Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETERSEDIAAN BERAS DI KABUPATEN GORONTALO SELANG TAHUN 2021-2030 Fikram Abdullah; Supriyo Imran; Asda Rauf
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 6, NO 3, 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk : 1) menghitung produktivitas padi sawah di Kabupaten Gorontalo dari Tahun 2021-2030, 2) menganalisis ketersediaan beras di Kabupaten Gorontalo dari tahun 2021-2030. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gorontalo dari bulan Januari sampai dengan bulan April tahun 2022. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder dengan melakukan inventarisasi data-data dari instansi-instansi terkait. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, analisis trend, analisis produktivitas padi sawah dan analisis ketersedian beras. Hasil penelitian menunjukkan 1) Rata-rata produktivitas padi sawah di Kabupaten Gorontalo 10 Tahun terahir (2011-2020) yaitu sebesar 5,59 ton/ha, hal ini masih jauh dari rata-rata produktivitas nasional, 2) Ketersediaan beras di Kabupaten Gorontalo selang Tahun 2021-2030 tersedia dan memenuhi kebutuhan permintaan beras.
Analisis Break Even Point Dan Faktor Yang Mempengaruhi Usaha Tahu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Harija K. Mahalipa; Ria Indriani; Larasati Sukmadewi Wibowo; Supriyo Imran
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i2.1033

Abstract

This study aims to determine the break-even point and analyze the factors influencing tofu business income in Tolangohula District, Gorontalo Regency. This research approach uses quantitative methods. Methods of data collection using questionnaires/questionnaires and interview techniques. The results showed that the quantity in tofu production before the Covid-19 pandemic, when the break-even point began with the production BEP, acceptance BEP and price BEP were 34 boards, Rp. 1,187,552/month and Rp. 20,611/board. During the Covid-19 pandemic, when the production BEP break-even point, revenue BEP, and price BEP were 56 boards, Rp. 2,267,145/month and Rp. 31,518/board. Factors affecting the tofu business in Tolangohula District, Gorontalo Regency, have been tested simultaneously: labor, the selling price of tofu, production costs, and soybean production to income.
Perbandingan nilai tambah dan peluang pasar gula aren dan gula semut Supriyo Imran; Ria Indriani; Yuliana Bakari
Jurnal Agercolere Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 1, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i1.180

Abstract

Tujuan penelitian adalah:1) Menghitung perbandingan nilai tambah antara gula aren dan gula semut, 2) Mengidentifikasi peluang pasar dari gula aren dan gula semut. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango yang terfokus pada wilayah pengembangan usaha pengolahan aren di Kecamatan Bulango Utara dan Bulango Ulu. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan mulai bulan Mei – Juli 2022. . Metode penelitian menggunakan metode survey dimana wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer yang berasal dari pengrajin gula aren dan gula semut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu sampel penelitian adalah kelompok tani Aren yang mengolah nira menjadi gula aren di Kecamatan Bulango Ulu khususnya Desa Mongiilo 25 orang dan 2 orang pengrajin gula semut di Kecamatan Bulango Utara, sehingga diperoleh 27 orang responden. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, margin pemasaran dan analisis nilai tambah Hayami.. Hasil penelitian menunjukkan dalam setiap kilogram gula semut menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 7.978,91 atau 90,3% dari nilai produk. Hal ini menunjukkan nilai tambah nira aren menjadi gula semut lebih tinggi dibandingkan dengan gula aren dimana nilai tambah dalam setiap 1 kg produk gula aren adalah Rp 1.566,26 atau 64,63% dari nilai produk.. Namun berdasarkan dari rasio nilai tambah dari keduanya yang lebih besar dari 40 persen, menunjukkan nilai tambah gula aren maupun gula semut cukup tinggi. Peluang pasar dari gula semut lebih menjanjikan dibanding gula aren sebab harga jualnya lebih tinggi dari gula aren dimana harga gula semut sebesar Rp 35.000/kg dan gula aren sebesar Rp 15.000/kg.
Adopsi Inovasi Pupuk Organik untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Kecamatan Tilongkabila Provinsi Gorontalo Angela Apriliany Abdullah; Supriyo Imran; Zulham Sirajuddin
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v8i3.362

