Claim Missing Document
Check
Articles

Bintaro Design District Center Di Tangerang Selatan Dengan Konsep Fleksibilitas Ruang Adam Pangestu Kusmana; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada akhir 2018 para pelaku desain di kawasan bintaro, tangerang selatan mencoba sesuatu yang baru dimana membuat sebuah acara bernama Bintaro Design District. Perlunya sebuah tempat yang akan menjadi sebuah pusat dan dapat mewadahi kegiatan yang ada pada event Bintaro Design District itu sendiri untuk kedepannya, yang disebut sebagai Bintaro Design District Center / BDD Center. Fenomena maraknya perancangan pusat desain (Design Center) dipicu oleh anggapan bahwa pusat desain dapat mewadahi berbagai macam aktivitas dan kegiatan dalam satu bangunan, sehingga menimbulkan tuntutan ruang tersendiri untuk menyelenggarakan berbagai aktivitas dan kegiatan. Penerapan konsep fleksibilitas ruang menjadi jawaban karena dapat memfasilitasi kebutuhan akan aktivitas dan kegiatan yang beragam sehingga pengembangan fleksibilitas ruang dapat meningkatkan fungsionalitas dari bangunan itu sendiri. Untuk perancangan Bintaro Design District Center ini menggunakan metode pragmatisme agar mendapatkan hasil yang terbaik dengan predictive modelling. Hasil desain berupa ruangan yang memiliki berbagai alternatif terkait fleksibilitas ruang. Penerpan fleksibilitas ruang sendiri diterapkan pada ruang serbaguna dan ruang pertemuan, yaitu Ruang Kerja Studio, Ruang Kuliah Umum, Ruang Pameran, dan Ruang Teater. Penerapan pada ekspansibilitas melalui penggunaan moveable partition dan loose furniture, sementara konvertabilitas melalui penggunaan loose furniture dan multifunction furniture, sementara versatilitas melalui penggunaan loose furnitre dan moveable ceiling. Kata kunci: Bintaro Design District Center, Fleksibilitas Ruang, Pragmatisme
Implementasi Material Glass Block Pada Co Living Di Kota Bekasi Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data SBH dan BPS, total rata-rata pengeluaran per kapita sebesar Rp. 4.119.168 di tahun 2018 dan jumlah penduduk mencapai lebih dari 2,5 juta jiwa (2.543.676 jiwa) di tahun 2018-2020 menimbulkan kebutuhan kaum milenial dalam menyewa hunian dibandingkan dengan membelinya. Solusi dalam menyelesaikan permasalahan kebutuhan hunian sewa adalah dengan rumah sewa co living sebagai sarana kehidupan yang terjangkau bagi pekerja, traveler, nomaden digital, atau mahasiswa serta co living yang dapat dikatakan lebih mudah diakses di kota-kota besar serta keterjangkauan fasilitas yang disertakan. Dalam mewadahi aktivitas beragam dalam co living dibutuhkan pencahayaan cukup dalam menunjang produktivitas kerja manusia dalam sebuah ruangan salah satunya pencahayaan alami. Solusi terhadap kebutuhan kuat pencahayaan alami adalah menggunakan material glass block yang memiliki potensi tinggi sebagai material yang dapat menyalurkan dan mengurangi cahaya. Untuk perancangan hunian sewa co living menggunakan metode pragmatisme agar memperoleh perancangan terbaik melalui predictive modelling. Hasil desain berupa hunian sewa co living dengan implementasi material glass block berdasarkan strategi pencahayaan alami, preferensi tipe serta peletakan glass block dan kaca standar. Glass block yang terpilih yaitu glass block grid, wave, dan clear memiliki beberapa fungsi dengan hasil penentuan penempatannya sebagai partisi , selubung, dan fasad bangunan.
