Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PENDIPA Journal of Science Education

Eksplorasi Konsep Fisika pada Tari Dhadak Merak Reog Ponorogo Nur Iva Wulansari; Setyo Admoko
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.163-172

Abstract

Indonesia terkenal akan ragam budayanya, dan tanpa disadari dari setiap budaya memiliki daya tarik yang berbeda. Didalam budaya sendiri, terdapat ilmu sains yang belum banyak diketahui oleh orang, selain itu kearifan lokal dari beberapa daerah yang berbeda dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam bidang sains. Selama ini pembelajaran sains terutama pada bidang fisika yang ada di sekolah sebagian masih mengacu pada buku pegangan guru dan siswa, dimana buku pegangan memuat produk sains berupa fakta, konsep, prinsip, teori, dan hukum serta penerapannya dalam kontek kehidupan sehari-hari. Namun, dalam banyak buku seringkali memuat konteks kehidupan sehari-hari yang terkait dengan budaya barat yang tidak dikenali dengan baik oleh anak Indonesia khususnya mereka yang berada di daerah tertentu yang masih mengandalkan alam sebagai media belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengamati penerapan konsep fisika yang ada dalam budaya nasional Indonesia. Dimana pada penelitian ini peneliti bermaksud mengidentifikasi kajian konsep kesetimbangan dan momen gaya pada teknik gerakan dhadakan merak dalam tari Reog Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi dokumentasi dan sasaran penelitian adalah Tari Dhadak Merak.  Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan metode analisis menggunakan dua metode, yaitu studi literatur dan video latihan. Menurut hasil penelitian, didapatkan kajian konsep fisika terutama pada materi kesetimbangan dan momen gaya dalam Tarian Dhadak Merak, dan pembelajaran dengan pendekatan etnosains memiliki potensi inovasi pembelajaran untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika karena dapat melatih literasi sains siswa serta melatih siswa untuk berpikir kreatif.
Analisis Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik Pada Model Pembelajaran Berbasis Toulmin’s Argumentation Pattern (TAP) Dalam Memahami Konsep Fisika Dengan Metode Library Research Megatro Thathit Wahyunan Widhi; Arif Rahman Hakim; Nur Iva Wulansari; Mohammad Imam Solahuddin; Setyo Admoko
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.79-91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dari hasil analisa deskriptif mengenai penerapan model pembelajaran argumentasi berbasis Toulmin’s Argumentation Pattern (TAP). Pengamatan terfokus pada dampak peningkatan pemahaman konsep peserta didik dan keterampilan argumentasinya dalam bidang mata pelajaran fisika. Pada penelitian ini menggunakan metode library research yang merupakan penelitian studi kepustakaan dengan teknik mengumpulkan data lewat beberapa artikel terpublikasi yang relevan dengan studi kasus yang dikaji. Pelaksanaan peneliti ini dilakukan dengan mengumpulkan data jurnal dan artikel ilmiah yang terpublikasi secara online serta terindeks oleh laman Google Scholar, mengunduh, dan dilanjutkan dengan mengorganisasikan artikel tersebut dalam aplikasi Mendeley. Dalam penelaahan jurnal ilmiah pada penelitian ini dilakukan mengikuti langkah-langkah: (1) organize, yaitu memilih jenis-jenis jurnal yang selaras dengan jenis penelitian; (2) synthesize, yaitu membaca dan merangkum setiap jurnal menjadi sebuah esensi penelitian yang padu dan terstruktur; dan (3) identify, yaitu mengambil kesimpulan dari setiap jurnal dan membuat rangkuman evaluasi dari keseluruhan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Toulmin’s Argument Pattern (TAP) dapat meningkatkan keterampilan argumentasi serta pada pemahaman konsep khususnya dalam bidang mata pelajaran fisika. Hasil telaah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pada Toulmin’s Argumentation Pattern memiliki kelebihan: mempengaruhi keterampilan argumentasi, meningkatkan penguatan dan percepatan pemahaman konsep, membangun pola argumentasi yang lebih baik, memperbaiki kualitas argumentasi, serta menciptakan peserta didik yang kreatif dan inovatif dalam pengembangan materi dalam pembelajaran. Melakukan kolaborasi dengan metode pembelajaran diskusi, problem based learning, pembelajaran konsep, scaffolding, dan beberapa metode lain juga membuat model pembelajaran ini lebih baik dalam pencapaian peserta didik.
Peningkatan Nilai Kognitif Peserta Didik Menggunakan Media Trainer Basic Pada Materi Listrik Dinamis Arif Rahman Hakim; Setyo Admoko
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.143-151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media Trainer Basic sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep Listrik Dinamis ditinjau dari validitas dan keterlaksanaan pembelajaran, mengetahui keefektifan Trainer Basic sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan nilai kognitif peserta didik materi Listrik Dinamis serta implikasinya terhadap peningkatan nilai kognitif pada konsep materi listrik dinamis. Metode penelitian yang digunakan ini mengikuti tahapan pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Trainer Basic dirancang melalui modifikasi dengan penambahan resistor, kapasitor, dan induktor.Media Trainer Basic diimplementasikan dalam pembelajaran kelas dengan mengambil sampel melalui pre test dan post test, kemudian dilakukan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trainer Basic valid sebagai media pembelajaran ditinjau dari validitas media pembelajaran beserta perangkat, adapun berdasarkan keterlaksanaan Trainer Basic baik digunakan sebagai media pembelajaran, serta berdasarkan hasil belajar untuk ranah kognitif dinyatakan valid sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan nilai kognitif peserta didik pada materi Listrik Dinamis, sehingga dapat disimpulkan bahwa Media Trainer Basic dapat meningkatkan nilai kognitif peserta didik dan pada pembelajaran berikutnya mampu meningkatkan pemahaman konsep khususnya dalam bidang fisika pada materi Listrik Dinamis.
Exploration of Physics Concepts Based on Local Wisdom Kolecer Traditional Games Mohammad Imam Sholahuddin; Setyo Admoko
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.70-78

Abstract

Teachers' perceptions in developing learning are needed to help students more easily capture information from the learning activities undertaken. One way that can be applied is by connecting learning materials with the local wisdom of the surrounding environment or commonly known as ethnoscience. Indonesia is a country rich in local culture in every region. Therefore, it is important for the nation's future generations to protect and preserve what already exists, for example by linking local culture to physics learning materials. The purpose of this study was to determine the potential for any physics concepts that exist in traditional kolecer games that can be applied to learning physics and everyday life. This type of research is the Narrative Review. Based on the research results, it was found that there was a potential application of physics concepts to local wisdom (ethnoscience) in the traditional "kolecer" game, these physics concepts were in the matter of equilibrium, pressure, Newton’s first and second law, work and energy, kinetic energy, and circular motion. It can be concluded that the application of local wisdom-based learning can help students easily grasp the material provided by the teacher and make learning more meaningful, especially on local wisdom of traditional kolecer games.