Claim Missing Document
Check
Articles

MANFAAT PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP BEBAN SUBJEKTIF KELUARGA PADA KASUS KLIEN TUBERKULOSIS PARU Wahyu Dini Candra Susila; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani; Eka Budiarta
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i2.206

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru- paru serta dengan mudah menular melalui bersin, batuk, dan berbicara. TB paru menyebabkan berbagai macam dampak pada individu, dan juga dirasakan oleh keluarga. Salah satu dampak psikososial yang dialami keluarga dengan penderita TB paru adalah kecemasan yang menjadi beban subjektif keluarga, sehingga perlu diatasi agar keluarga dapat mendukung pengobatan secara optimal. Laporan kasus bertujuan untuk mengetahui manfaat psikoedukasi keluarga untuk mengurangi beban subjektif kecemasan keluarga. Psikoedukasi keluarga merupakan tindakan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan komunikasi keluarga, menangani masalah, dan meningkatkan fungsi serta kemampuan keluarga. Laporan kasus ini menggunakan satu orang klien TB Paru dengan keluarga yang mengalami beban subjektif kecemasan. Hasil studi menunjukkan pemberian psikoedukasi keluarga menggunakan 6 sesi dan 4 kali pertemuandapat mengurangi kecemasan keluarga, (skor HARS 29) menjadi kecemasan rendah (skor HARS 16). Psikoedukasi keluarga direkomendasikan untuk keluarga dengan beban subjektif kecemasan berat.
Improvement in Patients’ Ability to Care for Anxiety and Impaired Body Image: A Case Report of Acceptance and Commitment Therapy and Family Psychoeducation Rasmawati Rasmawati; Budi Anna Keliat; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.653

Abstract

Heart failure and hypertension are non-communicable diseases that are responsible for 70% of deaths worldwide and cause anxiety and impaired body image. Nursing interventions (therapy in general) and acceptance and commitment therapy increase patients’ acceptance of the disease and commitment to alleviate anxiety and improve impaired body image. Meanwhile, family psychoeducation improves the family’s ability to care for the patient. This case report presents two patients with heart failure and hypertension. The two patients experienced a decrease in symptoms on the cognitive aspects (difficulty concentrating, focusing on self, and decline body changes), affective aspects (worry, shame, and despair), physiological aspects (sleep disorders and appetite), and behavioral aspects (daydreaming, decreased productivity, and social difficulties). Patients who find difficulty enjoying daily activities and increasing their ability and commitment to overcome anxiety and impaired body image should receive nursing intervention, acceptance and commitment therapy, and family psychoeducation as part of nursing services. Abstrak Peningkatan Kemampuan Klien Merawat Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh: Laporan Kasus Acceptance and Commitment Therapy dan Psikoedukasi Keluarga. Gagal jantung dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab 70% kematian di dunia serta menyebabkan ansietas dan gangguan citra tubuh. Tindakan keperawatan ners dan ners spesialis Acceptance and commitment therapy diberikan pada klien agar dapat meningkatkan penerimaan terhadap penyakit dan komitmen merawat ansetas dan gangguan citra tubuh. Psikoedukasi keluarga dilakukan agar keluarga mampu membantu merawat klien dalam menghadapi penyakitnya. Metode yang digunakan berupa laporan kasus dalam bentuk case series pada dua klien dewasa dengan gagal jantung dan hipertensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua klien mengalami penurunan gejala pada aspek kognitif berupa sulit konsentrasi, fokus pada diri sendiri, tidak menerima perubahan tubuh; afektif: khawatir, malu dan putus asa; aspek fisilogis: gangguan tidur dan tidak nafsu makan; perilaku: melamun, penurunan produktivitas; dan sosial: sulit menikmati kegiatan harian serta terjadi peningkatan kemampuan klien dalam menerima penyakit dan komitmen merawat ansietas dan gangguan citra tubuh. Pemberian tindakan keperawatan ners dan ners spesialis acceptance and commitment therapy serta psikoedukasi keluarga perlu dibudayakan dalam pemberian pelayanan keperawatan di unit umum. Kata Kunci: acceptance and commitment therapy, ansietas, gangguan citra tubuh, hipertensi, psikoedukasi keluarga
Peningkatan Generativitas Melalui Terapi Kelompok Pada Perempuan Paruh Baya Hapsah Hapsah; Achir Yani S. Hamid; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 3 (2010): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i3.248