Abstract

After the green revolution, the awareness of the importance of using organic fertilizers has increased. However, farmers' interest in adopting organic fertilizers is still shallow. The aims of this study were (1) to determine the extent to which farmers adopted organic farming and (2) to determine what variables influenced farmers' decisions to adopt organic fertilizers. This study was conducted in 2022 in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, one of the leading agricultural areas in Bone Bolango Regency, with a total respondent of 213 farmers. The results of this study indicated that farmers' adoption rate in organic fertilizers based on the innovation-decision stages of adopters was still relatively low, where as many as 35% of farmers have adopted organic fertilizer innovations. Meanwhile, the compatibility attribute is the only variable that could predict farmers' adoption of organic fertilizer innovations in the Tilongkabila District.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH GULA AREN PADAUSAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN ATINGGOLA KABUPATEN GORONTALO UTARA Zulianti Gobel; Supriyo Imran; Yuriko Boekoesoe
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 1, 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v7i1.18952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui karaakteristik pengrajin gula aren di Kecamatan Atinggola Kabupaten gorontalo Utara 2). menganalisis besar pendapatan yang diperoleh pengrajin gula aren, dan 3). menganalisis besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan gula aren, penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara dengan metode survey. Teknik penentuan sampel yang dipilih dalam penelitian yaitu purposive sampling. Pengrajin gula aren di Kecamatan Atinggola yang sengaja dipilih sebagai sampel yaitu sebanyak 33 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung ke lapangan dan mengadakan wawancara langsung dengan pengrajin menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang sudah disiapkan. Karakteristik pengrajin gula aren di Kecamatan Atinggola Kabupaten gorontalo Utara terdiri dari umur 25-60 tahun, tingkat pendidikan masih rendah yaitu tamatan SD dengan persentase 75%, dengan jumlah tanggungan keluarga 2-7 orang, dan pengalaman berusaha 1-42 tahun. Pendapatan yang diperoleh pengrajin  dari usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp. 2.833.500 per bulan per petani. Nilai tambah dalam setiap 1 kg produk gula aren adalah Rp.839 atau73,60 % dari nilai produk. Tingkat keuntungan proses pengolahan nira aren menjadi gula aren adalah 52,58% dari nilai produk, yaitu sebesar Rp.599/kg.
Ketersediaan Modal Dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Risti Fadilah Umar; Yuliana Bakari; Supriyo Imran; Muhammad Zubair Hippy
JURNAL AGRICA Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v16i2.9741

Abstract

Capital has an important role in farming,  because  making production more efficient and increasing income effectiveness. This research aims to determine the source and availability of  capital as well as the effect of the source of capital on the income of rice field farming in the Tilongkabila Subdistrict, Bone Bolango Regency. Samples are determined using the Nomogram Harry King for as many as 120 respondents, using the non-probability sampling method by accidental sampling. Research data types and sources are primary and secondary. The method of  analyzed descriptive and multiple linear regression analysis. Research results show that, 93% of the availability of rice field farming capital in the Tilongkabila Subdistrict, Bone Bolango Regency, can be fulfilled Furthermore, the research also indicates that the source of personal capital had no positive effect on rice field farming income. It is similar to the source of loan capital having no positive impact on rice field farming income. The R square results, the variables owncapital and loan capital have a proportion of influence on rice farming income in Tilongkabila District of 6,9%, while the remaining 93,1% is influenced by other variables that are not in the multiple linear  regression model.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN LAPANGAN PADA USAHATANI HOLTIKULTURA DI WILAYAH BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Sarlina S Tungoli; Supriyo Imran; Larasati Sukmadewi Wibowo
MEDIAGRO Vol 19, No 2 (2023): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v19i2.8431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Mengevaluasi pelaksanaan program penyuluhan pertanian lapangan pada usahatani holtikultura di wilayah BPP Kecamatan Tilango 2) Menganalisis efektivitas program penyuluhan pertanian lapangan pada usahatani holtikultura berdasarkan ketercapaian tujuan program, realisasi program, serta kesesuain program dengan harapan petani binaan BPP Kecamatan Tilango. Lokasi penelitian di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo dari bulan Oktober sampai bulan November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan kuisioner. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode (multi stage cluster random sampling) yaitu suatu tehnik dengan model pengelompokkan secara bertahap, sehingga jumlah sampel adalah 34 petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan tehnik skoring nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan program penyuluhan pertanian di wilayah BPP Kecamatan Tilango telah terlaksana dengan baik dan sudah sudah terealisasi. 2) Efektivitas program penyuluhan pertanian lapangan pada usahatani hortikultura di wilayah BPP Kecamatan Tilango sudah efektif dengan tingkat rata-rata nilai 2.68.
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Cabai Rawit Di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Sandri Saliko; Supriyo Imran; Agustinus Moonti
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.813

