p-Index From 2021 - 2026
9.567
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN NILAI TAMBAH BATANG PISANG SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DI DESA ULANTA KECAMATAN SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO Imran, Supriyo; Indriani, Ria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.94 KB)

Abstract

Sebagian besar masyarakat membudidayakan pisang dengan bagian buahnya saja yang diolah menjadi berbagai makanan ringan seperti pisang goreng, dadar pisang atau mengolahnya menjadi kripik pisang. Bagian lainnya seperti daun pisang juga sering dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap masakan atau kue. Akan tetapi untuk bagian batang pisang, besar jarang dimanfaatkan atau hanya sebagai pakan ternak karena dalam persepsi masyarakat batang pisang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak bernilai ekonomi. Dasar permasalahan ini, yang kemudian membatasi meningkatnya nilai ekonomi komoditas pisang di Desa Ulanta, sehingga terkadang komoditas unggulan ini hanya dilihat sebelah mata oleh masyarakat karena keterbatasan pegetahuan dalam pengolahannya. Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini melaksanakan pelatihan pengolahan batang pisang menjadi keripik batang pisang. Metode pengabdian masyarakat adalah pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Ulanta Kecamatan Suwawa dengan cara memberikan informasi dan pengertian bagaimana membuat produk keripik batang pisang agar memiliki nilai tambah dan nilai jual bagi masyarakat, serta membuka  peluang pasar bagi hasil panen pisang petani agar dapat dikenal. Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat Desa Ulanta yaitu pada 2 Juni 2022. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang masyarakat yang terdiri dari aparat desa dan ibu rumah tangga. Lokasi pelatihan bertempat di aula kantor Desa Ulanta Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango.
Peningkatan Nilai Tambah Tataniaga Pertanian Melalui Pelatihan Pengolahan Abon Pepaya Di Desa Tunggulo Kecamatan Tilonglabila Kabupaten Bone Bolango Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Bakari, Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya adalah salah satu komoditas unggulan desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila. Buah pepaya muda mengandung serat kasar sebanyak 9 gram dari setiap 100 gram daging buah, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan abon. Seperti diketahui abon terbuat dari serat berbahan dasar daging atau ikan, namun dengan serat pepaya mentah dapat diciptakan produk abon. Tujuan program pengabdian ini adalah pelatihan pengolahan Abon Pepaya. Metode pelaksanaan adalah pelatihan pengolahan abon pepaya melalui presentasi cara pembuatan serta video demonstrasi kepada masyarakat desa berjumlah 15 orang yang terdiri dari aparat desa dan ibu rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan dengan terintegrasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat Desa Tunggulo pada 29 Mei 2023 yang berlokasi di aula kantor Desa Tunggulo. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu 1) Sosialisasi kepada pemerintah dan aparat Desa Tunggulo, 2) Pembekalan kepada mahasiswa untuk materi pelatihan, 3) Pengumpulan bahan baku, 4) Demonstrasi pembuatan abon papaya dari papaya muda melalui video.  Produk abon pepaya dari pepaya muda ini dapat menjadi cemilan yang menjadi produk yang dapat menambah nilai tambah dari pepaya muda. Masyarakat Desa Tunggulo menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam pembuatan produk Abon Pepaya bahkan kepala desa bersedia memberikan modal untuk pembuatan abon pepaya agar dapat dijual dan sebagai nilai tambah untuk peningkatan pendapatan masyarakat.
PELATIHAN PENGOLAHAN SELAI KULIT PISANG DI DESA ULANTA UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN BONE BOLANGO Indriani, Ria; Imran, Supriyo; Boekosoe, Yuriko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ulantha memiliki peranan penting di Kecamatan Suwawa karena memiliki potensi pariwisata yang sangat terkenal di Kabupaten Bone Bolango yaitu Benteng Ulantaha. Selain itu, potensi bidang pertaniannya juga sangat besar dimana salah satu komoditas unggulannya adalah pisang. Pada umumnya bagian yang dimanfaatkan dari tanaman pisang adalah buah dan daunnya, sedangkan kulit pisang belum dimanfaatkan dengan maksimal, sering hanya dimanfaatkan sebagai makanan ternak dan limbah organic. Tujuan pengabdian pada masyarakat adalah melaksanakan pelatihan pengolahan kulit pisang menjadi  selai kulit pisang. Metode pelaksanaan adalah pelatihan pengolahan kulit pisang menjadi selai kepada masyarakat Desa Ulantha berjumlah 20 orang ibu-ibu rumah tangga pada tanggal 26 Mei 2023 yang berlokasi di aula kantor Desa Ulantha. Tahapan pelaksanaan meliputi: 1) Persiapan terdiri dari sosialisasi kepada pemerintah dan aparat Desa Ulantha dan pembekalan kepada mahasiswa untuk materi pelatihan, 2) Pelaksanaan terdiri dari pengumpulan bahan baku dan pembuatan produk serta penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Selai kulit pisang dapat digunakan sebagai alternatif  mengurangi limbah kulit pisang, membuka peluang usaha untuk ibu rumah tangga serta mendukung program pemerintah dalam mengurangi pengangguran.. Berdasarkan hasil evaluasi masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi untuk menerapkan pembuatan selai kulit pisang karena proses pembuatannya yang relative mudah dan ketersediaan bahan baku yang melimpah dilokasi.
Struktur dan Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Beras di Provinsi Gorontalo, Indonesia Indriani, Ria; Imran, Supriyo; Mukhlis, Mukhlis
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1648

