Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Tingkat Kelelahan Kerja Karyawan pada Departemen Operation Director PT. XYZ Ani Umyati; Ekana Kusumaningrum; Wahyu Susihono; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9477

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh PT. XYZ memasok kebutuhan listrik di kawasan Industri yang berada di Kota Cilegon. Perusahaan tersebut memiliki tiga Departemen, yaitu Operation Director, Planning & Commerce Director, dan Finance & Adm Director. Sekitar 80% proses pembuatan energi listrik dilakukan oleh Departemen Operation Director. Besarnya peranan Departemen Operation Director mengakibatkan besar pula tanggung jawab dan peranan dari semua yang terlibat pada Departemen ini. Hal tersebut dapat meningkatkan potensi kelelahan yang dialami oleh para pekerja di Operation Director Departemen. Gejala kelelahan seperti mengantuk, haus, tidak fokus, pegal pada punggung, pusing, dan lelah pada mata sering kali dialami oleh para pekerja pada saat beraktivitas. Namun sampai saat ini belum ada pengukuran tingkat kelelahan para pekerja, sehingga belum ada ukuran yang terkuantifikasi terkait besaran tingkat kelelahan yang dialami oleh para pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan survey menggunakan kuesioner Industrial Fatique Research Committe (IFRC) yang terdiri dari 30 pertanyaan yang dapat mengkuantifikasi tingkat kelelahan berdasarkan 4 (empat) aspek. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 54 orang responden memiliki rerata kelelahan kerja pada Divisi Logistic Manager sebesar 78 ± 5,00 dengan kategori tinggi, Divisi Operation Manager sebesar 68,85 ± 15,66 dengan kategori sedang, dan Divisi Maintenance Manager sebesar 64,20 ± 9,40 dengan kategori sedang. Dari data diatas terlihat bahwa bagian Divisi Logistic Manager mengalami tingkat kelelahan yang paling tinggi dibandingkan dengan bagian yang lain yang terdapat di Departemen Operation Manager.
Analisa Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Akbar Gunawan; Mentari Indria Cahya
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1550

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan serta pencapaian tujuan instansi. Sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat dibutuhkan terutama untuk menjalankan dan mengoperasikan suatu instansi pemerintahan. Sumber daya manusia yang dimaksud disini, adalah para pegawai yang bekerja di instansi itu sendiri. Pegawai merupakan faktor yang utama dan sangat berperan penting didalam instansi yaitu sebagai perencana, pelaksana, pengawas serta pengendali kegiatan instansi. Kuesioner yang mengacu pada Hirarki Kebutuhan Maslow. Setiap pertanyaan dalam kuesioner dibagi menjadi beberapa kriteria sesuai dengan Hirarki Kebutuhan Maslow, yaitu kebutuhan fisiologi, kebutuhan komunikasi (kebutuhan rasa aman dan kebutuhan prestasi), kebutuhan aktualisasi diri, dan loyalitas sebagai faktor independent. Kemudian faktor dependent atau yang ingin diukur adalah kinerja. Berdasarkan  pada pengolahan dengan regresi linier, maka diperoleh nilai R Square 0,496 yang menyatakan kelima variabel motivasi memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil korelasi maka didapatkan nilai korelasi kebutuhan fisiologis (X1)= 0.417, kebutuhan komunikasi (X2)= 0.008, kebutuhan prestasi (X3)= 0.413, kebutuhan aktualisasi diri (X4)= 0.484, loyalitas (X5)= 0.176. Faktor yang memiliki hubungan yang paling kuat terhadap motivasi adalah kebutuhan aktualisasi diri.
IDENTIFIKASI RISIKO PEMBUATAN KUE GIPANG SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KHAS BANTEN DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) Nurul Ummi; Akbar Gunawan; Muhamad Ridwan
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2107

