Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Integrasi Sains Dan Agama Sebagai Indikator Keunggulan Akademik Sekolah Islam : Studi Literatur Ikawa Rosyida; M. Nurul Humaidi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7580

Abstract

Fenomena munculnya sekolah Islam unggul di Indonesia menunjukkan adanya perubahan pada system pendidikan yang lebih maju dengan model integrasi agama dan sains dalam kurikulumnya. Integrasi tersebut dipandang penting sebagai solusi terhadap pemisahan antara ilmu agama dan sains dalam praktik pendidikan selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sains dan agama sebagai indicator keunggulan sekolah Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan studi kepustakaan berupa pengumpulan data ilmiah melalui jurnal, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Islam unggul berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang menekankan pada aspek spiritual maupun intelektual. Integrasi tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum integrative, budaya religious sekolah, serta pembelajaran yang menghubungkan antara pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, integrasi agama dan sains menjadi salah satu indicator utama keunggulan sekolah Islam karena mampu membangun keseimbangan antara spiritual dan intelektual. Meski demikian, implementasi integrasi ini masih menghadapi berbagai tantangan terutama pada kompetensi guru dan pengembangan kurikulum yang belum sepenuhnya sistematis. Dengan demikian, integrasi sains dan agama perlu terus dikembangkan agar sekolah Islam mampu menjadi model pendidikan Islam kontemporer yang menghasilkan kompetensi yang seimbang antara intelektual dan spiritual.
Muhammadiyah Sufism: Building Students' Character and Faith Through Spiritual Education Richway Richway; Romelah Romelah; M. Nurul Humaidi
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 10 No. 2 (2025): JIE: (Journal of Islamic Education)
Publisher : Yayasan Letiges Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/jie.v10i2.363

Abstract

This study explores the important role of Muhammadiyah Sufism in building character, optimising the purification of students' beliefs, and exploring the positive impact of the Islamic spirituality approach implemented by Muhammadiyah. The research method used involves qualitative data collection with a phenomenological approach involving semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation with Muhammadiyah educational actors who have implemented the Sufi approach, namely the principal, teachers, and several students of Muhammadiyah Elementary School, Lahat. The data analysis technique uses the Miles and Huberman method, which focuses on the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion, for data validity techniques using triangulation. The research findings show that Muhammadiyah Sufism can strengthen the beliefs of Muhammadiyah Elementary School Lahat students, increase a deep understanding of Islamic teachings, and form positive characters in living their daily lives. This can be done through spiritual practices such as reading the Qur'an, sunnah prayers, dhikr, and sunnah fasting. This study also found that the implementation of Sufism in Muhammadiyah education helps students recognise and avoid practices inconsistent with pure Islamic teachings, such as excessive tawassul (circumambulation) and extreme meditation. Thus, Muhammadiyah Sufism education serves as a tool to purify faith and shape individuals with noble character and positive societal contributions. This study emphasises the importance of integrating Sufi values into the educational curriculum to create a generation that is intelligent, ethical, and capable of facing the challenges of the modern era. A limitation of this study is its limited focus on Muhammadiyah Elementary School in Lahat, which may reduce the generalizability of the findings regarding the implementation of Sufism in the broader context of Muhammadiyah education.