Abstract

Kenaikan harga beras di Gorontalo diakibatkan stok beras di pasar semakin berkurang dapat menyebabkan ketidakoptimalan dalam rantai pasok beras untuk memenuhi permintaan konsumen, yang pada gilirannya akan berdampak pada kinerja keseluruhan rantai pasok beras. Tujuan penelitian untuk mengetahui struktur dan efisiensi rantai pasok beras di Gorontalo. Penelitian dilaksanakan dari bulan April-Juli 2023 Provinsi Gorontalo. Metode penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage sampling dari 2 Kabupaten kemudian dari masing-masing kabupaten dipilih 2 kecamatan yang memiliki produksi padi tertinggi. Berdasarkan data dari petani, teridentifikasi aliran produk beras yang melibatkan berbagai lembaga lainnya yaitu 13 unit penggilingan, 7 orang pedagang besar, 10 orang pedagang pengecer, TTIC, BULOG dan 4 toko Alfamart. Struktur rantai pasok beras di Gorontalo dianalisis deskriptif kualitatif. Sedangkan efisiensi teknis setiap pelaku rantai pasok dianalisis dengan metode DEA (Data Envelopment Analysis). Hasil penelitian menunjukkan struktur rantai pasok komoditas beras di Gorontalo terbagi atas empat model rantai pasokan yang melibatkan petani, penggilingan padi, pedagang besar, pengecer, BULOG, TTIC dan Alfamart, dimana pelaku yang menjadi grower adalah petani, BULOG, TTIC dan Alfamart.  Secara garis besar pelaku rantai pasok beras di Provinsi Gorontalo memiliki kinerja yang efisien, kecuali petani dan penggilingan yang berada di Kecamatan Tolangohula dimana metrik kinerja yang tidak efisien pada tingkat petani adalah semua faktor input kecuali cost, sedangkan pada tingkat penggilingan padi, metrik kinerja yang tidak efisien adalah siklus cash to cash dan cost. Efisiensi kinerja rantai pasokan bisa diatasi dengan meningkatkan kinerja rantai pasokan, dengan mengurangi input dan meningkatkan output.
Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok Pada Usahatani Jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Supriyo Imran dan Ramlan Mustafa, Lidya S. Bempa,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 42, No. 1 Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v42i1.464

