Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

ANALISIS PENERAPAN ETIKA KOMUNIKASI DIGITAL DI TIKTOK OLEH GEN Z DI SALATIGA Franklyn Umbu Hadambiawa Anawaru; Dewi Kartika Sari; Amir Machmud NS
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial, terutama TikTok, telah mengubah pola komunikasi masyarakat, khususnya Generasi Z. Meski memudahkan berbagi informasi, media sosial rawan penyebaran hoaks dan pelanggaran privasi. Di Indonesia termasuk di Salatiga pengguna internet terus meningkat. Penelitian menunjukkan bahwa kesadaran etika komunikasi digital perlu ditingkatkan, terutama di kalangan Generasi Z, yang cenderung memiliki perilaku berbagi informasi pribadi secara terbuka tanpa mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap diri sendiri dan orang lain." Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan etika komunikasi digital dan perlindungan privasi di media sosial oleh Generasi Z. Penelitian ini menggunakan teori etika komunikasi digital yang menekankan pada prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dan sopan dalam berbagai bentuk, termasuk komunikasi verbal (lisan dan tertulis) serta non-verbal (bahasa tubuh, gambar, dan simbol digital). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan studi pustaka. Peneliti memilih informan secara purposif dan menganalisis data dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z di Salatiga sadar akan pentingnya menjaga etika komunikasi di media sosial. Mereka berusaha menghindari kata-kata yang kasar dalam berkonunikasi bersikap sopan saat berkomunikasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka menjaga data pribadi seperti nomor identitas, alamat rumah, dan tanggal lahir agar tidak tersebar ke publik. Selain itu, mereka menerapkan langkah perlindungan seperti pengaturan privasi akun, penggunaan kata sandi yang kuat, dan autentikasi dua langkah
ANALISIS PERSEPSI GEN Z TERHADAP PHISING Peter Aditya Prabaswara; Dewi Kartika Sari; Amir Machmud NS
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital media has facilitated communication while simultaneously increasing the risk of cybercrimes such as phishing and hoaxes, particularly among Generation Z (Gen Z). Despite having broad access to information, Gen Z still faces challenges in detecting and anticipating digital threats due to low cybersecurity literacy. The purpose of this study is to analyze Generation Z’s perceptions of phishing threats within the context of digital communication and to identify how they utilize verbal descriptions, proxemic cues, and artifactual elements to recognize and respond to suspicious digital information. This research employs a qualitative approach using narrative study methods and data triangulation through interviews and observations with 15 Gen Z participants. The results indicate that although most informants have not been direct victims of phishing, they demonstrate early awareness in recognizing anomalies in digital messages through verbal, proxemic, and artifactual approaches. The findings show that Gen Z intuitively assesses the validity of information based on the social distance of the source (proxemics) and visual elements such as media logos, professional design, and credible sources (artifacts).
ANALISIS KOMPETENSI LITERASI DIGITAL MAHASISWA UKSW DALAM MENGHADAPI HOAKS DI MEDIA SOSIAL Aquino Kalakmabin; Dewi Kartika Sari; Rendy H. Abraham
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah secara signifikan mengubah cara masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi. Media sosial, sebagai salah satu platform pesan yang paling banyak digunakan, memfasilitasi pertukaran informasi secara cepat melalui fitur grup dan penerusan pesan. Namun, kemudahan ini juga menghadirkan tantangan serius, khususnya maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan misinformasi, keresahan sosial, dan polarisasi. Mahasiswa, sebagai generasi digital, diharapkan mampu bertindak sebagai penyaring informasi yang kritis sekaligus menjadi warga digital yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kompetensi literasi digital mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam menghadapi penyebaran hoaks melalui media soail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap 15 informan dari berbagai fakultas. Studi ini menerapkan kerangka literasi digital Paul Gilster (1997) yang mencakup empat komponen utama: pencarian internet, navigasi hipertextual, evaluasi konten, dan perakitan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa menyadari adanya hoaks, banyak dari mereka masih kurang memiliki keterampilan berpikir kritis serta metode sistematis untuk memverifikasi informasi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan program literasi digital yang terstruktur, diintegrasikan ke dalam kurikulum akademik, dan didukung oleh lokakarya praktis guna meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi misinformasi serta menjadi pengguna yang bertanggung jawab di lingkungan digital.
Co-Authors Agustina Nur Istiqomah Alena Fajar Meirawati Amir Machmud NS ANA THEREANA Anifah Nur Annisa Anisa Putri Zalya Anisa Ramdhani Anjula Roselini Istiqomah Annisa Andriyani Aquino Kalakmabin BANDI Berliana Bertuah Lubis Birawani Dwi Anggraeni Bonardo Marulitua A Budhi Widi Astuti Cantika Nur Cahyani Cristina Sri Healthyni Danis Putri Lestari Dea Valenda Syadhani Dewi Nusa Indah Diana Luspa Diani, Oktrianti Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Eka Lilyanti Elva Imeldatur Rohmah Erliana Dilantari Erma Setiawati Eskasari Putri Ester Krisnawati Etty Pratiwi Evi Dewi Kusumawati Evi Satispi Faiza Renaldi Fajri Rakhmat Umbara Franklyn Umbu Hadambiawa Anawaru Fredlina Rossa Balindra Gunandar Halimatus Saidah Hanung Adi Nugroho Kevin Christian Sion Khaerul Umam Noer Khairul Amri Maryamatut Daini Shofiya Mhd. Qur’anil Hasan Mira Zoraya Muhammad Abrian Nugraha Muhammad agung MUHAMMAD FUAD Munaris . Nadia Taqqiya Nurwijayanti Paramastri Sita Nabila Peter Aditya Prabaswara Pratiwi Cristin Harnita Pratiwi Etty Puji Rahayu Putri Amanatutsani Putri Rindiani M. Bakara Rendy H. Abraham Retnowati WD Tuti Revandi Jansah Rina Sri Widayati Riyani Wulandari Royke Roberth Siahainenia Saftirta Gatra Dewantara Sampoerno, Sampoerno Sandra Aulia Sandy Anwar Mursito Satriyo Agung Seto Herwandito Sih Natalia Sukmi Sutrisni Taqiyya, Nadia Tari Suprobo Tia Ivanka Trisia Tya Nisa Ullul Is’r Mi’rz Alluaimar Vicka Putria Herlina Vita Fatika Sari Vita Rahayu Fernanda Yayi Suryo Prabandari Yulaikha Istiqomah