Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BIAYA JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) (STUDI KASUS PADA SALAH SATU BIDAN PRAKTEK SWASTA KOTA PADANG) Syafrawati Syafrawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.168

Abstract

Tahun 2011 Kementerian Kesehatan RI membuat suatu kebijakan dengan meluncurkan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) sebagai bentuk intervensi dalam penurunan AKI dan AKB. Pelaksanaan program Jampersal ini masih menemukan kendala di lapangan. Salah satunya adalah masih minimnya Bidan Praktek Swasta yang mau menerima pasien Jampersal. Tujuan penelitian adalah dilakukannya analisa biaya untuk satu kali persalinan normal pada salah satu bidan praktek swasta di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kuantitatif. Metode analisis biaya yang digunakan adalah metode activity based costing yaitu metode penghitungan biaya berdasarkan aktifitas-aktifitas yang dilakukan bidan pada persalinan normal, mulai dari pasien datang ke rumah bidan sampai pasien pulang. Berdasarkan analisa biaya yang ditimbulkan pada pelayanan persalinan normal adalah Rp. 574.452,-. Hal ini menunjukkan bahwa pengantian biaya persalinan normal oleh pemerintah kepada bidan praktek swasta masih kurang sekitar Rp. 74.452,- dari anggaran  pemerintah sebesar Rp 500.000,-. Disarankan kepada pemerintah untuk menambah alokasi dana persalinan normal agar bidan yang ingin melaksanakan pelayanan jampersal mendapatkan pembayaran sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan.Kata Kunci: Jampersal, Bidan, Activity Based Costing
Modelling Disease Risk Faktors for Covid-19 on District/City in West Sumatera Vitratul Ilahi; Masrizal Masrizal; Syafrawati Syafrawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v16i2.945

Abstract

The chain of transmission of COVID-19 cases has been increased from day to day. Based on data from the Ministry of Health, the province of West Sumatra is ranked 3rd in Indonesia. This research is aimed to find out the modelling of risk factor of COVID-19 disease in district/city in West Sumatera. This research is an observational analytic study using secondary data in 2020 and multivariate analysis includes a cluster analysis, biplot analysis and discriminant analysis. The unit of analysis in this study are all districts / cities in West Sumatra and uses 6 factors that cause COVID-19 in West Sumatra. Grouping process yielded  three  clusters  of  districts  /  cities  based  on factors  causes  COVID-19. The different variable between clusters based on the result of discriminant analysis, namely; the number of elderly, the percentage of poor people and the population density. To that end, it is advisable to  West Sumatra Provincial Health Office in the implementation of eradication programs and disease prevention COVID-19 to implement disease management based on the characteristics of each region of each district / city.
Manajemen Pendidikan Pra-Nikah dalam Membina Kesiapan Calon Pengantin: Pre-Marital Education Management in Fostering the Readiness of Prospective Brides and Grooms Syafrawati
Journal of Educational Management and Islamic Leadership (JEMIL) Vol. 4 No. 1: Februari 2025
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jemil.v4i1.7306

Abstract

Bimbingan perkawinan pranikah yang awalnya disebut kursus calon pengantin (suscatin) adalah pemberian bekal pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penumbuhan kesadaran kepada remaja usia nikah tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga. Adapun tujuan bimbingan perkawinan adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga/keluarga dalam mewujudkan keluarga sak?nah mawaddah warahmah serta mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga.Tujuan penelitian ini Untuk mengkaji manajemen pendidikan pelaksanaan bimbingan pra-nikah di Kecamatan Baolan dalam membina kesiapan calon pengantin, dan Untuk mendeskripsikan teknis pelaksanaan bimbingan pra-nikah di Kecamatan Baolan, serta untuk mengidentifikasi dampak dari pelaksanaan bimbingan pra-nikah terhadap kesiapan calon pengantin.Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Proses pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan Dokumentasi.Hasil penelitian tentang pengorganisasian manajemen pendidikan pelaksanaan bimbingan pra-nikah di Kecamatan Baolan menunjukkan pentingnya penyelenggaraan program ini sebagai bagian dari upaya membina kesiapan calon pengantin.Kesimpulan dari hasil penelitian ini, bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli sudah berjalan lancar.Banyak materi yang disampaikan oleh pihak KUA mulai dari materi tentang perkawinan, fiqih munakahat, keluarga berencana dan kesehatan.Berdasarkan hasil angket dan wawancara mendalam dengan peserta bimbingan perkawinan bahwasanya bimbingan perkawinan ini sangat berdampak positif terhadap kesiapan menikah calon pengantin, karena adanya bimbingan perkawinan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh para peserta bimbingan perkawinan di Kecamatan Baolan. Meskipun dianggap cukup baik namun terdapat beberapa hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan seperti kurangnya kesadaran peserta bimbingan akan pentingnya mengikuti bimbingan perkawinan pranikah ini
Penilaian Implementasi Rekam Medis Elektronik Dengan Metode HOT-FIT di Puskesmas Kota Padang Siswati, Sri; Syafrawati; Khairunnisa, Muthia
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss1.2140

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) in public health centers by December 31, 2023, as mandated by the Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022, faces challenges in human, organizational, and technological aspects. This study evaluates the EMR system in public health centers in Padang using the HOT-FIT method through a mixed-method approach conducted from April to June 2024. Quantitative data were collected through a cross-sectional survey of 72 respondents (doctors, medical record staff, nurses) and qualitative data from 48 informants (heads of health centers, medical record staff). The findings indicate that in the human aspect, system usage was rated good (54.2%), but user satisfaction was low (58.3%). Organizational aspects, including structure (52.8%) and environment (54.2%), were rated good. In the technology aspect, system quality (51.4%) and information quality (56.9%) were rated poor, while service quality was rated good (62.5%). The net benefit aspect (55.6%) highlighted EMR's contribution to improving work efficiency and effectiveness. Challenges include insufficient training, low technological literacy, network disruptions, inadequate infrastructure, weak patient data security, and incomplete patient records. The study recommends the development of a mayoral regulation to address these challenges and enhance EMR implementation in Padang.
Determinan Kesehatan dan Faktor Risiko Komorbiditas Terhadap Penderita Tuberkulosis (TB) COVID-19 Fachrizal, Indra; Djafri, Defriman; Syafrawati, Syafrawati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.954

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah global dengan estimasi 10,6 juta kasus pada tahun 2021. Indonesia menempati urutan ketiga dengan jumlah kasus TB sebamyak 969 ribu kasus. Pandemi COVID-19 berdampak pada terjadinya koinfeksi TB COVID-19 yang dapat memperparah status klinis penderita TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh determinan kesehatan dan faktor risiko komorbiditas terhadap penderita TB COVID-19 di Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara tahun 2020-2022. Jenis peneltian adalah studi case control match. Penelitian menggunakan data sekunder dari sistem informasi TB (SiTB) dan All Record COVID-19 Provinsi Sumatera Utara. Sampel sebanyak 36 orang dengan perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1. Analisis data multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian memperoleh 36 kasus TB COVID-19 dan 36 kasus TB. Hasil analisis bivariat menunjukkan akses pengobatan, status gizi, pendapatan, lingkungan, hipertensi dan HIV tidak berhubungan dengan dengan kejadian TB COVID-19 (p>0,05). Ada hubungan komorbid DM dengan kejadian TB COVID-19 (p-value=0,038). Faktor risiko paling dominan terhadap kejadian TB COVID-19 adalah komorbid DM dengan p-value=0,023 dengan nilai OR=0,06 (95% CI 0,00053-0,676). Komorbid DM sebagai prediktor menurunkan risiko kejadian TB COVID-19. Penting bagi penderita  TB yang mempunyai komorbid DM untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal dengan melakukan cek gula darah secara rutin.
Faktor Iklim Berdasarkan Lag Time yang Berhubungan dengan Kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan Larasati, Novia; Masrizal, Masrizal; Syafrawati, Syafrawati; Basra, Mega Utami
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1138

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk membutuhkan lingkungan yang baik untuk berkembang biak. Terdapat jeda waktu antara fluktuasi variabel iklim dan peningkatan kasus DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim (curah hujan, jumlah hari hujan, suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari) berdasarkan jeda waktu 0-2 bulan dengan kasus DBD. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Data penelitian menggunakan data DBD bulanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dan data unsur iklim dari 3 BMKG (Sicincin, Minangkabau, dan Teluk Bayur). Analisis data menggunakan uji univariat, uji bivariat, dan uji multivariat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kasus terdapat korelasi antara variabel iklim dengan kasus DBD, yaitu curah hujan lag 0 (r=0,271), curah hujan lag 1 (r=0,303), jumlah hari hujan lag 1 (r=0,284), jumlah hari hujan lag 2 (r=0,272), lama penyinaran matahari lag 0 (r=0,311), dan kecepatan angin lag 0 (r=0,296). Curah hujan lag 2 merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2018-2022. Disarankan untuk membuat kebijakan atau kesiapan berbasis data metereologis dalam rangka pengendalian kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan.
Perspektif Masyarakat Terhadap Kebijakan Kenaikan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Roza, Shelvy Haria; Sari, Ayulia Fardila; Syafrawati, Syafrawati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.86607

Abstract

Adanya perubahan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan iuran jaminan kesehatan nasional dalam beberapa kali mengakibatkan terjadinya perspektif positif dan negatif dari masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perspektif masyarakat terhadap kenaikan iuran JKN bagi peserta mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Padang, yaitu Puskesmas, Klinik, Praktek Bidan, Populasi adalah peserta mandiri JKN di Kota Padang dengan jumlah sampel 100 orang yang dipilih secara simple random sampling. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner.Variabel independen meliputi penghasilan, kelas JKN, dan pengetahuan sedangkan variabel dependen adalah perspektif kenaikan iuran. Analisis data secara univariat, dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian adalah sebagian besar responden menyatakan  perspektif negatif dengan kenaikan besaran iuran JKN, dimana perspektif negatif terbesar pada responden kelompok dewasa dan berpendidikan tinggi. serta responden yang berada pada kelas III. Adanya kebijakan iuran JKN ini menimbulkan perspektif negatif dari masyarakat pada JKN. Ada hubungan yang bermakna antara penghasilan, pekerjaan terhadap perspektif kenaikan iuran JKN. Perlunya kajian ulang dalam mengidentifikasi pendapatan keluarga terhadap kelas pembayaran JKN.
Determinan Kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Pekerja Sektor Informal di Sumatera Barat: Analisis Data Susenas Tahun 2022 Roza, Shelvy Haria; Syahirah, Nada Tri Hazka; Syafrawati, Syafrawati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.88240

