Claim Missing Document
Check
Articles

Modelling Disease Risk Faktors for Covid-19 on District/City in West Sumatera Vitratul Ilahi; Masrizal Masrizal; Syafrawati Syafrawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v16i2.945

Abstract

The chain of transmission of COVID-19 cases has been increased from day to day. Based on data from the Ministry of Health, the province of West Sumatra is ranked 3rd in Indonesia. This research is aimed to find out the modelling of risk factor of COVID-19 disease in district/city in West Sumatera. This research is an observational analytic study using secondary data in 2020 and multivariate analysis includes a cluster analysis, biplot analysis and discriminant analysis. The unit of analysis in this study are all districts / cities in West Sumatra and uses 6 factors that cause COVID-19 in West Sumatra. Grouping process yielded  three  clusters  of  districts  /  cities  based  on factors  causes  COVID-19. The different variable between clusters based on the result of discriminant analysis, namely; the number of elderly, the percentage of poor people and the population density. To that end, it is advisable to  West Sumatra Provincial Health Office in the implementation of eradication programs and disease prevention COVID-19 to implement disease management based on the characteristics of each region of each district / city.
Manajemen Pendidikan Pra-Nikah dalam Membina Kesiapan Calon Pengantin: Pre-Marital Education Management in Fostering the Readiness of Prospective Brides and Grooms Syafrawati
Journal of Educational Management and Islamic Leadership (JEMIL) Vol. 4 No. 1: Februari 2025
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jemil.v4i1.7306

Abstract

Bimbingan perkawinan pranikah yang awalnya disebut kursus calon pengantin (suscatin) adalah pemberian bekal pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penumbuhan kesadaran kepada remaja usia nikah tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga. Adapun tujuan bimbingan perkawinan adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga/keluarga dalam mewujudkan keluarga sak?nah mawaddah warahmah serta mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga.Tujuan penelitian ini Untuk mengkaji manajemen pendidikan pelaksanaan bimbingan pra-nikah di Kecamatan Baolan dalam membina kesiapan calon pengantin, dan Untuk mendeskripsikan teknis pelaksanaan bimbingan pra-nikah di Kecamatan Baolan, serta untuk mengidentifikasi dampak dari pelaksanaan bimbingan pra-nikah terhadap kesiapan calon pengantin.Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Proses pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan Dokumentasi.Hasil penelitian tentang pengorganisasian manajemen pendidikan pelaksanaan bimbingan pra-nikah di Kecamatan Baolan menunjukkan pentingnya penyelenggaraan program ini sebagai bagian dari upaya membina kesiapan calon pengantin.Kesimpulan dari hasil penelitian ini, bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli sudah berjalan lancar.Banyak materi yang disampaikan oleh pihak KUA mulai dari materi tentang perkawinan, fiqih munakahat, keluarga berencana dan kesehatan.Berdasarkan hasil angket dan wawancara mendalam dengan peserta bimbingan perkawinan bahwasanya bimbingan perkawinan ini sangat berdampak positif terhadap kesiapan menikah calon pengantin, karena adanya bimbingan perkawinan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh para peserta bimbingan perkawinan di Kecamatan Baolan. Meskipun dianggap cukup baik namun terdapat beberapa hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan seperti kurangnya kesadaran peserta bimbingan akan pentingnya mengikuti bimbingan perkawinan pranikah ini
Penilaian Implementasi Rekam Medis Elektronik Dengan Metode HOT-FIT di Puskesmas Kota Padang Siswati, Sri; Syafrawati; Khairunnisa, Muthia
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss1.2140

