Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGGUNAAN GAMIFIKASI KEPADA GURU-GURU UNTUK MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 38 PEKANBARU Nurul Fauziah; Ibnu Hajar; Mellisa Mellisa; Fatia Kurniati; Astri Wahyuni
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Desember 2024 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v2i3.80

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penggunaan gamifikasi kepada guru-guru untuk menunjang proses pembelajaran di SMPN 38 Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan cara wawancara, sosialisasi, pelatihan, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa guru-guru di SMPN 38 Pekanbaru belum menggunakan secara maksimal berbagai platform gamifikasi yang bisa membantu menunjang proses pembelajaran, tapi setelah dilakukannya sosialisasasi dan pelatihan, guru-guru sudah memahami dan akan mencoba menggunakannya pada proses pembelajaran. Kesimpulannya adalah setelah dilakukannya pelatihan penggunaan gamifikasi guru-guru sudah memahami dan akan mencoba menggunakannya pada proses pembelajaran sebagai salah satu alat evaluasi untuk menunjang proses pembelajaran.
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK METODE TAKAKURA Mellisa; Delma Saputri; Nurkhairo Hidayati; Fitriyeni; Yandri Waltriandi
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i1.132

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang pengolahan sampah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik menggunakan metode Takakura. Metode ini diimplementasikan sebagai solusi dalam mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengubahnya menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan edukasi, masyarakat diajarkan praktik-praktik pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan dan efisien. Kegiatan ini melibatkan pelatihan langsung di komunitas dengan menggunakan "Keranjang Takakura" sebagai alat sederhana untuk mengolah sampah organik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi masyarakat dalam praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan hasil pupuk organik sebagai upaya mendukung pertanian lokal. Dengan kesuksesan dan antusiasme yang terlihat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di berbagai komunitas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK METODE TAKAKURA DI UJUNG BATU, KABUPATEN ROKAN HULU Mellisa; Delma Saputri; Nurul Fauziah; Iffa Ichwani Putri; Desti
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i3.151

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode Takakura. Kegiatan dilaksanakan di Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anak panti asuhan dan pengawas panti asuhan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, praktik langsung pembuatan pupuk organik metode Takakura, serta evaluasi menggunakan angket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan terlibat aktif selama pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh persentase rata-rata sebesar 80% yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran peserta dalam mengelola sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik. Dengan demikian, metode Takakura dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan serta berpotensi mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan
PELATIHAN PRODUKSI COCOPEAT UNTUK PENINGKATAN GREEN SKILLS SISWA Ibnu Hajar; Johari Afrizal; Yeyendra; Mellisa; Sepita Ferazona; Yesi Anggraeni; Wahyu Anggrayeni; Arlan Attahjuddin
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kuala Kampar memiliki potensi limbah sabut kelapa yang sangat melimpah seiring dengan tingginya produksi kelapa, namun pemanfaatannya hingga saat ini masih terbatas dan cenderung belum memberikan nilai tambah ekonomi maupun manfaat lingkungan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, sikap peduli lingkungan, serta wawasan peserta didik melalui pelatihan pembuatan cocopeat berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pelatihan (participatory training approach) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Kuala Kampar dengan melibatkan 32 siswa yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada berbagai aspek. 1) Aspek  kognitif, tanggapan  peserta   pengetahuan  mereka  meningkat  (94%).  2) Aspek afektif, tanggapan peserta pelatihan mampu menumbuhkan sikap peduli (84%). 3) Relevansi pelatihan dengan pembelajaran di madrasah (integrasi kurikulum) tanggapan peserta ada revansi (78%), 4) Peluang Pengembangan Kewirausahaan (Aspek Green Entrepreneurship)  (78%). 5). Aspek Keberlanjutan & Keberterimaan Program, tanggapan  peserta pelatihan  memberikan manfaat pada mereka (80%).  Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai transfer keterampilan teknis, tetapi juga sebagai pendekatan pendidikan transformatif yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik.
Eligibility of E-Module Biology Material Cell-Assisted Flipping Book Mellisa Mellisa; Delma Saputri; Indah Rahmadani
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 15 No 1 (2025): Bioeduin Februari
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v15i1.43643

Abstract

This study aims to produce an e-module of biology teaching materials based on flipping books on cell material for grade XI high school. This study is a research and development (R&D) research with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), but it is limited to the development stage. This e-module is made using the flipping book application. The sampling technique in this study is purposive sampling. The sample used in this study was 45 high school students. The results of this study indicate that the quality of the validity of the e-module of teaching materials based on the results of the Validation of learning experts falls into the very valid category with an average of 99.06% (very valid), the results of the Validation of material experts get an average of 94.44% (very valid), the results of the Validation of media experts get an average of 92.98% (very valid), and the results of the Validation by three biology teachers get an average percentage of 95.55% (very valid). The trial results showed that students earned an average of 92.07% (very good); based on several categories, the developed e-module of learning is very valid and can be used as teaching materials to help students' learning process.
Proyek Hijau Tatakura: Sinergi Antara Edukasi Lingkungan dan Implementasi Kurikulum Berkelanjutan Mellisa Mellisa; Ibnu Hajar; Yeyendra Yeyendra; Cyintia Kumalasari; Yandri Waltriandi; Riadatil Fitri; Dea Putri Ramadhani
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i1.18480

