Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Efisiensi Evaluasi Non Tes Melalui Microteaching Dalam Mata Kuliah Pendidikan Sejarah Peradaban Islam Al-Bahiyyah, Maharanin Nisa’; Yumna, Haniya Fatkhul; Zakhrofa, Zulfa; Inayati, Nurul
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4744

Abstract

Evaluasi diperlukan dalam suatu pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dibutuhkan sistem evaluasi yang tepat agar mencapai tujuan dari kualitas pembelajaran yang direncanakan. Evaluasi dapat dilakukan melalui berbagai metode, dalam mata kuliah PSPI menggunakan evaluasi non tes berupa micro teaching. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengkaji hasil dari micro teaching dalam mata kuliah Pendidikan Sejarah Peradaban Islam sebagai alat evaluasi non tes yang efisien dalam meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa dalam mata kuliah Pendidikan Sejarah Peradaban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi lapangan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah dan beberapa mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik micro teaching juga memiliki manfaat yang tak kalah banyak walaupun mahasiswa masih mengalami beberapa kendala dalam praktik micro teaching. Demikian pula evaluasi antar teman mengajar memiliki dampak positif yang signifikan karena berpotensi bagi mahasiswa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sebagai pengajar dan mengurangi tekanan mahasiswa yang biasanya didapatkan dari dosen pengampu karena yang menjadi evaluator adalah teman sejawat. Maka dengan hal itu menunjukkan bahwa praktik micro teaching dan memberikan evaluasi yang berulang disetiap pertemuan mata kuliah berhasil meningkatkan kualitas kemampuan mengajar mahasiswa dalam mata kuliah Pendidikan Sejarah Peradaban Islam.
Comparison of Results of Atypical Lymphocyte Test, RT-PCR and ELISA Using Recombinant Multivalent Envelope Protein Domain III (ED-III) Dengue Virus in Dengue Fever Patients Inayati, Nurul; Fihiruddin, Fihiruddin; Ernawati, Sri; Unsunnidhal, Lalu; Jannah, Raudatul
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 3 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss3.1644

Abstract

Prevention of the transmission of dengue hemorrhagic fever (DHF) is carried out by breaking the chain of dengue transmission and administering vaccines, but to date, this has not achieved the expected target. Dengue virus tests using RT-PCR require skills and relatively expensive equipment. Serological test of IgM and IgG often shows false negatives or false positives, especially in dengue-endemic areas. The antibody test against NS1 using the ELISA method has weaknesses because anti-dengue IgM is often not detected in secondary infections. The development of serodiagnostic tests for rapid, affordable, sensitive, and specific detection of dengue virus infection is very necessary. Recombinant multivalent envelope proteins domain III (ED-III) dengue virus is a biomarker that has the potential to be developed to detect all dengue virus serotypes. One of the proteins that has high antigenicity is glycoprotein E which is found in the envelope of the dengue virus and is the most antigenic part of the virus. This research aims to combine several parts of the antigenic protein found in all dengue virus serotypes as immunoserodiagnostic material. This research is an analytical survey research, that compares the results of the atypical lymphocyte test, RT-PCR, and ELISA using the multivalent ED-III antigen. The number of samples used was 26 samples obtained from patients who were diagnosed with dengue fever using an accidental sampling technique. The results of the atypical lymphocyte examination showed 14 positive samples, while the results of the RT-PCR and ELISA examinations were 23 and 24 positive respectively. The average Optical density (OD) of examination using the ELISA method was 1.902 with sensitivity and specificity levels of 92% and 96%. There is no difference result of the RT-PCR compared with the ELISA test. Therefore, recombinant multivalent envelope protein domain III (ED-III) dengue virus can be used as a diagnostic tool to detect dengue fever infection.
PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SDN MARGOREJO VI SURABAYA Inayati, Nurul; Natasya, Rizki Dwi; Mustaghfirah, Walidatul; Khotimah, , Siti Khorriyatul
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2024): Kuttab : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v8i1.2017

Abstract

The purpose of this study is to identify the forms of reward and punishment that are effectively used and the implications of both reward and punishment. The research method employed is qualitative, with the type of research being field research, and data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research sample consists of third-grade students at SDN Margorejo VI. SDN Margorejo VI has implemented a learning system that prioritizes the use of rewards to enhance motivation, achievement, and student discipline, while avoiding the implementation of punishment. The form of reward given emphasizes recognition and appreciation of the students' learning process, whereas the existing form of punishment aims to provide positive encouragement in solving problems, rather than just punishment. This policy has successfully created a structured learning environment, developed social and emotional skills, and improved students' discipline character through real-life experiences about the importance of the relationship between actions and their consequences.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA KARANG BAYAN DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE Tatontos, Erlin Yustin; Inayati, Nurul; Diarti, Maruni Wiwin; Dramawan, Awan; Suseno, Mutiara Rachmawati; Purna, I Nyoman; Sali, I Wayan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1361

