Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Minat Baca Siswa Kelas Viii SMP N 3 Nawangan FARIS PUJI UTOMO; Agoes Hendriyanto
Journal of Social Empowerment Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.653 KB)

Abstract

Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap minat minat baca siswa kelas VII SMP N 3 Nawangan? Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca siswa kelas VII SMP N 3 Nawangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif yang merupakan penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat baca siswa kelas VII SMP N 3 Nawangan antara lain faktor atensi / perhatian adalah pembelajaran pengamatan yakni memberikan perhatian pada orang yang ditiru atau dijadikan model, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat baca seseorang utamanya perhatian yang berupa ucapan atau teguran yang diperoleh dari lingkungannya yang sangat berkesan dalam diri siswa yang dianggap sebagai sebuah model dan motivasi untuk meningkatkan minat bacanya. Faktor retensi (pengingatan) dimana aktivitas membaca yang dilakukan oleh siswa sangat ditentukan oleh minat anak terhadap aktivitas membaca dimulai oleh rasa ingin mengetahui sesuatu dari bacaan sehingga menimbulkan aktivitas membaca dan faktor persepsi merupakan proses perlakuan individu yaitu pemberian tanggapan, arti, gambaran, atau penginterprestasian terhadap apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan oleh indranya dalam bentuk sikap, pendapat, dan tingkah laku atau disebut sebagai perilaku individu.
TRANSFORMASI CERITA ENDANG RARA TOMPE DALAM PERTUNJUKAN KETHEK OGLENG PACITAN Arif Mustofa; Agoes Hendriyanto; Bakti Sutopo
Widyaparwa Vol 49, No 1 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.659 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i1.294

Abstract

 This research aims to: 1) describe the plot of Endang Roro Tompe story and Kethek Ogleng performance art; 2) describe the transformation process of Endang Roro Tompe story into Kethek Ogleng performance art. The data were collected by these four steps: 1) observing Kethek Ogleng performance art, 2) recording the video and audio of Endang Rara Tompe’s story ; 3) describing the video recording based on the performance and transcribing the audio recording of Endang Roro Tompe. The result shows that Kethek Ogleng performance art is influenced by the plot of Panji Endang Rara Tompe. However, in the whole story, the performance only takes several scenes: The monkey comes, the monkey meets Endang Rara Tompe, the monkey falls in love with Endang Rara Tompe, and the monkey leaves back to the kingdom. There are two changing patterns from Endang Rara Tompe’s hypogram into Kethek Ogleng performance art. The first change deals with the cut of scenes. Kethek Ogleng performance art only explains the end of Endang Rara Tompe’s story. The story of Jenggala Kingdom is omitted in Kethek Ogleng performance art. The second is changing the main character. The author changes the main character from Dewi Sekartaji into Panji Asmarabangun or the monkey.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan deskripsi pola alur Cerita Endang Rara Tompe dan pertunjukan Kethek Ogleng; 2)menghasilkan deskripsi proses transformasi dari Cerita Endang Rara Tompe ke pertunjukan Kethek Ogleng. Data dikumpulkan dengan cara: 1) pengamatan pertunjukan Kethek Ogleng; 2) perekaman  video pertunjukan Kethek Ogleng dan perekaman audio cerita Endang Rara Tompe; 3) pendeskripsian struktur pertunjukan pertunjukan; pentranskripsian hasil rekaman cerita Endang Rara Tompe. Analisi data dilakukan dengan cara 1) menyusun struktur pertunjukan (visual) Kethek Ogleng; 2) menyusun struktur cerita (lisan) Endang Rara Tompe; 3) membandingkan struktur pertunjukan (visual) Kethek Ogleng dengan struktur cerita (lisan) Endang Rara Tompe; 4) menganalisis pola perbedaan dan persamaan antara bentuk lisan dan bentuk visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur pertunjukan Kethek Ogleng dipengaruhi oleh pola alur cerita Panji Endang Rara Tompe. Namun, secara keseluruhan kisah, hanya diambil beberapa pertistiwa saja yaitu: kemunculan kera, pertemuan kera dengan Endang Rara Tompe, adegan jatuh cinta, dan adegan kembali ke kerajaan. Terdapat dua pola pemindahan dari hipogram Cerita Endang Rara Tompe ke pertunjukan Kethek Ogleng. Pertama yaitu pemotongan Adegan. Pertunjukan Kethek Ogleng hanya berisi bagian akhir dari  cerita Endang Rara Tompe. Adegan kerajaan Jenggala tidak dimunculkan dalam pertujukan Kethek Ogleng. Keduaya itu alih tokoh utama. Pengarang mengubah tokoh utama dari Dewi Sekartaji menjadi Panji Asmarabangun atau tokoh kera. 
Prevention of Identity Politics Through Multicultural Education Putri, Nimas Permata; Hendriyanto, Agoes
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 1 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i1.2217

