Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Muatan Nilai Karakter dalam Buku Teks Pendidikan Pancasila SMP Kelas VII Wafa Khairunisa; Dadang Sundawa
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i4.1521

Abstract

Basically, one strategy in shaping the character of the nation's next generation is through instilling character values ​​in students at school, which can be implemented using the Pancasila Education textbook. This research aims to strengthen students' values ​​and ethics, so that they become individuals who are honest, empathetic and responsible, who in turn are expected to be pioneers of change that bring hope for a better future. This research methodology is a qualitative approach with content analysis methods. The results of the research show that the character values ​​contained in the Pancasila Education textbook are spread throughout the book's chapters, including (1) the introductory section which contains an invitation or exclamation, (2) the content of the material which includes students' activities in searching for information and reading discourse, as well as (3) a closing section which includes reflection, individual and group assessment.
Pedagogi Etnik Papua: Tren Penelitian Pembelajaran Konteks Lokal Papua Salman Alparis Sormin; Rudolfus Ruma Bay; Dadang Sundawa; Mubiar Agustin; Dharma Gyta Sari Harahap
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7562

Abstract

The research carried out aims to see trends in ethnopedagogical research in Papua that is integrated with local Papuan culture. Classified as Rivew's systematic research, known as Systematic Literature Review (SRL). The article screening process is adjusted to the inclusion criteria according to the research topic which can be used as primary data and secondary data. Next, the data analysis and triangulation process was carried out by paying attention to each component that was used as the basis for the inclusion criteria. The results of the research show that there are various derivations for each component assessed which are spread starting from journal indexers and adjusted to the derivation of learning materials and can be integrated with every aspect and component of local Papuan culture which is oriented towards research trends in the learning process in the Papua region. Based on the findings obtained, it can be concluded that the ethnopedagogical trend is closely related to the development of a learning process that is in accordance with Papuan culture and local wisdom through critical components of inclusion so that through an ethnopedagogical approach it can create a meaningful learning process and have a cooperative learning process orientation.
Pengembangan Pendidikan Karakter dan Keterampilan Sosial Siswa Melalui Kegiatan Parents Day Risha Nursabila Rahman; Dadang Sundawa; Neiny Ratmaningsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1991

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan keterampilan sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter melalui kegiatan Parents Day di SMP Alfa Centauri, Bandung. Program ini fokus pada sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membangun keterampilan seperti komunikasi, kerja sama, empati, dan tanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi pelaksanaan program, aktivitas siswa, serta dampaknya terhadap karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Parents Day secara signifikan meningkatkan keterampilan sosial siswa, seperti kemampuan berkomunikasi efektif, empati, dan bekerja dalam tim. Meskipun belum sepenuhnya berhasil, program ini memberikan kontribusi positif dalam upaya menanamkan keterampilan sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa. Selain itu, penelitian ini juga menghadirkan kebaruan dalam pengembangan pendidikan karakter dan keterampilan sosial siswa. Hasilnya diharapkan berkontribusi pada pengembangan keilmuan di bidang ini.
Pengaruh Model Rational Building terhadap Literasi Digital dan Berpikir Kritis siswa Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kurnia Rahmasari; Dadang Sundawa; Neiny Ratmaningsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2238

Abstract

Literasi digital menjadi keterampilan esensial di era digital, namun banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengevaluasi informasi secara kritis dan etis. Model pembelajaran Rational Building dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir analitis, kreatif, dan reflektif, sehingga siswa dapat lebih kritis dalam mengolah informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Rational Building terhadap peningkatan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 43 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Rational Building secara signifikan meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dalam kemampuan mengevaluasi sumber informasi, mengidentifikasi bias, serta membuat keputusan yang lebih rasional dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa Rational Building dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Rational Building secara signifikan meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model ini menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dalam keterampilan mengakses, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi digital secara kritis dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menganalisis masalah, mengevaluasi argumen, dan menyusun solusi berdasarkan bukti yang tersedia.
Research Trends in Peace Education as A Pillar in Creating A Safe and Comfortable Learning Environment: A Bibliometric Study Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Susan Fitriasari; Amjad Shamim
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 6 No. 2 (2025): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v6i2.769

Abstract

Objective: Diversity is inevitable in every community, including the school environment. By weaving diversity together, schools can create safe, respectful, and supportive spaces, allowing every student to feel accepted and valued. This study examines trends in peace education research as a pillar for creating safe and comfortable learning environments. Method: Using bibliometric analysis, the study reviews data from the Scopus database covering the period from 2019 to 2024, with keywords such as "peace education," "harmonious education," and "civilized education ."Results: The analysis of the Scopus database from 2019 to 2024 shows an increasing recognition of the role of peace education in character-building and promoting inclusive education practices. The findings reveal that the United States is the primary contributor to peace education research, with significant contributions from institutions such as the University of Cambridge and the University of KwaZulu-Natal. Further analysis identifies several key themes in this research, including the integration of peace values into the curriculum, addressing socio-cultural challenges, and efforts to promote tolerance and mutual respect in school environments. Novelty: This study contributes to understanding trends, collaboration opportunities, and policy implications to enhance peace education and create globally harmonious learning environments.
Strengthening Participatory Civic Skills of Gen Z in the Digital Era: Innovation in Civic Education Lisa Retnasari; Aim Abdulkarim; Dadang Sundawa; Prayoga Bestari; Anif Istianah; Suyitno; Ella Kusuma Wardani
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v10i3.6610

Abstract

This study analyzes the strengthening of participatory citizenship skills among Generation Z students in the digital age, with a particular focus on their abilities to engage with public issues, monitor policies, and influence political processes. Using a qualitative approach with 150 participants, data were collected through open-ended questionnaire-based interviews and analyzed using thematic techniques. The research findings indicate that although students demonstrate advanced discursive skills and actively engage in online discussions, their participatory practices exhibit a spectrum of sophistication ranging from basic digital deliberation to more strategic forms of collaboration, such as advocacy, investigation, and documentation. However, these skills often face significant internal and external barriers, including public apathy, misinformation, and unsupportive socio-political practices. The study underscores the urgent need for innovative citizenship education that embraces experiential learning, digital collaboration, and project-based approaches that are adaptive to the characteristics of Generation Z. Recommendations The findings of this study make an important contribution to education because they offer ways to shape responsible citizens through digital integration, participatory pedagogy, and critical digital literacy.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Games Snake Ladder terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Justika Ainun Mufti; Dadang Sundawa; Erlina Wiyanarti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Games Snake Ladder terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan minat belajar siswa Sekolah Menengah Pertama, serta mengevaluasi keterlaksanaan model tersebut dalam pembelajaran IPS. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa akibat pembelajaran konvensional yang masih mendominasi di sekolah. Model PBL dikenal mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, namun seringkali belum dilengkapi dengan media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, permainan Games Snake Ladder digunakan sebagai media pendukung untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan siswa kelas IX SMP YAS Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tes keterampilan berpikir kritis, angket minat belajar siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan model. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis, serta peningkatan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan antusiasme selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa model ini terlaksana dengan baik dan mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pemecahan masalah. Dengan demikian, integrasi model PBL dan media Games Snake Ladder terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di tingkat SMP. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang mampu menjawab tantangan rendahnya keterlibatan dan keterampilan berpikir siswa di kelas.
Merayakan Perbedaan sebagai Praktik Pendidikan Demokrasi: Studi Kualitatif tentang Toleransi Beragama di Sekolah dan Masyarakat Devi Hidayat; Dadang Sundawa
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik toleransi beragama sebagai bentuk nyata pendidikan demokrasi dalam kehidupan sekolah dan masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang berlokasi di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, wilayah dengan karakter masyarakat multireligius yang relatif harmonis. Subjek penelitian meliputi siswa sekolah menengah pertama dari latar belakang agama yang berbeda serta guru dari sekolah dengan karakter keagamaan yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, narasi pengalaman siswa, wawancara dan dialog informal dengan guru, serta dokumentasi pendukung, kemudian dianalisis secara deskriptif-tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi beragama terwujud dalam praktik sosial sehari-hari, terutama melalui sikap saling menghormati dan partisipasi lintas agama dalam perayaan hari besar keagamaan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Praktik tersebut mencerminkan toleransi sebagai pengalaman hidup bersama yang demokratis, bukan sekadar nilai normatif. Temuan penelitian juga menegaskan peran strategis sekolah dan guru dalam menanamkan nilai toleransi melalui pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Integrasi nilai toleransi dalam pembelajaran IPS berimplikasi pada penguatan pendidikan demokrasi melalui pengembangan empati, penghargaan terhadap perbedaan, dan kecerdasan kewargaan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa merayakan perbedaan dapat dipahami sebagai praktik pendidikan demokrasi yang substansial dalam masyarakat multikultural.
Innovation in AI-Based Social Studies Learning for Strengthening Civic Social Intelligence and Pancasila Character in Junior Secondary Schools Gina Syarifah; Dadang Sundawa
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berorientasi pada penguatan Civic Social Intelligence serta mengembangkan model inovatif berbasis teknologi untuk memperkuat karakter Pancasila pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui survei terhadap siswa, kemudian diperdalam melalui wawancara dan observasi terhadap guru IPS dan siswa di beberapa SMP di wilayah Jawa Barat. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui teknik tematik untuk mengungkap makna dan dinamika pembelajaran berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran IPS berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran etika dan tanggung jawab sosial siswa. Pemanfaatan AI melalui simulasi sosial, pembelajaran berbasis skenario, dan refleksi digital terbukti efektif dalam memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Temuan kualitatif mengungkap bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai mediator reflektif yang mendorong pembentukan sikap empati, toleransi, dan literasi kewarganegaraan digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan model pembelajaran IPS berbasis AI yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan moral sebagai upaya membentuk generasi muda yang cerdas secara sosial dan berkarakter Pancasila.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Workshop Kurikulum Berbasis Deep Learning Pada SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung : Pengabdian Intan Indah Megasari; Rika Sartika; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6017

