Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KETAHANAN BERAS LOKAL PROVINSI SUMATERA BARAT TERHADAP HAMA Sitophilus oryzae (L.) Annisa, Muhtia; Hendrival, Hendrival; Khaidir, Khaidir
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.4939

Abstract

Pemilihan beras yang tahan terhadap hama Sitophilus oryzae dapat dilakukan melalui pemanfaatan padi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan beras lokal Provinsi Sumatera Barat terhadap serangan hama S. oryzae. Percobaan dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Jenis beras dari padi lokal Provinsi Sumatera Barat antara lain Batang Piaman, Kuriak, Kuku Balam, Ampek Duo Pilihan, Banang Pulau, Batu Sangka, Gandah Kuniang, Geha, dan Bareh Solok. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Evaluasi ketahanan beras menggunakan metode tanpa pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras dari padi lokal Provinsi Sumatera Barat memiliki tingkat kerentanan resisten dan moderat terhadap serangan hama S. oryzae. Beras Gandah Kuniang tergolong dalam kategori resisten, sedangkan Batu Sangka, Kuku Balam, Bareh Solok, Batang Piaman, Banang Pulau, Kuriak, Geha, dan Ampek Duo Pilihan tergolong dalam kategori moderat. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 (r = 0,975**, P < 0,01) dan median waktu perkembangan S. oryzae (r = -0,969**, P < 0,01).
Kerusakan Bulir Padi dan Keragaman Parasitoid Telur Hama Walang Sangit di Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh: Damage of Rice Grains and Parasitoid Diversity of Rice Ear Bug Eggsin North Aceh Regency, Aceh Province Hendrival, Hendrival; Irham, Irham; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rice ear bug is a potential pest that damages rice grains. This pest damages rice grains when they reach the flowering phase until they are ripe for harvest. Egg parasitoid species can control rice ear bugs in the early stages of life. The research aims to calculate the percentage of attacks by rice ear bugs and explore the diversity of their egg parasitoids in the lowland rice agroecosystem in North Aceh Regency, Aceh Province. Purposive random sampling was used to determine the sampling location. Observations and sampling were carried out based on the stages of rice grain maturity, namely milk stage of rice (63–70 days), yellow-ripe (71–77 days), full ripe (78–84 days), and harvest ripe (85–91 days). Egg sampling was carried out in each sample plot of 50 groups of eggs. The results showed that damage to rice grains at all stages of grain maturity was relatively light, namely 0.6–17.6%. There were two species of egg parasitoids found, namely Hadronotus leptocorisae (Scelionidae) and Ooencyrtus malayensis (Encyrtidae). The species diversity index was low, while the species evenness index was high. The H. leptocorisae species is one of the dominant egg parasitoids with parasitization levels reaching > 50% at the milky and yellow-ripe stages
Kerentanan Varietas Jagung Terhadap Sitophilus zeamais Motschulsky Hendrival, Hendrival; Mirzawati, Mirzawati; Dewi Safitri, Triana; Pramahsari Putri, Novita; Latifah, Latifah; Munauwar, Muhammad Muaz; baidhawi, baidhawi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19578

Abstract

Penelitian kerentanan relatif tujuh varietas jagung terhadap serangan kumbang jagung, Sitophilus zeamais Motschulsky dilakukan pada kondisi suhu 30-32 0C dan RH 70-75%. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan. Jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, kerusakan, dan daya kecambah benih ditentukan setelah masa penyimpanan tiga bulan. Indeks kerentanan ditentukan menggunakan rumus Dobie dan varietas diklasifikasikan ke dalam kelompok kerentanan yang berbeda. Secara umum, Varietas Anoman, Lamuru, Bisma, Sukmaraga, Srikandi Kuning, dan Jakarin tergolong moderat, kecuali Varietas Provit A1 yang tergolong moderat-rentan terhadap hama S. zeamais. Jumlah F1 dan kerusakan benih memiliki hubungan positif dengan kerentanan varietas, median periode perkembangan median dan daya kecambah benih setelah infestasi memiliki hubungan negatif dengan kerentanan pada jagung.
TOKSISITAS TUNGGAL DAN CAMPURAN SERBUK DAUN PEPAYA DAN BIDURI TERHADAP KEONG MAS Hendrival Hendrival; Ami Safriyanur; Hafifah Hafifiah; Muhammad Muaz Munauwar; Baidhawi Baidhawi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.5537