Abstract

The importance of multicultural education for journalists to serve as a capital in perceiving the reality of facts to shape media reality to build the opinion of the electorate. The research method used is qualitative research with Entman framing analysis. The data collection method uses documentation in the form of news text published by Pacitanku.com and Lintas7.net regarding candidates in the 2020 Pacitan Pilkada. Data analysis uses Entman framing analysis with emphasis, prominence, definitions, explanations, moral reasons, and text recommendations in news discourse. The results of local online media research with emphasis and prominence using identity politics such as; the brother of SBY, Nahdatul Ulama, Gagarin, a member of Nahdatul Ulama, the struggle of clerics with inspiration to build Pacitan, SBY founding father of the Democratic Party, Indrata Nur Bayuaji is similar to Indartato 2020. Local online media framing in perceiving the candidates for regent and deputy regent of Pacitan still uses identity to build public opinion. Increase electability and vote support of candidates. The need for multiculturalism education, especially in local online media as agents of reality construction, by prioritizing the construction of work performance and the quality of candidates. Local online media must become guardians of information to provide useful messages for the welfare of citizens to maintain the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia by upholding diversity.
Simbolisme Dan Makna Dalam Ritual Suguh Sesaji Kesenian Jaranan Pegon Kyai Menggung Di Desa Mangunharjo Kecamatan Arjosari Sintya, Ayu Kris; Hendriyanto, Agoes
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Februari 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v6i1.3479

Abstract

The Suguh Sesaji ritual in the Jaranan Pegon Paguyuban Kyai Menggung performance plays an important role in strengthening the identity of the Mangunharjo community, Pacitan. Various elements of the offerings prepared in the Jaranan Pegon performance are believed to have a psychological influence on the performers, thus contributing to a performance that amazes the audience. This study aims to describe the symbolic meaning of the contents of the offerings used in the Suguh Sesaji ritual. This study uses a qualitative descriptive method with a semiotic approach. The results of the study show that the offerings in the Jaranan Pegon performance include various elements, such as incense, frankincense, seven types of flowers, salt, bitter coffee, ingkung chicken, cok bakal, Serimpi and Fanbo perfumes, yellow rice, glutinous rice, two combs of plantain, coconut, and kampung eggs. These elements have symbolic meanings that are passed down from generation to generation, such as delivering prayers, asking for safety, honoring ancestors, attracting sustenance, and keeping away bad things. The myth that developed stated that these offerings can bring spiritual powers, such as genies or spirits, which are believed to make the movements of the players more attractive and interesting. This study emphasizes the importance of understanding the symbolic meaning of offerings as an effort to preserve the Jaranan Pegon tradition and make it more interesting through the unique acrobatic movements of the players.
Pemerolehan Bahasa Bidang Sintaksis Anak Usia 3-5 Tahun Desa Plumbungan Kabupaten Pacitan Hendriyanto, Agoes; Retnawati, Indriana; K.M, Zuniar
Cakrawala Indonesia Vol 8 No 2 (2023): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v8i2.980