PENGARUH DESAIN PASIF BANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL SMAK KOLESE SANTO YUSUP MALANG Kurnianto, Immanuel Yoshua; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan merupakan aspek yang diperhatikan dalam membangun bangunan. Salah satu jenis kenyamanan bangunan adalah kenyamanan termal. Kenyamanan termal sendiri secara umum dipahami sebagai kenyamanan pada situasi di mana lingkungan tubuh sedang panas. Kondisi kenyamanan termal selalu berhubungan dengan suhu udara. Peraturan Menteri PU Nomor 29 Tahun 2006 menjelaskan beberapa standar kenyamanan bangunan gedung, antara lain kenyamanan termal, kenyamanan akustik, kenyamanan visual, dan kenyamanan ruang gerak. Bangunan Kelas Baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang berorientasi dengan sisi terpanjang menghadap timur-barat. Kenyamanan termal di Bangunan Kelas Baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang perlu dikaji mengingat temperatur ruangan pada bangunan tersebut yang panas, terutama di siang hari. Pengamatan visual di lapangan dan pengukuran kondisi lingkungan termal di lapangan dilakukan untuk meneliti lingkungan termal pada bangunan sekolah. Mengumpulkan data eksisting dengan cara secara langsung melakukan pengukuran dan observasi penghawaan pada ruang kelas menggunakan alat Thermo Hygrometer. Penilitian ini berfokus pada desain pasif bangunan ruang kelas baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang dengan lingkungan termal eksisting, dengan hasil penelitian suhu rata rata sebesar 29.11 dan suhu ruang tertinggi sebesar 32.10. Desain pasif bangunan ruang kelas baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang berpengaruh terhadap lingkungan termal eksisting. Berdasarkan analisis desain pasif berdasarkan variabel desain yang mempengaruhi kinerja termal pada bangunan. Aspek bentuk bangunan, bukaan bangunan, dan selubung bangunan ruang kelas baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang belum memenuhi standar dan masih dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan termal eksisting.
Pengaruh Desain Pencahayaan Alami Terhadap Persepsi Kenyamanan Visual Pengguna Ruang Gedung SMA Genrus Nusantara Boarding School Kendal Nugrahanto, Alfi Surya Purnama; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami memainkan peran penting dalam perencanaan arsitektur karena meningkatkan kenyamanan, kesehatan, keamanan, dan estetika ruangan. Di sektor pendidikan, pencahayaan alami sangat penting karena dapat meningkatkan kenyamanan visual, suasana, dan produktivitas, serta mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan, meningkatkan efisiensi energi bangunan pendidikan. Penelitian ini mengkaji pengaruh desain pencahayaan alami terhadap persepsi kenyamanan visual pengguna ruang di Gedung SMA Genrus Nusantara Boarding School Kendal melalui observasi lapangan, pengukuran intensitas pencahayaan, dan kuesioner kenyamanan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pencahayaan alami yang baik dapat meningkatkan kenyamanan visual dan produktivitas pengguna ruang. Faktor seperti orientasi bangunan, jenis material, dan desain jendela sangat penting untuk mendapatkan pencahayaan alami yang baik. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan material yang tepat dan teknik pembayangan yang sesuai dapat mencapai pencahayaan alami yang ideal. Ada korelasi kuat antara desain pencahayaan alami dan persepsi kenyamanan visual oleh pengguna ruang, dengan tahapan akhir berupa rekomendasi yang mencakup penggunaan material jendela yang tepat, pemilihan warna interior yang sesuai, dan teknik tata cahaya khusus untuk memaksimalkan pencahayaan alami.
