Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Persepsi Pedestrian terhadap Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki: Studi Kasus Pusat Kota Banda Aceh Nanda, Qisthina; Irwansyah, Mirza; Yusuf, Myna Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.26740

Abstract

Meningkatnya aktifitas mempengaruhi pergerakan pendukung yaitu jalur pejalan kaki yang dapat meningkatkan intensitas pergerakan di sebuah kota. Penyediaan jaringan pejalan kaki yang baik sangat penting untuk keberhasilan pergerakan perkotaan antara pejalan kaki dengan transportasi yang didukung dengan tersediannya jalur pedestrian di perkotaan namun kondisi eksisting jalur pedestrian di kawasan pusat kota hamper keseluruhan telah di salahfungsikan sebagai tempat berdagangan dan parkir liar kendaraan sehingga terganggu kenyamanan para pejalan kaki dan tidak berkenan untuk berjalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kenyamanan jalur pedestrian berdasarkan persepsi pedestrian menggunakan variabel sirkulasi, iklim dan cuaca, kebisingan, kebersihan, aroma atau bau-bauan, bentuk, keamanan dan keindahan. Metode yang dilakukan yaitu deskrptif kuantitatif dengan perbandingan presentase berdasarkan data dari hasil penyebaran kuesioner dengan alat ukur skala Likert. Hasil analisis menyatakan bahwa segmen 4 (jalan Pante pirak) memiliki penyediaan jalur pedestrian dengan keyamanan yang lebih baik dengan persepsi pedestrian terhadap sirkulasi berada pada segmen 4, terhadap iklim dan cuaca berada di segmen 2, kebisingan yang mengganggu berada di segmen 4, kebersihan berada pada segmen 4, aroma dan bau-bauan berada di segmen 4, terhadap bentuk yang aman berada di segmen 4, terhadap keamanan berada di segmen 3 serta terhadap keindahan jalur berada di segmen 4.
Penerapan Tema Galeri Seni dan Industri Kreatif di Kota Banda Aceh dengan Pendekatan Arsitektur Ahari, Afdilla; Irwansyah, Mirza; Nasution, Burhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26475

Abstract

Masa depan ekonomi Indonesia pasca pertumbuhan sektor agronomi, menghadirkan perkembangan industri kreatif yang sangat beragam dan mengesankan. Fenomena ini terjadi karena pertumbuhan yang luar biasa dari pelaku industri kreatif, baik skala kecil maupun besar, yang mampu menciptakan karya-karya unggul dalam berbagai bidang. Untuk mengekspresikan kreasi seni rupa dan mengembangkan kapasitas diri para seniman dibutuhkan fasilitas seperti ruang pamer, ruang pertunjukan, ruang pelatihan dan sebagainya. Galeri seni rupa di Kota Banda Aceh perlu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi keperluan dariberbagai sudut, termasuk apresiasi seni, pendidikan, hiburan, sertakontribusi ekonomi dengan pendekatan arsitektur kontemporer yang ikonik tanpa meninggalkan esensi fungsi dan estetis sehinggamenumbuhkan atmosfer seni dan kreatifitas dari bangunan itu sendiri. Arsitektur kontemporer dianggap sesuai dengan realitas seni saat ini yang mencakup beragam aliran dan tipe. Oleh karena itu, dalam kontekskemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi, arsitektur kontemporermuncul sebagai pendekatan dalam merancang bangunan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu Banda Aceh perlu memiliki galeri seni rupa dan tempat industri kreatif sesuai dengan bentuk arsitektur kontemporer.
Rencana Pengembangan Peternakan Terpadu di Gampong Klieng Cot Aron, Aceh Besar: Respons Terhadap Perubahan Lingkungan dan Ekonomi Lokal Zuraidi, Evalina; Irwansyah, Mirza; Caisarina, Irin
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i3.41615

Abstract

This paper reports on a community service activity conducted in Gampong Klieng Cot Aron, Aceh Besar Regency, to assist the local community in formulating a development plan for integrated livestock farming. This initiative responds to the environmental and local economic changes resulting from the construction of a toll road and the expansion of the brick industry. Methods such as observation, interviews, and Participatory Rural Appraisal (PRA) were employed to gather data and input from the community. The findings indicate a shift in livestock farming patterns from exclusive to inclusive and semi-inclusive systems. The proposed development plan includes an integrated livestock farming concept focusing on site selection and livestock pen design, waste management, enhancement of farmers' knowledge, and marketing of livestock products. Furthermore, land integration with the cultivation of elephant grass, corn, and sweet potatoes is suggested to support economic diversification and ensure a sustainable feed supply. Supporting facilities, such as a livestock service center and the establishment of a village-owned enterprise (Badan Usaha Milik Gampong-BUMG), are also proposed to strengthen the village economy.
Karakteristik Pendukung Pengembangan Pusat Kota Baru Batoh-Lamdom Sebagai Kawasan Kompak Isnanda, Risna; Irwansyah, Mirza; Rizkiya, Putra
Jurnal RAUT VOLUME14, No 1 (2025): EDISI JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v14i1.45821

