Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Layanan Pos Bantuan Hukum Posbakum Sebagai Upaya Mewujudkan Keadilan Hukum di Pengadilan Negeri Mojokerto Kelas 1A Firdhauzya, Rahajeng Amatul; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan (Inovant) Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country of laws. Everyone has the right to make it happen, but not everyone understands legal issues, especially those who can't afford it. The government has taken steps to overcome this problem, namely by having Posbakum in Court. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the Mojokerto District Court Posbakum services. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that service effectiveness is measured using indicators according to Duncan, namely: (1) Achievement of goals, quite effective and obstacles still found in the time bracket factor (2) Integration, not yet effective because there are obstacles in the process of Posbakum services to the community and related socialization has not yet been carried out widely to villages or sub-districts that are far from the city of Mojokerto. (3) Adaptation, quite effective. Supporting factors in this Posbakum service, there is cooperation with competent parties, there is a budget, there are facilities or facilities to support success. The recommended suggestions are conducting widespread socialization by recording and scheduling remote locations, making videos or information on social media, creating suggestion boxes to criticize services and conducting evaluations. It is hoped that this will increase employee capacity building by participating in training, seminars, technical guidance, workshops related to legal aid services, increasing time discipline and integrating information related to advertising by arranging schedules and hearings and ensuring that the information provided is as needed so you don't feel suffering from waiting.   Keywords: Effectiveness, Public services, Posbakum  
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM CUILAN ZENK DI DESA GODEAN KABUPATEN NGANJUK Rizki, Vina; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Empowerment Through the Cuilan Zenk MSME Program in Godean Village, Nganjuk Regency. Implementation of participatory development is a form of creative innovation for the residents of Godean Village, from zinc chips to household products that have economic value. Community empowerment still needs to run optimally given to Cuilan Zenk MSME actors and is a form of tourism centre. He managed culinary to increase economic growth. This research aims to describe community empowerment strategies through the Cuilan Zenk MSME program. The research method used was Milles and Huberman's analysis. The research results show community empowerment through the Cuilan Zenk MSME program is going well with the first indicator, Motivation. The Godean Village Government often appeals to develop the potential of the Cuilan Zenk Program so that it is managed well. Providing advice and Motivation is carried out both officially and personally to traders who participate in the scope of business actors in the Cuilan Zenk program. Second, the Skills Training program for the Cuilan Zenk MSME empowerment program has been implemented. Socialization and training activities are more about soft skills training in collaboration with the Nganjuk Regency Industry and Trade Service. Third, the self-management of business actors in Cuilan Zenk began to grow after socialization and activity carried out by various parties from both the Godean Village Government Service and the Nganjuk Regency regional government with evidence from the increase in traders in the Cuilan Zenk program to 18 business units, and now there are 24 business units. Fourth, resource mobilization in the Cuilan Zenk MSME empowerment program has been accommodated quite well. Each business unit still relies on personal capital with assistance from anywhere for each business unit.   Keywords: Empowerment, Cuilan Zenk, Godean Village  
Implementasi Kebijakan Beasiswa Pemuda Tangguh oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata Kota Surabaya Dwi, Melinda; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda Tangguh Scholarship is a policy that aims to help students in Surabaya complete their education. This research analyzes the implementation of the policy by the Department of Culture, Youth and Sports and Tourism the City of Surabaya. It identifies both supporting and inhibiting factors in the policy's implementation. The research uses a descriptive, qualitative approach and applies Grindle's theory with two implementation indicators: content of policy and context of implementation. Content of policy includes interests affected, type of benefits extent of change envisioned, site of decision making, programs implementors, and resources committed. Context of implementation includes power, interests, and strategy of actors involved, institutions and regimes characteristics, as well as compliance and responsiveness. The research shows that the policy is supported by interest in reducing poverty through education, benefits in the form of education costs, and the goal of completing education. The characteristics of the institution also facilitate information exchange between the government and scholarship recipients. However, the policy is hindered by factors such as decision-making, resources, power, interests, and strategies of actors involved, as well as compliance and responsiveness related to the fulfillment of scholarship recipient students. To improve implementation, the study suggests additional training for supervisors, intensified outreach in additional activities in synergy with other agencies, and strict warnings to students to fulfill their obligations as scholarship recipients.