Tata Akustik Ruang Ibadah Masjid Al-Fattah di Kabupaten Tulungagung Fitriana, Dhanar Dwi; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masjid Al-Fattah yang berada Kabupaten Tulungagung mendapatkan paparan kebisingan secara langsung dari aktivitas lalu lintas sehingga kinerja selubung bangunan dan konfigurasi ruang luar dalam mengurangi kebisingan yang masuk dalam bangunan belum maksimal. Material eksisting menggunakan bahan yang bersifat pemantul bunyi memengaruhi distribusi bunyi dan volume ruang yang cukup besar berpengaruh terhadap waktu dengung yang lebih lama di dalam ruang ibadah Masjid Al-Fattah. Berdasarkan pengukuran selisih tingkat kebisingan ruang luar dan ruang dalam Masjid Al-Fattah masih melebihi standar KEP 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Berdasarkan pengukuran kinerja selubung bangunan dan konfigurasi ruang luar dalam mengurangi kebisingan yang masuk ke dalam ruang ibadah Masjid Al-Fattah belum maksimal. Berdasarkan pengukuran tingkat tekanan bunyi pada ketinggian 90 cm, 120 cm, dan 150 cm ruang ibadah Masjid Al-Fattah memiliki distribusi yang merata karena hasil pengukuran antar titik ukur dengan posisi terjauh tidak lebih dari 6 dB. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus sabine waktu dengung di dalam ruang ibadah mencapai 4,65 detik pada frekuensi 500 Hz sehingga belum sesuai dengan SNI 03-6386-2000. Perbaikan yang dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi eksisting diantaranya penambahan material softboard 13 dan kalsiboard, mengganti plafon dengan fine fissured high nrc, atau menambahkan rockwool dengan ketebalan 5 cm pada plafon. Kata kunci : tata akustik masjid, selisih tingkat kebisingan, distribusi bunyi, waktu dengung ABSTRACT Al-Fattah Mosque in Tulungagung district is exposed to noise directly from traffic activity so the performance of the building cover and the configuration of the outdoor space in reducing the noise that enters the building is not maximum. The existing material using sound-reflective materials affects the distribution of noise and a considerable amount of space has an effect on the longer timing in the Al-Fattah Mosque worship room. Based on the measurement of the difference in the noise level of the outer space and the space inside Al- Fattah mosque still exceeds the KEIP 48/MENLH/11/1996 standard on Baku Noise Level. Based on the measurement of noise pressure levels at heights of 90 cm, 120 cm, and 150 cm, the Al-Fattah mosque has a uniform distribution due to the results of measurements between the measuring points with the most distant positions not more than 6 dB. According to the calculation using the sabine formula, the timing time in the worship room reaches 4.65 seconds at a frequency of 500 Hz so it is not in accordance with SNI 03-6386-2000. Improvements can be made by taking into account existing conditions such as adding softboard 13 and Kalsiboard material, replacing the ceiling with fine fissured high nrc, or adding rockwool with a thickness of 5 cm on the ceilings. Keywords : mosque acoustics, noise level differential, sound distribution, reverberation time
Pengaruh Penghawaan Alami Terhadap Persepsi Kenyamanan Suhu dan Kelembapan Udara Pengguna Rusunawa Universitas Brawijaya Dieng Prameswari, Fidiya Nada Galuh; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rusunawa Universitas Brawijaya Dieng menggunakan konsep penghawaan alami untuk memenuhi kebutuhan penghawaan di dalam bangunan. Selain menurunkan beban energi dari pendinginan buatan di dalam ruangan, jendela yang dirancang dengan baik dapat menawarkan ventilasi alami yang nyaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh desain penghawaan alami terhadap kondisi lingkungan termal eksisting bangunan dan mengetahui bagaimana desain penghawaan alami memengaruhi persepsi kenyamanan suhu dan kelembapan udara penghuni gedung. Observasi lapangan, pengukuran suhu dan kelembaban udara, serta penyebaran kuesioner dengan skala likert digunakan dalam penelitian ini. Studi menunjukkan bahwa desain penghawaan alami dapat memengaruhi kondisi lingkungan termal bangunan. Tata letak, ukuran, dan tipe bukaan dapat memengaruhi penghawaan dan pencahayaan di dalam ruangan. Hasil dari pengukuran temperatur dan kelembapan udara langsung di unit