Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN BUDIDAYA MAGGOT (HERMETIA ILLUCENS) SEBAGAI PAKAN IKAN ALTERNATIF YANG MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani; Mustafidah, Hindayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 5 No. 02 (2025): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v5i02.484

Abstract

The waste problem in Dukuhwaluh Village was still a lot of household waste thrown away in any places. This household waste causes unpleasant odors, environmental pollution, various disease outbreaks, aesthetic disturbances, and flooding during the rainy season. Another problem encountered in Dukuhwaluh Village is the provision of feed for catfish farmers, the price of which is increasingly expensive. This causes the development of the catfish farming business to be very slow and even threatened with collapse. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of fish farmers in Dukuh Waluh Village in cultivating maggots using media from household organic waste. This community service activity also aims to develop magot as an alternative fish food that is cheap, has high nutritional value and is environmentally friendly. The implementation of this community service uses research-based community empowerment methods. Meanwhile, the approach method used in implementing community service is active and collaborative participation. The results of community service activities can increase the knowledge and skills of the Dukuhwaluh Village fish farmer in maggot cultivation. The fish farmer group has also been able to practice magot cultivation using household organic waste properly and correctly, as well as applying the results of maggot cultivation to feed catfish.
Implementasi Program Quest untuk Menganalisis Butir Soal bagi Guru-Guru SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas Mustafidah, Hindayati; Harjono, H
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran dan penilaian terhadap kegiatan pendidikan mutlak harus dilakukan khususnya hasil belajar. Tes merupakan salah satu instrument instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar. Sebagai alat ukur, tes harus memiliki karakteristik valid, reliable, memiliki daya pembeda yang bagus, serta memiliki tingkat kesukaran yang representatif. Untuk mengetahui karakteristik ini, harus dilakukan analisis terhadap tes. Selama ini, kegiatan analisis tes jarang dilakukan dengan alasan kurangnya waktu dan tenaga, serta sulit dalam menggunakan rumus meskipun telah tersedia alat bantu komputer. Untuk mengatasi hal ini, dilaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat memanfaatkan program QUEST untuk membantu melakukan asesmen terhadap kualitas soal tes. Kegiatan ini melibatkan guru-guru SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas Kabupaten Banyumas sebagai mitra aktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode pendidikan dan pelatihan dengan tahapan penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengoperasikan program QUEST dan cara membaca hasil keluaran program. Luaran dari kegiatan ini berupa sertifikat kompetensi atas target yang diharapkan yaitu guru memiliki kompetensi di salah satu bidang kompetensi pedagogik berupa kompetensi pemanfaatan teknologi berupa program QUEST dalam menganalisis butir soal tes. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini dicapai dengan hasil 87% dari mitra bias mengoperasikan program QUEST dan bisa melakukan analisis butir soal tes yang disusunnya untuk mengetahui apakah soal sudah memenuhi kategori soal yang baik atau belum.
Pengembangan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Suwarsito, S; Mustafidah, Hindayati; Kartikawati, Ratna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan melalui Program KKN PPM selama 32 hari. Kelompok sasaran kegiatan pengabdian adalah Kelompok Tani Sri Mulya I. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah sosialisasi program, pelatihan, praktik langsung, dan pembimbingan. Sosialisasi program dilakukan dengan tatap muka untuk menyampaikan program pengabdian kepada kelompok sasaran. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan sistem perkuliahan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pakan ikan. Pembimbingan dilakukan dengan membimbing dan mendampingi kelompok sasaran pada saat praktik pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal. Hasil kegiatan telah dapat mengembangkan pembuatan pakan ikan dengan memanfaatkan bahan baku lokal yaitu keong mas, organ dalam (jeroan) ikan lele, kepala dan tulang ikan lele, daun apon-apon, daun pepaya, dedak, dan ampas tahu. Kandungan nutrisi pakan ikan yang dihasilkan adalah protein 21,8%, lemak 16,8% dan serat kasar 9,6%.
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGADUAN TINDAK KRIMINAL BERBASIS ANDROID DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI GOOGLE MAPS API Aji, Panji Andika Mustiko; Mustafidah, Hindayati
IPTEQ Vol 2, No 2 (2020): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v2i2.5418