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pengembangan agribisnis komoditas cabai rawit di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo 2) Menentukan strategi pengembangan komoditas agribisnis cabai rawit di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif untuk menjawab rumusan masalah satu dan rumusan masalah dua dengan menggunakan teknik pendukung yang akan menguraikan masalah multi factor dan multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki dengan menggunakan Analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Faktor Internal dan Faktor Eksternal mengenai strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan cabai rawit dilihat pada kekuatan dan peluang dalam kelemahan dan menghadapi ancaman. Berdasarkan dari hasil analisis data menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) strategi yang digunakan dalam pengembangan komoditas cabai rawit di desa lamu kecamatan tilamuta kabupaten boalemo yaitu tingkat prioritas tujuan dimana peningkatan produksi dengan tingkat persentase 41,50%, kemudian tingkat peran strategi dimana memberikanbantuan kepada petani dengan tingkat persentase 35,10%, selanjutnya actor yang paling berperan adalah petani dengan tingkat persentase 35,80%.
Analisis Pendapatan Usahatani Kedelai Di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Hendra Saliko; Supriyo Imran; Echan Adam
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan yang di peroleh petani kedelai di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Lokasi penelitian di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo dari bulan April sampai bulan Juni 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh yaitu suatu tehnik penentuan sampel bila 22 semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 10 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil, sehingga jumlah sampel adalah 26 orang petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan biaya pada usahatani kedelai di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo yaitu sebesar Rp 20.568.140/ha/musim tanam. Sedangkan penerimaan yang diterima petani kedelai rata-rata sebesar Rp 32.310.000/ha/musim tanam. Besarnya rata-rata pendapatan usahatani kedelai di Desa Pilohayanga kabupaten Gorontalo yaitu sebesar Rp 11.741.860 /ha/musim tanam.
Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Penyuluh Terhadap Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Tugas Pokok Penyuluh Pertanian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo Megawati Saleh; Supriyo Imran; Agustinus Moonti
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo, 2) pengaruh karakteristik sosial ekonomi penyuluh pertanian terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo. Lokasi penelitian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontralo dilaksanakan mulai bulan Januari sampai bulan Maret. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan kuisioner. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu secara sensus artinya seluruh populasi penyuluh pertanian, sehingga jumlah sampel 33 penyuluh pertanian. Metode analisis data yang digunakan 1) metode pemberian skor, 2) metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo tergolong Sedang dengan skor 21,12 dan presentase sebesar 78%, 2) karakteristik sosial ekonomi penyuluh yang terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, jarak tempuh WKPP dan pendapatan secara simultan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian, sedangkan secara parsial hanya umur, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan berpengaruh signifikan sedangkan tingkat pendidikan, pengalaman dan jarak tempuh WKPP berpengaruh tetapi tidak signifikan, 3) tidak terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan, pengalaman dan jarak tempuh WKPP dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian. Terdapat pengaruh antara umur, tanggungan keluarga dan pendapatan dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian.