Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penyuluhan Pentingnya ASI Eksklusif dan Pelatihan Pengolahan Loloh Kunyit pada Ibu Hamil di Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani terkait Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.165-173

Abstract

Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, mitra yang terlibat adalah kelompok ibu hamil di Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Bangli. Stunting, atau gagal tumbuh, menjadi fokus karena menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang mungkin memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Data dari Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa Kabupaten Bangli memiliki tingkat stunting tertinggi di Provinsi Bali, mencapai 43,2%. Stunting menyebabkan anak tidak mencapai tinggi badan yang diharapkan untuk usianya, dengan dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Faktor-faktor seperti pengetahuan dan ekonomi masyarakat memainkan peran penting. Edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif dan pelatihan pengolahan loloh kunyit untuk meningkatkan pendapatan keluarga menjadi solusi yang diberikan. Solusi ini tidak hanya mengatasi masalah gizi secara langsung tetapi juga membantu memecahkan masalah ekonomi yang mungkin menjadi hambatan bagi akses terhadap gizi yang memadai. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang ASI eksklusif dan pelatihan dalam pengolahan loloh kunyit. Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi bulanan oleh tim pengabdian. Dalam kegiatan ini, melibatkan 9 anggota ibu hamil sebagai mitra. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra dari nilai pretes rata-rata sebesar 5,4 menjadi nilai postes rata-rata sebesar 7,1. Di samping pengetahuan, diharapkan juga terjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan dalam pemberian ASI eksklusif dan pemahaman tentang pentingnya gizi yang seimbang bagi pertumbuhan anak. Dengan pendekatan ini, diharapkan terjadi perubahan yang signifikan dalam kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil dan anak di masyarakat Desa Batur Tengah, Bangli.
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.114-119

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
Penyuluhan mengenai Penyakit Hipertensi dan Pelatihan Pembuatan Loloh Kunyit pada Kelompok Lansia Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Anak Agung Made Semariyani; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.55-60

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gianyar, Bali, yang memiliki prevalensi hipertensi sebesar 12.22% pada usia > 18 tahun, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan lansia. Desa Blahbatuh, khususnya Banjar Tengah, tercatat memiliki prevalensi hipertensi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Blahbatuh dan data dari Puskesmas Blahbatuh, kebutuhan akan penyuluhan kesehatan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat sangat mendesak. Selain masalah kesehatan, aspek ekonomi masyarakat juga memerlukan perhatian, terutama untuk mendukung kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit sebagai produk herbal lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi dan pelatihan praktis dalam pembuatan serta pengemasan loloh kunyit, yang dilakukan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi setiap bulan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pretes 68 yang meningkat menjadi 85 pada postes, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan cara pengolahan loloh kunyit sebagai produk ekonomi yang bermanfaat. Program penyuluhan hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesehatan dan potensi ekonomi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pembuatan produk herbal, yang dapat mendukung kesejahteraan lansia secara holistik.