Abstract

Kelompok tani sangat dibutuhkan peranannya dalam pemberdayaan masyarakat tani. Dengan adanya peran kelompok sebagai wadah belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan anggota. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatkan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung dan mengetahui pendapatan usahatani jagung di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 38 orang responden dari 242 populasi. Teknik pengambilan sampel secara acak (Simple Random Sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung sebagai wadah belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berada pada kategori Berperan dengan rata-rata sebesar 78,35%. Pada pendapatan usahatani Jagung sebesar Rp.650.561.972 dengan rata-rata petani 17.120.052 dan Keuntungan yang diperoleh dari usahatani jagung di Desa Longalo senilai Rp 4,27 dengan demikian usahatani jagung yang dijalankan oleh anggota kelompok tani di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Evaluasi Program Penyuluhan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo Terhadap Produksi Dan Pendapatan Di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Halid, Cindri A; Imran, Supriyo; Wibowo, Larasati Sukmadewi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Menganalisis evaluasi program penyuluhan sistem tanam padi jajar legowo di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. 2) Menganalisis produksi dan pendapatan petani sebelum dan setelah menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Lokasi penelitian di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dari bulan September sampai bulan November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple random sampling), sehingga jumlah sampel adalah 32 petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dipadukan dengan skoring dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Evaluasi program penyuluhan sistem tanam padi jajar legowo terjadi perkembangan pada penerapan program. Hasil evaluasi program menggunakan model CIPP programnya berhasil dengan nilai 50,44 adalah nilai yang berada pada range 41–52. 2) Hasil produksi petani sebelum menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo yaitu 37.770 kg, sedangkan hasil produksi petani setelah menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo yaitu 39.865 kg. Serta rata-rata pendapatan petani padi sebelum menerapkan program sistem tanam jajar yaitu Rp.9.547.078, dan rata-rata pendapatan petani padi setelah menerapkan program sistem tanam jajar legowo yaitu Rp. 10.171.063. Kata kunci : Evaluasi program penyuluhan, Model CIPP, Produksi, Pendapatan
Coconut Value Added At Tabongo District Gorontalo Regency Indriani, Ria; Imran, supriyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.42

Abstract

Tabongo District is one of the coconut production centers in Gorontalo Regency, with a total plantatio area of 982.88 Ha and a total production of 1.090.10 tons in 2019. The majority of farmer in this area sell coconut in the form of grains, yet other farmers process it into copra and coconut oil. The research aims to determine the marketing and the amount of added value of coconut which conducted for three months, September to November 2021, in Tabongo District. Purposive sampling of 20 farmers were applied as the sample utilizing the READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative) program and the snowball sampling method to obtain four traders. This survey research method was consisted of primary and secondary data. Marketing analysis and Hayami value-added analysis are used to analyze data. The results showed that the processed form of coconut in Tabongo District is coconut grains, copra and coconut oil. There are three types of coconut marketing routes in the area: 1) copra farmers-wholesalers-Central Sulawesi, 2) coconut oil farmers-consumers, and 3) coconut farmers-traders-treatment factories. Every value added in 1 kg of copra product is Rp 1,150, or 49.92 percent of the product's worth. The profit rate for coconut copra processing is 46.13 percent of the product's value, which is Rp 2,400 per kg. Every added value in 1 kg of coconut oil product is Rp 5,246 or 45.05 percent of the product's worth. The profit rate of coconut oil treatment is 7.07 percent of the product's value, which is Rp 823 per kg. Meanwhile, the marketing added value obtained by coconut grain traders amounted to Rp 1,464.29 / kg or 54.23%.
Pengetahuan Petani Jagung Terhadap Pertanian Berkelanjutan untuk Mitigasi Perubahan Iklim di Desa Bonedaa Provinsi Gorontalo Hasan, Adelia; Imran, Supriyo; Sirajuddin, Zulham
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.27

Abstract

Meningkatkan pengetahuan petani terhadap pertanian berkelanjutan adalah pendekatan penting yang harus diketahui oleh petani jagung di Provinsi Gorontalo dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan petani tentang praktik pertanian berkelanjutan, mengidentifikasi karakteristik petani yang relevan dengan pengetahuan pertanian berkelanjutan serta untuk mengidentifikasi tingkat korelasi petani terhadap keterlibatan petani dalam penyuluhan dan kelompok tani. Sebanyak 60 petani jagung yang ada di Desa Bonedaa Kecamatan Suwawa Selatan diwawancarai melalui kuesioner yang memuat pertanyaan terkait pengetahuan pertanian berkelanjutan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana praktik pertanian berkelanjutan dipahami oleh petani jagung. Uji statistik dilakukan untuk melihat apakah keterlibatan dalam kelompok tani dan penyuluhan pertanian berkorelasi terhadap pengetahuan petani jagung. Penilaian terhadap variabel pengetahuan dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat kurangnya pemahaman petani tentang berbagai aspek pertanian berkelanjutan, termasuk pengurangan penggunaan pestisida, pengurangan pembakaran limbah, pengurangan penggunaan pupuk kimia, pengurangan penggunaan herbisisda, pengolahan tanah minimal, tumpang sari,penggunaan pupuk organik serta rotasi tanaman. Penelitian ini mengidentifikasi adanya korelasi antara keterlibatan petani dalam penyuluhan dengan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, program penyuluhan pertanian perlu diperkuat untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap pertanian berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena; Adam, Echan; Amin, Nur Silfiah; Saman, Widya Rahmawaty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3622

