Claim Missing Document
Check
Articles

Systematic Literature Review: Analisis Pembelajaran IPA Berbasis STEAM Terhadap Peningkatan Kreativitas Siswa Diah Puspitaningtyas Ningtyas; Suryanti; Nadi Suprapto; Julianto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2259

Abstract

Era pendidikan abad ke-21 menuntut inovasi dalam metode pengajaran untuk mengasah kemampuan kreativitas dan analisis kritis siswa. Namun, praktik pembelajaran sains di tingkat dasar masih banyak menggunakan pendekatan tradisional yang kurang optimal dalam menstimulasi daya cipta peserta didik. Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika) dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran sains, sekaligus mengidentifikasi metode terbaik dan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode kajian literatur sistematis dengan pendekatan PRISMA, menganalisis 16 artikel penelitian terpublikasi tahun 2021-2025 dari berbagai jurnal terindeks sinta dan scopus. Hasil penelitian mengungkap bahwa pendekatan STEAM mampu meningkatkan kreativitas siswa secara signifikan melalui pengintegrasian unsur seni dalam pembelajaran berbasis proyek dan proses desain teknik. Metode seperti Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dan pendekatan kontekstual terbukti efektif dalam mengembangkan kelancaran berpikir, fleksibilitas konsep, dan orisinalitas ide. Kendala implementasi meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, serta kesulitan dalam mengombinasikan unsur seni dengan bidang STEM. Temuan ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum dan program pelatihan guru untuk mengoptimalkan penerapan STEAM di sekolah.
Strengthening the Relationship with Parents; School Creativity to Overcome School’s Infrastructure Problems Sri Widayati; Suryanti Suryanti; Wiryanto Wiryanto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2298

Abstract

The purpose of this study was to describe the creativity of an elementary school institution in establishing relationships with parents in overcoming the problems of facilities and infrastructure before and during the COVID-19 pandemic and post-pandemic. Completeness of facilities and infrastructure will support the achievement of learning objectives. This research is descriptive and qualitative with the subject of this research being SDN Kota Baru IX, Bekasi City. Data collection techniques use interviews, observation, and documentation with data analysis using triangulation. The results of this study reveal that online learning at SDN Kota Baru IX, Bekasi City does not experience difficulties, this is supported by the various creative ideas of teachers under the auspices of the PMPS (School Education Quality Assurance) team which is well coordinated with parents. Parents fully support online learning by providing various facilities such as wifi, android/ios-based cellphones, and laptops. Parenting education is the key to bridging communication with parents. This research implies that schools that have good cooperation with parents will have an impact on the success of school programs in dealing with various situations.
Profil Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Energi pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ita Handayani; Binar Kurnia Praharani; Suryanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil peningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada materi energi dalam pembelajaran IPA, berdasarkan indikator capaian pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum nasional. Pendekatan yang digunakan adalah mixed-method, dengan kombinasi analisis kuantitatif (pretest–posttest, gain score) dan analisis kualitatif (observasi dan wawancara guru serta siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain score siswa sebesar 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang, dengan indikator perubahan bentuk energi sebagai aspek yang paling meningkat. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan aktif terutama saat kegiatan eksperimen dan diskusi kelompok. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan media digital terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran berbasis indikator capaian untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional di sekolah dasar.
FLIPBOOK LEARNING MEDIA ON IPAS LEARNING OUTCOMES IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Elma Maylisa Wahyu Salsabila; Suryanti Suryanti; Wahono Widodo; Ganes Gunansyah; Ari Metalin Ika Puspita
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i3.13478

Abstract

This study aims to analyze the effect of Flipbook as a learning medium on elementary school students' Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) learning outcomes through a literature review. Flipbook is an interactive digital learning medium that enhances students' engagement and understanding of the subject matter. This research employs a literature review method by analyzing previous studies discussing Flipbook effectiveness in learning. The findings indicate that Flipbook positively impacts students' learning outcomes, as evidenced by increased pretest and posttest scores. Additionally, Flipbook supports various learning models such as Jigsaw and Problem-Based Learning (PBL), improving learning effectiveness. The analysis also reveals that Flipbook significantly enhances students' learning interest, conceptual understanding, and academic achievement. Therefore, the use of Flipbook as a learning medium in elementary schools is highly recommended to foster more interactive and effective learning.
PELATIHAN DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS MELALUI REFLEKSI BUDAYA LOKAL KABUPATEN PACITAN Ivo Yuliana; Suryanti Suryanti; Mintohari Mintohari; Julianto Julianto; Farida Istianah; Nadia Lutfi Choirunnisa; Thoyibatun Nafi’ah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57185

