Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Desa Momalia I Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Isra ismail; Supriyo Imran; Yuriko Boekoesoe
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.947

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk : 1) Menganalisis Struktur Biaya dan Penerimaan Usahatani Cabai Rawit 2). Menganalisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit 3). Menganalisis Kelayakan Usahatani Cabai Rawit dengan Pendekatan Keuntungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biayanya yaitu Rp. 5.477.940/petani, Rp. 4.979.945/ha. Pendapatan usahatani cabai rawit yaitu Rp. 11.107.775/petani dan Rp. 10.097.976/ha. Kelayakan usahatani cabai rawit yaitu sebesar sebesar 3,02/petani dan 3,02/ha. Jadi nilai R/C ratio > 1 artinya usahatani cabai rawit yang ada di Desa Momalia 1 Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan tersebut mengutungkan atau layak untuk diteruskan.
DIVERSIFIKASI PENDAPATAN DALAM USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI UD MEGA PUTIH LIMBOTO Fadiilah Zalzabillah Lihawa; Supriyo Imran; Yuriko Boekoesoe
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i1.13241

Abstract

The research aimed to (1) determine the production process in layer chicken farming at UD Mega Putih and (2) determine the diversification of profits and feasibility of layer chicken farming at UD Mega Putih. This research used descriptive research in the form of a case study. The informants involved in this research were employees at UD Mega Putih, where primary data and secondary data were used in research activities. The data were collected through in-depth interviews and observation while the data analysis was carried out using income analysis, business feasibility, and break-even point. The analysis included cage depreciation cost, equipment depreciation cost, tax cost, seed cost, feed cost, medicine cost, electricity cost, labor cost, and marketing cost in one cycle, namely 2 years (730 days) by calculating based on the results field observation, namely interviewing respondent (Owner of UD Mega Putih). The research findings indicated that the UD Mega Putih layer chicken farming business earned an income of IDR 7,888,166,667/ cycle (730 days) for layer chicken with several 9,500 chickens, IDR 70,000,000/ cycle (60 days) for pullets with several 1000 chickens, and IDR 990,000/ cycle (60 days) for 90 sacks of manure. Thus, the income earned from the layer hen farming business at UD Mega Putih was feasible and profitable.
Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Penyuluh Terhadap Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Tugas Pokok Penyuluh Pertanian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo Mega Wati Saleh; Supriyo Imran; Agustinus Moonti
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.7627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo, 2) pengaruh karakteristik sosial ekonomi penyuluh pertanian terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo. Lokasi penelitian di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontralo dilaksanakan mulai bulan Januari sampai bulan Maret. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan kuisioner. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu secara sensus artinya seluruh populasi penyuluh pertanian, sehingga jumlah sampel 33 penyuluh pertanian. Metode analisis data yang digunakan 1) metode pemberian skor, 2) metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo tergolong Sedang dengan skor 21,12 dan presentase sebesar 78%, 2) karakteristik sosial ekonomi penyuluh yang terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, jarak tempuh WKPP dan pendapatan secara simultan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian, sedangkan secara parsial hanya umur, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan berpengaruh signifikan sedangkan tingkat pendidikan, pengalaman dan jarak tempuh WKPP berpengaruh tetapi tidak signifikan, 3) tidak terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan, pengalaman dan jarak tempuh WKPP dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian. Terdapat pengaruh antara umur, tanggungan keluarga dan pendapatan dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian. 
Pengaruh Kegiatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani pada Usahatani Padi Sawah (Study Kasus di Kelompok Tani Lamuta I Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo) Febyola Abubakar; Supriyo Imran; Yanti Saleh
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.04.23

