Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KOMUNIKASI TERAPEUTIK BERBASIS KARTU (FLASH CARD) PADA ANAK DENGAN GANGGUAN BICARA (SPEECH DELAY) DI EKA HOSPITAL PEKANBARU Felcilya Anggia Mirantisa; Welly Wirman; Muhammad Firdaus; Suci Shinta Lestari
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 No 1 Juli 2021
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v5i1.1691

Abstract

Terapi wicara merupakan sebuah proses penyembuhan yang diperuntukan untuk menangani gangguan kemampuan berbicara, bahasa dan motorik. Terapi wicara harus dilakukan dengan komunikasi Terapeutik yang efektif dan tepat oleh terapis. Untuk terapi wicara pada anak, Eka Hospital Pekanbaru menggunakan salah satu bentuk komunikasi terapeutik nonverbal yaitu dengan menggunakan flashcard. Untuk melihat bagaimana proses Komunikasi terapeutik berbasis kartu (Flashcard) pada anak dengan gangguan bicara (speech delay) di Eka Hospital Pekanbaru penulis menggunakan teori interaksi simbolik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penulis mengamati proses terapi, mengumpulkan dokumen dan melakukan wawancara dengan terapis. Dari hasil analisa data diketahui bahwa proses komunikasi terapeutik tahap pertama, pasien menerima simbol dari terapis berbentuk flashcard yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya. Kedua, pasien dengan keterbatasannya tetap melakukan proses interpretasi atas simbol untuk memperoleh makna, Namun keberhasilan tahap ini bergantung pada kemampuan terapis mengendalikan dan mengontrol sikap agresif dan kecenderungan tidak fokus dari diri pasien. Ketiga, pasien memberikan tanggapan sesuai simbol yang diterima. Namun dalam kasus Speech delay, respon yang diberikan sangat lamban dibutuhkan waktu yang cukup lama. Agar proses berjalan dengan baik, semua respon yang diberikan pasien setiap harinya tercatat sebagai perkembangan kecil menuju perkembangan signifikan dalam beberapa bulan kedepan.
Positive Word of Mouth (WOM) Sebagai Komunikasi Pemasaran Universitas Abdurrab Pekanbaru Saat Pandemi Covid-19 Suci Shinta Lestari; Muhammad Arif
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v2i1.10538

Abstract

Banyak perusahaan, institusi, organisasi bahkan personal mengandalkan positive WoM sebagai alat komunikasi pemasaran, tidak terkecuali PTS seperti Universitas Abdurrab Pekanbaru. Mendorong peningkatan jumlah mahasiswa baru melalui rekomendasi mahasiswa kepada calon mahasiswa baru atau Word of Mouth (WoM) merupakan alat pemasaran positif yang dapat mendatangkan manfaat bagi institusi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan beberapa metode yang dipakai Universitas Abdurrab untuk menciptakan atau merangsang terjadinya Word of Mouth sebagai alat komunikasi pemasaran saat pandemi Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (literacy research), yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka atau objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, jurnal ilmiah dan dokumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa metode yang dipakai Universitas Abdurrab untuk menciptakan atau merangsang terjadinya word  of mouth sebagai alat komunikasi pemasaran saat pandemi Covid-19 yakni buzz marketing, cause marketing, viral marketing dan influencer marketing.
Efektivitas Aplikasi Google Meet Dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa Universitas Abdurrab Suci Shinta Lestari; Laili Mufidatul; Muhammad Arif
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jiik.v11i1.14036

