Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Petani Jagung Terhadap Pertanian Berkelanjutan untuk Mitigasi Perubahan Iklim di Desa Bonedaa Provinsi Gorontalo Hasan, Adelia; Imran, Supriyo; Sirajuddin, Zulham
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.27

Abstract

Meningkatkan pengetahuan petani terhadap pertanian berkelanjutan adalah pendekatan penting yang harus diketahui oleh petani jagung di Provinsi Gorontalo dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan petani tentang praktik pertanian berkelanjutan, mengidentifikasi karakteristik petani yang relevan dengan pengetahuan pertanian berkelanjutan serta untuk mengidentifikasi tingkat korelasi petani terhadap keterlibatan petani dalam penyuluhan dan kelompok tani. Sebanyak 60 petani jagung yang ada di Desa Bonedaa Kecamatan Suwawa Selatan diwawancarai melalui kuesioner yang memuat pertanyaan terkait pengetahuan pertanian berkelanjutan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana praktik pertanian berkelanjutan dipahami oleh petani jagung. Uji statistik dilakukan untuk melihat apakah keterlibatan dalam kelompok tani dan penyuluhan pertanian berkorelasi terhadap pengetahuan petani jagung. Penilaian terhadap variabel pengetahuan dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat kurangnya pemahaman petani tentang berbagai aspek pertanian berkelanjutan, termasuk pengurangan penggunaan pestisida, pengurangan pembakaran limbah, pengurangan penggunaan pupuk kimia, pengurangan penggunaan herbisisda, pengolahan tanah minimal, tumpang sari,penggunaan pupuk organik serta rotasi tanaman. Penelitian ini mengidentifikasi adanya korelasi antara keterlibatan petani dalam penyuluhan dengan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, program penyuluhan pertanian perlu diperkuat untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap pertanian berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena; Adam, Echan; Amin, Nur Silfiah; Saman, Widya Rahmawaty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3622

Abstract

Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B 
Analisis pendapatan dan resiko produksi pada usaha tani jagung di Desa Batuloreng Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo Usman, Arpan; Imran, Supriyo; Rauf, Asda
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18660

Abstract

Penelitian ini Bertujuan 1) Mengetahui dan menganalisis pendapatan usaha tani jagung di Desa Batuloreng Kecanatan Bongomeme, 2)  Mengetahui dan menganalisis pendapatan usahatani jagung di Desa Batuloreng Kecamatan Bongomeme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif.Jenis data dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Tekhnik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Pendapatan dan Resiko Produksi. Hasil penelitian menunjukan pendapatan petani pada usaha tani jagung di Desa Batuloreng Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo rata-rata per petani sebesar Rp 27.033.800 dan pendapatan usaha tani jagung  sebesar Rp 16.896.124. Resiko produksi yang dihadapi oleh petani jagung menunjukan bahwa analisis tingkat resiko dengan rata-rata produksi usahatani jagung variasi dengan luas  lahan   1 ha sebesar 3.53 Kg standar deviasi sebesar 1,00 sendangkan untuk koefesien variasinya (CV) sebesar 28,47 %.  Artinya untuk setiap satu kg dari produksi yang di peroleh petani, maka resiko yang di hadapi adalah 28,47 kg.  Sedangkan rata-rata produksi jagung dengan luas  2 Ha sebesar 3,68 kg standar deviasinya sebesar 00,837 sedangkan koovisensi variasinya sebesar (CV) 22,707 %.Artinya untuk setiap satu kg dari produksi jagung yang di peroleh petani, maka resiko yang di hadapi sebesar 22,707 kg.
Analisis Keuntungan Usaha Rumah Makan "Om Cicha" Kecamatan Sipatan Kota Gorontalo Kolonta, Ronal; Imran, Supriyo; Boekoesoe, Yuriko
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 1, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur biaya rumah makan “Om Cicha” Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Besarnya keuntungan yang diterima rumah makan “Om Cicha” Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Kelayakan usaha rumah makan “Om Cicha” Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo.Penelitian ini dilakukan di Rumah Makan “Om Cicha” Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Dari bulan Mei 2021 sampai bulan Juli   2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif Kuantitatif dengan mengunakan Analisis Pendapatan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Struktur biaya dari usaha Rumah Makan Om Chica selama periode produksi didominasi oleh biaya variabel yaitu sebesar Rp 3,757,600 dengan persentase 87.66% dan sisanya sebesar Rp 529,055 dengan persentase 12,34% adalah biaya tetap. 2) Rata-rata besar keuntungan yang diterima oleh rumah makan “Om Cicha” Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo dalam sehari Rp 2.048.345 atau dalam sebulan sebesar Rp 57.353.660. 3) Usaha rumah makan “Om Cicha” Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo sangat layak untuk dikembangkan karena memiliki nilai R/C ratio yang lebih dari 1 yakni sebesar 1,48 yang artinya setiap pengeluaran sebesar Rp 1.000.000 akan menghasilkan peneriman sebesar Rp 1.480.000 pendapatan (keuntungan) atau nilai Net Profit Marginnya sebesar 48%.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUTRI KECIL MENENGAH BIAR MEKAR SNACK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI KELURAHAN BULOTADA'A KOTA GORONTALO Husain, Dinda Amelia; Imran, Supriyo; Bakari, Yuliana
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 2, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v7i2.17294

