Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Uji Eksperimental Penggunaan Zat Additif Mastersure 1007 Terhadap Workobility Dan Waktu Ikat Beton Husnah Husnah; Razy Almagany
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan tambah pada beton merupakan suatu inovasi yang dapat berkembang sesuai kebutuhan dalam penggunaan beton pada pekerjaan kontruksi. Penggunaan bahan tambah ditujukan untuk mengubah ataupun memperbaiki sifat beton agar sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaan tertentu seperti mempercepat dan memperlambat pengikatan dan mempermudah pekerjaan (workability). Untuk mengatasi permasalahan dilapangan jarak tempuh yang jauh yang mampu memperlambat waktu ikat semen dapat digunakan Jenis bahan tambah yang digunakan bersifat kimiawi (chemical admixture), dalam hal ini bahan tambah (admixture) MasterSure® 1007 Tipe G, yang mana kandungan Retarder lebih dominan daripada Superplasticiser. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan MasterSure® 1007 dalam campuran beton terhadap nilai slump dan waktu ikat beton. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode eksperimental, dengan cara membuat benda uji (sampel). Benda uji yang menggunakan bahan tambah MasterSure® 1007 sebesar 0,8%, 0,9%, 1%, 1,1%, 1,2%, 1,3% dan 1,4% dari berat semen sesuai dengan Job Mix Design. Pengujian pada penelitian adalah penggujian Slump Test dan Penetration Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variasi penambahan MasterSure 1007 dari dosis terkecil yaitu 0,8% sampai dosis terbesar yaitu 1,4% rata-rata mempunyai nilai slump optimum pada umur 3 jam pengecoran. Pada umur 4 jam pengecoran dapat dilihat bahwa semua variasi mengalami penurunan slump dikarenakan reaksi retarder pada zat additif MasterSure 1007 sudah mulai habis. Hal ini menyebabkan zat additif MasterSure 1007 yang memiliki kandungan superplasticizer mulai bekerja sehingga mempercepat hidrasi semen pada beton. Hasil penetrasi test didapatkan pada variasi Beton normal, 0,8%, sampai 1,4% masing-masing yaitu waktu pengikatan awal dari 75menit;150 lbs/in2, 360menit;120lbs/in2, 360 menit;170lbs/in2, 420menit;160lbs/in2, 540menit;120lbs/in2,720 menit;120lbs/in2 dan pengikatan akhir dan pengikatan akhir masing-masing 150 menit; 700lbs/in2, 540 menit; 700lbs/in2, 600 menit; 700lbs/in2, 720 menit; 700lbs/in2, 840 menit;700;bs/in2,1080 menit ; 700lbs/in2.
KAJIAN STRUKTUR TOWER BTS TIPE SST KAKI EMPAT DENGAN KETINGGIAN 70 METER AKIBAT BEBAN ANGIN RENCANA DENGAN PERIODE ULANG 15 TAHUNAN Husnah; Sri Kartini
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan konstruksi menara pada daerah permukiman perlu ditingkatkan mengingat Meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi komunikasi yang murah dan mudah, sehingga harus memperhatikan kekuatan darimenera telepon seluler. Tower menara BTS pada penelitian ini adalah tower BTS yang ada di kota pekanbaru dengan ketinggian 70 Meter dengan menyajikan pengaruh beban angin dengan periode ulang selama 15 tahun. Pada penelitianini, dilakukan dengan mengolah data angin dari Kantor BMKG wilayah pekanbaru pada 15 tahun terakhir. Pengolahandata angin ini menggunakan 3 metode yaitu: a. Metode Gumbel b. Metode Log Pearson c. Metode Log Normal. Hasilyang diperoleh dari ketiga metode pengolahan data angin tersebut diambil nilai yang terbesar untuk keperluan analisastruktur yaitu sebesar 15.23 m/s. Dari hasil perhitungan, Pengaruh angin dikota pekanbaru selama periode ulang 15tahunan masih dalam kondisi aman. Perilaku perpindahan paling besar terjadi pada leg paling atas yaitu pada section 19.Stress ratio terbesar terjadi pada section paling bawah dan semakin keatas akan semakin mengecil, kecuali pada profilleg yang terinstal antenna akan mengalami stress ratio yang lebih besar. Tower menara BTS mengalami perilakustruktur baik itu goyangan, puntiran, perpindahan horizontal dan stress ratio paling besar karena pengaruh dari bebanangin yang terjadi. Tower menara BTS yang berada di kelurahan tanjung rhu dalam kondisi aman, dengan catatansebanyak 3 bracing yang terletak di section paling bawah ada overstress sebesar 0,027. Karena overstress yang terjadimasih dalam besaran yang relative kecil dan struktur yang terjadi overstress adalah bukan merupakan struktur utamamaka tower menara BTS tersebut di kategorikan aman.
ANALISIS BETON MUTU TINGGI F’C 80 MPA DENGAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN Husnah
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untukmeningkatkan mutu dan kualitas beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasilkuat tekan beton, dengan menggunakan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian dari semen, danpengaruh Fly ash terhadap beton mutu tinggi. Komposisi pemakaian fly ash bervariasi yaitu 0%, 3%,5%, dan 10 % dari jumlah semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dan silinder dengan mutu yang direncanakan f’c 80 Mpa, benda uji tersebut di uji pada umur 7 hari, sebanyak 21 bendauji. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengaruh fly ash pada mutu beton dengan komposisifly ash 0 % menghasilkan f’c 36.32 Mpa sedangkan pemakaian fly ash 3% menghasilkan f’c 64.92Mpa, 5% f’c 41.06 Mpa, dan 10 % f’c 46.16 Mpa. Dengan demikian pemakaian fly ash yangmendekati mutu beton yang direncanakan f’c 80 Mpa yaitu fly ash 3% sebesar f’c 64.92 Mpa, denganselisih hasil penelitian dengan yang direncanakan sebesar 21%. Dari hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa penggunaan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen mencapaikeberhasilan sebesar 79% dari kuat tekan beton yang direncanakan yaitu sebesar f’c 80 Mpa.