Efektivitas Pelayanan Pembuatan KTP Digital Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya amory, reiva; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik menjadi salah satu pendekatan dalam mengukur seberapa baik instansi pemerintah dalam menjalankan mandat dan operasionalnya. Kurangnya sosialisasi dalam pembuatan KTP Digital membuat masyarakat sering mengalami kegagalan dalam pengaktifan IKD (Identitas Kependudukan Digital). Maka dari itu, tujuan dari studi ini ialah ingin melihat dan mengukur efektivitas pelayanan pembuatan KTP Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya. Topik Penelitian Efektivitas pelayanan pembuatan KTP Digital Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya diteliti oleh peneliti dalam studi ini. Pengumpulan data merupakan strategi yang digunakan oleh peneliti untuk menggali informasi dalam konteks penelitian tertentu. Pada penelitian ini, peneliti memilih metode kualitatif, sehingga data yang dikumpulkan harus memiliki kedalaman, kejelasan, dan kekhususan yang tinggi. Efektivitas Pelayanan Pembuatan KTP Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, melalui pengukuran efektivitas menurut Duncan (dalam Hasanah Budi, 2018) yaitu : Mencapai tujuan, Integrasi, dan Adaptasi. Hasil dari pencapaian tujuan membantu memudahkan masyarakat dalam pembuatan KTP Digital, integrasi mengadakan sosialisasi untuk masyarakat yang belum paham akan KTP Digital, dan adaptasi membantu masyarakat yang mengalami kesulitan saat aktivasi IKD, serta dapat mendeskripsikan beberapa Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat untuk Pelayanan Pembuatan KTP Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya. Faktor pendukung saat ini Dispendukcapil telah melakukan pemerataan sosialisasi kebeberapa kecamatan. Berdasarkan hasil bahwa faktor penghambat layanan pembuatan KTP Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil belum berjalan efektiv dikarenakan masih kurang nya sosialisasi terhadap masyarakat dalam pembuatan KTP Digital, peneliti berharap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya segera memaksimalkan sosialisasi terhadap masyarakat agar tidak terjadi kegagalan lagi saat aktivasi IKD (Identitas Kependudukan Digital).
Analisis Inventarisasi Aset pada Mesin Fingerprint di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya Lestari, Cintya Cindy; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi merupakan kegiatan untuk pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan pada Barang Milik Daerah (BMD). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sistem inventarisasi aset dan kendala selama inventarisasi aset pada mesin fingerprint Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi (observasi, wawancara, dokumentasi) yang dilakukan di BKPSDM Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan cara reduksi data yang sudah di kumpulkan, menyajikan informasi data penelitian dan menarik kesimpulan. Temuan hasil penelitian ini berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah dengan tahapan inventarisasi tahap persiapan (pembentukan tim dan penyiapan data awal), tahap pelaksanaan (pendataan, identifikasi, monitoring dan evaluasi), tahap pelaporan, dan tahap tindak lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pembentukan tim inventarisasi BKPSDM Kota Surabaya sudah dilakukan namun belum adanya rencana kerja pada tugas dari tim inventarisasi BKPSDM Kota Surabaya. 2) Penyiapan data awal di BKPSDM Kota Surabaya antara lain seperti Kartu Inventaris Barang (KIB), Kartu Stock, Kartu Inventaris Ruangan (KIR), berita acara penerimaan barang melalui aplikasi SIJAKA dan SIMBADA. 3) Pendataan dan identifikasi sudah dilakukan namun terkendala pada ketidaksingkronan antara data inventarisasi. 4) Monitoring belum dilaksanakan secara rutin dan tidak ada evaluasi. 5) Pelaporan internal di BKPSDM Kota Surabaya dilakukan satu tahun sekali dan lima tahun sekali di BPKAD. 6) Tindak lanjut inventarisasi aset di BKPSDM Kota Surabaya sudah dilaksanakan namun terdapat kendala pada tahap tindak lanjut koreksi, dan pencatatan. Kata Kunci : inventarisasi aset, mesin fingerprint, pendataan, pelaporan. Inventory is an activity for data collection, recording, and reporting the results of data collection on Regional Property (BMD). This research was conducted to find out the asset inventory system and obstacles during asset inventory on the Surabaya City Personnel and Human Resources Development Agency (BKPSDM) fingerprint machine in accordance with the Regulation of the Minister of Home Affairs (Permendagri) Number 47 of 2021 concerning How to Implement Bookkeeping, Inventory, and Reporting of Regional Property. This research uses a qualitative method with a descriptive approach with triangulation data collection techniques (observation, interviews, documentation) conducted by BKPSDM Surabaya City. This research uses data analysis techniques by reducing the data that has been collected, presenting research data information and drawing conclusions. The findings of this study are based on the Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 47 of 2021 concerning Procedures for the Implementation of Bookkeeping, Inventory, and Reporting of Regional Property with the inventory stages of the preparation stage (team formation and preparation of initial data), the implementation stage (data collection, identification, monitoring and evaluation), the reporting stage, and the follow-up stage. The results of this study show that: 1) the formation of the Surabaya City BKPSDM inventory team has been carried out but there is no work plan for the tasks of the Surabaya City BKPSDM inventory team. 2) Preparation of initial data at BKPSDM Surabaya City includes the Goods Inventory Card (KIB), Stock Card, Room Inventory Card (KIR), minutes of receipt of goods through the SIJAKA and SIMBADA applications. 3) Data collection and identification have been carried out but are constrained by the inconsistency between inventory data. 4) Monitoring has not been carried out regularly and there is no evaluation. 5) Internal reporting at BKPSDM Surabaya City is carried out once a year and once every five years at BPKAD. 6) Follow-up of asset inventory in BKPSDM Surabaya City has been carried out but there are obstacles at the follow-up stage of correction, and recording. Keywords: asset inventory, fingerprint machine, data collection, reporting.
