Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Solah

VISUALISASI TOKOH NAWANG WULAN DALAM PERTUNJUKAN JAKA TARUB SUTRADARA MAYA ROSALINDA KRISHADIANTI UMAZAH, AULINA; HIDAJAD, ARIF
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktor merupakan bagian terpenting penyampai gagasan sutradara dalam pertunjukan teater. Dalam penulisan ini lebih menitik beratkan pada poses pemvisualan tokoh Nawang Wulan. Pertunjukan Folklor Jaka Tarub sutradara Maya Rosalinda Krishadianti merupakan salah satu bentuk pertunjukan yang terinspirasi dari Kebudayaan Indonesia yang di jadikan sebagai tempat bersejarah di desa Widodaren Kabupaten Ngawi.. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk memerankan menjadi tokoh Mitologi yang tidak pernah di ketahui asal mula dan keberadaanya,sehinga mempunyai tantangan tersendiri bagi seorang aktor dalam proses pencarian, bentuk pemvisualan tersebut penulis lakukan dengan Teknik Keaktoran WS.Rendra.Teknik keaktoran keaktoran yang di gunakan sebagai pendekatan proses pemvisualan aktor menuju Tokoh Mitologi Nawang Wulan adalah metode pelatihan Rendra yang memiliki 11 Teknik. Berikut ini adalah Teknik yang di maksud : 1) Permainan yang hidup, 2) Mendengar dan menanggapi, 3) Kejelassan dan Kerasnya Ucapan, 4) Membina Klimaks, 5) Bergerak dengan Alasan, 6) Proyeksi, 7) emahami Takaran, 8) Teknik Muncul dan Keluar, 9) Timing, 10) Tempo Permainan, 11) Improvisasi.Hasil dari penggunaan metode keaktoran Rendra sebagai pendekatan pelatihan aktor menunjukan hasil yang signifikan dan dapat di jadikan sebagai acuan oleh aktor dalam proses pencarian. Proses Visualisasi di lakukan oleh aktor tidak hanya mengacu pada Teknik keaktoran Rendra, namun aktor juga melakukan riset dan beberapa eksplorasi di luar Teknik keaktoran Rendra, maka dari itu dalam proses pencarian keaktoran aktor perlu mencari teknik lain untuk di jadikan sebagai bahan pengembangan tokoh Nawang WulanKata Kunci : Visualisasi,Aktor, Folklor Jaka Tarub
METODE PELATIHAN KEAKTORAN PADA EKSTRAKURIKULER TEATER DEKIK SMAN 1 KRAKSAAN GUNAWAN WIBISONO, FERI; HIDAJAD, ARIF
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pelatihan seorang aktor merupakan langkah awal yang menjadi bagian penting bagi seluruh pelatih teater di Indonesia untuk membentuk anak didiknya, terlebih dalam ruang pelajar SMA. Melihat hal tersebut, penulis dalam penelitiannya ini lebih menitik beratkan pada metode pelatihan keaktoran yang di terapkan di teater dekik SMAN 1 Kraksaan, Probolinggo. Metode penelitian yang di gunakan oleh peneliti menggunakan metode kualitatif untuk dapat mendeskripsikan informasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data yakni ; Study Pustaka, Pengamatan, Wawancara, dan Dokumentasi. Penulis menggunakan Triangulasi metode, Sumber, dan Waktu untuk dapat menguji keabsahan dan kebenaran penelitian. Teater Dekik merupakan salah satu teater yang masih eksis di kalangan pelajar SMA di Kabupaten Probolinggo, hal tersebut di dukung oleh pelatih yang memiliki metode tersendiri dalam pembentukan aktor. Pelatih mengombinasikan metode keaktoran dari WS. Rendra yang meliputi ; Cara muncul dan keluar, Mendengar dan menanggapi dengan teknik keaktoran stanislavski, antara lain ; Motivasi, Imajinasi, Konsentrasi, Ingatan emosi, Adaptasi, Keadaan kreatif batiniah. Selain itu,metode maju mundur juga menjadi salah satu metode yang mampu menumbuhkan pengetahuan, kreatifitas, dan juga melatih kecerdasan siswa.Kata Kunci : Metode Pelatihan, Aktor, Teater Dekik
PENCIPTAAN TATA ARTISTIK PADA NASKAH ORANG KAYA BARU KARYA MOLIERE SADURAN NANO RIANTIARNO SUTRADADA DODOT WAHYU RISWANDA, ADHITYA; HIDAJAD, ARIF