Abstract

Mahasiswa dan dosen Universitas Abdurrab tetap dapat melakukan proses pembelajaran sesuai dengan kebijakan pemerintah di saat pandemi Covid-19 dengan menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Banyak media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran daring seperti Zoom, Edmodo, Zenius, Google Meet, Zoom dan Whatsapp. Dari pengakuan mahasiswa dan dosen Universitas Abdurrab, aplikasi Google Meet lebih sering digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar  namun belum pernah dilakukan pengujian terhadap efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian statistik terhadap efektifitas Google meet dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa Universitas Abdurrab Pekanbaru. Teradapat 2 variabel dalam penelitian ini yakni X Efektivitas Google Meet dan Y Minat belajar mahasiswa Univ. Abdurrab Pekanbaru. X diukur dengan indikator efektivitas sutrisno dan Y diukur dengan indikator  minat belajar Slameto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan bentuk penelitian lapangan (Field Research).  Penelitian ini dilakukan di Univeritas Abdurrab Pekanbaru. Dari total 2.363 orang populasi diambil sampel 100 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik penarikan sampel Non Probality Sampling dengan rumus Proportionate Strafied Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan Google Form. Data yang diperoleh di lapangan dianalisa menggunakan SPSS. Dari hasil analisis data, pembahasan, dan uraian dari setiap temuan yang ada, maka dapat ditarik kesimpulan : Ha diterima, yang artinya aplikasi Google Meet efektif dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa Universitas Abdurrab. Hal tersebut dibuktikan dengan membandingkan Fhitung ≥ Ftabel hasil pengolahan data memperoleh Fhitung = 26,081 ≥ Ftabel = 3,09. Artinya Google Meet memiliki korelasi atau hubungan yang simultan dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa Universitas Abdurrab Pekanbaru.
Pola Komunikasi Forum Pengembang Komunikasi Informasi dan Edukasi Generasi Muda Provinsi Riau (FPKIE GMR) dalam Diseminasi Informasi Publik Suci Shinta Lestari; Mardalina Dewi; Frety Shinta
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i2.2960

Abstract

The phenomenon of information and communication technology distortion has negative impact such as spread of hoax and hate speech in the community that can divide our society. According to this phenomenon, Government has issued regulations in the form of the ITE Law and regulations related to digital space. However, in its development, institutions are needed in order to information disseminate related to digital media literacy and education to the public. This promptedthe Riau Provincial Government to form Forum Pengembang Komunikasi Informasi dan Edukasi Generasi Muda Provinsi Riau (FPKIE GMR). This research aims to determine the communication patterns of Forum Pengembang Komunikasi Informasi dan Edukasi Generasi Muda Provinsi Riau (FPKIE GMR) in the dissemination of public information. This research uses Lasswell Communication Model. This study used descriptive qualitative research methods and data collection was obtained through structured interviews, observation and documentation. Data was analyzed by the data collection, data reduction, display of data, and the retraction of the conclusions. The results showed that the communication patterns used was two-way (interactional) communication. Dissemination of public information is carried out through two methods, face to face and through the media. Face to face information dissemination is carried out by socialization through to areas in Riau Province and through the media information dissemination is carried out by various types of media, such as Zoom Meeting, Google Meet, YouTube, Instagram, Facebook, and WhatsApp.AbstrakFenomena penyimpangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi telah mengakibatkan dampak negatif seperti penyebaran informasi palsu dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat. Dalam rangka menyikapi hal tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan regulasi berupa UU ITE maupun peraturan terkait ruang digital. Namun dalam perkembangannya diperlukan lembaga dalam rangka diseminasi informasi terkait literasi dan edukasi media digital kepada masyarakat. Hal ini mendorong Pemerintah Provinsi Riau membentuk Forum Pengembang Komunikasi Informasi dan Edukasi Generasi Muda Provinsi Riau (FPKIE GMR). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi Forum Pengembang Komunikasi Informasi dan Edukasi Generasi Muda Provinsi Riau (FPKIE GMR) dalam diseminasi informasi publik. Penelitian ini menggunakan Model Komunikasi Lasswell. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif dan pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan yaitu komunikasi dua arah (interaksional). Diseminasi informasi publik dilakukan melalui dua metode yaitu, tatap muka dan melalui media. Diseminasi informasi secara tatap muka dilakukan dengan sosialisasi ke kabupaten dan kota di Provinsi Riau, sedangkan diseminasi informasi melalui media dilakukan dengan menggunakan berbagai kanal media yaitu, Zoom Meeting, Google Meet, YouTube, Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Strategi Komunikasi Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam Mengimplementasikan Peraturan Nomor 4 Tahun 2020 pada Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bengkalis Mukhlasin, Mukhlasin; Lestari, Suci Shinta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10786

