Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Stakeholder Untuk Menciptakan Program CSR yang Berkelanjutan Humaedi, Sahadi; Asyia, Arifah Di'Faeni Nurul; Herdiana, Naufaldy Azzura
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v12i1.43504

Abstract

Program Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki peran yang penting dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, terutama di Indonesia, di mana CSR menjadi kewajiban bagi perusahaan berdasarkan undang-undang. PT Pertamina menjalankan program CSR "Pertamina Hijau," yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, dengan berbagai kegiatan seperti penanaman mangrove dan pengelolaan keanekaragaman hayati. Keberhasilan dan keberlanjutan program ini sangat bergantung pada peran aktif berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Pendekatan Power-Interest Grid digunakan untuk memetakan posisi masing-masing pemangku kepentingan berdasarkan kekuatan dan minat mereka terhadap program tersebut. Analisis ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan LSM sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang dan memastikan dampak yang berkelanjutan. Melalui kerja sama yang efektif, program CSR dapat berjalan dengan sukses, memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, serta mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif. 
PERAN STAKEHOLDER DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN ANAK DISABILITAS DREAMWORK Wulandari , Arinda Putri; Humaedi, Sahadi; Tri Raharjo, Santoso
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.42567

Abstract

Abstract. The Dreamwork program is a CSR program of PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung which aims to empower the community, especially for children with disabilities. The success of corporate social responsibility (CSR) programs requires the involvement of various stakeholders to achieve optimal and sustainable goals. The purpose of writing this article is to discuss the role of stakeholders in the Dreamwork Program initiated by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung as part of the company's CSR in empowering children with disabilities. This study uses a descriptive qualitative approach with in-depth interview methods, observations, and documentation studies to analyze the involvement of various stakeholders in this program. The results show that the involvement of stakeholders, such as academics, government, civil society organizations, the private sector, and the media plays a significant role in supporting the sustainability of the program. Cross-sector collaboration with a pentahelix approach has proven effective in ensuring that the Dreamwork Program can have a broader social and economic impact on children with disabilities and their families. Keyword: Stakeholder engagement; empowerment of children with disabilities; corporate social responsibility; pentahelix collaboration; program dreamwork. Abstrak. Program Dreamwork merupakan program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung yang bertujuan dalam rangka pemberdayaan masyarakat khususnya untuk anak disabilitas. Keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan yang optimal dan berkelanjutan. Tujuan penulisan artikel ini untuk membahas peran stakeholders dalam Program Dreamwork yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung sebagai bagian dari CSR perusahaan dalam memberdayakan anak disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi untuk menganalisis keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan stakeholders, seperti akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan media berperan signifikan dalam mendukung keberlanjutan program. Kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan pentahelix terbukti efektif dalam memastikan bahwa Program Dreamwork dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi anak disabilitas dan keluarganya. Kata Kunci: Stakeholder engagement; pemberdayaan anak disabilitas; corporate social responsibility; kolaborasi pentahelix; program dreamwork.
ANALISIS STRATEGI COMMUNITY DEVELOPMENT PADA PROGRAM CSR RUMAH KREATIF TAMIANG OLEH PT. PERTAMINA EP RANTAU FIELD Humaedi, Sahadi; Raharjo, Santoso Tri; Ardiansyah, Raka Putra
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.69852

Abstract

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten dengan populasi penyandang disabilitas terbesar di Provinsi Aceh, dengan sekitar 616 orang diantaranya tergolong dalam kategori miskin dan masih terdapat potensi sumberdaya manusia yang belum diberdayakan secara optimal. Penelitian ini mengkaji strategi pemberdayaan komunitas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR)Rumah Kreatif Tamiang oleh PT. Pertamina EP Rantau Field yang memanfaatkan penyandang disabilitas dalam pengelolaan limbah dari 60 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Galeri Ajang Ambe. Melalui studi literatur dari berbagai sumber yangrelevan dengan topik terkait. Ditemukan bahwa Rumah Kreatif Tamiang membantu dalam pengembangan potensi masyarakat difabel di Aceh dengan menginisiasikan program yang meliputi pendidikan serta pelatihan secara inklusif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Kreatif Tamiang berhasil dalam meningkatkan kemandirian serta kesetaraan yangberdampak pada meningkatnya perekonomian bagi penyandang difabel dalam kategori miskin di Kabupaten Aceh Tamiang.  Aceh Tamiang Regency is one of the districts with the largest population of people with disabilities in Aceh Province, with around 616 people belonging to the poor category and there is still potential human resources that have not been utilized optimally. This research examines community empowerment strategies in the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program by PT. Pertamina EP Rantau Field which utilizes people with disabilities in waste management from 60 Micro, Small, and Medium Enterprises in the Ambe Ajang Gallery. Through literature studies from various sources relevant to related topics. It was found that Tamiang Creative House helped in developing the potential of the disabled community in Aceh by initiating programs that included inclusive education and training. The results of this research show that the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program has succeeded in increasing independence and equality, which has improved the economy for people with disabilities in the poor category in Aceh Tamiang Regency. Aceh Tamiang Regency is one of the districts with the largest population of people with disabilities in Aceh Province, with around 616 people belonging to the poor category and there is still potential human resources that have not been utilized optimally. This research examines community empowerment strategies in the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program by PT. Pertamina EP Rantau Field which utilizes people with disabilities in waste management from 60 Micro, Small, and Medium Enterprises in the Ambe Ajang Gallery. Through literature studies from various sources relevant to related topics. It was found that Tamiang Creative House helped in developing the potential of the disabled community in Aceh by initiating programs that included inclusive education and training. The results of this research show that the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program has succeeded in increasing independence and equality, which has improved the economy for people with disabilities in the poor category in Aceh Tamiang Regency.
IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL: STUDI KASUS DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT LOKAL Humaedi, Sahadi; Gutama, Arie Surya; Ardiansyah, Raka Putra
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.69835