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata Artistik merupakan penampakan visual yang dibuat oleh seorang penata artistik dalam teater uang tujuannya untuk membantu menkomunikasikan pertunjukan teater kepada pennton. Tata Artistik merupakan unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan dari teater, pertunjukan menjadi tidak utuh tanpa adanya tata artistik yang mendukung. Tata artistik memiliki lima unsur bagian yaitu setting, property, make-up, dan kostum yang dapat membantu pementasan menjadi lengkap dan sempurna sebagai pertunjukan. Oleh karena itu penulis memilih tata artistik sebagai ujian tugas akhir karena penulis merasa tertantang dan ingin membuktikan bahwa seorang penata artistik perempuan juga dapat memberikan karya terbaiknya yang tidak kalah jika dibandingkan dengan penata artistik laki-laki lainnya. Dengan mengambil naskah ?Orang Kaya Baru Karya Moliere Saduran Nano Riantiarno Sutradara Dodot?.Naskah asli Moliere yang berjudul ?Le Bourgeouis Gentilhomme? disadur oleh Nano Riantiarno dan dibawa ketahun 1900 dengan judul ?Orang Kaya Baru?, naskah ini membawa dua percampuran adat didalamnya, yaitu akulturasi budaya Betawi dengan Belanda. Oleh karena itu penulis sekaligus penata artistik menghadirkan pencampuran dua adat tersebut kedalam visualisasi penggarapan artistiknya, baik itu pada setting, make-up dan kostum.Metode penggarapan setting yang dipilih penulis berupa set multifungsi dan simbolis dengan mendekatkan pada bentuk bangunan Batavia tahun 1900 dengan penambahan-penambahan sesuai dengan kebutuhan panggung. Pengaplikasian naskah pada pertunjukan menggunakan make-up korektif, makeup karakter, dan make-up fantasi. Penggarapan kostum pada naskah ?Orang Kaya Baru? penulis mengambil pendekatan pada kostum Beatawi dan Belanda pada tahun 1900-an, begitu pula dengan setting yang dibuat juga dibuat sedekat mungkin dengan tahun 1900-an.Setelah melakukan observasi melalui data verbal, data visual dan observasi langsung, penulis sekaligus penata artistik merancang desain setting, make-up, dan kostum untuk naskah ?Orang Kaya Baru Karya Moliere Saduran Nano Riantiarno Sutradara Dodot?. Setelah desain sudah dibuat selanjutnya divisualisasikan secara utuh kedalam sebuah pertunjukan.Kata Kunci : Tata Artistik, Setting, Make-up, Kostum, Orang Kaya Baru.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER KESENIAN KARAWITAN DI SMAN 1 DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK RIRIS SWASTUTI RAHAYU, TITIK; HIDAJAD, ARIF
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrakurikuler yang ada di SMAN 1 Dongko Kabupaten Trenggalek salah satunya kesenian karawitan yang terbentuk pada tahun 2009 bulan April, terbentuk atas dasar antusias siswa yang sangat banyak terhadap kesenian karawitan dan kesenian paling berpotensi. Latihan ekstrakurikuler dilakukan dua kali dalam satu minggu, materi yang diajarkan berpedoman pada buku karangan dari Ki Narto Subdho dan di tulis oleh A.Sugiarto, S.Kar.dengan judul buku ?Kumpulan Gending Jawa Karya Ki Narto Sabdho?, dengan metode pengajaran pembelajaran melalui seni dan pembelajaran tentang seni. Media yang digunakan berupa media visual dan audio visual, serta dilengkapi dengan seperangkat gamelan. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif menurut Kirk & Miller (dalam Nasution 1988:23), dengan menggunakan teknik studi pusta berupa reverensi dari pustaka cetakan dan studi lapangan berupa: observasi, wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini seperti (1)Reduksi data, (2)Penyajian data (3)Pengambilan kesimpulan. Validasi data dalam penelitian ini (1)Triangulasi Sumber dan (2)Triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesenian karawitan di SMAN 1 Dongko kabupaten Trenggalek sebagai media pembentukan karakter, pembentuk budi luhur yang halus, dengan melalui gending-gending yang dimainkan secara tidak langsung mampu membentuk perilaku yang halus, karena gending yang di mainkan meliputi gending-gending klasik yang bernuansa halus dan rancak, sehingga gending dalam karawitan bisa sebagai terapi kepribadian siswa. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Ekstrakurikuler, Karawitan.