Abstract

This community service program aims to integrate a green project through the production of Tatakura (Takakura Home Method) compost into the school curriculum as a form of environmental education and sustainable learning. The program was implemented at SMPN 10 Pekanbaru and involved 25 students and four science teachers through stages of socialization, hands-on compost production, mentoring, and the application of the compost to school plants. The activity employed a Participatory Action Research approach that emphasized the active involvement of both teachers and students. Evaluation was conducted using learning achievement tests, environmental awareness attitude questionnaires, and partner satisfaction surveys. The data were analyzed descriptively by comparing mean scores and achievement percentages. The results indicate an improvement in students’ average scores from 84.8 to 87.2, an environmental awareness level of 88%, and partner satisfaction rates of 100% among teachers and 97% among students. These findings demonstrate that the program is effective in supporting the integration of environmental education and the implementation of Education for Sustainable Development.
Studi Kasus : Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Pembelajaran Biologi di sekolah Menengah Atas Yesi Dwita Panjaitan; Mellisa Mellisa
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.392

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang pembelajarannya dengan intrakurikuler yang beragam, kurikulum merdeka dirancang lebih sederhana untuk memudahkan guru dan peserta didik. Dalam implementasinya, pemerintah memberikan wewenang dan tanggung jawab penuh pada setiap sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka, Hambatan implementasi kurikulum merdeka, dan Upaya untuk mengatasi Hambatan-hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 3 Siak Hulu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian diperoleh dari informan (Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum, Kepala sekolah dan Guru biologi). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama; implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 3 Siak Hulu melalui dua tahap  yaitu, perencanaan kurikulum merdeka meliputi perencanaan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), perencanaan pembelajaran dan asesmen, penggunaan dan pengembangan perangkat ajar, perencanaan P5. Dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka meliputi implementasi P5, penerapan pembelajaran yang terfokus pada peserta didik, keterpaduan penilaian dalam pembelajaran, pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik, dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum. Kedua, Hambatan-hambatan implementasi kurikulum merdeka yaitu guru kesulitan menerjemahkan proses pembelajaran kurikulum merdeka sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi guru, sarana dan prasarana pendukung pembelajaran masih terbatas. Ketiga, adapun upaya mengatasi hambatan implementasi kurikulum merdeka yaitu meningkatkan kompetensi guru, pihak sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung implementasi kurikulum merdeka seperti perangkat ajar.
Transformasi Pembelajaran Biologi: Video Animasi Berbasis Masalah pada Materi Sistem Gerak Manusia Anggun Puspita Sari; Mellisa
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 3 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i3.652

Abstract

Biology learning on the topic of the human movement system often encounters challenges, particularly the lack of instructional media capable of clearly visualizing concepts. As a result, students struggle to understand scientific terminology, physiological processes, and inter-organ relationships. To address this issue, an animated video-based learning media integrated with Problem Based Learning (PBL) was developed with the aim of enhancing students’ understanding and engagement. This study aims to determine the validity and students’ responses toward the PBL-based animated video on the human movement system for grade XI. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model up to the development stage. Research instruments included interviews, needs questionnaires, observation sheets, expert validation sheets, and student response questionnaires. Samples were selected using Simple Random Sampling. The validation results showed that the media was categorized as very valid by material experts (92%), media experts (92%), and instructional experts (94%). Students’ responses reached 86%, categorized as good. This study contributes to knowledge development by providing an alternative biology learning media that integrates digital animation with the PBL approach, while also enriching studies on technology integration in science education.
Kajian Awal Terhadap Ketersediaan LKPD Berbasis Inkuiri Di Sman 5 Pekanbaru Reni Gustriya; Mellisa; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 1 (2026): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i1.1081

Abstract

This study aims to examine the availability and use of inquiry-based student worksheets (LKPD) in Biology learning at SMAN 5 Pekanbaru. A descriptive quantitative approach supported by qualitative data was applied. The participants consisted of 38 tenth-grade students and one Biology teacher. Data were collected through student perception questionnaires, short-answer tests, interviews, and worksheet documentation. The data were analyzed using descriptive statistics and qualitative analysis. The results indicate that LKPD availability is categorized as good; however, the implementation of inquiry principles remains limited. The worksheets tend to be conventional and are mainly used as supporting learning materials. Therefore, the development of more structured inquiry-based worksheets is needed to support student-centered Biology learning.
Eksplorasi Persepsi Guru Terhadap Modul Ajar Biologi Berbasis Inkuiri Di Sma Negeri 5 Pekanbaru Hafifa Nur Ramadhani; Mellisa; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 1 (2026): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i1.1195

Abstract

Abstract Biology learning requires active student involvement in the concept discovery process, yet the availability of teaching materials facilitating such activities remains limited. This study aims to explore biology teachers' perceptions regarding the development of inquiry-based teaching modules at SMA Negeri 5 Pekanbaru. The approach used was mixed methods with a sequential explanatory design. The subjects consisted of three biology teachers selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted through perception questionnaires and semi-structured interviews. Data analysis techniques employed descriptive statistics for quantitative data and thematic analysis for qualitative data. The results showed that teacher perception was classified as positive with an overall average percentage of 77.50%. The indicator of module needs and relevance obtained the highest score of 81.67%, indicating a high urgency for the availability of innovative teaching materials. Meanwhile, the support and barriers indicator obtained the lowest score of 73.33%. Qualitative analysis revealed that although teachers had a good conceptual understanding of inquiry, classroom implementation was constrained by time management and administrative burdens. There is a discrepancy between teachers' pedagogical competence in designing modules and the technical operational constraints in the field. This study concludes that teachers strongly require ready-to-use inquiry-based teaching modules and expect expert assistance in their development to enhance the quality of biology learning.