Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.114-119

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
Penyuluhan mengenai Penyakit Hipertensi dan Pelatihan Pembuatan Loloh Kunyit pada Kelompok Lansia Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Anak Agung Made Semariyani; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.55-60

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gianyar, Bali, yang memiliki prevalensi hipertensi sebesar 12.22% pada usia > 18 tahun, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan lansia. Desa Blahbatuh, khususnya Banjar Tengah, tercatat memiliki prevalensi hipertensi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Blahbatuh dan data dari Puskesmas Blahbatuh, kebutuhan akan penyuluhan kesehatan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat sangat mendesak. Selain masalah kesehatan, aspek ekonomi masyarakat juga memerlukan perhatian, terutama untuk mendukung kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit sebagai produk herbal lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi dan pelatihan praktis dalam pembuatan serta pengemasan loloh kunyit, yang dilakukan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi setiap bulan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pretes 68 yang meningkat menjadi 85 pada postes, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan cara pengolahan loloh kunyit sebagai produk ekonomi yang bermanfaat. Program penyuluhan hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesehatan dan potensi ekonomi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pembuatan produk herbal, yang dapat mendukung kesejahteraan lansia secara holistik.
Edukasi Penyakit Infeksi dan Pelatihan Pembuatan Sabun pada Kader Remaja di Yayasan Kerti Praja, Denpasar Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Gede Agus Surya Pratama
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.125-133

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) yang masih ditemukan pada kelompok usia remaja dan usia produktif. Kader remaja Yayasan Kerti Praja (YKP) Denpasar memerlukan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit infeksi serta keterampilan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader remaja mengenai penyakit infeksi serta memberikan pelatihan pembuatan sabun padat dan sabun cair berbahan alami dari tanaman obat keluarga (TOGA), yaitu lidah buaya dan belimbing wuluh. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan 10 kader remaja komunitas “Girls Act” melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan sabun dengan metode cold process. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar dari 86% pada pre-test menjadi 95,79% pada post-test, mengindikasikan terdapat peningkatan sebanyak 9,79 %. Selain itu, seluruh peserta (100%) aktif mengikuti kegiatan dan mampu menghasilkan produk sabun cair dan sabun padat sesuai prosedur. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta berpotensi mendukung perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh.  
Pembinaan Perkembangan Batita dan Pemanfataan Tanaman Lahan Sempit pada Keluarga Binaan Come Luh Gde Evayanti; I Wayan Sudiarta; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Ni Putu Diah Witari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.5535

Abstract

Periode emas dalam perkembangan otak manusia adalah 1000 hari pertama kehidupan (HAK). Perkembangan otak ini menunjangan perkembangan kognitif, motorik, dan berbahasa pada batita. Mitra pengabdian ini adalah keluarga binaan Community Oriented Medical Education (COME) 1000 HAK. Sebelumnya telah dilakukan wawancara dan pengamatan terkait perkembangan batita di keluarga tersebut. Sebanyak 10 keluarga binaan yang dilibatkan sebagai mitra. Kurangnya perhatian keluarga binaan terhadap pentingnya stimulasi perkembangan pada 1000 HAK bagi bayi akan berdampak pada penyimpangan perkembangan. Selain itu halaman rumah keluarga binaan tidak terdapat tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan keluarga binaan terkait pentingnya stimulasi perkembangan bagi batita dan pemanfaatan tanaman pekaranan rumah (lahan sempit). Metode yang digunakan adalah berdiskusi, praktek langsung, dan pemutaran video-video edukasi, serta penyediaan alat-alat stimulasi perkembangan dan hibah tanaman. Selanjutnya dilakukan follow up dan evaluasi kepada keluarga binaan. Kegiatan dilaksanakan dengan melalui kunjungan untuk melakukan survey kesehatan batita dan memberikan edukasi terkait perkembangan yang perlu dikuasai sesuai usia batita. Selanjutnya diberikan edukasi dan praktek yang melibatkan keluarga untuk memanfaatkan lahan sempit dengan menanam tanaman sayur-sayuran. Kegiatan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan follow up dan data analisis dari pre-test maupun post-test didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga binaan setelah mengikuti kegiatan.
Prevalensi Kejadian Anemia pada Siswi SMP Negeri 1 Kintamani Ni Putu Diah Witari; Sri Ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7411

Abstract

Anemia is a condition characterized by low levels of hemoglobin or red blood cell counts in the bloodstream, resulting in a decreased ability of the blood to transport oxygen throughout the body. The prevalence of anemia is relatively high, especially in developing countries. In Indonesia, there has been an increase in the prevalence of anemia among adolescents aged 15-24 years, reaching 13.6%. In Bali, the recorded prevalence of anemia is 21.9%, with Bangli Regency ranking second. Kintamani is one of the sub-districts located in Bangli Regency, and SMP Negeri 1 Kintamani is one of the middle schools in the area. This study aims to identify the prevalence of anemia among female students of SMP Negeri 1 Kintamani. The method used is a cross-sectional study involving 147 respondents. Hemoglobin levels were measured using the Easy Touch GCHb device. The results indicate that the prevalence of anemia among female students at SMP Negeri 1 Kintamani is 18.37%, with mild anemia at 12.24% and moderate anemia at 6.12%. The majority of respondents are 12 years old.