Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Affecting Horticultural Farmer Empowerment Programs in Telaga Jaya Subdistrict Supriyo Imran; Hermanto Feybie Asona; Mahludin H Baruwadi; Ria Indriani
International Journal of Business and Quality Research Vol. 3 No. 03 (2025): July - September, International Journal of Business and Quality Research (IJBQ
Publisher : Citakonsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijbqr.v3i03.2307

Abstract

This study aims to analyze the effect of communication factors, human resource competence, financial resources, and program implementers' attitudes through management mediation on the effectiveness of the horticultural farmer empowerment program in Telaga Jaya District, Gorontalo Regency. This is a quantitative study. The subjects in this study were 90 people. The data source was primary data obtained through questionnaires. Data analysis was quantitative descriptive analysis and SEM-PLS. Communication, human resource competence, financial resources, the attitude of program implementers, and the management of the horticultural farmer empowerment program have a significant effect on the effectiveness of the horticultural farmer empowerment program by 85.40%. Similarly, the factor of program management has a significant effect of 82.20%. The results of the indirect effect show that the management of the horticultural farmer empowerment program can only serve as a good mediator for human resource competency.
ANALISIS KEMAMPUAN MANAGERIAL DAN PENDAPATAN UMKM BERBASIS WISATA KULINER DI KABUPATEN BONE BOLANGO Mohamad Andre Hulukati; Supriyo Imran; Mohammad Zubair Hippy
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Agustus 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i8.892

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Culinary tourism is one of the economic bases of the Bone Bolango Regency community which is starting to become the foundation for economic improvement, so that it can compete with other regions in Gorontalo Province. The purpose of this research is to find out 1) How is the managerial ability of culinary tourism-based MSME players in Bonelango Regency, 2) How is the income of culinary tourism-based MSME players in Bone Bolango Regency, 3) How does managerial ability affect the income of MSME players. The research method used is descriptive quantitative with simple linear regression analysis which is used to see if there is a relationship between the managerial skills of culinary tourism MSME players and income. The results showed that there is a positive relationship between the managerial skills of culinary tourism MSME players in Bone Bolango Regency and income. This means that culinary tourism MSMEs in Bone Bolango Regency are classified as good and have a positive effect on income. The better the managerial skills of business actors, the more stable and increased income is obtained.
ANALISIS KINERJA DAN EFISIENSI RANTAI PASOK CENGKEH DI KABUPATEN GORONTALO Ladiku, Sri Rahmawaty; Imran, Supriyo; Indriani, Ria
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i2.1809

Abstract

Cengkeh merupakan komoditas sub sektor perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain konsumsi dalam negeri, cengkeh juga menjadi komoditas yang sering diekspor ke berbagai wilayah. Sebagai wilayah yang baru mengembangkan komoditas cengkeh Kabupaten Gorontalo masih memiliki tantangan dalam pengelolaan rantai pasok terutama untuk kinerja dan efisiensinya. Panjanganya alur rantai pasok cengkeh menyebabkan adanya distparitas harga yang mengakibatkan harga di tingkat petani dan pasar konsumen menjadi tinggi. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk mengkaji 1). Bagaimana kinerja rantai pasok cengkeh di Kabupaten Gorontalo dan 2) Bagaimana efisiensi rantai pasok cengkeh. Penelitian ini menggunakan analisis supply chain operation refference untuk melihat kinerja rantai pasok dan analisis margin pemasaran yang dilanjutkan dengan farmer share. Hasil menunjukan bahwa terdapat 2 pola saluran pemasaran dengan peperapa pelaku utama yakni petani, pengumpul, pedagang besar, manufaktur. Kinerja rantai pasok yang dilihat dari reability, resposivitas, fleksibilitas,asset, dan cash to cash baik dari petani hingga perusahaan berada pada “Superior” Namun, efisiensi pemasaran menunjukkan margin yang tinggi dan farmer’s share yang rendah, menandakan bahwa petani belum memperoleh nilai yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sistem pemasaran dan penguatan posisi tawar petani dalam rantai pasok
PENINGKATAN NILAI TAMBAH BATANG PISANG SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DI DESA ULANTA KECAMATAN SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO Imran, Supriyo; Indriani, Ria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.94 KB)