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kegiatan penyuluh pertanian lapangan di kelompok tani Lamuta I dan menganalisis pengaruh kegiatan penyuluh pertanian lapangan (PPL) terhadap peningkatan pengetahuan usahatani padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan skala likert dan TCR (Tingkat Capaian Responden) sebagai alat ukur penelitian. Analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu deskriptif kuantitatif dan rumusan masalah yang kedua menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) kegiatan penyuluh pertanian lapangan di kelompok tani Lamuta I sudah dilaksanakan dengan sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 256,39 dengan presentase 85,46%. 2) adanya pengaruh yang signifikan dari kegiatan penyuluh pertanian lapangan terhadap peningkatan pengetahuan usahatani padi sawah, dengan nilai R Square 0,315 atau 31,5%, nilai F-hitung 8.579 > F-tabel 2.77 pada taraf kepercayaan 95% (a= 0,05). Nilai t-hitung dari X1 sebesar 2.332, nilai t-hitung dari X2 sebesar 2.988 dan nilai t-hitung dari X3 adalah -2.227, ang artinya lebih besar dari t-tabel senilai 2.003. Oleh karena itu H1 diterima dan H0 ditolak.
Supply Chain Management and Value-added Analysis of Sambal Sagela in Gorontalo Supriyo Imran; Ria Indriani
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 4 No. 01 (2024): Pebruary, Asian Journal of Management Entrepreneurship and Social Science ( AJ
Publisher : Cita Konsultindo Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the supply chain’s condition and value-added of sambal sagela. This study case focus on small and medium enterprise in Gorontalo. Descriptive qualitative method by Asian Productivity Organization and Hayami’s method was applied as the data analysis. The Primary participants of the sambal sagela supply chain consist of fishermen as suppliers, halfbeak fish smoking businesses as processors, retailers as distributors, small and medium enterprises as processors for halfbeak fish into sambal sagela, gift store as retailers, and consumers. The supply chain business process that is carried out is a cycle view with procurement, manufacturing, replenishment, and customer order cycles. Sambal sagela is marketed to both online and at Gorontalo gift stores. The partnerships between supply chain actors are based on trust. The stores's payment system for gift stores to industry processing halfbeak fish into sambal sagela was settled in cash and on consignment. Sambal sagela has a value-added of IDR 72,759.44, or 50.37% of the product's value, with a profit of IDR 47,389 or 32.81% of the product's value. Keywords: halfbeak fish, supply chain management, value-added
The Optimization Of Bali Cattle Farming Business Production In Gorontalo Supriyo Imran; Ria Indriani; Haris Singgili
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 4 No. 02 (2024): May, Asian Journal of Management Entrepreneurship and Social Science ( AJMESC
Publisher : Cita Konsultindo Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bone Bolango Regency is one of the regencies in the Province of Gorontalo that serves as a center for the development of beef cattle, especially Bali cattle. Livestock feed availability is managed independently by farmers through cultivating forages, and livestock business management activities are carried out in livestock pens. This study aims to analyze the optimization of production and economic scale in Bali cattle farming businesses in Bone Bolango Regency. The method used was a survey. Purposive sampling was used to select respondents with consideration for farmers engaged in Bali cattle fattening businesses in Bone Bolango Regency, totaling 92 individuals. Data analysis was conducted using Cobb-Douglas production function analysis. The results show that 1) The production factor of feeder cattle is inefficient, requiring a reduction in quantity to achieve an optimal value of 86 kg cattle weight. The use of medications is inefficient and needs to be reduced to achieve an optimal value of 1,353.15 mg. Meanwhile, labor is not yet efficient, requiring an increase in production factors to reach an optimal value of 524.04 man-days. The feed production factor is already efficient, with the quantity being appropriate to achieve the optimization of Bali cattle production, which is 3,631 kg. 2) The economic scale of Bali cattle farming businesses in the Kabila District of Bone Bolango Regency is in a position of Decreasing Returns to Scale, as indicated by a return to scale value of less than one, which is 0.852. That implies that any increase in fixed inputs in the long term is always followed by a diminishing increase in output.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH KEDELAI PADA USAHA PENGOLAHAN TAHU DI DESA MOTODUTO KECAMATAN BOLIYOHUTO KABUPATEN GORONTALO (STUDI KASUS INDUSTRI TAHU CIPTA SARI) Mahmud, Sri Anggita; Imran, Supriyo; Moonti, Agustinus
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.15574