Abstract

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan multinasional, yang tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial tetapi juga untuk memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Artikel ini membahas implementasi program CSR di berbagai sektor termasuk pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Studi kasus menggambarkan inisiatif yang berhasil dilakukan oleh perusahaan multinasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan. Temuan utama menyoroti efektivitas inisiatif CSR dalam meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, peluang ekonomi, dan pelestarian ekologi. Tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan akses, dan penolakan masyarakat memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, LSM, dan keterlibatan masyarakat untuk memastikan hasil yang berkelanjutan. Corporate Social Responsibility (CSR) has become integral to the business strategies of multinational companies, aiming not only for financial profitability but also for long-term positive impacts on society and the environment. This article explores the implementation of CSR programs across various sectors including education, healthcare, economic empowerment, and environmental conservation. Case studies illustrate successful initiatives undertaken by multinational corporations to enhance local community welfare and environmental sustainability. Key findings highlight the effectiveness of CSR initiatives in improving education access, healthcare services, economic opportunities, and ecological preservation. Challenges such as resource constraints, access disparities, and community resistance necessitate collaborative approaches involving local governments, NGOs, and community engagement to ensure sustainable outcomes.
OPERATIONALIZING SPIRITUAL CAPABILITY: A COMMUNITY-BASED EDUCATION MODEL FOR PARENTING FACILITATORS Wibowo, Hery; A Rachim, Hadiyanto; G.K. Basar, Gigin; Humaedi, Sahadi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.69836

Abstract

Tulisan ini memperkenalkan sebuah model pendidikan multidimensional yang dirancang untuk menyiapkan fasilitator pengasuhan berbasis komunitas melalui pendekatan spiritual capability. Model ini merujuk pada psikologi Islam, Capability Approach dari Amartya Sen, serta pedagogi pekerjaan sosial. Tujuannya adalah membentuk fasilitator yang tidak hanya mampu memberikan bimbingan teknis dalam pengasuhan, tetapi juga menumbuhkan fitrah, ketangguhan, dan literasi spiritual dalam keluarga.Secara metodologis, model ini dikembangkan melalui studi literatur yang mencakup tiga tahapan: sintesis konseptual, prototipe kurikulum, dan implementasi lapangan. Tahap konseptual memetakan konstruksi utama dari khazanah keilmuan Islam klasik (Al-Balkhi, Al-Ghazali) dan kerangka kontemporer (Rothman, Awaad, Keshavarzi), yang menghasilkan rubrik kapabilitas spiritual yang disesuaikan untuk konteks pengasuhan.Temuan menunjukkan bahwa kapabilitas spiritual bukan sekadar sifat personal, melainkan kompetensi yang dapat diajarkan dan diukur, dengan implikasi transformatif bagi kesejahteraan sosial. Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis jiwa dalam fasilitasi pengasuhan, model ini menawarkan jalur pengembangan karakter, ketahanan kesehatan mental, dan pemberdayaan lintas generasi. Model ini mengundang para pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi untuk membayangkan ulang sistem dukungan pengasuhan melalui lensa spiritual yang mendalam.  This paper introduces a multidimensional education model designed to prepare community-based parenting facilitators through the lens of spiritual capability. Drawing from Islamic psychology, Amartya Sen’s Capability Approach, and social work pedagogy. It aims to cultivate facilitators who not only deliver technical parenting guidance but also nurture fitrah, resilience, and spiritual literacy within families.Methodologically, the model was developed through a literature study involving three stages: conceptual synthesis, curriculum prototyping, and field implementation. The conceptual phase mapped key constructs from classical Islamic scholarship (Al-Balkhi, Al-Ghazali) and contemporary frameworks (Rothman, Awaad, Keshavarzi), resulting in a spiritual capability rubric tailored for parenting contexts. Findings indicate that spiritual capability not merely as a personal trait but as a teachable, assessable competency with transformative implications for social welfare. By embedding soul-based education into parenting facilitation, the model offers a pathway for character development, mental health resilience, and intergenerational empowerment. It invites policymakers, educators, and practitioners to reimagine parenting support systems through a spiritually grounded lens.
Learning and Capacity Building for Persons with Disabilities through a Strengths-Based Perspective: Assessment of the ROPES Framework in the 'Tumbuh Mandiri' Farmers Group Wahida, Dian Salma; Raharjo, Santoso Tri; Humaedi, Sahadi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10214