Abstract

Sebagian besar masyarakat membudidayakan pisang dengan bagian buahnya saja yang diolah menjadi berbagai makanan ringan seperti pisang goreng, dadar pisang atau mengolahnya menjadi kripik pisang. Bagian lainnya seperti daun pisang juga sering dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap masakan atau kue. Akan tetapi untuk bagian batang pisang, besar jarang dimanfaatkan atau hanya sebagai pakan ternak karena dalam persepsi masyarakat batang pisang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak bernilai ekonomi. Dasar permasalahan ini, yang kemudian membatasi meningkatnya nilai ekonomi komoditas pisang di Desa Ulanta, sehingga terkadang komoditas unggulan ini hanya dilihat sebelah mata oleh masyarakat karena keterbatasan pegetahuan dalam pengolahannya. Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini melaksanakan pelatihan pengolahan batang pisang menjadi keripik batang pisang. Metode pengabdian masyarakat adalah pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Ulanta Kecamatan Suwawa dengan cara memberikan informasi dan pengertian bagaimana membuat produk keripik batang pisang agar memiliki nilai tambah dan nilai jual bagi masyarakat, serta membuka  peluang pasar bagi hasil panen pisang petani agar dapat dikenal. Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat Desa Ulanta yaitu pada 2 Juni 2022. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang masyarakat yang terdiri dari aparat desa dan ibu rumah tangga. Lokasi pelatihan bertempat di aula kantor Desa Ulanta Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango.
Peningkatan Nilai Tambah Tataniaga Pertanian Melalui Pelatihan Pengolahan Abon Pepaya Di Desa Tunggulo Kecamatan Tilonglabila Kabupaten Bone Bolango Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Bakari, Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya adalah salah satu komoditas unggulan desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila. Buah pepaya muda mengandung serat kasar sebanyak 9 gram dari setiap 100 gram daging buah, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan abon. Seperti diketahui abon terbuat dari serat berbahan dasar daging atau ikan, namun dengan serat pepaya mentah dapat diciptakan produk abon. Tujuan program pengabdian ini adalah pelatihan pengolahan Abon Pepaya. Metode pelaksanaan adalah pelatihan pengolahan abon pepaya melalui presentasi cara pembuatan serta video demonstrasi kepada masyarakat desa berjumlah 15 orang yang terdiri dari aparat desa dan ibu rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan dengan terintegrasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat Desa Tunggulo pada 29 Mei 2023 yang berlokasi di aula kantor Desa Tunggulo. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu 1) Sosialisasi kepada pemerintah dan aparat Desa Tunggulo, 2) Pembekalan kepada mahasiswa untuk materi pelatihan, 3) Pengumpulan bahan baku, 4) Demonstrasi pembuatan abon papaya dari papaya muda melalui video.  Produk abon pepaya dari pepaya muda ini dapat menjadi cemilan yang menjadi produk yang dapat menambah nilai tambah dari pepaya muda. Masyarakat Desa Tunggulo menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam pembuatan produk Abon Pepaya bahkan kepala desa bersedia memberikan modal untuk pembuatan abon pepaya agar dapat dijual dan sebagai nilai tambah untuk peningkatan pendapatan masyarakat.
PELATIHAN PENGOLAHAN SELAI KULIT PISANG DI DESA ULANTA UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN BONE BOLANGO Indriani, Ria; Imran, Supriyo; Boekosoe, Yuriko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ulantha memiliki peranan penting di Kecamatan Suwawa karena memiliki potensi pariwisata yang sangat terkenal di Kabupaten Bone Bolango yaitu Benteng Ulantaha. Selain itu, potensi bidang pertaniannya juga sangat besar dimana salah satu komoditas unggulannya adalah pisang. Pada umumnya bagian yang dimanfaatkan dari tanaman pisang adalah buah dan daunnya, sedangkan kulit pisang belum dimanfaatkan dengan maksimal, sering hanya dimanfaatkan sebagai makanan ternak dan limbah organic. Tujuan pengabdian pada masyarakat adalah melaksanakan pelatihan pengolahan kulit pisang menjadi  selai kulit pisang. Metode pelaksanaan adalah pelatihan pengolahan kulit pisang menjadi selai kepada masyarakat Desa Ulantha berjumlah 20 orang ibu-ibu rumah tangga pada tanggal 26 Mei 2023 yang berlokasi di aula kantor Desa Ulantha. Tahapan pelaksanaan meliputi: 1) Persiapan terdiri dari sosialisasi kepada pemerintah dan aparat Desa Ulantha dan pembekalan kepada mahasiswa untuk materi pelatihan, 2) Pelaksanaan terdiri dari pengumpulan bahan baku dan pembuatan produk serta penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Selai kulit pisang dapat digunakan sebagai alternatif  mengurangi limbah kulit pisang, membuka peluang usaha untuk ibu rumah tangga serta mendukung program pemerintah dalam mengurangi pengangguran.. Berdasarkan hasil evaluasi masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi untuk menerapkan pembuatan selai kulit pisang karena proses pembuatannya yang relative mudah dan ketersediaan bahan baku yang melimpah dilokasi.
Struktur dan Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Beras di Provinsi Gorontalo, Indonesia Indriani, Ria; Imran, Supriyo; Mukhlis, Mukhlis
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1648