kamar sewa selama 3 hari dengan kondisi jendela terbuka menunjukkan bahwa temperatur udara rata-rata berada di atas ambang suhu nyaman Kota Malang pada waktu tertentu. Terdapat hubungan antara persepsi kenyamanan suhu dan kelembapan udara terhadap desain penghawaan alami. Kata kunci: penghawaan alami, persepsi, kenyamanan suhu dan kelembapan udara, rumah susun ABSTRACT Brawijaya Dieng University Flats uses the concept of natural ventilation to fill the building's ventilation needs. In addition to reduce the energy load from artificial cooling in a building, well-designed windows may offer cozy natural ventilation. This research aims to determine how natural ventilation design influences the perception of temperature and air humidity comfort for building users. Field observations, air temperature and humidity measurement, and distribution of questionnaires with likert scale are all used in this research. The research results show that natural ventilation design can influence the condition of the building's existing thermal environment. The layout, size, and type of openings can affect the ventilation and lighting in the room. The results of air temperature and humidity measurements in rental room units for three days with the windows open show that the average air temperature is above the comfortable temperature threshold for Malang City at certain times. There is a relationship between the perception of temperature and air humidity comfort, and natural ventilation design. Keywords: natural ventilation, perception, comfort temperature and air humidity, flats
Perancangan Stadion Brantas dengan Pendekatan Dynamic Architecture Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap sepak bola. Sebanyak 69 persen penduduk Indonesia tertarik dengan sepak bola. Namun, antusiasme yang luar biasa tidak dibarengi dengan keamanan stadion yang sesuai standar nasional atau internasional. Terbukti pada tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 135 korban jiwa. Hal ini, menarik perhatian Pemerintah Kota Batu dengan IAI Kota Malang untuk mengadakan sayembara perancangan Stadion Brantas Kota Batu. Perancangan ini bertujuan untuk menjadikan Stadion Brantas menjadi objek Sport Tourism dengan empat kriteria yaitu, Fun, Function, Facade, dan Feasible. Hal ini untuk membuat Stadion Brantas menjadi stadion yang atraktif dan tetap memperhatikan penggunaan energi, serta dampak terhadap lingkungan. Pendekatan Dynamic Architecture adalah pendekatan yang menggunakan pergerakan elemen-elemen arsitektural suatu bangunan untuk membantu penyesuaian dengan lingkungan sekitar dan mengoptimalkan kenyamanan termal, serta mengurangi penggunaan energi suatu bangunan. Menggunakan metode rasionalisme yang menggunakan preseden dalam prosesnya. Preseden tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan konsep desain yang diterapkan pada desain perancangan Stadion Brantas. Berdasarkan hasil analisis, Stadion Brantas menggunakan konsep pergerakan Static-dynamic, yang menggunakan ilusi optic untuk membuat stadion terlihat bergerak. Ilusi ini diperkuat dengan penggunaan garis imajiner pada bilah-bilah fasad yang mengadaptasi lanskap Pegunungan Arjuna. Sehingga, Stadion Brantas dapat terlihat atraktif dengan tetap memperhatikan konteks alam sekitar. Kata kunci: stadion, dynamic architecture, Kota Batu
Perancangan Kantor Sewa dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kota Malang Arundati, Indira; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setelah adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun, perekonomian Kota Malang mulai bangkit hingga mencapai titik pertumbuhan tertinggi selama satu dekade terakhir. Perkembangan tersebut berdampak pada meningkatnya permintaan kantor atau wadah untuk bekerja. Disamping kemajuan itu, hal ini juga berdampak pada tingginya angka bunuh diri di Kota Malang yang diakibatkan oleh ekonomi atau stress kerja. Maka dari itu, dibutuhkan kantor sewa dengan desain yang mampu meminimalisir stres pada penggunanya namun tetap mempertimbangkan biaya perawatan gedung, yaitu arsitektur biofilik. Metode perancangan yang digunakan sebagai acuan mendesain objek kantor sewa adalah rasionalisme dengan strategi studi preseden. Konsep desain yang tersusun akan diterapkan ke dalam desain yang terdiri dari tiga massa, yaitu dua massa kantor sewa dan satu massa penunjang. Arsitektur biofilik diterapkan pada desain sesuai dengan prinsipnya dan menekankan pengalaman manusia dengan alam meskipun berada di dalam suatu bangunan. Kata kunci: Kantor sewa, Arsitektur biofilik, Preseden, Malang