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dan ditularkan lewat nyamuk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Seluruh wilayah Indonesia, mempunyai risiko untuk kejangkitan penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularnya tersebar luas, termasuk di  Desa Karang Bayan  Kabupaten Lombok Barat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarat Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) mengetahui pemberdayaan  ibu-ibu PKK desa Karang Bayan dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. Metode pendekatan kegiatan adalah Interprofesional Education (IPE) dan Interprofesional Collaboration (IPC) ) yaitu melibatkan dosen dan mahasiswa dari dua Poltekkes Kemenkes RI dengan empat jurusan. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan kader kesehatan   desa Karang Bayan berjumlah 30 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Persiapan, Pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang PHBS, Covid19 dan Demam Berdarah Dengue, Training of trainers (TOT) survei jentik survei, survei sarana kesehatan,  pembuatan infusa daun, pemasangan ovitrap atraktan  serta  kampanye kesehatan dan  pembuatan draft aturan desasehat.  . Hasil pelaksanaan kegiatan, 90 % peserta  Penyuluhan dan TOT  memahami dan mempraktekan materi yang diberikan.Hasil survei jentik sebelum pemasangan ovitrap atraktan infusa daun  House Index ( HI)  14,83%, Container Index (CI)  7,91%  , Breteau Index (BI) 20,4% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) 87,63%. Setelah pemasangan ovitrap atraktan infusa daun HI 5,41 %, CI 4,31%  , BI 7,48% dan ABJ 95,23%. Kampanye kesehatan oleh ibu-ibu PKK dan kader kesehatan masing-masing dusun dapat terlaksana dengan baik. Draft aturan desa sehat dapat tersusun dan diserahkan ke perangkat desa Karang Bayan.   Ibu-ibu PKK desa Karang Bayan berdaya  dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. 
Penggunaan Nicotine Replecment Therapy (NRT) dan therapy community sebagai upaya menghentikan kebiasaan merokok Fihiruddin, Fihiruddin; Hanafi, Fachrudi; Inayati, Nurul; Hasbi, Muhammad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.19414

Abstract

AbstrakRokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Perilaku merokok dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Penyakit-penyakit yang diakibatkan rokok antara lain kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, kanker mulut, hipertensi, penyakit jantung koroner, gangguan kehamilan dan gangguan pernapasan yang berakibat pada tingginya beban biaya pengobatan. Penduduk usia produktif dan remaja di Desa Karang bayan merupakan perokok aktif. Kebiasaan merokok mulai dilakukan sejak kecil atau dimasa remaja. Secara psikologis, upaya berhenti merokok menjadi sulit karena adanya pengaruh lingkungan sosial, kemudahan akses rokok, tidak adanya aturan yang membatasi usia perokok dan pengaruh teman sebaya. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini menurunkan kasus merokok pada remaja dengan melakukan intervensi menggunakan NTR dan melakukan therapy community, sehingga dapat menghentikan perilaku merokok secara efektif  pada remaja perokok aktif di Desa Karang Bayan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi dan observasi, penyuluhan, demonstrasi serta evaluasi. Pengisian quisioner dilakukan sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan NRT dan therapy community. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan maret sampai juli 2021, yang melibatkan Kepala Desa, sekretaris Desa, kader Desa dan 50 orang remaja perokok aktif. Setelah pemberian intervensi NTR dan therapy community terjadi penurunan jumlah konsumsi rokok perhari, dimana jumlah remaja yang merokok <5 batang per hari dari 5 orang (20%) menjadi 15 orang (60%), sedangkan yang merokok 5-10 batang per hari dari  9 orang (36%)  menjadi 7 orang (28%) dan yang merokok  >10 batang per hari juga mengalami penurunan dari  11 orang (44%) menjadi 3 orang (12%). Pemberian intervensi NRT dan therapy community dapat menurunkan jumlah konsumsi rokok per hari dan dapat menghentikan remaja untuk berhenti merokok yang dibuktikan dengan adanya tiga orang remaja yang berhenti merokok. Kata kunci: merokok; NRT; remaja; therapy community. AbstractSmoking are one of the leading causes of mortality in the world. Smoking habits can have a negative im pact on health. Diseases caused by smoking include lung cancer, chronic obstructive pulmonary disease, oral cancer, hypertension, coronary heart disease, pregnancy disorders and respiratory problems. Productive age-populations and teenagars in karang bayan village are active smokers. The smoking habits starts from childhood or adolescence. Psychologically, trying to stop smoking become difficult due to the social environment, easy access to cigarettes, the absence of regulations that limit the age of smoker and the influence of peers. The aim of this community service is to reduce smoking cases in teenagers by intervening using nicotine replacement therapy (NRT) and carrying out community therapy, so that they can stop smoking behavior effectively in active smoking teenagers in Karang Bayan village. The methods used for this event is socialization and observation, counseling, demonstration as well as evaluation. The questionnaire was filled out before the intervention and after the intervention with NRT and community therapy. This activity was carried out from March to July 2021, involving the Village Head, Village Secretary, Village cadres and 50 teenagers who active smoking. After providing NTR and community therapy interventions, there was a decrease in the number of cigarettes consumed per day, where the number of teenagers who smoked <5 cigarettes per day from 5 people (20%) to 15 people (60%), while those who smoked 5-10 cigarettes per day from 9 people (36%) to 7 people (28%) and those who smoke >10 cigarettes per day also decreased from 11 people (44%) to 3 people (12%). Providing NRT and community therapy interventions can reduce the number of cigarettes consumed per day and can stop teenagers from quitting smoking as evidenced by the three teenagers who quit smoking. Keywords: smoking; NRT; teenager; community therapy.