Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Digital Wakaf Dalam Etika Bisnis Perspektif Islam Agung Pramono; Fitriyanti Nurhasanah; Syakira Nisa Amalia; Xena Salsa Febriani; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7133

Abstract

Analisis Digital Wakaf dalam Etika Bisnis Perspektif Islam menjadi tonggak inovasi filantropi syariah kontemporer, menekankan transparansi melalui blockchain, akuntabilitas nazhir, serta produktivitas aset wakaf untuk pemberdayaan ekonomi umat di era digital. Penelitian ini mengkaji konsep wakaf digital yang memanfaatkan platform fintech seperti Kitabisa dan Satu Wakaf Indonesia, menghadapi ekspansi partisipasi milenial pasca-pandemi, dengan landasan Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 267) dan fikih muamalah tentang amanah, sidq, serta maslahah. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, fatwa DSN-MUI, analisis konten platform digital, dan studi kasus, penelitian ini menganalisis faktor pembentuk seperti efisiensi real-time, kepatuhan syariah bebas riba-gharar, serta tantangan literasi dan regulasi BWI.
Disparitas Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani: Analisis Komparatif Stabilitas Pendapatan dan Prioritas Pengeluaran pada Petani Kelapa Sawit di Riau dan Karet di Jambi Rasihen, Yogy; Dini Amalia Putri; Agung Pramono; Tirta Anugerah
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4645

Abstract

Komoditas kelapa sawit dan karet merupakan pilar ekonomi rumah tangga pedesaan Indonesia, namun dengan karakteristik pendapatan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi rumah tangga petani kedua komoditas tersebut dengan fokus pada stabilitas pendapatan dan prioritas pengeluaran. Metode mixed-methods diterapkan dengan survei kuantitatif pada 140 rumah tangga petani (52 sawit di Kampar, 88 karet di Tebo) dan wawancara mendalam. Stabilitas pendapatan diukur dengan Koefisien Variasi (CV), sedangkan perbedaan pola konsumsi dianalisis menggunakan Independent T-test dan faktor penentunya diidentifikasi melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan disparitas yang signifikan. Petani sawit menikmati pendapatan lebih tinggi (Rp 7,6 juta/bulan) dan stabil (CV <20%), sehingga dapat mengalokasikan 25-30% pendapatan untuk pendidikan/kesehatan dan 20-25% untuk investasi. Sebaliknya, petani karet menghadapi volatilitas pendapatan ekstrem (CV >40%) dengan pendapatan rendah (Rp 983 rb/bulan), menyebabkan alokasi dominan untuk kebutuhan pokok (55-60%) dan tabungan darurat (20-25%) sebagai strategi bertahan hidup. Penelitian menyimpulkan bahwa stabilitas pendapatan yang bersumber dari karakteristik komoditas adalah determinan utama perbedaan pola konsumsi. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya intervensi yang berbeda, di mana petani karet memerlukan program stabilisasi pendapatan dan jaminan sosial, sementara petani sawit dapat difasilitasi untuk pengembangan kapasitas investasi dan kewirausahaan. Oil palm and rubber are pillars of Indonesia's rural economy, yet they are characterized by different income profiles. This study aims to analyze the differences in consumption patterns between farmer households of these two commodities, focusing on income stability and expenditure priorities. A mixed-methods approach was employed, combining a quantitative survey of 140 farmer households (52 oil palm in Kampar, 88 rubber in Tebo) with in-depth interviews. Income stability was measured using the Coefficient of Variation (CV), while differences in consumption patterns were analyzed using an Independent T-test, and their determining factors were identified through multiple linear regression. The results reveal significant disparities. Oil palm farmers earn a higher (Rp 7.6 million/month) and more stable income (CV <20%), enabling them to allocate 25-30% of their income to education and health, and 20-25% to investment. Conversely, rubber farmers face extreme income volatility (CV >40%) with a low income (Rp 983 thousand/month), leading to a dominant allocation of funds to basic needs (55-60%) and emergency savings (20-25%) as a survival strategy. The study concludes that income stability is the primary determinant of the differences in consumption patterns. The policy implication of these findings is the need for differentiated interventions, where rubber farmers require income stabilization programs and social safety nets, while oil palm farmers can be facilitated in investment capacity development and entrepreneurship.