Abstract

Kenaikan harga beras di Gorontalo diakibatkan stok beras di pasar semakin berkurang dapat menyebabkan ketidakoptimalan dalam rantai pasok beras untuk memenuhi permintaan konsumen, yang pada gilirannya akan berdampak pada kinerja keseluruhan rantai pasok beras. Tujuan penelitian untuk mengetahui struktur dan efisiensi rantai pasok beras di Gorontalo. Penelitian dilaksanakan dari bulan April-Juli 2023 Provinsi Gorontalo. Metode penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage sampling dari 2 Kabupaten kemudian dari masing-masing kabupaten dipilih 2 kecamatan yang memiliki produksi padi tertinggi. Berdasarkan data dari petani, teridentifikasi aliran produk beras yang melibatkan berbagai lembaga lainnya yaitu 13 unit penggilingan, 7 orang pedagang besar, 10 orang pedagang pengecer, TTIC, BULOG dan 4 toko Alfamart. Struktur rantai pasok beras di Gorontalo dianalisis deskriptif kualitatif. Sedangkan efisiensi teknis setiap pelaku rantai pasok dianalisis dengan metode DEA (Data Envelopment Analysis). Hasil penelitian menunjukkan struktur rantai pasok komoditas beras di Gorontalo terbagi atas empat model rantai pasokan yang melibatkan petani, penggilingan padi, pedagang besar, pengecer, BULOG, TTIC dan Alfamart, dimana pelaku yang menjadi grower adalah petani, BULOG, TTIC dan Alfamart.  Secara garis besar pelaku rantai pasok beras di Provinsi Gorontalo memiliki kinerja yang efisien, kecuali petani dan penggilingan yang berada di Kecamatan Tolangohula dimana metrik kinerja yang tidak efisien pada tingkat petani adalah semua faktor input kecuali cost, sedangkan pada tingkat penggilingan padi, metrik kinerja yang tidak efisien adalah siklus cash to cash dan cost. Efisiensi kinerja rantai pasokan bisa diatasi dengan meningkatkan kinerja rantai pasokan, dengan mengurangi input dan meningkatkan output.
Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok Pada Usahatani Jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Supriyo Imran dan Ramlan Mustafa, Lidya S. Bempa,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 42, No. 1 Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v42i1.464

Abstract

Kelompok tani sangat dibutuhkan peranannya dalam pemberdayaan masyarakat tani. Dengan adanya peran kelompok sebagai wadah belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan anggota. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatkan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung dan mengetahui pendapatan usahatani jagung di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 38 orang responden dari 242 populasi. Teknik pengambilan sampel secara acak (Simple Random Sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung sebagai wadah belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berada pada kategori Berperan dengan rata-rata sebesar 78,35%. Pada pendapatan usahatani Jagung sebesar Rp.650.561.972 dengan rata-rata petani 17.120.052 dan Keuntungan yang diperoleh dari usahatani jagung di Desa Longalo senilai Rp 4,27 dengan demikian usahatani jagung yang dijalankan oleh anggota kelompok tani di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Evaluasi Program Penyuluhan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo Terhadap Produksi Dan Pendapatan Di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Halid, Cindri A; Imran, Supriyo; Wibowo, Larasati Sukmadewi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Menganalisis evaluasi program penyuluhan sistem tanam padi jajar legowo di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. 2) Menganalisis produksi dan pendapatan petani sebelum dan setelah menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Lokasi penelitian di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dari bulan September sampai bulan November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple random sampling), sehingga jumlah sampel adalah 32 petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dipadukan dengan skoring dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Evaluasi program penyuluhan sistem tanam padi jajar legowo terjadi perkembangan pada penerapan program. Hasil evaluasi program menggunakan model CIPP programnya berhasil dengan nilai 50,44 adalah nilai yang berada pada range 41–52. 2) Hasil produksi petani sebelum menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo yaitu 37.770 kg, sedangkan hasil produksi petani setelah menerapkan program sistem tanam padi jajar legowo yaitu 39.865 kg. Serta rata-rata pendapatan petani padi sebelum menerapkan program sistem tanam jajar yaitu Rp.9.547.078, dan rata-rata pendapatan petani padi setelah menerapkan program sistem tanam jajar legowo yaitu Rp. 10.171.063. Kata kunci : Evaluasi program penyuluhan, Model CIPP, Produksi, Pendapatan
Coconut Value Added At Tabongo District Gorontalo Regency Indriani, Ria; Imran, supriyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.42

Abstract

Tabongo District is one of the coconut production centers in Gorontalo Regency, with a total plantatio area of 982.88 Ha and a total production of 1.090.10 tons in 2019. The majority of farmer in this area sell coconut in the form of grains, yet other farmers process it into copra and coconut oil. The research aims to determine the marketing and the amount of added value of coconut which conducted for three months, September to November 2021, in Tabongo District. Purposive sampling of 20 farmers were applied as the sample utilizing the READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative) program and the snowball sampling method to obtain four traders. This survey research method was consisted of primary and secondary data. Marketing analysis and Hayami value-added analysis are used to analyze data. The results showed that the processed form of coconut in Tabongo District is coconut grains, copra and coconut oil. There are three types of coconut marketing routes in the area: 1) copra farmers-wholesalers-Central Sulawesi, 2) coconut oil farmers-consumers, and 3) coconut farmers-traders-treatment factories. Every value added in 1 kg of copra product is Rp 1,150, or 49.92 percent of the product's worth. The profit rate for coconut copra processing is 46.13 percent of the product's value, which is Rp 2,400 per kg. Every added value in 1 kg of coconut oil product is Rp 5,246 or 45.05 percent of the product's worth. The profit rate of coconut oil treatment is 7.07 percent of the product's value, which is Rp 823 per kg. Meanwhile, the marketing added value obtained by coconut grain traders amounted to Rp 1,464.29 / kg or 54.23%.