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) in public health centers by December 31, 2023, as mandated by the Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022, faces challenges in human, organizational, and technological aspects. This study evaluates the EMR system in public health centers in Padang using the HOT-FIT method through a mixed-method approach conducted from April to June 2024. Quantitative data were collected through a cross-sectional survey of 72 respondents (doctors, medical record staff, nurses) and qualitative data from 48 informants (heads of health centers, medical record staff). The findings indicate that in the human aspect, system usage was rated good (54.2%), but user satisfaction was low (58.3%). Organizational aspects, including structure (52.8%) and environment (54.2%), were rated good. In the technology aspect, system quality (51.4%) and information quality (56.9%) were rated poor, while service quality was rated good (62.5%). The net benefit aspect (55.6%) highlighted EMR's contribution to improving work efficiency and effectiveness. Challenges include insufficient training, low technological literacy, network disruptions, inadequate infrastructure, weak patient data security, and incomplete patient records. The study recommends the development of a mayoral regulation to address these challenges and enhance EMR implementation in Padang.
Determinan Kesehatan dan Faktor Risiko Komorbiditas Terhadap Penderita Tuberkulosis (TB) COVID-19 Fachrizal, Indra; Djafri, Defriman; Syafrawati, Syafrawati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.954

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah global dengan estimasi 10,6 juta kasus pada tahun 2021. Indonesia menempati urutan ketiga dengan jumlah kasus TB sebamyak 969 ribu kasus. Pandemi COVID-19 berdampak pada terjadinya koinfeksi TB COVID-19 yang dapat memperparah status klinis penderita TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh determinan kesehatan dan faktor risiko komorbiditas terhadap penderita TB COVID-19 di Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara tahun 2020-2022. Jenis peneltian adalah studi case control match. Penelitian menggunakan data sekunder dari sistem informasi TB (SiTB) dan All Record COVID-19 Provinsi Sumatera Utara. Sampel sebanyak 36 orang dengan perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1. Analisis data multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian memperoleh 36 kasus TB COVID-19 dan 36 kasus TB. Hasil analisis bivariat menunjukkan akses pengobatan, status gizi, pendapatan, lingkungan, hipertensi dan HIV tidak berhubungan dengan dengan kejadian TB COVID-19 (p>0,05). Ada hubungan komorbid DM dengan kejadian TB COVID-19 (p-value=0,038). Faktor risiko paling dominan terhadap kejadian TB COVID-19 adalah komorbid DM dengan p-value=0,023 dengan nilai OR=0,06 (95% CI 0,00053-0,676). Komorbid DM sebagai prediktor menurunkan risiko kejadian TB COVID-19. Penting bagi penderita  TB yang mempunyai komorbid DM untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal dengan melakukan cek gula darah secara rutin.
Faktor Iklim Berdasarkan Lag Time yang Berhubungan dengan Kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan Larasati, Novia; Masrizal, Masrizal; Syafrawati, Syafrawati; Basra, Mega Utami
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1138

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk membutuhkan lingkungan yang baik untuk berkembang biak. Terdapat jeda waktu antara fluktuasi variabel iklim dan peningkatan kasus DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim (curah hujan, jumlah hari hujan, suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari) berdasarkan jeda waktu 0-2 bulan dengan kasus DBD. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Data penelitian menggunakan data DBD bulanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dan data unsur iklim dari 3 BMKG (Sicincin, Minangkabau, dan Teluk Bayur). Analisis data menggunakan uji univariat, uji bivariat, dan uji multivariat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kasus terdapat korelasi antara variabel iklim dengan kasus DBD, yaitu curah hujan lag 0 (r=0,271), curah hujan lag 1 (r=0,303), jumlah hari hujan lag 1 (r=0,284), jumlah hari hujan lag 2 (r=0,272), lama penyinaran matahari lag 0 (r=0,311), dan kecepatan angin lag 0 (r=0,296). Curah hujan lag 2 merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2018-2022. Disarankan untuk membuat kebijakan atau kesiapan berbasis data metereologis dalam rangka pengendalian kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan.
Perspektif Masyarakat Terhadap Kebijakan Kenaikan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Roza, Shelvy Haria; Sari, Ayulia Fardila; Syafrawati, Syafrawati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.86607