Abstract

Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan kue gipang sebagai salah makanan ringan olahan khas Banten membuat pemilik usaha (owner) dan beberapa karyawan yang merupakan sanak keluarga dan para tetangga sekitar rumah pemilik harus memperhatikan kualitas dan kuantitas produk kue gipang yang dihasilkan dengan beberapa risiko kendala yang harus dihindari seperti kurangnya stok produk yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan, kurangnya stok bahan baku (beras atau ketan kualitas super, kacang tanah, asam jawa, gula pasir) dan modal, cuaca buruk selama proses produksi hingga pengiriman, dan risiko kendala lain seperti penyimpanan produk jadi yang menumpuk di gudang produksi atau gudang distributor (supplier) sehingga dapat menyebabkan produk rusak. CV. Putri Jaya Mandiri adalah salah satu produsen industri rumahan (home industry) makanan lokal tradisional yang bergerak di bidang pembuatan kue gipang khas Banten. CV. ini terletak di Jalan Kharisma, Kampung Magelaran Cilik, Desa Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Dalam satu pekan CV. ini dapat menghasilkan lima box kue gipang siap konsumsi, dimana tiap satu box berisi 20 bungkus besar atau 30 bungkus kecil kue dalam kemasan, dengan rata-rata permintaan konsumen pasar mencapai 10 box per-minggu terlebih saat menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti idul fitri atau idul adha. Dalam menghindari atau menurunkan risiko kendala produksi hingga pemasaran produk kue gipang dapat digunakan metode identifikasi risiko yang mungkin dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR). 
PERANCANGAN KINERJA LINGKUNGAN MENGGUNAKAN INTEGRATED ENVIRONMENTAL PERFOMANCE MEASUREMENT SYSTEM Hadi Setiawank; Nuraida Wahyuni; Puti Nur Hardiyanti; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5157

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sebuah struktur pengelolaan limbah cair agar tidak mencemari lingkungan. PT X bergerak dalam bidang tekstil yang mempunyai IPAL. Pembuangan air limbah yang telah diolah ditampung ke suatu kolam yang diisi oleh ikan sebagai indikator kelayakan air untuk dibuang ke daerah pemukiman warga. Kinerja lingkungan yang baik dapat menambah nilai dari suatu perusahaan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah merancang suatu pengukuran kinerja lingkungan. Pengukuran kinerja lingkungan dilakukan melalui Integrated Environmental Performance Measurement (IEPMS) yang terdiri dari regulasi, keselamatan pekerja, serta penggunaan material dan peralatan. Faktor kinerja lingkungan kemudian diuraikan agar mendapatkan Key Environment Performance Indicator (KEPI). KEPI kemudian dibobotkan melalui Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasilnya kemudian diuji dengan menentukan target dan pencapaian tiap indikator melalui Traffic Light System. Dari hasil penelitian didapatkan 16 KEPI. Hasil pembobotan didapatkan tiga bobot tertinggi berasal dari faktor keselamatan pekerja. Hasil traffic light system didapatkan dua warna merah pada indikator yang berasal dari faktor keselamatan pekerja. Secara keseluruhan kinerja lingkungan PT X adalah 89.276. 
Upaya Peningkatan Produktivitas menggunakan Perancangan Pemodelan Business Process Modelling Notation (BPMN) Kulsum Kulsum; Hafair Mubarak; Evi Febianti; Yusraini Muharni; Putiri Bhuana Katili; Dyah Lintang Trenggonowati; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62016

Abstract

Bahan baku utama untuk pembuatan polyethylene adalah ethylene, untuk memenuhi bahan baku dalam pembuatan polyethylene PT XYZ melakukan impor bahan baku. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan memproduksi berbagai macam resin High-Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE). Dikarenakan bahan baku yang diimpor, maka PT XYZ harus membayar pajak kepada Bea Cukai, dalam pembayaran pajak kepada Bea Cukai terdapat sebuah permasalahan seperti telatnya pembayaran pajak impor bahan baku kepada Bea Cukai karena dokumen-dokumen terkait pembayaran bahan baku seperti PIB dan SPPB belum siap, terdapat tambahan pembayaran (Regulasi Pemerintah) karena keterlambatan tersebut, dan dampak lainnya adalah produktivitas divisi PPIC menjadi terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tugas divisi PPIC dalam proses pembayaran barang impor (Ethylene) dan membuat perancangan proses bisnis. Dengan adanya proses bisnis yang baik menjadikan arus informasi lebih cepat sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang terbaik dan membuat standar operasional prosedur untuk departemen PPIC pada pelayanan pembayaran pajak impor bahan baku dan peningkatan produktivitas. Bussiness Process Model and Notation (BPMN) adalah standar untuk memodelkan proses bisnis dan proses-proses web services. BPMN menyediakan notasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua pengguna bisnis. Hasil penelitianp pada bisnis proses usulan terdapat sebanyak 6 tahap, dan untuk kegiatan terdapat 6 kegiatan dengan masing masing fungsi yang berbeda-beda, jumlah aktivitas terdapat 30 aktivitas, total waktu sebesar 14 jam, Waktunya berkurang sebesar 71,43%. dan dibuatnya Standar Operasional Prosedur terkait pembayaran pajak impor bahan baku kimia pada departemen PPIC.
Green strategy pada sistem produksi agroindustri kedelai di kota Cilegon Kulsum Kulsum; Ade Irman; Intan Nauroh; Evi Febianti; Akbar Gunawan; Ani Umyati; Bobby Kurniawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12722

Abstract

Green strategy berfokus kepada aspek lingkungan suatu organisasi perusahaan. Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan konsep Lean. Lean  merupakan suatu pendekatan sistematik yang digunakan untuk mengeliminasi pemborosan serta mengubah proses. Pemborosan tersebut mengakibatkan tidak tercapainya target produksi harian berdasarkan permintaan konsumen. Pemborosan tersebut kemudian diidentifikasi serta diminimasi dengan menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM) dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Objek penelitian adalah agroindustri kedelai di kota Cilegon yakni Pabrik Tahu x. Pabrik tahu x merupakan suatu industri makanan yang membuat produk berbahan dasar kedelai yaitu tahu bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis pemborosan, mengetahui urutan pemborosan, mengusulkan perbaikan yang dapat dilakukan serta mengetahui nilai process cycle efficiency (PCE). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis pemborosan dengan nilai terbesar yaitu waiting. Kemudian terdapat persentase pemborosan (waste) menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM) dari yang paling dominan yaitu waiting (19,07%), motion (17,48%), defect (17,12%), overproduction (16,79%), transportation (12,65%), inventory (10,24%) dan process (6,64%). Terdapat beberapa usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu membuat desain alat bantu yang berkapasitas besar dengan memberikan roda, menambah pekerja, meletakkan peralatan dekat dengan stasiun, melakukan pemantauan pada saat perendaman kedelai, membuat prosedur baku, merubah tata letak produksi. Adapun nilai Process Cycle Efficiency (PCE) yaitu 92,08% dan terjadi peningkatan sebesar 5,87%.
PENGARUH STRESS TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DIREKTORAT TEKNOLOGI DAN PENGEMBANGAN USAHA DI PT. KRAKATAU TIRTA INDUSTRI Akbar Gunawan; Amelia Rachmawati; Putiri Bhuana Katili
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5152

Abstract

Faktor penentu keberhasilan kerja pencapaian tujuan perusahaan adalah perusahaan memiliki karyawan yang berkualitas, dimana karyawan tersebut memegang peranan penting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. untuk mencapai keberhasilan kerja maka harus ada kesesuaian antara pekerjaan dan karyawan itu sendiri yang mana dapat dilihat dari seberapa jauh dukungan yang diberikan karyawan terhadap perusahaan. Faktor penyebabnya disebabkan oleh faktor tekanan dari lingkungan kerja perusahaan. Hal ini dapat memicu stress bagi karyawan yang bersangkutan sehingga berdampak pada penurunan prestasi kerja. Variabel independen yang digunakan adalah stress kerja dan variabel dependen yang digunakan adalah kepuasan kerja, Variabel Stress yang diukur dalam penelitian ini terbagi empat kriteria yaitu stressor ekstraorganisasi, organisasi, kelompok, dan individu, Variabel Kepuasan Kerja yang diukur dalam penelitian ini terbagi empat kriteria yaitu Keluar (Exit), Menyuarakan (Voice), Mengabaikan (Neglect), dan Kesetiaan (Loyality). Mengumpulkan data-data yang dibutuhkan berupa data kuesioner stress dan kepuasan kerja. Variabel stress dalam penelitian ini diukur melalui 4 (empat) kriteria. 
Analisa Jabatan Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Seksi Operasional (Studi Kasus : PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk.) Akbar Gunawan; M.Naufal Muadz
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1551

Abstract

Karyawan memerlukan perhatian utama terhadap tugas yang dikerjakan sehingga tujuan perusahaan berdasarkan visi dan misi dapat tercapai. Oleh karena itu, perlu adanya organisasi yang fungsinya sebagai mengoptimalkan sumber daya manusia agar tercapainya suatu tujuan utama yang telah ditentukan. Pada kenyataannya disetiap organisasi, kinerja organisasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kinerja masing-masing bagian / bidang dan seksi dan seluruh karyawan yang ada dalam organisasi tersebut. Kinerja bidang, seksi dan job description dapat dijadikan ukuran optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi oleh setiap karyawan yang ada pada masing-masing posisi.  pengolahan analisa jabatan terhadap kinerja pegawai dapat dilihat dari hasil output menggunakan SPSS 16 pada uji (One Sample Test) diperoleh T hitung = 5,327 > T table = 1,645 maka Ho ditolak. Hal ini menendakan bahwa kinerja karyawan dari bagian seksi operasional telah mencapai target pekerjaan dengan nilai pencapian job sangat baik. Faktor analisa jabatan yang paling mempengaruhi kinerja adalah Target pencapaian pekerjaan sehingga karyawan melaksanakan job dengan sebaik mungkin untuk mencapai target tersebut serta pekerjaan yang dikerjakan berdasarkan keahlian di bidang pekerjaan.
Perancangan aplikasi perhitungan beban kerja karyawan pada PT XYZ Nuraida Wahyuni; Akbar Gunawan; Putro Ferro Ferdinant; Enny Fitriyanti
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6496

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang bergiat di bidang jasa pembuatan dan perbaikan permesinan. Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki posisi penting dalam sebuah organisasi. Pengoptimalan jumlah karyawan pada suatu unit organisasi sangat penting karena perusahaan dapat mengetahui hasil pencapaian target yang telah dijalankan dan mengetahui penggunaan sumber daya apakah sudah efektif dan efisien atau tidak. Sehingga perlu diadakannya pengoptimalan jumlah karyawan sesuai dengan beban kerjanya melalui analisis beban kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi beban kerja karyawan pada bagian Produksi berdasarkan perhitungan beban kerja tiap jabatan dan membuat program aplikasi perhitungan beban kerja. Metode yang digunakan untuk perhitungan beban kerja adalah Full Time Equivalent (FTE) dan p eranacangan aplikasi dilakukan dengan bahasa pemrograman Java. Hasil perhitungan FTE dengan menggunakan Java diperoleh jabatan Supervisor, Operator Milling, Operator Grinding, Operator Skrap, Operator Stik, Operator Bor, Operator Fitter, Operator Cutting, dan Operator Welding berada pada kategori Fit. Sedangkan jabatan Staff Produksi, Operator Bubut, dan Operator Drilling berada pada kategori Overload. Program aplikasi perhitungan beban kerja menggunakan Java memberikan kemudahan dalam menentukan jumlah kar yawan optimal. Jumlah karyawan optimal berdasarkan perhitungan FTE untuk bagian Produksi pada PT XYZ adalah sebanyak 41 orang.
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PADA INDUSTRI TRANSPORTASI KERETA MASS RAPID TRANSIT JAKARTA Sirajuddin Sirajuddin; Akbar Gunawan; Fani Rahma Damayanti
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62017