Abstract

AbstrakPerempuan paruh baya mengalami banyak perubahan psikososial yang dapat mempengaruhi perkembangannya sehingga diperlukan upaya promotif untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Penelitian quasi experimental dengan pendekatan prepost test with control group ini ditujukan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi kelompok terapeutik (TKT) terhadap perkembangan generativitas perempuan paruh baya di Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian terhadap 34 orang kelompok intervensi dan 36 orang kelompok kontrol (melalui purposive sampling) menunjukkan peningkatan generativitas secara bermakna (p= 0,000, α= 0,05) pada kelompok intervensi dan peningkatan secara tidak bermakna pada kelompok kontrol (p= 0,410, α= 0,05) sebelum dan sesudah dilakukan TKT. Terapi kelompok terapeutik ini direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai bentuk pelayanan kesehatan jiwa bagi perempuan paruh baya. AbstractMiddle age women generally experience many phsycosocial changes that can influence their developments, hence they need promoted actions to improve their health quality. This experimental quasi research using pre-post test with control group aims to identify an influence of therapeutic group therapy on the generativity development of middle age women in Pinrang Regency. The results showed that generativity development are significantly higher (p= 0,000, α= 0,05) on treated group (n=34) compared to control group (n=36) which did not show significant improvement (p= 0,410, α= 0,05) before and after intervention. This therapeutic group treatment was recommended to be developed as one way to promote mental health for middle age women.
Dukungan Keluarga: Faktor Penyebab Ketidakpatuhan Klien Skizofrenia Menjalani Pengobatan Ice Yulia Wardani; Achir Yani S Hamid; Wiwin Wiarsih; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i1.40

Abstract

Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah yang banyak dialami oleh klien skizofrenia. Keluarga sebagai caregiver di rumah dituntut untuk mampu mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalamtentang makna pengalaman menghadapi ketidakpatuhan anggota keluarga dengan skizofrenia dalam mengikuti regimen terapeutik:pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan adalah caregiver yang didapatkan dengancara purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah indepth interview. Hasil wawancara dianalisis menggunakan teknikCollaizi. Hasil penelitian ini menggambarkan pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang tidak patuh terhadappengobatan, meliputi dukungan yang diberikan, beban yang dirasakan, dan bagaimana keluarga mengatasi beban yang dirasakan.Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan oleh praktisi keperawatan untuk mengembangkan cara penangananketidakpatuhan klien skizofrenia.
Penurunan Tingkat Depresi Klien Lansia Dengan Terapi Kognitif dan Senam Latihan Otak di Panti Wredha Anton Surya Prasetya; Achir Yani S. Hamid; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i1.230

Abstract

AbstrakSalah satu manfaat terapi kognitif dan senam otak pada lansia adalah menurunkan tingkat depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif dan senam otak terhadap tingkat depresi lansia di Panti Wredha. Metode penelitian quasi experiment, desain pre-post test design with control group. Sampel penelitian secara purposive sampling berjumlah 56 responden, terdiri 28 responden kelompok intervensi dan 28 responden kelompok kontrol. Instrumen penelitian untuk mengetahui tingkat depresi menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale yang berjumlah 15 pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan tingkat depresi menurun lebih bermakna pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi kognitif dan senam otak dibanding kelompok kontrol yang hanya mendapat terapi kognitif yaitu selisih 1,18 poin (p< 0,005, α= 0,05 ). Rekomendasi terapi kognitif dan senam latih otak menjadi bagian program kerja lansia di puskesmas dan panti. AbstractOne of the effects of cognitive therapy and brain exercising is lower levels of depression. The purpose of this study to determine the effect of cognitive therapy and brain exercising for the level or condition of depression of the elderly people in Tresna Wredha Nursing Home. The research method was quasi experiment by using pre-post test design with control group. The research sample was obtained by purposive sampling of 56 respondents, consist of 28 respondents to the intervention group and 28 respondents to the control group. The Research instrument that used to determine the level of depression was Geriatric Depression Scale questionnaire that included 15 questions. The result of the research showed that the level of depression was decreased, and it happened significantly in the intervention group who received cognitive therapy and brain exercising than the control group who only got cognitive therapy, with 1.18 points as the differences (p< 0,005, α= 0,05). This study recommended to be part elderly work plan in public health and nursing home.
Penerapan Terapi Generalis, Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi, dan Social Skill Training pada Pasien Isolasi Sosial zakiyah mista; Achir Yani S Hamid; Herni Susanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI] Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v2i1.967