Abstract

Kota kompak dapat menjadi jawaban dari permasalahan perkotaan berupa pembangunan yang menyebar dengan memberi sinergi kepadatan penduduk yang ideal, kegiatan ekonomi dan sosial yang terkonsentrasi, dan intensifikasi transportasi umum yang lebih baik. Pembangunan Kota Banda Aceh yang cenderung ke arah Selatan merupakan dampak dari kejadian tsunami tahun 2004, sehingga menjadikannya sebagai wilayah Pusat Kota Baru di masa depan, tepatnya di Kawasan Batoh-Lamdom. Pembangunan tersebut memberikan dampak berupa pembangunan yang menyebar. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan perencanaan pembangunan di wilayah Pusat Kota Baru Batoh-Lamdom. Penelitian ini bertujuan melihat kesesuaian wilayah untuk menjadi kota kompak. Beberapa hal dasar yang dilihat berupa kependudukan, prasarana, hingga kebencanaan wilayahnya. Pusat Kota Baru Batoh-Lamdom memiliki penduduk dengan usia produktif, prasarana yang telah memenuhi, dan tingkat bahaya bencana yang minim. Beberapa hal tersebut dapat menjadi modal dasar untuk penerapan konsep kota kompak.
Spatial Planning and Urban Open Space Utilization in Banda Aceh: A Policy Implementation Review Aditya, Atika; Irwansyah, Mirza
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the implementation of regional spatial planning (RTRW) policy in the utilization of public open spaces in Banda Aceh’s city center. Public open spaces play a critical role in urban environments, providing ecological, social, and recreational benefits. However, the success of spatial planning policies depends heavily on their realization on the ground. This research employs a qualitative approach, combining field observations with document analysis to assess whether the public open space components outlined in Banda Aceh’s RTRW are being implemented. The findings reveal a notable discrepancy between planning and execution. Several public areas that have been designated as open spaces in the RTRW remain undeveloped or neglected, with limited government intervention or infrastructure development. This disconnect suggests issues in policy enforcement, budgeting, or coordination among relevant stakeholders. As a result, the potential of these spaces to contribute to urban sustainability and community well-being remains underutilized. The study underscores the need for more consistent monitoring, cross-sector collaboration, and community involvement to ensure that spatial planning policies are effectively translated into functional and accessible public open spaces. Strengthening the implementation process could play a significant role in enhancing the urban quality of life in Banda Aceh.
Optimization of Indoor Health and Comfort Based on Greenship Homes 1.0 in Commercial Housing Yudrika, Nilfa; Irwansyah, Mirza
Journal of World Science Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i3.263

Abstract

ABSTRACT Aceh high population density causes pressure on the housing sector, and the increasing number of housing developers results in increasingly varied housing types. Royal De' Khansa housing was chosen because it is expected to contribute to sustainable development. CO2 emissions from buildings can have an impact on human health, and Greenship Homes 1.0 is a standardization of the implementation of sustainability practices that can help improve the health and comfort of indoor residential homes. This study aims to calculate the value of IHC criteria in residential houses and provide recommendations for optimizing indoor air quality using qualitative methods and explanatory descriptive approaches. This research was conducted using qualitative methods with a descriptive and explanatory approach. The study grouped the population into a homogeneous classification with all existing houses in the Royal De' Khansa housing. Royal De' Khansa housing types 65 and 85 have met 80% of the IHC category. Types 110 and 120 have met 85% of the IHC category or equivalent to 10 of the 13 IHC points that must be met. Residents are satisfied with this residence in terms of comfort, cleanliness, noise, ventilation, and lighting. The application of GreenSHIP Homes 1.0 in commercial housing in Aceh Besar can provide benefits in optimizing the health and comfort of the room. By meeting 80-85% of the IHC category, Royal De' Khansa housing can provide a healthy and comfortable environment for its residents.
Banda Aceh Metamorphosis: Analyzing The Impact of Urban Sprawl in Meuraxa District Rahmah, Siti; Fadhly, Noer; Irwansyah, Mirza
Journal of World Science Vol. 2 No. 11 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i11.477

Abstract

The rapid development of Banda Aceh City has led to a surge in population growth, causing unstructured development in suburban areas, particularly in Meuraxa District, where the land use has undergone a significant transformation. This research aims to analyze the impact of urban sprawl on the form of the city of Banda Aceh in terms of the physical condition of Meuraxa District. Utilizing a quantitative approach with geographic analysis, the study employs remote sensing and GIS (Geographic Information System) applications, specifically ArcGIS SHP map data. The analysis covers the period from 2010 to 2020, revealing a noteworthy increase in housing land use in Meuraxa District. The findings indicate that Meuraxa District has experienced urban sprawl, evidenced by the reduction in undeveloped land, there was an increase in land use for housing, improved accessibility, and increased availability of facilities. The GIS data-based urban sprawl development model categorizes Meuraxa District as an "edge expansion" type, with a calculated T value falling in the 0 < T < 0.5 range.
TEMPORARY RESIDENTIAL DESIGN ANALYSIS TYPE OF HEX HOUSE FOR DISASTER SURVIVAL IN INDONESIA Awaluddin Azril; Mirza Irwansyah; Yunita Idris
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 2 No. 1 (2022): DECEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v2i1.104