Efektivitas Program Identitas Kependudukan Digital Dalam Menunjang Pelayanan Publik Pada Masyarakat di Kelurahan Pagesangan Kusuma Wardani, Dinda Pramesti; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai penyedia layanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik demi meningkatan pelayanan publik. Melalui program IKD diharapkan bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan administrasi kependudukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan analisis secara detail mengenai efektivitas Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam mempermudah pelayanan publik kepada masyarakat di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat atau mendukung pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian yang dilakukan menggunakan teori efektivitas menurut Duncan yang meliputi 3 indikator yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa efektivitas program IKD di Kelurahan Pagesangan sudah cukup efektif. Penetapan efektivitas program ini didasarkan pada indikator-indikator yang sudah berkinerja baik, antara lain Pencapaian tujuan dengan sub indikator kurun waktu dan dasar hukum, Integrasi dengan sub indikator prosedur, Adaptasi dengan sub indikator peningkatan kemampuan pegawai dan sarana prasarana. Meskipun sudah terlaksana dengan baik, namun program ini masih menghadapi banyak tantangan, antara lain tujuan program yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan, masyarakat yang tidak memiliki perangkat dengan spesifikasi mendukung dan program yang kurang diketahui masyarakat. Rekomendasi yang diperoleh dari penelitian ini menyarankan perluasan upaya sosialisasi terkait Identitas Kependudukan Digital. Selain itu, disarankan untuk meningkatkan kemampuan petugas pelayanan melalui pelatihan dan bimbingan teknis untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam memfasilitasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Selain itu, disarankan untuk memaksimalkan saluran komunikasi yang digunakan dalam program sosialisasi.
Efektivitas “Program Pelayanan Sayang Warga” Untuk Meningkatkan Kesadaran Warga Surabaya Taat Administrasi Kependudukan di Kelurahan Krembangan Selata imron, huda maulana; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Efektivitas “Program Pelayanan Sayang Warga” dalam meningkatkan kesadaran warga Surabaya taat Administrasi Kependudukan di Kelurahan Krembangan Selatan. Dalam konteks Pelayanan Publik, Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Administrasi Kependudukan menjadi krusial dalam memastikan legalitas, perlindungan, dan keakuratan data penduduk. Penelitian ini juga menggambarkan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan melalui “Program Pelayanan Sayang Warga”. Program ini dirancang untuk mendekatkan Pelayanan kepada masyarakat dengan menjadikan Balai RW sebagai pusat Pelayanan. Penelitian ini menganalisis Program tersebut serta respons dari berbagai pihak terkait, termasuk para petugas pelayanan dan warga. Identifikasi masalah dalam penelitian ini meliputi kurangnya sarana prasarana di Balai RW, kurangnya sumber daya manusia yang paham tentang Administrasi Kependudukan, kurangnya disiplin waktu pegawai staf kelurahan, dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang “Program Pelayanan Sayang Warga". Dalam Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif Deskriptif yang bertujuan untuk mencari, menganalisis dan mengelola dari peristiwa langsung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mencapai sebagian besar tujuannya dalam meningkatkan kesadaran dan aksesibilitas masyarakat terhadap Administrasi Kependudukan. Kemudahan akses layanan di Balai RW dan peningkatan jumlah pengunjung mencerminkan keberhasilan program dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan melalui media sosial dan tokoh masyarakat dinilai efektif meskipun ada tantangan dalam menjangkau kelompok lansia dan masyarakat yang kurang paham teknologi. Pemantauan program dilakukan oleh lurah dan keterlibatan berbagai pihak dalam evaluasi program menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan program.Kata Kunci : Efektivitas, Program Pelayanan Sayang Warga, Administrasi Kependudukan
Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Plumpang Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan Maulania, Maghfiroh Izzani; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Tujuan penelitian ini unturk mernganalisis hasil Ervalurasi Perlaksanaan Program Kerlurarga Harapan Di Dersa Plurmpang Kercamatan Surkodadi Kaburpatern Lamongan. Penelitian ini mengunakan teori Evaluasi oleh William N.Dunn yaitu Efektifivitas, Efesiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsivitas dan Ketepatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Narasumber dari penelitian ini adalah Koordinator PKH Kabupaten Lamongan, Kepala Desa Plumpang, Pendamping PKH Desa Plumpang, penerima manfaat PKH dan bukan penerima manfaat PKH. Sumber data primer penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Sumber Data Sekunder adalah peraturan, buku pedoman, arsip, website dan literature lainnya. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah purposive sampling . Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Efektivitas, pelaksanaan Program Keluarga Harapan sudah cukup efektif namun masih terdapat miskoordinasi antara pendamping dan kepala desa; Efisien, pelaksanaan program sudah sesuai dengan Keputusan Direktur Jaminan Sosial: Kecukupan, dalam pelaksanaan terkait pada kecukupan tergantung pada kebutuhan setiap individu; Kesamaan, pelaksanaan program masih belum sepenuhnya merata dalam pemilihan penerima manfaat; Responsivitas, perlu adanya perubahan data agar tepat sasaran penerimaan; Ketepatan, ketepatan sosialisasi dan RTSM sudah tepat namu dalam pemilihan penerima manfaat masih belum tepat.