Abstract

This research aims to analyze the income earned by the tofu processing business and the added value of the tofu processing business in the Cipta Sari tofu industry in Motoduto village, Boliyohuto District, Gorontalo Regency. The data used in this research are primary data and secondary data, primary data obtained, and the results of direct interviews with the owner of the Cipta Sari tofu industry. Secondary data was obtained from several literature related to this research. In this research, the data analysis method used is the quantitative descriptive analysis method to analyze the income obtained by the Cipta Sari tofu industry and the Hayami method to analyze the added value of the soybeans in the tofu processing business. These results and research show that the income earned by the Cipta Sari tofu industry in one week of production is IDR. 7.666.907 resulting in an R/C ratio of 1,75 and the added value in one week of production has a ratio of 92,35% and is included in the high ratio because it is 92,35% ≥50% so it can be concluded that Cipta Sari’s tofu business is profitable for entrepreneurs and worthy of development.
Pengembangan Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Off Farm pada Petani di Desa Moutong Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Supriyo Imran; Ria Indriani; Yuliana Bakari
Journal of Community Services on Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Community Services on Multidisciplinary Sciences
Publisher : Ahsan Mafaza Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemahnya pemahaman petani mengenai efisiensi pemasaran hasil pertanian menyebabkan pemasaran hasil panen hanya bergantung kepada pedagang pengumpul sehingga petani cenderung mengalami ke. Tujuan kegiatan pengabadian pada masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta pendampingan kepada petani tentang pengolahan hasil panen dan dan melihat peluang pasar yang ada untuk memasarkan hasil produksinya sendiri agar petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, dan tidak berharap hanya dari usahataninya. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah penyuluhan/ceramah, sharing dan diskusi dengan memberikan informasi dan pengertian tentang cara mengelola usaha secara efektif dan efisien melalui manajemen pemasaran. Hasil kegiatan memberikan pengetahuan dan keterampilan petani di Desa Moutong Kecamatan Tilongkabila dalam pengolahan hasil panen dan pemasaran hasil pertanian yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG SAYUR DI PASAR MINGGU TELAGA KABUPATEN GORONTALO Sahi, Rahmawati; Baruwadi, Mahludin H; Imran, Supriyo
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 9, NO 1, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.25612

Abstract

Rahmawati Sahi. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendapatan Pedagang Sayur di Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo. Dibimbing oleh bapak Mahludin H. Baruwadi dan bapak Supriyo Imran. Tujuan Penilitian yaitu untuk mengetahui : 1) pendapatan pedagang sayur di pasar Minggu Telaga sebelum Covid-19 dan saat Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis jenis penilitian survey dengan mengunakan pendekatan kuantitatif.Sumber data dalam penilitian ini menggunkan data primer dan sekunder. Penilitian ini menggunkan analisis biaya, penerimaan, pendapatan. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendapatan para pedagang sayur dipasar Minggu Telaga sebelum Covid-19 disekitran Rp 500.000 - 1.000.000 ad 18 pedagang sayur, Rp 2.000.000 - 3.000.000 ada 8 pedagang sayur, dan Rp 4.000.000 - keatas ada 4 pedagang sayur. Sedangkan pada saat Covid-19 tingkat pendapatan menurun menjadi Rp 100.000 - 500.000 ada sekitaran 17 pedagang sayur, Rp 500.000 - 1.000.000 ad 8 pedagang sayur, Rp 2.000.000 - 3.000.000 ada 3 pedagang sayur, dan Rp 4.000.000 - keatas ada 2 pedagang sayur. Hal ini di karenakan oleh menurunya jumlah produksi dan meningkatnya harga jual sayuran semenjak pandemi Covid-19. Akibatnya pedagang mengalami ketidak stabilan terhadap pendapatan pedagang sayur, seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa pendapatan sebelum pandemi Covid-19 lebih tinggi di bandingkan pada saat terjadinya pandemi Covid-19.Hal ini terjadi semenjak pemerintah melakukan Pembatasan Social Bersekala Besar (PSPB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menghambat aktivitas masyarakat. 
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA ILOMANGGA KECAMATAN TABONGO Abdussamad, Siti Nurcahyati; Imran, Supriyo; Indriani, Ria
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 9, NO 1, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.27079

Abstract

The purpose of this study was to analyze the income and feasibility of shallot farming in Ilomangga Village, Tabongo Subdistrict and to analyze the feasibility of shallot farming in Ilomangga Village, Tabongo Subdistrict. This research was conducted from November to January 2024 with a sample of 20 respondents. The research method used is the survey method. Data analysis used in this research is Income analysis, Return Cost ratio (R/C) method. The results of this study indicate that Ilomangga Village has the potential to develop business opportunities for Red Onion commodities in an effort to increase community income. This can be seen from the accessibility of the Ilomangga Village shallot shallot farming business which is quite good, with an average income of Rp 17,151,296.2. Onion farming in Ilomangga Village, Tabongo Subdistrict is feasible because the R / C Ratio value of 2.19 indicates that every Rp.1 cost expenditure will receive Rp.2.19, meaning that the Onion farming business in Ilomangga Village, Tabongo Subdistrict is feasible.