Abstract

Adanya perubahan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan iuran jaminan kesehatan nasional dalam beberapa kali mengakibatkan terjadinya perspektif positif dan negatif dari masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perspektif masyarakat terhadap kenaikan iuran JKN bagi peserta mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Padang, yaitu Puskesmas, Klinik, Praktek Bidan, Populasi adalah peserta mandiri JKN di Kota Padang dengan jumlah sampel 100 orang yang dipilih secara simple random sampling. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner.Variabel independen meliputi penghasilan, kelas JKN, dan pengetahuan sedangkan variabel dependen adalah perspektif kenaikan iuran. Analisis data secara univariat, dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian adalah sebagian besar responden menyatakan  perspektif negatif dengan kenaikan besaran iuran JKN, dimana perspektif negatif terbesar pada responden kelompok dewasa dan berpendidikan tinggi. serta responden yang berada pada kelas III. Adanya kebijakan iuran JKN ini menimbulkan perspektif negatif dari masyarakat pada JKN. Ada hubungan yang bermakna antara penghasilan, pekerjaan terhadap perspektif kenaikan iuran JKN. Perlunya kajian ulang dalam mengidentifikasi pendapatan keluarga terhadap kelas pembayaran JKN.
Determinan Kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Pekerja Sektor Informal di Sumatera Barat: Analisis Data Susenas Tahun 2022 Roza, Shelvy Haria; Syahirah, Nada Tri Hazka; Syafrawati, Syafrawati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.88240

Abstract

Cakupan kepemilikan JKN di Indonesia belum sesuai target tahun 2021 (87%). Kepemilikan JKN di Provinsi Sumatera Barat lebih rendah dari cakupan nasional (83,9%). Tantangan perluasan kepemilikan JKN adalah mencakup pekerja sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepemilikan JKN pekerja sektor informal di Sumatera Barat. Penelitian kuantitatif cross-sectional dengan analisis data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2022 ini memiliki sampel pekerja informal usia 15-64 tahun yang tercakup dalam Susenas 2022. Data dianalisis dengan aplikasi STATA Ver.14 secara univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Lebih dari separuh pekerja informal di Sumatera Barat memiliki JKN (71,26), lebih banyak pada kelompok usia pra pensiun (27,61%), berjenis kelamin laki-laki (58,7%), pendidikan rendah (94,12%), tinggal di perdesaan (66,67%), lapangan usaha non pertanian (51,9%), pengeluaran 40 persen terbawah (59,82%), menggunakan internet (53,81%), tidak ada keluhan kesehatan (62,97%). Analisis bivariat kepemilikan JKN berhubungan signifikan dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, daerah tempat tinggal, lapangan usaha, penggunaan internet, dan keluhan kesehatan. Faktor yang paling dominan berhubungan adalah daerah tempat tinggal (OR = 1,941). Faktor daerah tempat tinggal berhubungan paling dominan dengan kepemilikan JKN. Daerah tempat tinggal yang sulit diintervensi maka perlu adanya pendekatan kultural seperti melibatkan tokoh masyarakat atau pemimpin adat untuk ikut serta dalam program JKN.
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENCEGAHAN BULLYING MELALUI EDUKASI DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI SDN 11 KURAO PAGANG KOTA PADANG Syafrawati syafrawati; Sri Siswati; Annisa Afritika
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i2.664

Abstract

Bullying remains a common issue in elementary schools, posing serious threats to students' mental, social, and academic development. SDN 11 Kurao Pagang, located in Nanggalo District, Padang, is one such school facing this challenge. Its close proximity to a junior high school raises concerns, as interactions between the two student groups may expose younger students to inappropriate behaviors, including bullying. This community service program aimed to enhance students’ knowledge and awareness of bullying and its prevention. The intervention involved interactive educational sessions through lectures, discussions, pre- and post-tests, and the distribution of health promotion materials such as posters and pocket books. The content was delivered using visually engaging PowerPoint slides tailored to the comprehension level of elementary students. The results showed a significant improvement in students’ understanding of bullying, with the average test score rising from 71.25 (pre-test) to 85.42 (post-test). These findings indicate that the program was effective in increasing students' knowledge about the definition, types, impacts, and prevention of bullying. In addition, the activity contributed to fostering a more positive and safer school environment. Regular implementation of similar programs is recommended to reinforce these outcomes and ensure the long-term sustainability of their positive impact.
Survival Analysis of Multi-Drug Resistant Tuberculosis Patients in North Sumatra Dessritina, Pesona; Nursal, Dien Gusta Aggraini; Syafrawati, Syafrawati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v14i3.990