Abstract

Kabupaten Cilacap merupakan daerah terluas di Jawa Tengah, dengan luas wilayah 225.360,840 Ha, dan terbagi menjadi 24 kecamatan serta 269 desa. 24 kecamatan tersebut antara lain adalah Adipala, Bantarsari, Binangun, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Cimanggu, Cipari, Dayeuhluhur, Gandrungmangu, Jeruk Legi, Kampung Laut, Karang Pucung, Kawunganten, Kadungreja, Kesugihan, Kroya, Majenang, Maos, Nusawungu, Patimuan, Sampang, Sidareja dan Wanareja. Proses pelaporan kejahatan yang masyarakat jumpai masih menggunakan proses manual yaitu dengan cara mendatangi kantor polisi yang dekat dengan kejadian. Beberapa permasalahan yang sering terjadi adalah masyarakat yang enggan melaporkan kejahatan yang mereka temui dikarenakan jarak yang jauh dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu diperlukannya rancang bangun aplikasi pelaporan tindak kejahatan berbasis android ini untuk meminimalisir permasalahan yang ada. Jenis penelitian yaitu pengembangan sistem. Pengembangan sistem yang digunakan adalah pengembangan waterfall.  Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pelaporan berbasis android yang dapat diakses secara online sehingga pelapor maupun petugas kepoilsian dapat dengan mudah melaporkan atau menangani kasus yang terjadi di Kabupaten Cilacap.
Perbandingan MobileNetV2, DenseNet121, InceptionV3, dan Xception pada Klasifikasi Citra Panel Surya Bersih dan Berdebu Nugroho, Aswin Mulyo; Mustafidah, Hindayati; Fitriani, Maulida Ayu; Supriyono, Supriyono
JURNAL RISET KOMPUTER (JURIKOM) Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/jurikom.v12i4.8688

Abstract

The buildup of dust on solar panels can greatly diminish energy output, lower system efficiency, and raise operational expenses. A productive way to tackle this problem is to utilize image classification through Convolutional Neural Network (CNN) techniques. This study examines the classification capabilities of four CNN models, namely MobileNetV2, DenseNet121, InceptionV3, and Xception, using transfer learning. These models leverage pre-trained weights from large datasets such as ImageNet to accelerate convergence and improve generalization. The dataset of images utilized in this research is obtained from Kaggle and includes pictures of both clean and dusty solar panels. The dataset was divided into training, validation, and testing subsets using a stratified approach to ensure balanced class distribution across all subsets. During training, class weighting was used to address potential class imbalance. The models were developed using TensorFlow with multi-GPU support, optimized using the AdamW optimizer, and fine-tuned to enhance performance. Model evaluation was conducted using accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. Among all the architectures evaluated, the Xception model achieved the best performance with an accuracy of 90.52%, outperforming MobileNetV2 with an accuracy of 87.92%, DenseNet121 with 89.78%, and InceptionV3 which achieved 87.73%. These results indicate that modern CNN-based models can effectively recognize relevant visual patterns to detect dust on solar panels.
Segmentasi Provinsi di Indonesia Berdasarkan Akses Fasilitas Dasar dan Pengeluaran Rumah Tangga Menggunakan K-Means Saputri, Devi; Mustafidah, Hindayati; Wibowo, Feri; Hakim, Dimara Kusuma
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 6 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v6i4.8630