Abstract

Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B 
Analisis pendapatan dan resiko produksi pada usaha tani jagung di Desa Batuloreng Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo Usman, Arpan; Imran, Supriyo; Rauf, Asda
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18660

Abstract

Penelitian ini Bertujuan 1) Mengetahui dan menganalisis pendapatan usaha tani jagung di Desa Batuloreng Kecanatan Bongomeme, 2)  Mengetahui dan menganalisis pendapatan usahatani jagung di Desa Batuloreng Kecamatan Bongomeme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif.Jenis data dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Tekhnik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Pendapatan dan Resiko Produksi. Hasil penelitian menunjukan pendapatan petani pada usaha tani jagung di Desa Batuloreng Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo rata-rata per petani sebesar Rp 27.033.800 dan pendapatan usaha tani jagung  sebesar Rp 16.896.124. Resiko produksi yang dihadapi oleh petani jagung menunjukan bahwa analisis tingkat resiko dengan rata-rata produksi usahatani jagung variasi dengan luas  lahan   1 ha sebesar 3.53 Kg standar deviasi sebesar 1,00 sendangkan untuk koefesien variasinya (CV) sebesar 28,47 %.  Artinya untuk setiap satu kg dari produksi yang di peroleh petani, maka resiko yang di hadapi adalah 28,47 kg.  Sedangkan rata-rata produksi jagung dengan luas  2 Ha sebesar 3,68 kg standar deviasinya sebesar 00,837 sedangkan koovisensi variasinya sebesar (CV) 22,707 %.Artinya untuk setiap satu kg dari produksi jagung yang di peroleh petani, maka resiko yang di hadapi sebesar 22,707 kg.
Co-Authors Abdul Fajar Haras Abdul Fajar Haras Abdullah, Angela Apriliany Adam, Mohamad Rizal Agustinus Moonti Amelia Murtisari Amir Halid Asda Rauf Asih Setianingsih Biya, Ferdiyanto Boekosoe, Yuriko Botutihe, Okta P Buka, Ravani Dariska Yanti Yusuf Delvi Suleman Djajali, Trisud Yayan Echan Adam Fadiilah Zalzabillah Lihawa Fajar Haras, Abdul Farlan Rauf Faturahman, Gilang Febyola Abubakar Fikram Abdullah Halid, Cindri A Hapsawati Taan Harija K. Mahalipa Haris Singgili Hasan, Adelia Hendra Saliko Hermanto Feybie Asona Husain, Dinda Amelia Indrawati Akuba Irwan Bempah Isra ismail Kadir, Salsabila Nur Karlena Arsyad Kiru, Ferawati Z. Kolonta, Ronal Ladiku, Sri Rahmawaty Larasati Sukmadewi Wibowo Mahludin Baruwadi Mahludin H Baruwadi Mahludin H Baruwadi Mahludin H. Baruwadi Mahmud, Sri Anggita Mama, Risal I Maryam H Mukmin Maulana, Lais Mayasari Yamin, Mayasari Mega Wati Saleh Megawati Saleh Mohamad Andre Hulukati Mohamad Lihawa, Mohamad Mohammad Ridwan Matoka Mohammad Zubair Hippy Muhammad Mukhtar Mukhlis Mukhlis Nggadu, Sri Jayanti Veratika S. Ni Ketut Murni Nitam Kasim Non Botutihe Nur Azizah Nur Silfiah Amin Nurinda Abas Nurlaila Mantali Putri Utami Asimin Randi Mahmud Ria Indriani Ria Indriani Risti Fadilah Umar Safriyanto Dako Sahi, Rahmawati Salim, Sri Verawati Salsabila Kadir Sandri Saliko Sarlina S Tungoli Selfian Abdurahman Siska Ismail Siti Nurcahyati Abdussamad Siti Rahmatia Machieu Sri Melan Kaluku St. Aisyah Tesa Amelia Putri Ibrahim Usman, Arpan Verentiyansyah Duna Wawan K Tolinggi Wawan K Tolinggi Widya Rahmawaty Saman Yana, Nelsih Yanti Saleh Yuliana Bakari Yuriko Boekoesoe Zulham Sirajuddin Zulianti Gobel