Abstract

The Jakarta Mass Rapid Transit merupakan transportasi massal berupa kereta yang dibangun untuk mengurangi angka kemacetan di DKI Jakarta. MRT Jakarta mampu mengangkut penumpang sebanyak ±250.000 penumpang. MRT Jakarta mempunyai target penumpang pada tahun 2021 sebesar 130.000 orang setiap harinya. Namun, berdasarkan data penumpang yang didapatkan dari PT. MRT Jakarta hal tersebut belum dapat tercapai, Selain karena pandemi juga karena ada beberapa faktor yang berpengaruh. Menurut pelanggan MRT, salah yang penyebab menurunnya penumpang karena pelayanan yang masih belum maksimal seperti pemeriksaan barang bawaan oleh petugas yang dirasa oleh penumpang menyebabkan antrian yang panjang, dan masih sangat minim adanya penandaan yang memberikan informasi dan edukasi pada penumpang, baik penandaan di stasiun dan kabin kereta serta sempat terjadi keterlambatan kereta yang tidak sesuai dengan jadwal. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dibutuhkan sebuah penelitian tentang peningkatan layanan MRT termasuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi penilaian konsumen terhadap layanan MRT Jakarta, dan merekomendaskan usulan perbaikan perbaikan layanan. Dengan menggunakan metode integrasi Servqual, KANO, dan Quality Function Deployment diperoleh bahwa ada 33 atribut yang berpengaruh terhadap kualitas layanan, sedangkan atribut yang menjadi prioritas untuk perbaikan layanan ada 20 atribut yang masing-masing terbagi menjadi 3 kategori yaitu kategori attractive sebanyak 8 atribut, untuk kategori one -dimensional sebanyak 6 atribut dan untuk kategori must-be sebanyak 6 atribut.  
Co-Authors Ade Irman Ade Irman Mutakin Ade Irman Saeful Mutaqin Ade Irman SM Ade Irman, Ade Alia Badra Pitaloka, Alia Badra Alifia Puspa Septianingrum Amelia Rachmawati Ananta, Surya Atmadilaga Ani Umyati Ani Umyati Arini Syafira Utami Asep Ridwan Asih Machfuzhoh Atia Sonda Bobby Kurniawan Budi Darma Maulana Cindy Christine Miranda Damasa G Desmiani Denni Kartika Sari Dewayana, Triwulandari Satitidjati Dhena R. Barleany Dhena Ria Barleany Dina Estining Tyas Lufianawati Dyah Lintang Trenggonowati Ekana Kusumaningrum Enny Fitriyanti Erien Amelia Erlin Filiandini Evi Febianti Evi Febianti Fajri Humaedi Fani Rahma Damayanti Fellek Getu Tadesse Galih, Restu Azi Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hadi Setiawank Hafair Mubarak Ibrahim Nur Farabi Intan Nauroh Iqbal Iqbal Iveline Anne Marie Kadarsah Suryadi Kee Evelyne Khairiyyah Rusydi khatili, putiri buana kulsum kulsum Kulsum M.T. M.Naufal Muadz Mentari Indria Cahya Merdiana Dewantari, Nustin Muhamad Ridwan Muharni, Yusraini Mukti Lestari Mutakin, ade irman Nuraida Wahyuni Nurul Ummi Nustin Merdiana Dewantari Purbasari, Intan Puti Nur Hardiyanti Putiri B. Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Buana Khatili Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Ratna Ekawati Restu Wigati, Restu Retno Sulistyo Dhamar Lestari Rettrikar Kiswindyatmoko Ria Barleany, Dhena Rifan Maulana Rizki Akbari Robi Setiawan Saeful Mutaqin S., Ade Irman Saleh, Afiatta Ilhan Selviroh, Selviroh Shera Dwi Andini Sirajuddin Sirajuddin Syahputra, Galang ulfah, Maria Ummi, Nurul Utami Damayanti Vidya Nursekha Wahyu Susihono Yanuar Sutanto Zainal Abidin