Abstract

Pemerataan akses terhadap fasilitas dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia masih menjadi tantangan besar, khususnya antarprovinsi. Meskipun dalam satu dekade terakhir telah terjadi kemajuan pembangunan, ketimpangan antarwilayah masih tampak nyata. Ketimpangan ini tercermin dari perbedaan signifikan dalam akses terhadap air minum layak, sanitasi, listrik, tempat tinggal yang layak, serta pengeluaran rumah tangga per kapita per bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 34 provinsi di Indonesia berdasarkan indikator akses terhadap fasilitas dasar dan pengeluaran rumah tangga guna mengidentifikasi pola ketimpangan pembangunan wilayah. Metode yang digunakan adalah algoritma K-Means Clustering dengan variabel mencakup kepemilikan rumah, akses air minum layak, sanitasi, listrik, penggunaan gas, serta pengeluaran rumah tangga yang berkaitan dengan fasilitas tersebut. Hasil segmentasi menunjukkan terbentuknya dua klaster: Klaster 1 terdiri dari 29 provinsi dengan akses yang lebih baik terhadap fasilitas dasar dan tingkat pengeluaran rumah tangga yang lebih tinggi, namun dengan tingkat kepemilikan rumah yang relatif lebih rendah. Klaster 2 mencakup 5 provinsi dengan akses terbatas terhadap infrastruktur dasar dan tingkat pengeluaran yang lebih rendah, namun dengan tingkat kepemilikan rumah yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan gambaran mengenai ketimpangan pembangunan antarprovinsi di Indonesia yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam perumusan kebijakan pembangunan wilayah yang lebih merata.
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kura-Kura Berbasis Android Menggunakan MetodeForward Chaining dan Certainty Factor Fitriani, Maulida Ayu; Ghifari, Abu Dzar Al; Mustafidah, Hindayati; Febrianto, Dany Candra
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5653

Abstract

Kura-kura merupakan hewan yang memiliki umur panjang, namun tetap rentan terhadap penyakit. Banyak pemelihara kura-kura yeng kesulitan merawat kura-kura yang terkena penyakit, karena keterbatasan akses ke klinik hewan atau dokter spesialis hewan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat atau sistem yang dapat mendiagnosa penyakit pada kura-kura dengan kemampuan layaknya dokter spesialis hewan. Tujuan dari penelitian ini ialah membangun sistem pakar berbasis android untuk mendiagnosa 9 jenis penyakit pada kura-kura, data penyakit didapatkan melalui studi literatur dan wawancara dengan 3 pakar hewan. Sistem pakar dibangun menggunakan metode Forward Chaining sebagai metode inferensi untuk mempermudah pengambilan keputusan. Namun, metode ini memiliki kekurangan dalam menentukan tingkat keyakinan mendiagnosa, metode Certainty Factor ditambahkan sebagai metode perhitungan untuk menentukan tingkat keyakinan diagnosa. Berdasarkan hasil uji perbandingan anatara output pada sistem dan perhitungan manual, sistem pakar dapat melakukan diagnosa dengan persentase keakuratan mencapai 97%.
Pengembangan Produk Olahan Ikan Yang Aman Berbasis Good Manufacturing Practices Pada Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Sejahtera, Banyumas Suwarsito, Suwarsito; Susylowati, Dewi; Mustafidah, Hindayati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/rpd3r183

Abstract

Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Sejahtera (KMS) di Desa Dukuh Waluh, Banyumas, didirikan pada tahun 2023 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif. Namun, perkembangan usaha mitra masih lambat karena keterbatasan variasi produk berbahan dasar waluh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas KMS dalam mengolah produk ikan lele secara aman dan higienis dengan menerapkan teknologi Good Manufacturing Practices (GMP) dan pendekatan zero waste. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community Development yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari analisis situasi hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mitra, serta efisiensi dan keberlanjutan usaha melalui pemanfaatan seluruh bagian ikan lele menjadi produk bernilai tambah. Produk olahan seperti abon, bakso, nugget, dan crispy kulit ikan lele dikemas secara higienis dengan vacuum packing, meningkatkan daya simpan dan nilai jual. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas teknis, ekonomi, dan keberlanjutan usaha mitra, serta mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
The Adoption of Maggot (Hermetia illucens) Cultivation as an Affordable and Environmentally Friendly Alternative Fish Feed Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani; Mustafidah, Hindayati
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i2.2030

Abstract

The waste problem in Dukuhwaluh Village was still a lot of household waste thrown away in any places. This household waste causes unpleasant odors, environmental pollution, various disease outbreaks, aesthetic disturbances, and flooding during the rainy season. Another problem encountered in Dukuhwaluh Village is the provision of feed for catfish farmers, the price of which is increasingly expensive. This causes the development of the catfish farming business to be very slow and even threatened with collapse. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of fish farmers in Dukuh Waluh Village in cultivating maggots using media from household organic waste. This community service activity also aims to develop magot as an alternative fish food that is cheap, has high nutritional value and is environmentally friendly. The implementation of this community service uses research-based community empowerment methods. Meanwhile, the approach method used in implementing community service is active and collaborative participation. The results of community service activities can increase the knowledge and skills of the Dukuhwaluh Village fish farmer in maggot cultivation. The fish farmer group has also been able to practice magot cultivation using household organic waste properly and correctly, as well as applying the results of maggot cultivation to feed catfish. Throughout an 80-day cultivation period, catfish fed a combination of commercial feed and maggots demonstrated an average daily weight gain of 1.5 grams and achieved a feed conversion ratio (FCR) of 1.2. The incorporation of maggots as an alternative protein source was able to substitute up to 45% of the commercial feed without compromising growth performance.
Co-Authors . Suwarsito Abdul Azis Abdul Kadir Hasani Abu Khaer Firman Ades Galih Anto Adi Imantoyo Aditia, Rudi Aditya Hadi Wijaya, Aditya Hadi Agung Purwo Wicaksono Agung Purwo Wicaksono Agung Supriyono Ahmad Ahmad Ahmad Yatiman Aji Dwi Setyabudi Aji, Panji Andika Mustiko Akbar Wiraisy Akhsin Rifai Aman Suyadi Aman Suyadi Aman Suyadi Amrisa Yanri Rahmadhani Andi Kurniawan Anis Shofiyani Anton Suroto Ardhine Attafaqquf Arif Mukhamal Bangkit Nurdiyansah Beny Pradana Betharia Wahyu Rizdawaty Cahyono Purbomartono Citra Aristy Yusliani Dany Candra Febrianto Darwan, Darwan Dede Rubianto Dedi Mulyawan, Dedi Dedi Suprayogi Denis Pratama Alwan Azzami Dimara Kusuma Hakim Dimara Kusuma Hakim Dimas Anugerah Adibrata Dini Agustina Dini Siswani Mulia Dwi Aryanto Dwi Aryanto Dwi Ayanto Dwi Cahyanto Yoni Dwiky Putra Hardiawan Eka Setyaningsih Eri Zuliarso Erik Kurniawan Fardhian Dwi Saputra Feri Wibowo Fitriani, Maulida Ayu Ghifari, Abu Dzar Al Gunadi, Ilham H Harjono Habib Wisnu Pratama Habibullah Al Faruq Halimah, Fitri Nur Harjono, H Hendrik Prawijaya Hirzi Nur Hadyan Ibnu Hazim Alfatih Jaka Purwa Nugraha, Jaka Purwa Jefri Setiawan Khotimul Anwar Luthfatul Adlhiyah Mahmud, Annisa Kayla Azzira Manshur Awalludin Martono Akbar Rahmadi Mawaddah Isfa Apriliyani Mochamad Tegar Utomo Moh Aya Sofia Mr. Harjono, Mr. Mr. Suwarno, Mr. Muftikhah, Muftikhah Muhamad Zaeni Budiastanto Muhammad Hamka Muhammad Hamka Mustika Ratnaningsih Purbowati Mu’ammirotus Sholihah Ning Rahayu Noor Adi Pamungkas Nugraha, Habib Rosyid Pandu Nugroho, Aswin Mulyo Nurhidayah Nurhidayah Opik Taofik Pajar Sidiq Pandu Priambadha Prista Amanda Putri Purnomo Purnomo Purwana Abdi Pujangga Putri Fitria Aprilliani Rakhmat Wijayanto, Rakhmat Ratna Kartikawati Ratna Kartikawati Reza Satria Ridho Muktiadi Rifqi Al Mubarok Rizka Putriyanti Rizky Maulana Yusuf Rodiah Pawesti Mayasari S Suwarsito SANTOSA, DWI Saputri, Devi Selvia Nur Rohman Septian Ari Wibowo Sigit Sugiyanto SUPRIYONO Supriyono Supriyono Susi Kurniasih Susylowati, Dewi Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarsito, S Syahrul Hakim Tito Pinandita Wahyu Agung Ciptadi Wahyu Giri Pambudi Giarto Yuni Wiwiet Wiharti Yusuf, Rizky Maulana