Abstract

Keong mas atau Pomacea canaliculata (Lamarck) (Gastropoda: Ampullariidae) merupakan hama utama pada tanaman padi di Indonesia. Penggunaan serbuk daun pepaya (Carica papaya) dan biduri (Calotropis gigantea) dan dapat dijadikan sebagai moluskisida nabati alternatif untuk mengendalikan hama keong mas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui toksisitas tunggal dari serbuk daun pepaya dan biduri serta toksisitas campuran kedua serbuk tersebut pada dua macam perbandingan konsentrasi tehadap keong mas. Metode pengujian meliputi pengujian toksisitas secara tunggal dan campuran. Pengamatan mortalitas keong mas sejak 4–48 jam setelah aplikasi bahan moluskisida nabati. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi secara tunggal dan campuran dari serbuk daun pepaya dan serbuk daun biduri dapat menyebabkan kematian terhadap keong mas. Serbuk daun pepaya memiliki toksisitas lebih tinggi dibandingkan dengan serbuk daun biduri pada keong mas. Aplikasi campuran serbuk daun pepaya dan biduri lebih beracun dibandingkan aplikasi secara tunggal. Aplikasi campuran serbuk daun pepaya dan serbuk daun biduri dengan nisbah konsentrasi 2:1 lebih beracun dibandingkan dengan nisbah konsentrasi 1:2 terhadap hama keong mas. Berdasarkan indeks kombinasi diketahui bahwa campuran serbuk daun pepaya dan serbuk daun biduri dengan nisbah konsentrasi 1:2 dan 2:1 bersifat aditif, sinergistik lemah dan sinergistik kuat. Serbuk daun pepaya dan biduri serta campurannya berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai moluskisida nabati untuk mengendalikan keong mas
Edukasi dan Pendampingan Program Pengendalian Hama Terpadu Bagi Kelompok Tani Padi Sawah Guna Peningkatan Produksi Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi; Latifah, Latifah; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari
Surya Abdimas Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i3.5615

Abstract

Penurunan produksi padi disebabkan oleh gangguan hama seperti hama. Program pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan pendampingan program Pengendalian Hama Terpadu bagi kelompok tani berdampak terhadap penurunan kerusakan tanaman padi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu (1) Memberikan pengetahuan bagi petani dan penyuluh mitra berkaitan dengan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta peningkatan produktivitas usaha tani petani mitra. (2) Memberikan motivasi petani dan penyuluh tentang beragam teknologi pengendalian hama secara berkelompok sehingga pendapatan petani. (3) Membimbing petani dan penyluh tentang pemantauan dan pengambilan keputusan pengendalian hama serta pengenalan kombinasi teknologi pengendalian terhadap hama berdasarkan keadaan agroekosistem. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama sembilan bulan dari Agustus-September 2024 di desa Paya Gaboh, kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan secara langsung petani dan penyuluh. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan dua cara yaitu penyuluhan dan kegiatan percontohan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan dampak positif bagi kelompok tani padi sawah. Petani telah memiliki keterampilan dalam identifikasi, penanganan, dan pengendalian hama pada tanaman padi secara terpadu. Petani yang bergabung dalam kelompok tani sudah melakukan tindakan pengendalian secara lebih intensif, serta telah mengenal dan mengetahui ekologi dan umur tanaman padi yang rentan terhadap kerusakan oleh hama. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kelompok tani tentang pengendalian terpadu pada hama diharapkan dapat mengatasi permasalahan budidayaya tanaman padi dan meningkatnya produksi padi.
Dampak Kepadatan Populasi Sitophilus oryzae L. terhadap Kerusakan dan Kerentanan Varietas Sorgum Wahida Rizki Alnovi; Hendrival Hendrival; Baidhawi Baidhawi; Tengku Dhean
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10524

