Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

CRISPR-Cas9 Mediated Genetic Enhancement of Drought Tolerance in Maize: A Molecular and Field Validation Study Hazmi, Muhammad; Nizam, Zain; Anis, Nina
Research of Scientia Naturalis Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/scientia.v2i3.2382

Abstract

Drought is a primary constraint on maize (Zea mays L.) productivity worldwide, threatening global food security. The development of climate-resilient crops is therefore a critical priority. This study aimed to enhance drought tolerance in maize by utilizing the CRISPR-Cas9 system to edit a key negative regulator gene involved in the drought stress response pathway. The research employed an Agrobacterium-mediated transformation method to introduce the CRISPR-Cas9 construct into maize embryos. Putative edited plants were rigorously screened using molecular techniques, including PCR and Sanger sequencing, to confirm successful gene modification. Validated T1 generation lines were then subjected to controlled drought stress conditions in greenhouse trials and subsequently evaluated in multi-location field trials. The edited maize lines exhibited significantly improved physiological and agronomic performance under water-deficit conditions, including enhanced photosynthetic efficiency, reduced leaf water loss, and a 15-20% increase in grain yield compared to non-edited wild-type controls. This study demonstrates the efficacy of CRISPR-Cas9 for developing drought-tolerant maize, offering a precise and rapid strategy for crop improvement to mitigate the impacts of climate change.
Respons Tanaman Jagung Manis Terhadap Aplikasi Pgpr Dan Pupuk Organik Handoko, Wimpi; Hazmi, Muhammad; Wijaya , Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi tanaman jagung manis dapat diwujudkan dengan aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk organik. PGPR berperan mengatur berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh, membantu penyedia unsur hara dengan cara mengikat N2 di udara secara asimbiosis dan melarutkan hara P dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi PGPR dan pupuk organik terhadap pertumbuan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dua pelakuan yang disusun secara faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama adalah aplikasi PGPR dan perlakuan kedua adalah aplikasi pupuk organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan diuji lanjut DMRT taraf 5% apabila terjadi berbeda nyata atau sangat nyata. Hasil penelitian menunjukan aplikasi PGPR berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman umur 42 HST; diameter tongkol dan berbeda sangat nyata pada parameter berat basah tongkol; berat kering tongkol. Aplikasipupuk organik Berbeda nyata pada parameter diameter tongkol dan berbeda sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 35 HST, umur 42 HST, umur 49 HST;  jumlah daun umur 35 HST, umur 42 HST, umur 49 HST; diameter batang umur 35 HST, umur 42 HST,  umur 49 HST; berat tongkol basah; berat tongkol kering. Hasil uji DMRT taraf 5% perlakuan PGPR 30 ml/l dan pupuk organik 30 ton/ha menjadi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Interaksi antara perlakuan
Study Efektivitas Aplikasi Pupuk Organik Blotong Dan EM 4 Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Anas, Brilliant; Hazmi, Muhammad; Suroso, Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat adalah tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Namun tanaman tomat masih banyak dibudidayakan menggunakan pupuk kimia sehingga berpotensi merusak tanah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan produksi tomat secara organik dengan memanfaatkan limbah blotong dalam bentuk Soil block dan EM 4. Penggunaan blotong dan EM 4 dapat menambah hara phospat dan mikroba di dalam tanah. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua ulangan yang terdiri dari faktor aplikasi blotong (B) dan EM 4 (E). Data dianalisis menggunakan uji F dan uji DMRT pada taraf 5%.  Pemberian blotong dan EM 4 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Perlakuan tunggal B1 dan E1  merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan tananam tomat, sedangkan perlakuan B2 dan E4 memiliki hasil terbaik pada produksi tomat. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B1E3 terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Dari hasil penelitian, penggunaan EM 4 dan Blotong dapat menambah pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, dimana B2 merupakan perlakuan terbaik dari semua parameter.
APLIKASI KECERDASAN BUATAN DAN PEMAHAMAN MESIN DALAM PERTANIAN URBAN: TINJAUAN SISTEMATIS DAN PERSPEKTIF MASA DEPAN Umarie, Iskandar; Hazmi, Muhammad; Oktarina; Podesta, Fiana
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v23i2.5311

Abstract

This study aims to conduct a systematic and comprehensive literature review on the applications of artificial intelligence and machine learning in vertical farming, focusing on technology optimization, economic aspects, and environmental sustainability. The method used is a systematic literature review (SLR) of open-access academic publications from reputable international databases such as Scopus, Web of Science, and Google Scholar, with a publication timeframe spanning the last five years (2018-2023). The review results indicate that the most widely applied soilless cultivation technologies are hydroponics, aeroponics, and aquaponics, with aeroponics demonstrating the highest water use efficiency. The integration of IoT, smart sensors, and AI can increase crop productivity; however, the carbon footprint of these systems is highly dependent on the energy source used. The main barriers to adoption are high initial investment and operational energy costs. This article contributes to updating and expanding the understanding of the applications of artificial intelligence and machine learning in vertical farming, as well as identifying research gaps and proposing directions for technology and policy development oriented towards sustainability and profitability