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini didasari oleh masih rendahnya pemahaman guru terkait desain pembelajaran berbasis etnosains melalui refleksi budaya lokal, serta kecenderungan guru yang masih mengandalkan buku guru sebagai acuan utama dalam pelaksanaan pembelajaran. Tujuannya ialah meningkatkan pemahaman guru SD tentang etnosains dan keterampilan menyusun desain pembelajaran berbasis etnosains melalui refleksi budaya lokal Pacitan. Pelaksanaan PKM dilakukan melalui metode pelatihan yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi. Sasarannya ialah 35 guru sekolah dasar di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Evaluasi diukur menggunakan angket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 98,5% guru berhasil merancang desain pembelajaran berbasis etnosains dengan memanfaatkan refleksi budaya lokal Kabupaten Pacitan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para guru di Kabupaten Pacitan berhasil meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang desain pembelajaran.
The Practice of Glocalization in the Motivate Phase of the Learning Model Design for BIPA Diaspora Learners in Mindanao, Philippines Yunia Tiara Riski; Hendratno; Wahyu Sukartiningsih; Neni Mariana; Ganes Gunansyah; Suryanti
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14487

Abstract

Reading motivation is a crucial factor in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA), particularly in diaspora contexts that face linguistic and cultural challenges. BIPA reading instruction in Mindanao still tends to be linguistically oriented and has not systematically integrated glocalization contexts. This study began with the need to develop a glocalization-based “motivate” phase within the MAGANDA (Motivation, Gleefulness, and Appreciation) learning model to strengthen engagement and reading readiness among diaspora students. This study aims to describe the practice of glocalization in the “motivate” phase in the development of the MAGANDA learning model and its contribution to the reading motivation of BIPA diaspora students in Mindanao. The study used a qualitative research and development (R&D) approach with the 4D model framework. The study focused on the design stage, using a descriptive strategy. Data were obtained through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis with teachers, students, and evaluators in the BIPA diaspora community in Mindanao. Data analysis used thematic analysis with source triangulation. The study's results reveal two main findings. First, the practice of glocalization in the “motivate” phase is carried out through the integration of children's songs as cultural bridging, which has been proven to significantly reduce affective barriers (anxiety) and build a sense of national identity closeness. This strategy activates local cultural schemata while introducing the Indonesian language contextually. Second, the “motivate” phase increases student engagement, recognition, and self-efficacy before entering reading activities. Responses from students, teachers, and evaluators indicate increased self-confidence and readiness to learn compared to conventional learning. The integration of glocalization in the initial phase of learning serves as a strategy for managing affective factors in second language acquisition. Thus, the “motivate” phase in the MAGANDA model is not simply an introduction to learning but also serves as a space for initial meaning construction that strengthens the identity, psychological comfort, and cognitive readiness of diaspora students in reading BIPA texts.   Motivasi membaca merupakan faktor krusial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), khususnya pada konteks diaspora yang menghadapi tantangan linguistik dan kultural. Pembelajaran membaca BIPA di Mindanao masih cenderung berorientasi linguistik dan belum mengintegrasikan konteks glokalisasi secara sistematis. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan pengembangan fase “motivate” berbasis glokalisasi dalam model pembelajaran MAGANDA (Motivation, Gleefulness, and Appreciation) untuk memperkuat keterlibatan dan kesiapan membaca pemelajar diaspora. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik glokalisasi pada fase “motivate” dalam pengembangan model pembelajaran MAGANDA dan kontribusinya terhadap motivasi membaca pemelajar BIPA diaspora di Mindanao. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif research and development (R&D) dengan kerangka model 4D. Fokus penelitian berada pada tahap design dengan strategi descriptive. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap pamong, pemelajar, dan evaluator di komunitas BIPA diaspora Mindanao. Analisis data menggunakan thematic analysis dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, praktik glokalisasi dalam fase motivate dilakukan melalui integrasi lagu anak sebagai cultural bridging terbukti secara signifikan menurunkan hambatan afektif (anxiety) dan membangun kedekatan identitas nasional. Strategi ini mengaktivasi skema budaya lokal sekaligus memperkenalkan bahasa Indonesia secara kontekstual. Kedua, fase “motivate” berkontribusi pada peningkatan keterlibatan (engagement), pengakuan (recognition), dan efikasi diri (self-efficacy) pemelajar sebelum memasuki aktivitas membaca. Respons pemelajar, pamong, dan evaluator menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan kesiapan belajar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Integrasi glokalisasi pada fase awal pembelajaran berfungsi sebagai strategi pengelolaan faktor afektif dalam akuisisi bahasa kedua. Fase “motivate” dalam model MAGANDA tidak sekadar pembuka pembelajaran, tetapi menjadi ruang konstruksi makna awal yang memperkuat identitas, kenyamanan psikologis, dan kesiapan kognitif pemelajar diaspora dalam membaca teks BIPA.
Kendala Bahasa pada BIPA Anak Diaspora di Mindanao dalam Perspektif Neuropsikolinguistik Yunia Tiara Riski; Wahyu Sukartiningsih; Hendratno; Mochamad Nursalim; Suryanti; Diana Rahmasari; Muhammad Nur Huda
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20446