Abstract

Pemerolehan Bahasa Bidang Sintaksis Anak Usia 3-5 Tahun Desa Plumbungan Kabupaten Pacitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemerolehan bahasa sintaksis pada anak usia 3-5 tahun di Desa Plumbungan, Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari anak-anak usia 3-5 tahun dan orang tua mereka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan teknik catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak-anak tersebut mengalami perkembangan yang signifikan dalam pemerolehan bahasa sintaksis. Mereka mampu menghasilkan berbagai bentuk kalimat seperti pernyataan, pertanyaan, dan perintah dengan kemampuan yang semakin kompleks seiring bertambahnya usia
Kekhasan Seni Kethek Ogleng Pacitan Karya Sutiman Agoes Hendriyanto; Bakti Sutopo; Arif Mustofa
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap kekhasan seni Kethek Ogleng Pacitan Karya Sutiman. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Adapun lokasi yaitu desa Tokawi, kecamatan Nawangan, kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa Seni Kethek Ogleng Pacitan Karya Sutiman mempunyai ciri khas yang terepresentasi dalam enam gerakan pokok yakni (1) Gerakan akrobatik, koprol, berguling seperti terlemparkan dari alam lain; (2) Duduk termenung gelisah memutar pandangan ke segala penjuru mata angin; (3) Berjalan mengintari arena pertunjukan berinteraksi dengan sekitarnya; (4) Gerakan menggangu penonton saat berinteraksi dengan penonton; (5) Grakan mulut dan kedua tangan Kethek Ogleng membawa lari makanan atau barang; dan (6) Bercanda, bermain dan bercengkerama dengan penonton maupun dengan sesama penari, serta gerakan lucu.
Upacara Adat Tetaken Desa Mantren Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia Agoes Hendriyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Informan penelitian adalah masyarakat Desa Mantren yang mengetahui dan ikut dalam upacara adat Tetaken, yaitu Kepala Desa Mantren, juru kunci Gunung Limo, tokoh masyarakat. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Lokasi penelitian ini di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: pertama, prosesi Upacara Adat Tetaken, 1) pembukaan, 2) Juru kunci dan siswa turun dari Gunung Limo, 3) prosesi nyuceni siswa yang telah menyelesaikan meditasi beberapa bulan di Gunung Limo dilakukan oleh Juru Kunci, 4) wejangan juru kunci kepada siswa dan menyerahkan siswa kepada masyarakat supaya bias bermanfaat bangsa dan Negara, 5) Demang mantren menerima siswa yang telah diwisuda tersebut dan mengharapkan memberikan kontribusi bagi kemajuan Desa Mantren, 6) makanan yang dibawa seluruh masyarakat Mantren dimakan bersama-sama tamu undangan, prosesi diakhiri dengan seni Tayub sebagai ungkapan suka cita. Nilai kearifan lokal dalam Upacara Adat Tetaken sebagai berikut: Gotong royong, solidaritas, pekerja keras, sederhana, menjaga keseimbangan alam, dan religiusitas.
Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Mahasiswa Melalui KST dan Media Gambar pada Mata Kuliah Filsafat Bahasa Agoes Hendriyanto; Nimas Permata Putri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 6 No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education does not merely teach what is true or false, but inculcates habituationof the goodness so that the students will understand, feel, appreciate, and practice. Basedon the results of study: 1) The implementation of Cooperative Learning type Throwing Snowball, and picture media can enhance students’ character values. It can be seen from the results of the pre-test 2.33 and the final result is 2.8; 2) The implementation ofCooperative Learning type Throwing Snowball, and picture media can enhance the abilityto think deeply and systematically of the language. It can be seen from the results of thepre-test, from 2.33 to 2.8 in the final score; and 3) The implementation of CooperativeLearning type Throwing Snowball, and picture media can enhance the quality of learningviewed from the results of the questionnaire level of students’ satisfaction toward lecturerthat reaches 71%.
Pembelajaran Berbasis Modul Filsafat Bahasa di STKIP PGRI Pacitan Agoes Hendriyanto; sugeng suryanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most important keys of the university advancement in Indonesia is thecompetitive grant research scheme. As one of that mentioned research scheme, thisresearch had been the second year to accomplish. The purpose of this Researchand Development (R&D) was to enhance the competence of students using themodule of scientific language philosophy. This research was carried out from 2016on Indonesian Literature and Language Education Study program in STKIP PGRIIndonesia Pacitan up to 2017. The research consisted of 12 meetings within 4 trialsusing the single one-shot case study experimental method. This method aimedat revealing the effect of the local wisdom-based scientific language philosophymodules toward language competence. The research findings showed that theresult of the first test compared to the second test was t12 = 2.77 ≤ t table 2,021 withinthe degrees of freedom 38 which meant that the language competence had beenincreased. Furthermore, the second test compared to the third test was t23 =2.88≤ ttable 2,021 within the degrees of freedom 38. Finally, the third test comparedto the fourth test result was t34 = 2.79 ≤ t table 2,021. Based on t test results, it canbe inferred that the module of scientific language philosophy based on the localwisdom is effective to increase the language competence.
Strategi Kebahasaan pada Reklame Out Door (Jalan Pacitan-Yogyakarta) Agoes Hendriyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk (1) strategi pemilihan kata atau diksi, dan (2) strategi pemilihangaya bahasa. Penelitian dekriptif kualitatif dengan menggunakan analisis wacana kritisdengan meneliti strategi diksi dan gaya bahasa iklan. Hasil kajian ini menemukan sebagaiberikut; kata benda sebesar 34%, kata asing 34%, kata kerja 12%, kata keterangan 8%,kata depan 3%, kata sifat 3%, dan kata sambung 6%. Selain itu, penggunaan gaya bahasahiperbola, metafora, personifikasi repetisi, klimaks, paralelisme, alegori menjadi pilihanutama dalam iklan di jalan Pacitan-Yogyakarta. Strategi penggunaan gaya bahasa dalamiklan out door jalan Pacitan-Yogyakarta sebagai berikut: elipsis 14,2%, alegori 34,3 %,personifikasi 20%, paralelisme 5,7%, hiperbola 8,6%, klimaks 8,6 %, dan repetisi 8,6%.Penggunaan gaya bahasa alegori dengan gambar, logo menjadi pilihan terbesar pembuatiklan out door.