Implementasi Program Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Benowo Kota Surabaya Anggraini, Dewi; isbandono, prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Yankestrad (pelayanan kesehatan tradisional) merupakan upaya promotif dan preventif atau sebagai terapi komplementer kepada masyarakat maksudnya memanfaatkan salah satu pelayanan kesehatan alternatif bagi masyarakat diluar pengobatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan terkait implementasi program pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) pada penderita hipertensi di Puskesmas Benowo Kota Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan menurut George C. Edward III yang meliputi 4 indikator yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator komunikasi belum terlaksana dengan baik, aspek transimisi dan aspek kejelasan banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya program Yankestrad karena saat sosialisasi maupun penyuluhan hanya beberapa masyarakat saja yang hadir, aspek konsistensi belum konsisten antara pelaksana kebijakan yaitu Puskesmas Benowo kepada sasaran kebijakan atau masyarakat. Indikator sumber daya belum terlaksana dengan baik, pada aspek sumber daya staff dan aspek sumber daya fasilitas sudah memadai serta sesuai dengan kompetensinya, pada karena aspek sumber daya anggaran masih belum maksimal karena ditemui kendala yakni anggaran khusus dari Dinkes terkait program Yankestrad tidak dianggarkan untuk tarif pelayanannya. Indikator disposisi sudah terlaksana dengan baik dimana pengangkatan birokrat sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan pada aspek insentif tidak adanya pemberian insentif karena tidak ada regulasi yang mengatur terkait pemberian insentif. Indikator struktur birokrasi belum terlaksana dengan maksimal, pada aspek Standart Operating Procedures (SOP) pelaksanaanya sesuai dengan SOP yang diterapkan namun masyarakat belum mengetahui terkait alur pelayanannya dan pada aspek fragmentasi sudah terlaksana dengan baik dalam tugas dan tanggung jawabnya.Kata Kunci : Implementasi, Program Yankestrad, Penderita hipertensi
Efektivitas Pelaksanaan Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD ) Kabupaten Gresik Tahun 2023 Hikmah, Dian Lailatul; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah atau LPPD merupakan laporan tentang bagaimana Pemerintah Daerah dalam menjalankan pemerintahannya selama satu (satu) tahun anggaran dan disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Pemerintah Pusat. Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( LPPD ) harus dilaporkan setiap tahun dan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur selambat-lambatnya 3 bulan setelah anggaran berakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Efektivitas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan teori tahapan penyusunan LPPD menurut Permendagri No 18 Tahun 2020 meliputi pembentukan tim penyusun dan pereviu, pengumpulan data dan dokumen pendukung, Penyusunan dokumen data dasar capaian kinerja, Verifikasi dan penilaian dokumen data dasar capaian kinerja,Penyusunan rancangan LPPD, Penetapan dokumen LPPD. Duncan dalam Richard M. Steers meliputi Pencapaian Tujuan, Integrasi,Adaptasi. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Pencapaian Tujuan aspek sumber data belum berjalan dengan efektif, karena kurang tanggapnya serta terlambatnya Perangkat Daerah dalam mengumpulan sumber data namun pada aspek kurun waktu dan dasar hukum tidak berjalan efektif. Indikator Integrasi pada aspek mekanisme atau prosedur sudah berjalan dengan efektif namun pada aspek komunikasi atau kerjasama belum berjalan efektif karena komunikasi dilakukan secara manual melalui Whatsapp. Indikator Adaptasi sudah terlaksana dengan efektif karena adanya peningkatan kemampuan dan tercukupinya sarana prasarana.