Abstract

This study aims to analyze the language barriers experienced by Indonesian diaspora children in Mindanao in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) from a neuropsycholinguistic perspective by identifying the forms of decline in Indonesian language competence and the neurocognitive factors influenced by a multilingual environment. The study employed a qualitative approach using a Research and Development (R&D) design based on the 4D model, with a particular focus on the define stage. The research subjects consisted of seven students and two teachers at the Indonesian School of Davao, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis and were analyzed using an interactive model involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the language barriers experienced by the participants included difficulties in syntactic structure, tense usage, language registers, and code-mixing caused by interference from Visayan and Tagalog. Contrastive analysis revealed that differences in sentence patterns (S-V-O vs. V-S-O) and grammatical systems were the primary sources of errors. From a neuropsycholinguistic perspective, these barriers were associated with limitations in working memory, attention, and lexical representation, which were influenced by limited exposure to the Indonesian language. The findings also showed that the students’ receptive and expressive language abilities remained limited, particularly in command comprehension, vocabulary mastery, and verbal memory. This study contributes theoretically to the enrichment of neuropsycholinguistic studies in the context of diaspora children and language learning. Practically, the findings provide a foundation for designing BIPA instruction that is adaptive, contextual, and aligned with learners’ neurocognitive characteristics.
Co-Authors Abdul Muizz Abdul Muizz Abdul Rochman Amrullah Ahmad Roy Januar Pratama Anang Suranto Budi Wibowo Anis Elliyani Ari Metalin Ika Puspita Aris Dwi Winanda Arya Setya Nugroho Asfatul Ukhriyah Binar Kurnia Prahani Binar Kurnia Praharani Dhenada Aprillya Saputri Dhevi Puji Kriswanti Diah Puspitaningtyas ningtyas Diah Putri Anggraini Diana Rahmasari Durrotun Nafisah Eka Pratiwi Elma Maylisa Wahyu Salsabila Elok Sudibyo Elok Wulandari Emy Yunita Rahma Pratiwi, Emy Yunita Rahma Fandu Zakariya Firdaus Farida Istianah Fatma Rochmawati Ganes Gunansyah Ganes Gunansyah Hardhika Wahyu Dewani Hariyati HENDRATNO Heru Subrata Hitta Alfi Muhimmah Ika Rahmawati Intan Ika Ashhabul Maimanah Ita Handayani Ivo Yuliana Julianto Julianto Julianto Kartika Rinakit Adhe, Kartika Rinakit Khusnul Amilatus Solikhah Lina Wijayanti Luciari Budi Silvian Mallevi Agustin Ningrum Maryam Isnaini Damayanti Mintohari Mintohari Mochamad Nursalim Mohammad Fauziddin Muhammad Nur Huda Nadi Suprapto Nadia Lutfi Choirunnisa Nadia Lutfi Choirunnisa Nadia Luthfi Choirunnisa Neni Mariana Nenny Chanidatus Shofiyah Nesya Tri Wijayanti Nur Azizah Nurmala Sahidah Prabowo Prabowo Puspa Wulan Aprilia Sri Kantina Sri Widayati Thoyibatun Nafi’ah Tjandra Kirana Utiya Azizah Wahono Widodo Wahono Widodo Wahyu Sukartiningsih Wahyu Sukartiningsih WAHYU SUKARTININGSIH WIDOWATI BUDIJASTUTI Wiryanto Wiryanto Yoyok Yermiandhoko Yunia Tiara Riski Yunia Tiara Riski Yunita Anggraeni Sutanti Zainal Arifin Imam Supardi ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI Zuni Nurmala