Abstract

Temporary shelter (huntara) is an effort to fulfill basic human needs for survivors after a disaster. Shelters aim to provide protection with dignity, a sense of security and comfort, fulfillment of social needs, and easy access to finding a livelihood. The research object refers to the Hex House Type shelter design. This study aims to determine the feasibility standard indicators that are met by the design. Design feasibility indicators are measured through the “six key eligibility criteria” approach based on the concept formulation of Jo Da Silva and C.Crook. The research method uses a qualitative approach with descriptive analysis. Data sourced from document review. The results obtained, the Hex House design in general meets the indicators to be implemented in Indonesia.
Identifikasi Rumah Layak Huni di Gampong Lampulo, Banda Aceh Idawati, Dyah Erti; Aditya, Atika; Dewi, Cut; Irwansyah, Mirza; Mahmud, Mirza; Batara Nurfajri Arisaputri, Sri; Mazaya, Ulfa; Maharani, Lisa
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i3.49614

Abstract

This community service activity was carried out in Lampulo Village, specifically in T. Teungoh Hamlet, Banda Aceh City, to identify the condition of habitable houses and analyze the factors influencing housing quality in coastal communities. Lampulo is a densely populated area where most residents work as fishermen, and it continues to face challenges such as limited space, deteriorating building quality, and inadequate access to sanitation and clean water. The program was implemented through stages of coordination with village officials and related agencies, field observations of housing and environmental conditions, and public hearings with community members to verify findings and gather local perspectives. The results of the identification show significant variations between habitable and non-habitable houses. Habitable houses generally have solid permanent structures, reliable access to clean water, adequate sanitation, and sufficient space in line with the minimum standard of 9 m per person. In contrast, non-habitable houses are characterized by structural damage, poor ventilation and lighting, inadequate sanitation, and high occupant density. Beyond physical conditions, socio-economic factors, housing ownership status, and land legality also play a crucial role in determining housing habitability. These findings highlight the importance of housing quality improvement strategies in coastal areas that not only focus on building standards but also address socio-economic conditions and land tenure security. This community service program is expected to serve as a foundation for local governments and stakeholders in formulating sustainable policies for improving coastal settlement environments.
Faktor Pembentuk Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Sebagai Ruang Sosial Perkotaan Di Pusat Kota Banda Aceh Yusuf, Myna Agustina; irwansyah, Mirza; Nanda, Qisthina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.14337

Abstract

Pedestrian way merupakan salah satu ruang publik sebagai bagian dari ruang jalan. Hal ini berarti jalur pejalan kaki sebagai ruang aktivitas sosial masyarakat yang dapat menunjang pergerakan perkotaan. Penyediaan jaringan pejalan kaki yang baik dan nyaman penting bagi keberhasilan mobilitas dan aktivitas sosial perkotaan bagi masyarakat kota dengan ciri utama pergerakan yang dinamis. Kondisi ini harusnya dimiliki Kawasan Kampung Baru Kota Banda Aceh sebagai kawasan dengan aktivitas tinggi namun jalur pedestriannya banyak yang telah dialihfungsikan sebagai penempatan atribut barang dagangan dan parkir liar kendaraan mengakibatkan ketidaknyamanan dan fungsi dasar ruang publik/sosial kawasan ini hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan jalur pedestrian serta bagaimana mendukung fungsinya sebagai ruang sosial perkotaan. Variabel yang digunakan adalah sirkulasi, iklim atau cuaca, kebisingan, kebersihan, aroma, bentuk, kenamanan dan keindahan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan kuisioner, serta teknik analisis yang digunakan adalah analisis faktor dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan 6 faktor pembentuk yaitu faktor 1 yaitu kualitas jalur pedestrian, faktor 2 mengenai sirkulasi, faktor 3 yaitu keamanan dan keindahan, faktor 4 mengenai kebersihan, faktor 5 yaitu fasilitas pendukung dan tfaktor 6 yaitu iklim/cuaca. Faktor kualitas menjadi faktor utama yang menandakan bahwa minat dan kenyamanan seseorang untuk menggunakan pedestrian way sangat ditentukan oleh kualitas fisik pedestrian sebagai sebuah ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Fakto-faktor ini menjadi faktor utama dalam mendukung pengoptimalan fungsi jalur pejalan kaki kawasan kampung baru sebagai ruang publik dengan fungsi pergerakan dan fungsi sosial. Pemanfaatan kawasan sebagai ruang sosial yaitu adanya aktivitas sosial dapat dikembangan kawasan ini merupakan kawasan dengan tingkat aktivitas tinggi. Wadah aktivitas dan interaksi sosial di ruang publik di Kota Banda Aceh harus dikembangkan mengingat saat ini yang dominan digunakan adalah ruang publik privat seperti warung kopi. .