Abstract

Bilal Mekar Snack Small and Medium Enterprise Development Strategy Using the Analytical Hierarchy Process Method. This study aims to identify the factors that influence the development of a snack business in the Bilar Mekar small and medium snack industry using the AHP method. Analyzing the Snack Food Business Development Strategy in the Bilar Mekar Snack Small and Medium Industry Using the AHP. Analysis method used is the observation method using interview questionnaires and informant documentation as a research tool. This type of research is descriptive qualitative. The analysis used in this research is the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The results of this study indicate that 1.) Internal factors include: Strengths in the small and medium industry of Bilar Mekar Snack, namely products that have various flavors, have regular customers, availability of raw materials. Meanwhile, the weaknesses are lack of tools, lack of human resources in marketing. External factors include: opportunities for technological development, increasing population, while threats are similar products, and changes in tastes. 2) Based on the results of the Analytical Hierarchy Process (AHP) analysis, the level of role in the HR factor is 37.6% where the strategy applied is orientation training, whereas at the product objective role level it has a percentage level of 51.50% the strategy implemented is by providing new innovations to the product, at the producer actor role level it has a percentage level of 73.6% the strategy implemented is by always monitoring the development of Small and Medium Industry companies Bilar Mekar Snack.
Analisis Pendapatan Usahatani Integrasi Tebu-Sapi Potong di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Mama, Risal I; Imran, Supriyo; Wibowo, Larasati Sukmadewi
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18658

Abstract

Penelitian ini bertujuan Menganalisis Pendapatan Usahatani Integrasi Tebu-Sapi Potong dan Menganalisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan pada Usahatani Integrasi Tebu-Sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo 21 September 2021 bdigunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder. Tekhnik analis data yang digunakan yaitu Analisis Pendapatan dan Regresi Liear berganda. Hasil penelitian memunjukan pendapatan petani pada usaha integrasi tebu-sapi di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo rata-rata per petani sebesar Rp 27.522.346,3 dan pendapatan usahatani integrasi tebu-sapi per hektar dan per ekor sebesar Rp 19.258.632,8. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dalam penelitian ini adalah Modal, Lama berusahatani, Luas lahan, dan Jumlah ternak sapi. Berdasarkan hasil regresi linear berganda Variabel X2 (Lama berusahatani) dan X3 (Luas lahan) berpengaruh negatif dan tidak nyata. X1 (Modal) dan X4 (Jumlah ternak sapi) berpengaruh positif dan nyata. Hasil koefisien korelasi (R) menunjukan variabel X memiliki hubungan yang cukup kuat dengan variabel Y. Hasil koefisien determinasi menunjukan pengaruh modal, lama berusahatani, luas  lahan, dan jumlah ternak sapi sebesar 55,5%. Sementara 44,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
RANTAI PASOK TEBU (Studi Kasus PT.PG GORONTALO) KECAMATAN TOLANGOHULA KABUPATEN GORONTALO Buka, Ravani; Imran, Supriyo; Indriani, Ria
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.20795