Rekayasa Fasad Mal pelayanan Publik Kota Malang untuk Mengurangi Temperatur dan Beban Pendinginan dalam Bangunan Nabilah, Putri Lukky; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan kebutuhan mendasar manusia dalam menjalankan hidup dan berkembang. Salah satu energi yang menjadi input dasar kegiatan manusia adalah energi listrik. Setiap tahunnya, sektor bangunan memiliki kenaikan konsumsi energi secara konsisten. Mall Pelayanan Publik Kota Malang sudah ada sejak tahun 1987, dibutuhkan strategi merekayasa fasad bangunan eksisting dengan fokus meningkatkan penurunan temperatur suhu ruang dalam serta beban dari energi. Salah satu alternatifnya adalah menambahkan seccondary skin. Peneletian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis data secara deskriptif komparasi dan pendekatan secara eksperimental dalam mengkaji alternatif secondary skin yang optimal diterapkan pada obyek penelitian. Hasil penelitian didapati hasil bahwa alternatif model G dapat menurunkan kenaikan temperatur suhu ruang dalam yang sebelumnya adalah 0.85 derajat celcius menjadi memiliki kenaikan 0.32 derajat celcius. didapati bahwa pengaruh antara variasi Jarak, material serta konfigurasi secondary skin yang diuji pada fasad Mal Pelayanan Publik Kota Malang. Berdasarkan variasi Jarak dan material yang diuji, terdapat penurunan temperatur suhu ruang dalam terhadap suhu lingkungan. Kata kunci: secondary skin, beban pendinginan, suhu ruang dalam
PELATIHAN ECO-PRINT DENGAN MEMANFAATKAN RANTING MANGROVE Rhizophora mucronata SEBAGAI PEWARNA ALAMI DI POKLAHSAR SUMBER REJEKI, NGULING, PASURUAN puspitasari, yunita eka; Puspitasari, Diah Agustina; Iyati, Wasiska; Sari, Mariyana; Putra, Aditya Pratama; Kamila, Virda; Sumarto, Tria Are; Gaol, Nanda Lumban; Nugroho, Pradipta Widyo; Rahmadhana, Anitsa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2339

Abstract

Ranting mangrove Rhizophora mucronata yang jatuh di area mangrove Desa Penunggul, Nguling Pasuruan hanya dibiarkan saja dan tidak dimanfaatkan lebih lanjut, meskipun diketahui ranting tersebut mengandung tannin sebesar 30% yang berpotensi digunakan sebagai bahan pewarna alami tekstil. Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi dari mangrove maka ranting mangrove di manfaatkan sebagai zat pewarna alami untuk kain eco print. Eco-print merupakan teknik pewarnaan dengan memanfaatkan bahan-bahan dari bagian tumbuhan yang mengandung tanin tinggi. Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk melatih wanita istri nelayan yang tergabung di Poklahsar Sumber Rejeki Nguling untuk membuat eco-print dengan memanfaatkan ranting daun bakau R. mucronata sebagai pewarna alami, serta menggunakan tanaman seperti daun mangrove, ranting cemara, daun jarak yang dapat ditemui dengan mudah disekitar area mangrove sebagai motif eco-print. Pelatihan ini juga bertujuan untuk mendukung Desa Penunggul sebagai desa wisata bahari Penunggul, sehingga eco-print ini menjadi salah satu produk buah tangan yang khas dari desa tersebut. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah kegiatan focus group discussion (FGD), participant learning center (PCL) melalui pelatihan dan pendampingan setelah diadakan pelatihan. Berdasarkan kuisioner yang dikumpulkan selama pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa wanita istri nelayan memiliki minat yang cukup baik untuk melanjutkan produksi eco-print dengan memanfaatkan ranting tanaman bakau R. mucronata sebagai pewarna alami. Hal ini disebabkan oleh mudahnya bahan yang mudah ditemukan disekitar sehingga menekan biaya produksi, selain itu teknik eco-print lebih mudah diaplikasikan dibandingkan teknik pewarnaan tekstil yang lain. Meskipun kelompok wanita ini memproduksi kain eco print dengan modal yang masih terbatas, tetapi mereka sudah sangat terampil dalam mengkombinasikan warna serta mengembangkan produksi kain eco print tidak hanya sebagai pashmina eco-print namun juga sebagai pakaian serta menjual produk tersebut pada toko online.