Abstract

Cakupan kepemilikan JKN di Indonesia belum sesuai target tahun 2021 (87%). Kepemilikan JKN di Provinsi Sumatera Barat lebih rendah dari cakupan nasional (83,9%). Tantangan perluasan kepemilikan JKN adalah mencakup pekerja sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepemilikan JKN pekerja sektor informal di Sumatera Barat. Penelitian kuantitatif cross-sectional dengan analisis data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2022 ini memiliki sampel pekerja informal usia 15-64 tahun yang tercakup dalam Susenas 2022. Data dianalisis dengan aplikasi STATA Ver.14 secara univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Lebih dari separuh pekerja informal di Sumatera Barat memiliki JKN (71,26), lebih banyak pada kelompok usia pra pensiun (27,61%), berjenis kelamin laki-laki (58,7%), pendidikan rendah (94,12%), tinggal di perdesaan (66,67%), lapangan usaha non pertanian (51,9%), pengeluaran 40 persen terbawah (59,82%), menggunakan internet (53,81%), tidak ada keluhan kesehatan (62,97%). Analisis bivariat kepemilikan JKN berhubungan signifikan dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, daerah tempat tinggal, lapangan usaha, penggunaan internet, dan keluhan kesehatan. Faktor yang paling dominan berhubungan adalah daerah tempat tinggal (OR = 1,941). Faktor daerah tempat tinggal berhubungan paling dominan dengan kepemilikan JKN. Daerah tempat tinggal yang sulit diintervensi maka perlu adanya pendekatan kultural seperti melibatkan tokoh masyarakat atau pemimpin adat untuk ikut serta dalam program JKN.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA MELALUI EDUKASI MENGHADAPI TANTANGAN DAN KESEMPATAN KARIER DI ERA SOCIETY 5.0 DI UNIVERSITAS ANDALAS Siswati, Sri; Syafrawati, Syafrawati; Khairunnisa, Muthia
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i3.629

Abstract

The Society 5.0 era brings significant changes through technological innovations that transform work patterns and create new challenges in securing employment. Students are required to master both hard and soft skills to remain competitive in the workforce. A tracer study conducted by Andalas University revealed that nearly one-third of the 2023 graduates had not yet secured employment, raising concerns about their readiness to face this era. Therefore, the aim of this initiative was to enhance the preparedness of Andalas University students by increasing their knowledge of how to address challenges and career opportunities in the Society 5.0 era. The method used in this activity involved educational lectures and discussions conducted online via Zoom on May 31, 2024, attended by 103 students from Andalas University. The results showed an increase in students' knowledge of how to navigate the challenges and strategies for career opportunities in the Society 5.0 era, as measured by pre-test and post- test scores. Paired sample t-test analysis indicated a significant increase in the students' average knowledge, from 7.47 (pre-test) to 8.50 (post-test), with a p-value of 0.000 < 0.05. The conclusion of this activity is that the educational intervention effectively increased students' knowledge in facing challenges and career opportunities in the Society 5.0 era. It is hoped that Andalas University will continue to implement such programs, especially for final-year students, to better prepare them for the workforce and help reduce unemployment rates.
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENCEGAHAN BULLYING MELALUI EDUKASI DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI SDN 11 KURAO PAGANG KOTA PADANG syafrawati, Syafrawati; Siswati, Sri; Afritika, Annisa
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i2.664

Abstract

Bullying remains a common issue in elementary schools, posing serious threats to students' mental, social, and academic development. SDN 11 Kurao Pagang, located in Nanggalo District, Padang, is one such school facing this challenge. Its close proximity to a junior high school raises concerns, as interactions between the two student groups may expose younger students to inappropriate behaviors, including bullying. This community service program aimed to enhance students’ knowledge and awareness of bullying and its prevention. The intervention involved interactive educational sessions through lectures, discussions, pre- and post-tests, and the distribution of health promotion materials such as posters and pocket books. The content was delivered using visually engaging PowerPoint slides tailored to the comprehension level of elementary students. The results showed a significant improvement in students’ understanding of bullying, with the average test score rising from 71.25 (pre-test) to 85.42 (post-test). These findings indicate that the program was effective in increasing students' knowledge about the definition, types, impacts, and prevention of bullying. In addition, the activity contributed to fostering a more positive and safer school environment. Regular implementation of similar programs is recommended to reinforce these outcomes and ensure the long-term sustainability of their positive impact.