Abstract

ABSTRACT           This study aims to analyze: 1) How is the sugar supply chain at PT.PG. Gorontalo. This research was conducted at PT.PG Gorontalo for three months from preparation to preparation. The sampling method used was simple random sampling with a total sample of 47 farmers who were taken multi-stage, starting from village sampling to sugar cane farmers. The method used is the Asian Productivity Organization (APO) method. The results of this study indicate that; 1) The condition of the supply chain at the company PT.PG Gorontalo has one flow pattern of the sugarcane supply chain, which consists of farmers, companies and distributors. the chain structure consists of primary members (suppliers (farmers), companies, and distributors), and secondary (packaging and transportation providers). chain resources include human resources of 1,491 employees, then the chain business processes that occur are partnerships and open market information. PT.PG Gorontalo and distributors mutually benefit each other in selling granulated sugar products.  Keywords: Supply Chain, Sugarcane, Sugar ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Bagaimana rantai pasok gula pasir pada PT.PG. Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di PT.PG Gorontalo selama tiga bulan dari mulai persiapan sampai dengan penyusunan. Metode pengambilan sampel yang dilakukan yaitu secara sengaja (porposive sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 47 petani yang di ambil secara bertingkat (Multi stage) yaitu mulai dari pengambilan sampel desa sampai dengan petani tebu. Metode yang digunakan adalah Metode Asian Productivity Organization (APO). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; 1) Kondisi rantai pasok diperusahaan PT.PG Gorontalo memiliki satu pola aliran rantai pasok tebu yaitu terdiri dari petani, perusahaan dan distributor. struktur rantai terdiri dari anggota primer (pemasok (petani), perusahaan, dan distributor), dan sekunder (penyedia kemasan dan transportasi). sumber daya rantai meliputi SDM sebanyak 1.491 karyawan, kemudian proses bisnis rantai yang terjadi yaitu bersifat kemitraan serta informasi pasar  secara terbuka. PT.PG Gorontalo dan distributor yang saling menguntungkan satu sama lain dalam menjual hasil produk gula pasir. Kata kunci: Rantai Pasok, Tebu, Gula
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN RUMAH TANGGA BURUH NELAYAN DI DESA DUDEPO KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Boekoesoe, Yuriko; Imran, Supriyo; Biya, Ferdiyanto
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 2, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.25161

Abstract

This research aimed (1) to determine factors affecting the income of labor fishermen households in Dudepo Village, Bolaang Uki Subdistrict, Bolaang Mongondow Selatan Regency, and (2) to determine the income of labor fishermen household in Dudepo Village, Bolaang Uki Subdistrict, Bolaang Mongondow Selatan Regency. This research was conducted in Dudepo Village, Bolaang Uki Subdistrict, Bolaang Mongondow Selatan Regency, from August to September 2022, with a total sample of 41 labor fishermen. The research method used was the quantitative method, in which the data analysis used was descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The research findings signified that (1) the factors affecting income of labor fishermen household were fishing capital, fishing time, and fishing experience where the fishing time was the one with a significant effect on labor fishermen's income. Meanwhile, fishing capital and fishing experience did not indicate any significant effect on labor fishermen's income, and (2) the monthly income of labor fishermen household was an average of IDR. 2.104.878, while the monthly income from non-fisheries sector was an average of IDR. 635.366. Thus, it blatantly denoted that higher income was from the fisheries sector which was the main source of livelihood for fishermen to meet family needs.
STUDI KOMPARATIF KELAYAKAN USAHATANI PAKCOY (BRASSICA RAPA SUBSP. CHINENSIS) SECARA HIDROPONIK DAN KONVENSIONAL Kadir, Salsabila; Imran, Supriyo; Bempah, Irwan
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.14366

Abstract

Pak choy farming is the organized cultivation of bok choy plants to produce economically valuable agricultural products. This study aims to determine the current state of hydroponic and conventional bok choy cultivation techniques and to compare the feasibility of hydroponic and conventional bok choy farming. A total of 18 bok choy farmers were interviewed. The analysis used in this study was the R/C Ratio and B/C Ratio. The results indicate that both cultivation methods are feasible because they have R/C and B/C ratios above 1. The hydroponic method offers advantages in land use efficiency and environmental control, while the conventional method is more cost-efficient due to lower costs. Each method presents its own challenges, both technically and financially. Therefore, the choice of cultivation method is tailored to the conditions and capabilities of the farmer, as well as the objectives of the farming business.
Factors Affecting Farmers in Purchasing Grafted Orange Seeds in Tolitoli Regency Maulana, Lais; Imran, Supriyo; Tolinggi, Wawan; Indriani, Ria; Fajar Haras, Abdul
International Journal of Business and Quality Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Business and Quality Research (IJ
Publisher : Citakonsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijbqr.v3i04.2666

Abstract

Oranges are a horticultural commodity that is high in vitamin C and very easy to cultivate, and because of this, the demand for orange seedlings continues to increase. Grafting is a breeding technique that involves attaching a bud to the bark of a tree in order to obtain the superior characteristics of both indicators. The demand for orange seedlings in Tolitoli Regency is quite high. With the development of the times, the distribution process is not only carried out conventionally but can also be done digitally. Therefore, the purpose of this study is to see the tendency of farmers to purchase grafted orange seedlings digitally and conventionally and the factors that influence it. The method used in this study is Multiple Linear Regression Analysis. The regression analysis results found that the variables of price, convenience, ease of access, and security influence farmers' preferences in purchasing grafted orange seedlings, while the variable of seedling quality does not influence it.