Abstract

Berkenaan dengan adanya Pilkada serentak pada tahun 2020 yang juga bersamaan dengan terjadinya covid-19, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bengkalis berupaya agar penyelenggaraan pilkada serentak tersebut berjalan sesuai aturan yang berlaku dan dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dan sengketa pilkada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam mengimplementasikan peraturan Nomor 4 Tahun 2020 pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya ialah Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kab. Bengkalis dan Komisi Pemilihan Umum Kab. Bengkalis. Data diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa strategi komunikasi badan pengawasan pemilihan umum dalam Mengimplementasikan Peraturan Nomor 4 Tahun 2020 pada Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bengkalis adalah dengan 3 tahapan, tahap pertama yakni Perencanaan, yakni melakukan perencanaan induk kerawanan, perencanaan identifikasi dan pemetaan masalah, perencanaan MoU dan rencana koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tahap kedua yakni Pelaksanaan dengan membentuk satgas politik uang, sosialisasi pemilu berkah tanpa politik uang ditengah masyarakat, sosialiasi juga dilakukan kepada peserta pemilu. Koordinasi dengan pihak terkait pemilihan umum, dan pembentukan badan adhoc (pengawasan kecamatan dan desa atau kelurahan). Sementara itu, tahap terakhir yakni tahap Evaluasi, dilaksanaka evaluasi pelaksanaan satuan tugas pencegahan politik uang, evaluasi pelaksanaan sosialiasi dengan masyarakat, evaluasi pelaksanaan sosialiasi dengan peserta pemilihan umum, evaluasi pelaksanaan kordinasi dengan pihak terkait pemilihan umum dan evaluasi pelaksanaan pembentukan Badan Pengawasan Kecamatan dan Desa atau Kelurahan.
Peningkatan Softskill Komunikasi Anak Keturunan Pemulung dan Yatim Piatu RT.03 Kecamatan Tampan, Pekanbaru Arif, Muhammad; Lestari, Suci Shinta; Ningrum, Puspa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i3.894

Abstract

Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan komunikasi dengan orang lain (soft skill). Keterbatasan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi pada anak-anak keturunan pemulung dan anak yatim piatu, khususnya di lingkungan RT.03 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru tentunya berpotensi menghambat masa depan mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengeluarkan anak-anak tersebut dari jerat kemiskinan melalui peningkatan keterampilan (softskill) berkomunikasi agar nantinya dapat berbicara di depan publik dan diharapkan nanti ketika dewasa dapat memperoleh penghasilan karena sedari dini mereka telah memiliki bekal keterampilan berkomunikasi. Dalam pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Melalui materi presentasi yang disampaikan berupa penayangan video, anak-anak memperoleh pemahaman yang tepat dan mudah dimengerti. Selanjutnya sesi tanya jawab yang sifatnya untuk memperkaya wawasan mitra pengabdian. Hasil dari pengabdian yang telah dilaksanakan yaitu adanya respon positif dan proaktif dari mitra terhadap kegiatan ini. Hal ini terlihat dari animo sasaran untuk mengikuti kegiatan sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran peserta untuk mengikuti kegiatan mencapai 100% dari total mitra pengabdian yang terdata.
Pengaruh Iklan di Youtube Terhadap Minat Penggunaan Aplikasi (Studi Pada Gofood): (Studi Pada Gofood) Suci Shinta Lestari; Muhammad Arif; Muhammad Hanif Ahda; Ramadhani Fahmi
SUMUR- Jurnal Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/sumur.v2i2.959

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk megetahui bagaimana pengaruh iklan GoFood di YouTube terhadap minat penggunaan aplikasi GoJek pada mahasiswa Universitas Abdurrab. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan menggambarkan sebuah fenomena iklan GoFood di YouTube. Adanya frekuensi dari hasil google form pra-riset data mahasiswa Universitas Abdurrab yang sering melihat iklan GoFood di YouTube berjumlah 44 mahasiswa. Terdiri dari 6 mahasiswa sangat sering melihat iklan GoFood di YouTube, 20 mahasiswa sering melihat iklan GoFood di YouTube dan 18 mahasiswa jarang melihat iklan GoFood di YouTube. Penelitian ini menggunakan rumus Slovin dalam menentukan sampel. Teknik sampel yang digunakan adalah sampling kuota yang dimana merupakan bagian dari unsur nonprobabilitiy. Hasil sampel ini ditemukan sebanyak 100 orang yang diambil dari jumlah populasi mahasiswa aktif Universitas Abdurrab semester genap 2021/2022 sebanyak 2.420 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket (google form). Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian dapat dijelaskan bahwa besarnya nilai korelasi (R) yaitu sebesar 0.806 dari output tersebut determinasi (R Square) sebesar 0.650 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (X) terhadap varibael terikat (Y) adalah sebesar 65%. Artinya H1 diterima H0 ditolak (Iklan GoFood di YouTube memberi pengaruh terhadap minat penggunaan aplikasi GoJek pada mahasiswa Universitas Abdurrab).
Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Siswa/siswi SMA N 7 Pekanbaru sebagai Latihan Public Speaking Mahasiswa Kebidanan Universitas Abdurrab Suci Shinta Lestari; Neneng Oktavianti; Sri Rahmawati; Noor Afriyanni Yuwandari; Putri Dwi Retno; Aurelia Fridons
ABDI KARYA : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/abdikarya.v2i1.179

Abstract

Adolescent health is one of the most important parts of developing quality human resources during adolescence. Individuals experience profound physical, emotional and social changes during their teenage years, which can affect their well-being performance. An in-depth understanding of reproductive wellbeing is essential to help adolescents identify risks of sexually transmitted infections (STIs), unintended pregnancy and mental health problems. All cases of HIV infection worldwide occur in people under 25 years of age. 111 million cases of sexually transmitted infections are reported by those under 25 years of age. Adolescents are particularly vulnerable to STDs, including HIV and AIDS, due to their lack of knowledge about the disease and consequently about 67% of new HIV/AIDS cases in developing countries occur among young adolescents (aged 15-24 years). Meanwhile, nearly 60% of unwanted pregnancies occur among adolescents in developing countries, and 15 million adolescents have given birth. Many adolescents still do not have access to education that supports knowledge about these issues, due to lack of knowledge about these issues they are often trapped in myths and misinformation.
PERSONAL BRANDING OF FREELANCE MAKE UP ARTIST (MUA) IN PEKANBARU CITY ON INSTAGRAM SOCIAL MEDIA Suci Shinta Lestari; Mutia Farina
Jurnal Netnografi Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2025): JNK National Accredited Rank. SINTA 5 based on SK KemdiktiSaintek RI No.10/C/C3
Publisher : Communication Science Department - Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jnk.v3i2.67

Abstract

Searching for MUA services in the digital era is now easy, with many choices on social media such as Instagram, which allows searches based on domicile, price, characteristics or quality. This research aims to analyze the personal branding of freelance MUAs in Pekanbaru via Instagram, using Montoya's personal branding theory with eight indicators: specialization, leadership, personality, difference, visibility, unity, steadfastness and good name. The research subjects were four freelance MUAs in Pekanbaru, who were selected using snowball sampling techniques. The research results show that MUA uses testimonials, tutorials, and work results to build reputation, interact with audiences, and maintain activity on Instagram. Characteristics and educational abilities are key in personal branding, while steadfastness in facing industry challenges and maintaining a positive image is very important in maintaining professionalism.
Penyuluhan Kosmetik Aman dan Halal pada Siswa SMA Negeri 2 Siak Hulu Suardi, Muslim; Wahyu Margi Sidoretno; Rambe, Wahyudi; Shinta Lestari, Suci; Pasadena, Helga
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1307

Abstract

Peningkatan pemakaian produk kosmetik di kalangan remaja memerlukan perhatian khusus terhadap keamanan dan kehalalan produk yang digunakan. Kurangnya pemahaman mengenai zat berbahaya serta sertifikasi halal dapat berisiko bagi kesehatan dan keyakinan agama mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan interaktif kepada siswa SMA Negeri 2 Siak Hulu guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka terkait kosmetik yang aman dan halal. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest menggunakan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 65% dan posttest 95%, mengalami peningkatan sebesar 30%. Program ini berhasil memberikan wawasan yang lebih baik kepada siswa, sekaligus mendorong mereka untuk lebih selektif dalam memilih kosmetik yang sesuai dengan prinsip kesehatan dan kehalalan. Temuan ini sekaligus menjadi dasar penting untuk melaksanakan program edukasi berkelanjutan tentang kosmetik yang aman dan halal di kalangan remaja