam sebanyak 0.7°C -3.3°C sehingga suhu berada pada batas suhu nyaman Kota Malang yakni 22.4°C -27.4°C. Kata kunci : pendinginan pasif, bukaan, shading, ventilasi alami, suhu ABSTRACT Global temperature rise is a reality that humanity is facing today. This issue has resulted in thermal problems in buildings, especially the ventilation factor. A passive cooling strategy can be the solution since it can reduce in-building temperature to improve indoor air quality and create a comfortable environment for indoor activities. This strategy can be applied in vertical housings with residential function for many people with significant activities, that also require a good level of thermal comfort to ensure the residents’ well-being. This research aims to understand the passive cooling strategy in Building A of Griya Universitas Brawijaya. This research relies on evaluative method with field measurement and analysis of passive cooling elements, and experimental method using the Energy 2D software. This research indicates that the passive cooling strategy application, such as shading devices, openings, and natural ventilation, affects the building’s thermal condition. This research suggests that the application of this strategy has an impact on reducing the indoor temperature by 0.7°C -3.3°C to the level of Malang City’s comfortable temperature limit which is in the range of 22.4°C -27.4°C. Keywords : passive cooling, opening, natural ventilation, temperature
Perancangan Coffee Center di Kota Batu dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri Zerita Zahrotul Makkah; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah tingkat apresiasi yang tinggi dan tren menjamurnya kedai kopi era third wave coffee culture, fasilitas eduwisata kopi di Kota Wisata Batu masih sangat minim. Padahal, Kota Batu dikelilingi salah satu wilayah produsen kopi terbesar di Jawa Timur dan memiliki catatan historis industri kopi yang mengakar. Perancangan ini ditujukan untuk menciptakan sebuah fasilitas eduwisata kopi terpadu dengan museum dan workshop kopi yang dapat mewadahi apresiasi masyarakat terhadap kopi nusantara sekaligus upaya pemberdayaan pelaku industri kopi Malang Raya, khususnya pada sektor hilir. Arsitektur biomimikri diimplementasikan bertahap berdasarkan paradigma desain pragmatisme dengan strategi desain predictive modelling. Metode desain ini digunakan sebagai alat interpretasi strategi desain alami yang diaplikasikan pada desain arsitektur. Akhir penjelajahan dari proses ini menghasilkan desain solutif dengan konsep utama mengambil inspirasi dari kopi sebagai biological model. Konsep utama desain aspek tata massa mengambil konsep konfigurasi tumbuh ceri pada percabangan dalam menerapkan keterhubungan dan kesinambungan; aspek bentuk dan fasad yang meniru morfologi fungsi lapisan ceri kopi sebagai selubung yang melindungi; serta pada konsep ruang dalam yang meniru sistem penataan lapisan ceri kopi yang dari anatomi kopi. Keempat aspek ini diaplikasikan secara menyeluruh pada fasilitas museum kopi, hall, kafe & workshop, serta masjid sebagai fasilitas penunjang.
Co-Authors Adam Pangestu Kusmana adelia fajar islami Adhyaksa Dwipantara Adita Ronarizkia Agita Rahmawati Agung Riyadhi Agus Mujahid Anshori Ainul Hayat Ainul Hayat Andika Citraningrum annisa amelia Aprilia Prihatmi Riski Arundati, Indira Arvin Putra Pratama ASTI AINUN NABILAH Ayu Diarifa Tamara Bima Juliansyah bryantama arsyada Chairil Budiarto Amiuza Chici Nur Ayum Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah Diah Agustina Puspitasari, Diah Agustina Edi Jamal Abdillah Erika Putri Eryani Nurma Yulita Fadhila Hasna Fadhila Hasna Fariza Nur Amalina Fauziah, Septia Hana Fenesa Fidi Kirani Fernanda Ayuning Putri Fidelista, Alya Nafisa Fildza Mulia Rachma Fitriana, Dhanar Dwi Fitriani, Rika Nur Gaol, Nanda Lumban Gean Putri Cahyani Gunawan Prayitno Hagus Tarno Hagus Tarno Hamzah, Rafi Arva Putra Herry Santosa Heru Sufianto Hilmy, Ayu Nur Izzati Jenny Ernawati Jono Wardoyo Jono Wardoyo Kamila, Virda kevin xaverius putra sewi Kintan Syahla Septiani Kurnianto, Immanuel Yoshua Ladira Aprilia Tarigan Lavica Vioveta M Ramy Dhia Humam Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri Muhammad Hanif Aqila Mutyara Ayu Werdiningsih Nabilah, Putri Lukky Nadia Khairarizki Nenobi Zahra Nugrahanto, Alfi Surya Purnama Nugroho, Pradipta Widyo Nur Azizah Oliver Hartanto Pandu Praja Mukti Wardhana Pramata Alvina Prameswari, Fidiya Nada Galuh Puteri Aulia Novianggi Putra, Aditya Pratama Putri Nawang Wulan Rachel Felicia Rahayu, Agustina Rahmadhana, Anitsa Rahmat Ardiansyah Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani Ratrika Rafhaella Reza Maulana Mujahiddin Ridzky Adwiputra Nugroho Rika Nur Fitriani Riyan Firdaus Putra Anugra Rizka Putri Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari Sari, Mariyana Septia Hana Fauziah Shabrina Ayu Lazuardi Siela Mara Nabela Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana Sumarto, Tria Are TAFIF PRANATA AKBAR Thojib, Jusuf Tita Maharani Titi Dwita Pasamurti Vania Yunike Victoria Pratiwi Suyatno Viriya Panna Peksirahardjo Viza Vicenza Wayu L Syuhaya Wulan Astrini Yunita Eka Puspitasari Yusuf Utomo Zai Dzar Al Farisa Zerita Zahrotul Makkah