Co-Authors Adam Pangestu Kusmana adelia fajar islami Adhyaksa Dwipantara Adita Ronarizkia Agita Rahmawati Agung Murti Nugroho Agung Riyadhi Agus Mujahid Anshori Ainul Hayat Ainul Hayat Alkhairi, Muhammad Furqon Andika Citraningrum Andika Citraningrum annisa amelia Aprilia Prihatmi Riski Aris Subagiyo Arundati, Indira Arvin Putra Pratama ASTI AINUN NABILAH Ayu Diarifa Tamara Bima Juliansyah bryantama arsyada Chairil Budiarto Amiuza Chici Nur Ayum Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah Diah Agustina Puspitasari, Diah Agustina Edi Jamal Abdillah Erika Putri Eryani Nurma Yulita Fadhila Hasna Fadhila Hasna Fariza Nur Amalina Fauziah, Septia Hana Fenesa Fidi Kirani Fernanda Ayuning Putri Fidelista, Alya Nafisa Fildza Mulia Rachma Fitriana, Dhanar Dwi Fitriani, Rika Nur Gaol, Nanda Lumban Gean Putri Cahyani Gunawan Prayitno Gunawan Prayitno Hagus Tarno Hagus Tarno Hamzah, Rafi Arva Putra Herry Santosa Heru Sufianto Heru Sufianto Hilmy, Ayu Nur Izzati Jenny Ernawati Jono Wardoyo Jono Wardoyo Jusuf Thojib Kamila, Virda kevin xaverius putra sewi Kintan Syahla Septiani Kurnianto, Immanuel Yoshua Ladira Aprilia Tarigan Lavica Vioveta Lilya Susanti M Ramy Dhia Humam Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri Muhammad Hanif Aqila Mutyara Ayu Werdiningsih Muzaki, Mochamad Nabilah, Asti Ainun Nabilah, Putri Lukky Nadia Khairarizki Najid, Salsa Alifia Nenobi Zahra Nisak, Fajar Fadhilatun Nugrahanto, Alfi Surya Purnama Nugroho, Pradipta Widyo Nur Azizah Oliver Hartanto Pandu Praja Mukti Wardhana Pramata Alvina Prameswari, Fidiya Nada Galuh Puteri Aulia Novianggi Putra, Aditya Pratama Putri Nawang Wulan Rachel Felicia Rahayu, Agustina Rahmadhana, Anitsa Rahmanto, Akmal Rahmat Ardiansyah Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani Ratrika Rafhaella Reza Maulana Mujahiddin Ridzky Adwiputra Nugroho Rika Nur Fitriani Riyan Firdaus Putra Anugra Rizka Putri Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari Sari, Mariyana Septia Hana Fauziah Shabrina Ayu Lazuardi Siagian, Togi Riris Siela Mara Nabela Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana Sumarto, Tria Are TAFIF PRANATA AKBAR Thojib, Jusuf Tita Maharani Titi Dwita Pasamurti Vania Yunike Victoria Pratiwi Suyatno Viriya Panna Peksirahardjo Viza Vicenza Wayu L Syuhaya Wijaya, I Nyoman Suluh Wulan Astrini Yulita, Eryani Nurma Yunita Eka Puspitasari Yusuf Utomo Zai Dzar Al Farisa Zerita Zahrotul Makkah