Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Skrining Dan Edukasi Anemia Pada Anak Usia Prasekolah Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4543

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang diderita hampir semua kelompok rentan, termasuk anak usia prasekolah. Anemia pada anak usia prasekolah seringkali tidak terdeteksi dan cenderung diabaikan. Faktor risiko anemia pada anak usia prasekolah antara lain asupan makan inadekuat, kecacingan, pola asuh dan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah skrining (deteksi dini) anemia dan edukasi terkait anemia pada anak usia prasekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD “A” Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan, pada tanggal 6 Oktober 2022. Peserta sebanyak 37 orang anak yang merupakan murid PAUD dan 37 orangtua anak. Metode yang akan dilakukan adalah dengan skrining anemia dan edukasi kesehatan mengenai anemia pada anak usia prasekolah. Peserta kegiatan adalah 18 orang (48,6%) anak laki-laki dan 19 orang (51,4%) anak perempuan. Hasil pemeriksaan skrining anemia didapatkan terdapat 5 peserta (13,5%) yang mengalami anemia. Pelaksaan edukasi kesehatan dilakukan segera setelah skrining anemia, terutama pada orangtua anak yang menderita anemia. Edukasi terkait tentang definisi, faktor risiko, cara pencegahan dan penanggulangan anemia, pola makan yang meningkatkan penyerapan dan menghambat absorbsi zat besi serta dampak anemia pada anak. Kegiatan skrining dan edukasi anemia pada anak usia prasekolah ini merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin, sehingga anemia bisa dicegah, dideteksi dini dan ditanggulangi secara cepat dan tepat.
Factors affecting postpartum bladder recovery: A literature review Avissena Daffa Lintangseta; Efriyan Imantika; Hesti Yuningrum; Rodiani Rodiani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 9 (2025): December Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i9.2127

Abstract

Background: Postpartum urinary dysfunction, particularly postpartum urinary retention (PPUR), is a common obstetric complication reflecting impaired bladder recovery in the early postpartum period. Postpartum urinary retention (PPUR) results from multifactorial mechanisms, including physiological changes during pregnancy, mechanical and intrapartum factors such as prolonged labor and obstetric interventions, and maternal characteristics. Purpose: to evaluates the pathophysiology of PPUR and factors influencing postpartum bladder recovery. Method: The literature search was carried out using several electronic databases, including PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar. Articles were searched using keywords adjusted to the research topic, including postpartum urinary retention, voiding dysfunction, postpartum bladder function, pregnancy, labor, and maternal and fetal factors on urinary retention. These keywords were combined using Boolean operators (“AND”, “OR”) to obtain relevant literature, either used individually or in combination Results:Evidence indicates that unrecognized or poorly managed PPUR may lead to bladder overdistension, detrusor dysfunction, recurrent urinary tract infections, and long-term voiding impairment, although most cases resolve with timely and appropriate management. Conclusion: A comprehensive understanding of these factors enables identification of high-risk women and implementation of effective bladder care strategies to reduce postpartum urological morbidity.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Perilaku Makan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pencegahan Wasting Dian Isti Angraini; Ety Apriliana; Efriyan Imantika; Merry Indah Sari; Novita Carolia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8723

Abstract

Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut yang ditandai dengan ketidakseimbangan proporsi antara berat badan dan tinggi badan pada anak. Wasting semakin meningkat dengan bertambahnya usia anak, dari balita menjadi anak sekolah yang disebabkan meningkatnya aktivitas fisik anak, peningkatan kebutuhan nutrisi, tingginya risiko penyakit infeksi dan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendidikan kesehatan mengenai perilaku makan sehat pada anak sekolah dasar sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan wasting. Metode yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan melalui metode ceramah, pemutaran video dan diskusi interaktif; serta simulasi melalui permainan pemilihan makanan sehat pada 40 orang siswa SDN 1 Tanjung Sari Natar Lampung Selatan, pada tanggal 14 Agustus 2025. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta, yaitu 90% peserta memiliki pemahaman baik, 10% cukup baik, dan tidak ada peserta dengan pemahaman kurang, mengenai definisi gizi seimbang, prinsip gizi seimbang anak sekolah, manfaat gizi seimbang, zat-zat gizi yang diperlukan tubuh, fungsi zat-zat gizi, dampak kekurangan asupan zat gizi, pemilihan makanan dan camilan sehat. Rerata hasil pre-test adalah 52,5 dan mengalami peningkatan di post-test yaitu 82. Analisis uji Wilcoxon didapatkan terdapat perbedaan siginifkan rerata nilai pre-test dan post-test (p=0,000). Kegiatan pendidikan kesehatan mengenai perilaku makan sehat pada anak sekolah dasar ini terbukti efektif. 
Faktor Maternal yang Berhubungan dengan Kejadian Sindrom HELLP pada Pasien Preeklamsia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Keyla Aisya Putri; Reni Zuraida; Selvi Marcellia; Efriyan Imantika
Medula Vol 17 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v17i1.2013

Abstract

HELLP syndrome (Hemolysis, Elevated Liver Enzymes, and Low Platelet Count) is a severe complication of preeclampsia that increases maternal and perinatal morbidity and mortality. Maternal factors such as age, parity, and nutritional status are thought to be associated with the occurrence of HELLP syndrome. This study aimed to analyze the association between maternal age, parity, and nutritional status and the incidence of HELLP syndrome among preeclamptic patients at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital, Bandar Lampung. This analytic observational study used a case-control design based on medical records of preeclamptic patients from 2023 to 2025. The sample consisted of 50 respondents, comprising 25 preeclamptic patients with HELLP syndrome as cases and 25 preeclamptic patients without HELLP syndrome as controls, selected using purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-Square tests, with Odds Ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI) calculated to assess the strength of association. The results showed significant associations between maternal age and HELLP syndrome (p=0.045; OR=3.27; 95% CI 1.01–10.62) and between nutritional status and HELLP syndrome (p<0.001; OR=51.00; 95% CI 5.82–446.56). No significant association was found between parity and HELLP syndrome (p=0.544; OR=1.45; 95% CI 0.44–4.78). In conclusion, maternal age and nutritional status were associated with HELLP syndrome among preeclamptic patients, whereas parity showed no significant association. Early identification of these maternal factors during the antenatal period is important to support early detection in high-risk pregnancies.