Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Kontrasepsi terhadap Kembalinya Kesuburan Pada Wanita Aisyah Fitri Sabrina; Efriyan Imantika; Suryani Agustina Daulay; Rodiani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1012

Abstract

Angka kelahiran global menunjukkan penurunan signifikan di banyak negara sebagai hasil dari upaya pengendalian populasi melalui program keluarga berencana dan penggunaan kontrasepsi modern. Meskipun kontrasepsi telah terbukti efektif dalam merencanakan kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, terdapat kesenjangan pengetahuan yang luas di masyarakat mengenai reversibilitas kesuburan setelah penghentian penggunaan. Kekhawatiran bahwa kontrasepsi dapat menyebabkan infertilitas permanen masih tersebar luas, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, dan kekhawatiran ini terbukti menghambat penggunaan metode kontrasepsi modern yang efektif. Tinjauan literatur menggunakan metode Literature Review (LR) dari berbagai studi mengenai peran kontrasepsi terhadap kembalinya kesuburan pada wanita. Proses identifikasi dilakukan melalui basis data Scopus menggunakan kata kunci “Contraception” dan “Fertility”. Penelitian menunjukkan bahwa kontrasepsi modern, baik hormonal maupun non-hormonal, tidak menyebabkan infertilitas permanen, melainkan hanya menunda kesuburan secara sementara hingga fungsi ovulasi kembali normal dalam waktu kurang dari satu tahun setelah penghentian penggunaan. Faktor usia, jenis kontrasepsi, tingkat pendidikan, dan pengetahuan reproduksi berpengaruh terhadap kecepatan pemulihan kesuburan. Selain itu, kontrasepsi modern terbukti berperan dalam menurunkan Total Fertility Rate (TFR) dan membentuk pola kesuburan yang lebih terencana. Tren global memperlihatkan bahwa kontrasepsi kini tidak hanya menjadi alat pengendali kehamilan, tetapi juga sarana pemberdayaan reproduktif perempuan yang mendukung perencanaan keluarga secara sadar, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kontrasepsi berfungsi sebagai mekanisme pengatur kesuburan yang fleksibel, reversibel, dan aman bagi wanita di era modern.
Durasi Kembalinya Kesuburan Setelah Penggunaan Kontrasepsi DMPA Zien Najwa Nailul Haya; Efriyan Imantika; Terza Aflika Happy; Rodiani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1013

Abstract

Pendahuluan: Pengendalian kelahiran merupakan pilar penting kesehatan reproduksi karena membantu pasangan mengatur jumlah dan jarak kelahiran, menurunkan kehamilan tidak direncanakan, serta menekan morbiditas dan mortalitas maternal. Masyarakat sering memilih kontrasepsi suntik, khususnya DMPA karena efektivitasnya tinggi dan tidak memerlukan kepatuhan konsumsi harian, dan dapat digunakan oleh ibu menyusui karena tidak mengandung estrogen. Di balik efektivitasnya, metode hormonal memiliki konsekuensi terhadap sistem reproduksi. DMPA bekerja menekan sekresi gonadotropin sehingga ovulasi terhenti selama masa pemakaian, dan karena bersifat depot, sisa hormon dapat bertahan lebih lama setelah suntikan terakhir. Metode: Kajian dilakukan melalui pendekatan Literature Review dengan pencarian artikel pada basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Pembahasan: Dari hasil telaah diperoleh delapan artikel yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa DMPA menyebabkan keterlambatan kembalinya kesuburan karena adanya penekanan aktivitas hormon gonadotropin yang menghambat ovulasi. Rata-rata durasi kembalinya kesuburan berkisar antara 6 hingga 18 bulan, dengan pemulihan yang lebih lambat pada wanita dengan usia reproduktif lanjut dan durasi penggunaan lebih dari dua tahun. Simpulan: Secara keseluruhan, keterlambatan kesuburan akibat DMPA bersifat reversibel dan fisiologis, dengan pemulihan normal dalam waktu 1 hingga 1,5 tahun setelah suntikan terakhir.     
Skrining Dan Edukasi Anemia Pada Anak Usia Prasekolah Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4543

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang diderita hampir semua kelompok rentan, termasuk anak usia prasekolah. Anemia pada anak usia prasekolah seringkali tidak terdeteksi dan cenderung diabaikan. Faktor risiko anemia pada anak usia prasekolah antara lain asupan makan inadekuat, kecacingan, pola asuh dan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah skrining (deteksi dini) anemia dan edukasi terkait anemia pada anak usia prasekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD “A” Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan, pada tanggal 6 Oktober 2022. Peserta sebanyak 37 orang anak yang merupakan murid PAUD dan 37 orangtua anak. Metode yang akan dilakukan adalah dengan skrining anemia dan edukasi kesehatan mengenai anemia pada anak usia prasekolah. Peserta kegiatan adalah 18 orang (48,6%) anak laki-laki dan 19 orang (51,4%) anak perempuan. Hasil pemeriksaan skrining anemia didapatkan terdapat 5 peserta (13,5%) yang mengalami anemia. Pelaksaan edukasi kesehatan dilakukan segera setelah skrining anemia, terutama pada orangtua anak yang menderita anemia. Edukasi terkait tentang definisi, faktor risiko, cara pencegahan dan penanggulangan anemia, pola makan yang meningkatkan penyerapan dan menghambat absorbsi zat besi serta dampak anemia pada anak. Kegiatan skrining dan edukasi anemia pada anak usia prasekolah ini merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin, sehingga anemia bisa dicegah, dideteksi dini dan ditanggulangi secara cepat dan tepat.