Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Korelasi Pengetahuan Ibu tentang Demam Terhadap Perilaku Penanganan Demam pada Balita Selama Masa Pademic Covid 19 Astuti, Dyah Puji; Iswati, Ning; Sumarni, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus covid 19 tidak hanya menyerang pada dewasa, tetapi juga anak anak. Anak anak meliki resiko mengalamai gejala Covid 19. Salah satu gejala Cocid 19 pada anak adalah demam. Sehingga diperlukan pengetahuan ibu mengenai demam pada masa pandemic covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuam ibu tentang demam dengan penanganan demam pada anak balita pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan menggunakan desain cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 responden. Dengan menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan ibu tentang demam dan penanganan demam pada anak balita dalam masa pandemic covid- 19. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden terbanyak berada di kategori baik yaitu sejumlah 46 responden (67,6), kemudian untuk penanganan demam pada anak balita pada masa pandemic covid-19 terbanyak pada kategori baik yaitu 47 responden (69,1%). Analisa bivariat dengan uji chi-square didapat nilai p-value 0,002 yang berarti ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang demam dengan penanganan demam pada anak balita pada masa pandemic covid-19. Hasil analisis menunjukan ada hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang demam dengan perilaku penanganan demam pada anak balita pada masa pandemic covid-19.
The Relationship Between Knowledge of COVID-19 with Compliance in Implementing Health Protocols in Students at SD Negeri Karangpakis 02 Iswati, Ning; Listanti, Amelia Muji; Nurlaila, N
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patuh dalam menerapkan protokol kesehatan merupakan cara agar mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19 terutama di dunia pendidikan yang rawan terhadap penularan COVID-19. Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam menjalankan protokol protokol kesehatan, salah satunya adalah pengetahuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang covid-19 dengan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan pada siswa di SD Negeri Karangpakis 02. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif, desain korelasional, pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, 6 SD Negeri Karangpakis 02 sebanyak 45 yang diambil secara total sampling. Variabel pengetahuan & kepatuhan diukur menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistic dengan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berumur 11 tahun yang sebagian besar perempuan (53,3%), tingkat pengetahuan COVID-19 dengan kategori baik (66,7%), kepatuhan menerapkan protokol kesehatan dengan kategori cukup patuh (46,7%) dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang COVID-19 dengan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan(pv = 0,033 < 0,05).
THE RELATIONSHIP OF TYPE DELIVERY WITH THE INCIDENT OF ICTERUS NEONATORUM Iswati, Ning; Lestiyowati, Eksi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus neonatorum menyerang sekitar 50% bayi baru lahir normal dan 80% bayi premature di negara berkembang .Komplikasi yang terjadi jika tidak segera ditangani anak akan mengalami kejang serta dapat mengalami kelainan bentuk saraf misalnya gangguan bicara, keterbelakangan mental dan tuli. Salah satu variabel yang mungkin mempengaruhi ikterus neoantorum adalah jenis persalinan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dari jenis persalinan dengan kejadian icterus neonatorum dengan menggunakan metode analitik observasional. Hasil didapatkan hampir sebagian besar jenis persalinan dilakukan secara SC dan hampir sebagian besar kelahiran adalah tanpa kejadian Icterus Neonatorum. Terdapat hubungan yang isgnifikan antar jenis persailinan dan kejadian icterus neonatorum .
Formation of Health Care Cadres for High Risk Pregnant Women "Nginceng Resti Meteng" in Kuwasaran District, Kebumen Regency: Pembentukan Kader Kesehatan Pendamping Ibu Hamil Resiko Tinggi "Nginceng Resti Meteng" di Kecamatan Kuwasaran Kabupaten Kebumen Astutiningrum, Diah; Ernawati, E`; Iswati, Ning
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of pregnancy is a physiological process, but over time pregnancy can turn into pathology. ANC visits as an effort to reduce maternal and infant mortality during pregnancy. The role of companion cadres is an important part of preparing for childbirth to prevent risks and changes in behavior in pregnant women in preparation for childbirth. found 5 high-risk pregnant women in the Kuwarasan Health Center area. The lack of information about care during pregnancy and monitoring from health workers is caused by the lack of routine pregnancy checks, and the absence of cadres to accompany high-risk pregnant women in the area. The method used is training for pregnant women cadres in screening high risk pregnant women, home visits screening pregnant women and evaluating cadres. The results of community service are the formation of health cadres to accompany high-risk pregnant women, increase the knowledge of cadres and the availability of learning media to educate the public about high-risk pregnancy care.