Abstract

Persons with disabilities continue to face various challenges, including dependence on external assistance, limited access to economic resources, non-inclusive policies, and programs that have not fully supported sustainable independence. This study offers an alternative perspective by applying a strengths-based approach, which views persons with disabilities as individuals with potentials, capacities, and resources that can be developed. The analysis employs the ROPES framework (Resources, Options, Possibilities, Exceptions, and Solutions) proposed by Clay Graybeal to identify individual and collective strengths. Using a qualitative descriptive method, this study explores the lived experiences and capacities of persons with disabilities within their social context. The research was conducted among members of the “Tumbuh Mandiri” Disability Farmers Group in Cimahi City, Indonesia. Informants consisted of one group leader and two administrators selected through purposive sampling. The findings indicate that strengths-based and experiential learning processes within the group play a significant role in fostering members’ social and economic independence. These results suggest that a strengths-based approach provides an important foundation for designing inclusive, sustainable, and capacity-oriented disability empowerment programs.Persons with disabilities continue to face various challenges, including dependence on external assistance, limited access to economic resources, non-inclusive policies, and programs that have not fully supported sustainable independence. This study offers an alternative perspective by applying a strengths-based approach, which views persons with disabilities as individuals with potentials, capacities, and resources that can be developed. The analysis employs the ROPES framework (Resources, Options, Possibilities, Exceptions, and Solutions) proposed by Clay Graybeal to identify individual and collective strengths. Using a qualitative descriptive method, this study explores the lived experiences and capacities of persons with disabilities within their social context. The research was conducted among members of the “Tumbuh Mandiri” Disability Farmers Group in Cimahi City, Indonesia. Informants consisted of one group leader and two administrators selected through purposive sampling. The findings indicate that strengths-based and experiential learning processes within the group play a significant role in fostering members’ social and economic independence. These results suggest that a strengths-based approach provides an important foundation for designing inclusive, sustainable, and capacity-oriented disability empowerment programs.
Co-Authors 'Ashifa, Fathia Nur A Rachim, Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto Adiansyah, Wandi Adiningrat, Rahadean Karunia Agus Wahyudi Riana Alifa, Nazmi Nur AMANDA, MAUDY PRITHA Anissa Lestari Kadiyono Antik Bintari Aprilia, Marwah Dwita AR-RIDHO, ALI Ardiansyah, Raka Putra Arie Surya Gutama, Arie Surya arifah, rifdah Aritonang, Johan Immanuel Asyia, Arifah Di'Faeni Nurul Aulia Rahmawati, Aulia BASAR, GIGIN G. KAMIL Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Cecep Cecep, Cecep Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah, Dessy Dewi, Adilla Nur Fitria Eva Nuriyah Hidayat Fauziah Hanum Firsanty, Farah Puti G.K. Basar, Gigin Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hanifah, Diva Salma Herdiana, Naufaldy Azzura Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Islinawati Soleh, Islinawati Jatnika, Dyana Chusnulitta Kamal , Mustfa Khofiffah, Fanesha Kudus, Imaunudin Lesmana, Aditya Candra LESTARI, ERIESKA GITA Loho, Albertina N. Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Mirajani, Inara Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Muhammad Rivai Nabila Thifallya Regina Nadia Uswatun Hasanah, Nadia Uswatun Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana, Nandang NOVIANI P, UTAMI ZAHIRAH Novita Destiana, Novita Nunung Nurwati Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung O.G, Audina Rahayu Parhusip, Morina Caroline Peachilia, Ifally Pramesia Putri Rahakbaw, Nancy Rahayu, Wefina Rahmani, Sarah Azka Ramada, Indrihastuti Rizkia Ramadhan Pancasilawan Rezkia Maghriby Yoandra Ridwananda, Zakiyyah B. Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Safitri, Fani Wahyu Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Santoso, Meilanny SANTOSO, MELAINNY BUDIARTI Saraswati Widuri Sekarsari, Resti K. Siti Nur Aisyah Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri SUMARA, DADAN SUMARA Susanto, Meilanny Budiarti Suwandi, Ariq Akmal Syammas Perdana, Syammas Tamimi, Sarah Farahdita Wahida, Dian Salma Wahju Gunawan, Wahju Wandi Adiansah, Wandi Wulandari , Arinda Putri Wulandari, Arinda Putri Yulinda Adharani, Yulinda Yuningsih, Yuyun Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia Yustika Tri Dewi, Yustika Tri Zahra Anindya Putri ZAKIYAH, ELA ZAIN Zulhaeni, Zulhaeni