Abstract

AbstrakIsolasi sosial merupakan salah satu gejala negatif skizofrenia. Isolasi Isolasi sosial adalah kondisi menyendiri yang dialami seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam. Masalah sosial seringkali merupakan sumber utama keprihatinan keluarga dan penyedia layanan kesehatan, karena efeknya lebih menonjol daripada gejala kognitif dan persepsi. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan Terapi Generalis (TG), Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), dan Social Skill Training (SST) pada pasien isolasi sosial. Metodelogi Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui stusi kasus kepada 35 pasien di ruang Bratasena Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Tanda dan Gejala isolasi sosial diidentifikasi sebelum dan setelah penerapan GT, TAKS, dan SST menggunakan instrument tanda dan gejala isolasi social yang dimodifikasi terdiri dari aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan social. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan tanda dan gejala isolasi social (75,75%), dan peningkatan kemampuan pasien dalam bersosialisasi (TG: 68,57%, TAKS: 83,90%, SST: 70,29%). Berdasarkan hasil dari penerapan ketiga terapi diatas, perlu direkomendasikan integrasi tindakan keperawatan generalis individu dan kelompok serta terapi spesialis social skill training pada pasien isolasi social agar perawatan pasien dengan isolasi sosial efektif.Kata Kunci: skizofrenia; isolasi sosial; terapi generalis; terapi aktivitas kelompok; social skill training
Aplikasi Recovery Tidal Model dalam Pemberian Relaxation Therapy Pada Resiko Perilaku Kekerasan Raphita Diorarta; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v6i1.569

Abstract

Emotional problems are a symptom of violent behavior. Interaction of nerve activity between the hypothalamus, limbic structures (amygdala and hyppocampus), and the higher cortical centers which are psychophysiological events of emotion in the human system. The purpose of this case study is to see the application of Tidal Model recovery in mental health in the provision of relaxation therapy. The search method used is a case study, and literature review. The author selects the analyzed journals to find the effectiveness of relaxation therapy against the risk of violent behavior and a journal on recovery that links therapeutic communication between nurses and patients. In the discussion of this paper, the sub-theme of therapeutic relationship between nurses and patients is found and also the self-awareness of patients who are part of the Tidal Model. By implementing relaxation therapy with the Tidal Model approach, there is a reduction in signs and symptoms in patients. Recommendations for nurses are able to become more empathetic nurses in implementing therapy and can support and encourage patient awareness in carrying out therapies that will bring patients into recovery.
Manajemen Beban dengan Pendekatan Terapi Keluarga Triangles dalam Mengatasi Beban Subjektif Keluarga Merawat Klien Diabetes Melitus Surya Efendi; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani; Angelina Roida Eka
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.36 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.2.2020.153-160

Abstract

Diabetes Melitus atau DM merupakan penyakit metabolik dengan angka kejadian yang mengalami peningkatan setiap tahunnya baik di dunia maupun di Indonesia. DM dapat memberikan dampak kepada penderita dan keluarga yang merawat. Dampak yang dialami keluarga dalam merawat penderita DM adalah meningkatnya beban keluarga yang akan berpengaruh terhadap kualitas perawatan kepada klien. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai penerapan manajemen beban dengan pendekatan terapi keluarga triangles dalam mengatasi beban subjektif keluarga merawat klien DM. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah laporan kasus. Intervensi dilakukan terhadap satu keluarga penderita DM. Beban subjektif keluarga dinilai melalui pengamatan dan wawancara setelah intervensi dilaksanakan. Hasil yang didapatkan adalah beban subjektif keluarga, yaitu sedih dan kesal akibat kesalahpahaman antara klien dan keluarga dapat teratasi setelah dilakukan manajemen beban dengan pendekatan terapi keluarga triangles. Kata kunci: diabetes mellitus, manajemen beban, psikoedukasi keluarga, terapi keluarga triangles BURDEN MANAGEMENT WITH TRIANGLES FAMILY THERAPY APPROACH IN OVERCOMING SUBJECTIVE FAMILY BURDEN THREATING THE CLIENTS OF DIABETES MELITUS ABSTRACTDiabetes Mellitus or DM  is a metabolic disease with an increasing incidence every year. DM affects patients and families who care of them. The impact experienced by the family in treating patients with DM is increased family burden which will affect the quality of client care. The purpose of this study is to conduct further analysis of family burden management with triangles therapy approach in overcoming subjective burden of caring clients with DM. The method used in this study is a case report. This study was conducted on a family of DM patients. The subjective burden of the family was assessed through observation and interviews after the intervention is carried out. The results were the subjective family burden, that was sad and upset due to misunderstanding between client and family can be resolved after burden management with family triangles therapy approach was done. Keywords: burden management, diabetes mellitus, family psychoeducation, family triangles therapy
The Changes of Behaviors and Cognitive Functions by Cognitive Behavioural Therapy in the Drug Abusers Herni Susanti
Jurnal Ners Vol. 5 No. 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.701 KB) | DOI: 10.20473/jn.v5i2.3955