UNDERSTANDING OF MOTHERS' GROWTH PEMAHAMAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA IBU TERHADAP STATUS GIZI, LAMA PEMBERIAN ASI DAN MP ASI MENUJU REMAJA SEHAT DESA TANGGERAN SRUWENG: Tumbuh Kembang Balita Mp-ASI ito, Marsito; Diah Astuti Ningrum; Ning Iswati; Rina Saraswati
PENA NURSING Vol 3 No 02 (2025): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the growth and development of toddlers and nutritional status, breast milk and breast milk in mothers requires increased knowledge. So far, many mothers of toddlers don't know what growth and development is, let alone what it has to do with nutrition, breast milk and breast milk. This research aims to see the relationship between understanding growth and development with nutritional status, breast milk and breast milk. The respondents were mothers who have toddlers in Tanggeran Village totaling 90 people. Data collection was carried out directly by asking mothers who had children under five. The researcher explains the purpose and objectives of the research in order to solve problems in dealing with toddlers. Information submitted by mothers will be kept confidential and can be used to improve services for toddlers. The research method uses a cross-sectional approach, considering that data collection is carried out simultaneously on mothers who have toddlers. From the results of the research, it was found that 60 people (66.7%) still don't understand the growth and development of mothers under five, 60 people (66.7%) give breast milk when they are 13 to 24 months old, 60 people give breast milk for under 6 months (66.7), and nutritional status according to the KMS. 63 people (70%) are on the green line. The relationship between understanding growth and development with MP-ASI and nutritional status shows that there is a relationship where the Palue p value = 0.0001. What is not related is the understanding of mothers of toddlers with the length of time they provide breast milk, where Palue's p value = 0.417. Thus, it is necessary for mothers of toddlers to understand how to care for them so that they grow into healthy teenagers.
PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS IBU BALITA RISIKO STUNTING DI POSYANDU DESA KALIBEJI SEMPOR KEBUMEN Marsito, Marsito; Iswati, Ning; Mastuti, Siti; Susilowati, Yuli
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.718

Abstract

Jumlah Balita di Indonesia 30,73 juta jiwa (11,21%) di tahun 2021 dari penduduk yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan. Tingginya jumlah anak balita berisiko akan kejadian stunting dan tujuan melihat pemahaman stunting, asi ekslusif dan pemberian Mp-Asi. Dengan dilakukan pelayanan keperawatan komunitas balita stunting dapat terdeteksi dengan jelas. Disain penelitaian menggunakan pendekatan crossectional, sampelnya pada ibu yang mempunyai balita berjumlah 228 orang sebagai sampel. Pengambilan sampel dengan tehnik total sampel dijelaskan tentang manfaat dilakukan penelitain dengan menggunakan kuesioner. Mengenahi informasi tetang pemahaman stunting, pemberian asi dan Mp asi. Informasi sifatnya tidak memaksa dan ini akan bermanfaat untuk kebaikan pelayanan balita.Hasilnya didapatkan bahwa pemahaman ibu tentang stunting mengetahui ada 139 orang (61.0%), pemberian asi pada bayi pada umur 13 bulan sampai dengan 24 bulan ada 132 orang ( 57.9%), dan pemberian Mp-Asi diberikan sesudah bayi umur 6 bulan ada 141 orang(61.8%). Untuk hubungan antara pemahaman ibu stunting dengan pemberian Asia da hubungan ᵱ= 0.001, sedangkan pemahaman ibu balita stuting dengan Mp-Asi menunjukkan tidak ada hubungan ᵱ= 0.077. Dengan dilakukan pendekatan pelayanan keperawatan komunitas tentang pemahaman stunting dengan pemberian ASi dapat digunakan referensinya.