Claim Missing Document
Check
Articles

Intervensi Kampung Keluarga Berkualitas: Identifikasi Strategi Penanganan Stunting di Imogiri, Bantul Ruliyandari, Rochana; Utami, Fitriana Putri; Agustin, Helfi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4018

Abstract

Stunting menjadi permasalahan penting yang harus ditangani segera karena tidak hanya merupakan permasalahan tumbuh kembang tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang anak hingga dewasa. Upaya penanggulangan stunting berupa intervensi gizi spesifik dan sensitive yang melibatkan peran masyarakat didalamnya, salah satunya peran Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi Kampung KB sebagai strategi penanganan stunting di Imogiri, Bantul. Penelitian ini berdesign kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) pada dua Kampung KB di Imogiri, Bantul. Subjek penelitian peserta FGD adalah stakeholder Kesehatan dan tokoh Masyarakat yang dipilih secara purposive. Data yang terkumpul dianalisis dengan tema analisis. Hasil penelitian menunjukkan upaya penanganan stunting oleh Kampung KB berupa kerjasama lintas sektor dengan mengedepankan local wisdom ditujukan untuk meningkatkan peran orang tua dalam pengasuhan anak, peningkatan pengelolaan sumber pangan bergizi dan sanitasi lingkungan tempat tinggal. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat guna memaksimalkan upaya intervensi gizi sensitif untuk pencegahan stunting di Imogiri, Bantul.
Analysis of the Health and Safety Behaviour of Domestic Tourists During Their Travels Isni, Khoiriyah; Sofianingrum, Arnita; Purnamasari, Dwi Putri; Saidah, Ayu; Rifai, Muchamad; Agustin, Helfi
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 12 No. 3 (2023): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v12i3.2023.313-319

Abstract

Introduction: Indonesia's tourism continues to grow annually despite increasing competition in the sector. This study assesses the risk behavior of Indonesian domestic tourists in shopping areas in the Special Region of Yogyakarta, particularly in terms of health and safety. Methods: This quantitative research used a cross-sectional approach and was conducted in shopping areas in the Special Region of Yogyakarta. Using accidental sampling, 212 domestic tourists aged at least 17 years were selected as respondents. This study incorporated primary data that were collected from questionnaires asking about the characteristics of the respondents and their knowledge, attitudes, and behavior concerning healthy and safe travel, and was examined using univariate and bivariate analyses. Results: More than 70% of the respondents were female and teenagers (17-24 years old). Approximately 53% of the respondents had low education, but most had good knowledge, positive attitudes, and good behavior towards travel health and safety. Thus, gender (p-value= 0.000) and tourist attitudes (p-value = 0.000) were significantly associated with health and safety behaviors during travel. Conclusion: The findings show that domestic tourists have good knowledge of and positive attitudes towards travel health and safety risks.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN SISTIM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI DESTINASI WISATA TAMAN TEBING BREKSI, D.I. YOGYAKARTA Agustin, Helfi; Arianto, Machfudz Eko; Rifai, Muchamad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.679-686

Abstract

In general, law enforcement on occupational safety and health  (OSH) has not been well implemented in the non-formal sector. One of them is community-based tourism. The obstacles include the absence or not yet functioning of OSH institutions. In fact, the tourism industry can easily sink due to tourists' discomfort and insecurity from disease outbreaks, natural disasters, and accidents. The purpose of community service is to assist in developing the OSH Management System at Tebing Breksi. This community service will contribute to the internalization of everyone's  OSH culture at Tebing Breksi that will impact the tourism sector's recovery after the Covid-19 pandemic. The implementation method is through the advocacy approach, outreach, and assistance of the  OSH program. The result of community service is top management policies in OSH commitment, organizational structure (the committee in charge of OSH), and hazard identification training as a requirement for making SOPs. The sustainability of the OSH management system will encourage the realization of an OSH culture for every worker in tourism services.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Wisata di Objek Wisata Waterpark di Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Safety and Health Tourism Risk Analysis at Waterpark Tourism Objects in Sleman Regency, Yogyakarta Rifai, Muchamad; Helfi Agustin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.814 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2195

Abstract

Latar Belakang: Pariwisata merupakan sektor yang memiliki kontribusi yang cukup berarti pada perekonomian suatu Negara. Efek domino yang dihasilkan merupakan dampak positif karena terbukanya lapangan pekerjaan di sekitar kawasan wisata, dan meningkatnya kesempatan berusaha. Pemerintah Indonesia juga mulai menjadikan pariwisata sebagai andalan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadikan pengembangan pariwisata sebagai visi pembangunan daerahnya. Saat ini Yogyakarta sebagai tujuan wisata ke dua di Indonesia. Yogyakarta berada di jalur lintas selatan menguntungkan bagi perkembangan potensi pariwisata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko di objek wisata waterpark di Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di salah satu objek wisata waterpark di Sleman Yogyakarta. Lokasi wisata ditetapkan secara purposive mewakili objek wisata permainan air yang merupakan objek wisata buatan. Hasil: Kajian tentang gambaran analisis risiko akan dikonfirmasi kepada informan triangulasi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian. Informan kunci pengelola tempat wisata adalah pimpinan operasional/teknis lokasi wisata, sedangkan informan triangulasi adalah wisatawan. Data dianalisis dengan matriks penilaian risiko. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Objek Wisata Waterpark memiliki 8 risiko sangat tinggi (extreme) dan 14 risiko tinggi (high). Risiko yang ada di objek wisata Waterpark dapat dilakukan pengendalian berupa penyediaan obat P3K, pengawasan dan pengecekan di area kolam, Alat Pelindung Diri, dan memberikan informasi terkait risiko yang ada di tempat wisata.
Edukasi Protokol Kesehatan untuk Pencegahan Penularan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta Helfi Agustin; Rochana Ruliyandari; Ayu Saidah; Mutmainni Mutmainni; Nadha Ambhita Andarizki; Nada Mufida
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.549

Abstract

Corona Virus Disease 19 dinyatakan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia oleh WHO. Pada awal 2020, kasus COVID-19 di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada pada posisi ke-15 dari 34 provinsi di Indonesia. Hasil survey Dinas Kesehatan DIY, pemahaman masyarakat tentang protokol kesehatan cukup baik, namun masih tingginya kasus menandakan bahwa masyarakat masih kurang tepat atau kurang konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan. Tim pengabdi bekerja sama dengan beberapa Puskesmas di DIY mengedukasi masyarakat untuk mencegah perluasan penularan COVID-19 di DIY. KIE Edukasi dilakukan secara insidental dari tanggal 5 April - 7 Mei 2021, secara daring dan luring, dan tersegmentasi kepada >100 orang laki-laki dan perempuan dewasa, serta anak-anak. Tim pengabdian juga menempelkan poster di area publik, membagikan hand sanitizer, masker dan sabun cuci tangan ke rumah warga.  KIE tentang protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19 diharapkan membantu mengatasi banyaknya hoaks di media massa, meningkatkan  aksesibilitas informasi bagi masyarakat yang tidak memiliki media sosial dan mendorong perubahan pengetahuan masyarakat menjadi praktik. Kegiatan telah berjalan baik dan lancar walau di tengah situasi pandemi hasil kegiatan tidak dapat diukur, karena KIE yang dilakukan lebih bersifat satu arah dan kondisional menyesuaikan situasi pandemi