Abstract

Background: The severity and ease of spread of MDR-TB have caused this disease to become an epidemic in various countries. WHO has also launched an international program "End TB" which until now has not even reached half of the target. Indonesia is already in the third highest position after India and China with a CFR of 0.11% and North Sumatra Province is already at the 6th highest level in Indonesia and the highest on the island of Sumatra.Purpose : The purpose of this study was to see the survival of MDR-TB patients in North Sumatra Province.Methods: The method in this study used a retrospective cohort design with secondary data on MDR-TB cases for 2020 – 2022. The sample used was total sampling with the condition that it met the sample criteria, namely complete data and treatment results. The analysis was carried out using univariate, Kaplan-Meier, bivariate analysis using the logrank test and multivariate with full model logistic regression.Results: The results obtained from a total of 664 cases (26.81%) died and (73.19%) survived. The variables related to survival in MDR-TB patients were age (p = 0.000 HR (Hazard Ratio) 1.88) and HIV status (p = 0.001 HR 1.40). The dominant variable related to survival is age (p = 0.000 HR 0.64).Conclusion: based on statistical tests, age and HIV status had a significant relationship with survival, while gender, OAT resistance, history of DM, history of treatment and treatment delays had no significant relationship based on statistical tests in this study.
Individual, Sexual, and Health Risk Factors Associated With HIV/AIDS Incidence Setiawan, Luluk; Masrizal, Masrizal; Syafrawati, Syafrawati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2026): JIK-APRIL VOLUME 10 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v10i1.1522

Abstract

Background: HIV/AIDS remains a major public health challenge in Indonesia. Dharmasraya Regency, West Sumatra, ranks second in HIV prevalence among districts in the province (0.018%), with cases increasing from 3 new infections in 2023 to 8 cases by October 2024. The specific pattern of risk factors driving this upward trend in Dharmasraya remains insufficiently documented.Objective: This study aimed to identify risk factors of individual characteristics, sexual behavior, and health history associated with HIV/AIDS incidence in Dharmasraya Regency.Methods: An analytical study using a non-matching case-control design was conducted from March to May 2025. A total of 117 participants were recruited from the HIV/AIDS Information System (SIHA 2.1): 39 laboratory-confirmed HIV-positive cases (total sampling) and 78 HIV-negative controls (systematic random sampling, 1:2 ratio). Data were collected through structured, interviewer-administered questionnaires. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test (α = 0.05), with crude odds ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI) calculated for each variable.Results: Five variables were significantly associated with HIV incidence: risky sexual practices (OR = 44.24; 95% CI: 9.83–199.02; p < 0.001), non-heterosexual orientation history (OR = 5.57; 95% CI: 2.40–12.93; p < 0.001), history of sexually transmitted infections (OR = 5.47; 95% CI: 2.06–14.50; p = 0.001), family history of HIV/AIDS (OR = 5.33; 95% CI: 2.08–13.70; p = 0.001), and male gender (OR = 2.62; 95% CI: 1.12–6.09; p = 0.039). Age, education level, occupation, marital status, and condom use showed no statistically significant association.Conclusion: Risky sexual practices, non-heterosexual orientation history, STI history, family history of HIV/AIDS, and male gender are significant risk factors for HIV incidence in Dharmasraya Regency. Targeted prevention programs addressing behavioral risk factors and stigma-free healthcare access are urgently recommended. Future research should employ multivariate methods to identify independent risk factors.