Abstract

Introduction: This study was aimed to find out the effect of CBT on the behaviors i.e. depressive, agressive and antisocial behaviors as well as cognitive functions of patients who were treated in rehabilitation unit at a drug addiction hospital (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) in Jakarta.Method: The research design was Quasi experimental pre-post test without control group by providing intervention: CBT for 6 sessions (10–12 times intervention). The population was all patients in the rehabilitation unit with a nursing diagnosis: low self esteem and/or inffective coping strategies. There were 23 participants who involved in this investigation. The data was analized by using dependent and independent sample t, and anova tests.Result: The results showed that p value for depressive behaviours, agressive behaviurs, antisocial behaviors, and cognitive functions were 0.914; 0.001; 0.039; 0.003 respectively. The outcomes indicated that there was significant impact of CBT on agressive behaviors, antisocial behaviors, and cognitive functions (α = 0.05, p value < 0.05), but not on depressive behaviors (α = 0.05, p value > 0.05).Discussion: It is argued that depressive symptoms might not be apparent for the users in rehabilitative phase. The findings also showed that there was significant relation between antisocial behaviors and the length of drug usage. This affirms exsiting concepts in that long drug usage brings about serious damage in the users' behaviors and cognitive functions. It is recommended, therefore, to include CBT as an important intervention for clients with drug abuse problems who are cared in rehabilitation center.The Changes of Behaviors and Cognitive Functions by Cognitive Behavioural Therapy in the Drug Abusers
Provision of Psychoeducation on Decreasing Family Anxiety Triggered among Patients with Schizophrenia Relapse: A Case Report Ellya Fadllah Samiun; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 4 No. 2 (2021): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v4i2.434

Abstract

Schizophrenia is one of the serious mental disorders that requires long-term care and medication. Clients with schizophrenia have a relapse period. When a relapse occurs, they require inpatient services at the hospital. A relapse of clients with schizophrenia triggers physical and psychological fatigue, anxiety, and frustration; the sources of stressors which can disrupt the balance of the family system. The study aimed to explore the family psycho-education to decrease the anxiety triggered among family. The results of the nursing intervention found unveiled to decrease the signs and symptoms of anxiety experienced by families. The findings also showed the increasing knowledge and ability of the family members in taking caring of clients with schizophrenia. This study recommended to provide psycho-education as part of comprehensive nursing care for schizophrenia patients and their families
Co-Authors -, Mahraniy Achir Yani S. Hamid Agung Tri Yuwono Ahmad Sapoan Andalasari, Niken Anisa Yulvi Azni Anton Surya Prasetya Apri Rahma Dewi Aswin Hardi Aty Nurillawaty Rahayu Azhari, Nanang Khosim Besral . Bri Novrika Buanasari, Andi Budi Anna Keliat Chandra, Yudi Ariesta Daulima, Novy H.C Deborah Ferdinanda Lumenta Dewi Eka Putri Dewi Wulandari Diorarta, Raphita Dwiyantoro Dwiyantoro Dwiyantoro, Dwiyantoro Edy Syahputra Eka Budiarta Eka Wahyuni, Sri Eka, Angelina Roida Eli Saripah Ellya Fadllah Samiun Endar Cahyawati Evin Novianti Fadjar Rianto Fajriyah Nur Afriyanti Fauziah Fauziah Fitrawati Arifuddin Framita Rahman Hapsah Hapsah Hargiana, Giur Hari Widiyatmini Hasmila Sari Hasnawati, Saptiah Ice Yulia Wardani Ida Ayu Trisnadewi Jayanti, Sarah Indah Junaiti Sahar Kasiyah Junus Keksi Girindra Swasti Kusnadi, Rudi Mardha Raya Maria Theresia Monica Elsina Mete, Mario Viligius Primus Hangga Miswari Nila Mutiarani Mustikasari Mustikasari Novy Helena C. Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nurmi Nurmi, Nurmi Prawiro, Raden Ajeng Nuurizqia Utami Rasmawati Rasmawati Reflin Mahmud Ria Utami Panjaitan Rusmai Triaswati Salawali, Siti Hajar Saptiah Hasnawati Shanti Wardaningsih Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Surya Efendi Suseno, Akbar Susila, Wahyu Dini Candra Synthia Andriani Tati Suryati Tuti Nuraini Winarsih, Willy Windarwati, Heni Dwi Wiwin Wiarsih Yanti Apriyanti Yossi Susanti Eka Putri Yossie Susanti Eka Putri Yuliastuti, Estin Yusron Yusron zakiyah mista Zulhaini Sartika A. Pulungan