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermakna yang mengembangkan kompetensi holistik peserta didik. Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung, mayoritas guru belum memahami penerapan kurikulum berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop interaktif dan partisipatif yang dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 21 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep dasar deep learning, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan perancangan Modul Ajar kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan 90,5 persen guru memberikan apresiasi maksimal terhadap relevansi materi, 81 persen telah mengimplementasikan di kelas dengan respon positif dari 94,1 persen siswa yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif. Seluruh guru menyatakan kegiatan ini memberikan perubahan positif fundamental dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa workshop deep learning merupakan strategi efektif untuk penguatan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi kurikulum adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.
Co-Authors - Sapriya Abdul Sakban Ade Yuni Ratnasari Ahmad Bakri Aim Abdulkarim Aisya Rahma Fitri Amjad Shamim Anif Istianah Anif Istianah Anif Istianah Asep Mahpudz Asmaul Husnah Amiruddin Cecep Darmawan Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dede Iswandi Devi Hidayat Dharma Gyta Sari Harahap Dimas Febriansyah Krisna Dwiputra Dini Nur Oktavia Rahayu Ella Kusuma Wardani Endang Sumantri Erlina Wiyanarti Faisal Sadam Murron Faisal Fami Miftahulzaman Fitri Silvia Sofyan Fitri Silvia Sofyan Fransiskus Xaverius Rema Gilang Arya Alghifari Gina Syarifah Giri Harto Wiratomo Gufanta Hendryko Purba Hubi, Zindan Baynal Husnul Fatihah Iim Siti Masyitoh Intan Budi Komara Intan Indah Megasari Irayanti, Irma Iwan Fajri Justika Ainun Mufti Kokom Komalasari Krisna Dwiputra, Dimas Febriansyah Kurnia Rahmasari Lathifah Faiqoh Nabilah Liesmaning Swasti Lisa Retnasari Lopiana Margaretha Panjaitan Lutfia Septiningrum Maryatun Kabatiah Mohd Zailani Mohd Yusoff Mubiar Agustin Muhamad Iqbal Muthaqin, Dwi Iman Nana Supriatna Nana Supriatna Neiny Ratmaningsih Neiny Ratmaningsih Nur Azizah Azizah Pradana, Yudha Prayoga Bestari Rahmat Rahmat Ramdhani, Hilal Rany Safitri Rika Sartika Rini Vovriyenti Risa Safira Luthfiani Risha Nursabila Rahman Rizal Akbar Darmawan Rizal Fahmi Rudolfus Ruma Bay Salma Alifia Salman Alparis Sormin Siti Maizul Habibah Suriaman Suriaman Susan Fitriasari Susan Fitriasari Suyitno Syaifullah T Heru Nurgiansah Teguh Faisal Muchayat Vety Fitriani, Vety Wadu, Ludovikus Bomans Wafa Khairunisa Yayuk Hidayah Zakir Hosen Shaikh Zindan Baynal Hubi