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman serealia potensial yang digunakan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku bioenergi. Namun, penyimpanannya rentan terhadap serangan hama pascapanen, terutama Sitophilus oryzae L. yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kehilangan bobot biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kepadatan populasi S. oryzae terhadap tingkat kerentanan dan kerusakan pada tujuh varietas sorgum selama penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan perlakuan tujuh varietas sorgum yakni Kawali, Numbu, Suri 3, Suri 4, Soper 6, Super 1, Super 2. Parameter yang diamati meliputi jumlah keturunan F₁, median waktu perkembangan, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan populasi S. oryzae menyebabkan peningkatan jumlah F₁ dan susut berat pada semua varietas. Varietas Super 1, Super 2, dan Soper 6 tergolong rentan, dengan nilai indeks kerentanan tertinggi dan susut berat paling besar. Sebaliknya, Varietas Kawali menunjukkan ketahanan lebih tinggi dengan indeks kerentanan terendah dan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Analisis korelasi menunjukkan bahwa indeks kerentanan berkorelasi positif dengan jumlah F₁ dan susut berat, serta berkorelasi negatif dengan median waktu perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa kepadatan populasi 10 imago (10♀ + 10♂), dan 15 imago (15♀ + 15♂) berdampak pada kerentanan dan kerusakan tujuh varietas sorgum selama penyimpanan.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Khalid Agustina Maulida Ahmadika, Hafizh Mulia Alfiatun Nisa ALI NURMANSYAH Ami Safriyanur Anggra Wismawati Annisa, Muhtia Aryani, Dewi Sartika Aryani, Dewi Sartika Aula Afzal Aulia Afzal Baidhawi Baidhawi Batubara, Fazriani Chodirun Chodirun Cut Nura&#039;ala Putri Cut Rahmi Damayanti, Elok Dea Rumambi Sinaga Dedi Saputra Dewi Safitri, Triana Dewi Sartika Aryani Dewi Sartika Aryani Dhea Afriani Dwi Asti Purnama Dwi Nanda Aulia Situmorang Elviana Elviana, Elviana Elvira Sari Dewi Fahdra Putri Romadani Faisal Faisal Hafifah Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Halimuddin Halimuddin Hamzah Fanshury Nasution Hamzah Fansury Nasution Hijri Juliansyah Idawati Idawati Irham Irham Jariah Abu Bakar Jauharlina Jauharlina Julianti Khaidir Khaidir Khusrizal Khusrizal Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah, Latifah Lilis MELINDA Lukman Hakim Maisura Maisura Margono Margono Maryati . Mentari Setia Ningsih Mentari Setia Ningsih Mihram . . Millenia Dzikra Az Zahra Mirzawati, Mirzawati Muhammad Kamal Muhammad Muaz Munauwar Muhammad Muaz Munawwar Muhammad Nazaruddin Muhammad Yusuf Nurdin Mustikarani, Asri Nafsiah Nafsiah Nasrianti . Nasruddin Nasrul ZA Nazimah Novita Pramahsari Putri Novita Pramahsari Putri Nurdin, Muhammad Yusuf Nurmasyitah Nurmasyitah Orina Orina Pramahsari Putri, Novita PURNAMA HIDAYAT Putra, Rengga Laksamana Putri, Novita Pramahsari Putri, Novita Pramahsari Rafli, Muhammad Rahmaniah Rahmaniah Rahmaniah Rd. Selvy Handayani Rega Hayu Rengga Laksamana Putra Ricky Ridwan Rangkuti Rika Khairunnisa Rika Muetia Safrizal Safrizal Saputri, Nanda Siti Fanda Rini Suwaranita Sitompul Syahrani Khairani Marpaung Syamimi, Nur Kholilah Tengku Dhean Usnawiyah Usnawiyah, Usnawiyah Wahida Rizki Alnovi Yusnellis Yusnellis Yusra Yusra Zulkarnain Zulkarnain Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda