Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung Suhendar, Waway Qodratulloh
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i1.39013

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pengimplementasian kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK DTBS Bandung. Permasalahan utama dalam artikel ini adalah apa kebijakan kepala sekolah dan bagaimana kepala sekolah mengimplementasikan kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menujukan ada 3 (tiga) kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, yakni (1) Guru wajib mengumpulkan dokumen pembelajaran; (2) Meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan (3) sertifikasi keahlian untuk guru produktif. Ketiga kebijakan tersebut diimplementasikan melalui (1) pemberian reward and punishment, (2) pengawasan kinerja guru secara ketat, (3) komunikasi terbuka dengan guru, (4) pemberdayaan MGMP, (5) kunjungan rutin ke kelas, (6) melengkapi sarana prasarana, (7) penyusunan kurikulum khas SMK DTBS, (8) penyelenggaraan pelatihan, (9) membangun kerjasama dengan pihak luar, (10) menghilangkan remedial test, (11) melakukan koordinasi berjenjang, (12) pembiayaan secara penuh oleh sekolah, serta (13) pembuatan surat perjanjian.This article aims to see the implementation of the headmaster policy to improve the teacher performance in SMK DTBS Bandung. The main focus in the article are what the headmaster policy and how the headmaster implements the policy. The research method used is qualitative. The result showed the headmaster issued 3 (three) policies in improving teacher performance, which is (1) Teachers are obliged to collect learning documents; (2) Improve the quality of the learning process, and (3) Certification for teachers. The three policies are implemented by (1) reward and punishment, (2) teacher performance supervision, (3) communication, (4) empowerment of MGMP, (5) class visits, (6) completing the infrastructure, (7) preparation of a typical school curriculum, (8) training arrangements, (9) cooperation with other parties, (10) omitting the remedial test, (11) coordination patterns, (12) full financing by schools, and (13) agreement letter
Strategi pengembangan karakter kepemimpinan mahasiswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Politeknik Suhendar, Waway Qodratulloh; Milanti, Ajeng Ayu; Suhartini, Ida; Rahman, Rini
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v23i1.53509

Abstract

Artikel ini membahas strategi pengembangan karakter kepemimpinan pada mahasiswa melalui pembelajaran PAI. Dari hasil kajian yang dilakukan oleh tim peneliti dari berbagai literatur, saat ini sedang terjadinya krisis kepemimpinan di dalam semua level, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Krisis kepemimpinan terjadi akibat ketidakmampuan memanajemen krisis multidimensional dan perilaku amoral. Tim peneliti menilai bahwa keberadaan mata kuliah PAI mempunyai peran penting dalam penanaman dan pembinaan karakter kepemimpinan kepada mahasiswa. Hal tersebut karena mata kuliah PAI mempunyai posisi penting dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, mengacu pada peraturan UU No. 20 Tahun 2003 dan berbagai turunannya yang menempatkan mata kuliah PAI sebagai mata kuliah wajib nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskritif. Data dikumpulkan melalui studi lapangan, wawancara dan studi dokumen pada perkuliahan PAI di Polban dan PNJ. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkuliahan PAI mempunyai peran dalam mengembangkan karakter kepemimpinan mahasiswa melalui 2 langkah strategi, yakni  mengkaji konsep kepemimpinan dalam Al-Quran kemudian menginsersikan karakter kepemimpinan dalam bahan ajar PAI dan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif (active learning).This article discussed strategies for developing students' leadership character through Islamic education. From the results of the study conducted by the researchers, taken from various literatures, there is currently a leadership crisis occurring at all levels, both at the local, national, and global levels. The leadership crisis occurs due to the inability to manage multidimensional crises and immoral behavior. The researchers considered that the existence of the PAI course played an important role in instilling and fostering leadership characters in the students. This is because PAI subjects have a  vital position in the education curriculum in Indonesia, referring to Law no. 20 of 2003 and its various derivatives, which place the PAI course as a national compulsory subject. This study used a qualitative-descriptive method. Data was collected through field studies, interviews and document studies at PAI lectures in Polban and PNJ. The results of the study show that PAI lectures have a role in developing student leadership character through 2 strategic steps, namely examining the concept of leadership in the Qur'an and then introducing leadership character into PAI teaching materials and carrying out learning with an active learning approach (active learning).
Pengembangan nilai moderasi beragama dalam materi akidah pada perkuliahan pendidikan agama Islam di Universitas Negeri Padang Rahman, Rini; Murniyetti, Murniyetti; S, Waway Qodratulloh
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v23i2.65538

Abstract

Pembahasan mengenai muatan moderasi beragama dalam perkuliahan di perguruan tinggi sudah banyak yang melakukannya, namun bagaimana muatan moderasi beragama secara spesifik dimasukan dalam pembahasan akidah pada pembelajaran PAI di PTU masih belum ada yang melakukannya. Oleh karena itu, artikel ini mencoba mengeksplorasi bagaimana nilai moderasi beragama dalam materi akidah pada pembelajaran PAI di UNP. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mendapatkan gambaran secara utuh bagaimana nilai moderasi beragama dikembangkan dalam materi akidah di UNP. Pendekatan yang dipakai adalah desain kualitatif-deskriptif dimana data dikumpulkan melalui kajian mendalam terhadap berbagai sumber pustaka dan dikonfirmasi secara mendalam melalui wawancara terhadap dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan nilai moderasi beragama pada materi akidah di UNP adalah nilai I'tidal dan nilai Tasamuh. Pengembangan nilai ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman keagamaan yang benar namun mampu diimplementasikan secara fleksibel dan luas dalam berbagai aspek kehidupannya.Discussions on religious moderation content in lectures at higher education institutions have been conducted by many, however, how the religious moderation content specifically is incorporated into the discussion of akida in Islamic Religious Education (PAI) learning at University has not yet been conducted. Therefore, this article attempts to explore how the values of religious moderation in the material of akida in PAI learning at UNP. This article is the result of research aimed at obtaining a comprehensive picture of how religious moderation values are developed in the material of belief at UNP. The approach used is descriptif-qualitatif, where data is collected through an in-depth study of various literature sources and confirmed in depth through interviews with lecturers and students. The results of the study indicate that the development of religious moderation values in the material of akida at UNP are the values of I'tidal and Tasamuh. The development of these values allows students to gain a correct religious understanding yet able to be implemented flexibly and broadly in various aspects of their lives.
Evaluasi Partisipatif untuk Penguatan Program Konservasi Karst Citatah dengan menggunakan The Most Significant Change (MSC) Qodratulloh S, Waway; Putra, Tarekh Febriana; Nuzul, Dinda Amanda Ainun
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1430

Abstract

The Forum Pemuda Peduli Karst Citatah (FP2KC) faces challenges in evaluating its environmental conservation programs in a structured and comprehensive manner. The evaluations of existing programs are still sporadic and insufficient to capture deeper social impacts because they rely heavily on quantitative data. To address this issue, a Community Service Program (PKM) was initiated with the aim of strengthening FP2KC’s evaluation capacity through the application of the Most Significant Change (MSC) method. This qualitative method was chosen for its ability to capture complex social changes through participants’ narratives. The approach enables a deeper and multidimensional understanding of program impacts, as demonstrated in various previous studies. The program’s implementation method includes four approaches: facilitation, FGDs and training, as well as mentoring and technical assistance. These approaches are intended to transfer knowledge and skills to FP2KC administrators, particularly in applying MSC. The outcomes of this program are innovations in program evaluation and enhanced partner skills. With a more effective evaluation system, FP2KC is expected to measure program progress more accountably and sustainably, while strategically contributing to the Sustainable Development Goals (SDGs) and the university’s Key Performance Indicators (KPIs).
Strategi Penguatan Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Solusi dalam Implementasi di Sekolah Muhamad Arif Nugraha; Dinda Amanda AN; Satria Kharimul Qolbi; Waway Qodratullah S
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 2 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i2.4993

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter di era digital, di mana peserta didik dihadapkan pada tantangan moral dan sosial yang kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya dan strategi yang efektif dalam implementasi pendidikan karakter di Indonesia, dengan fokus pada integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum nasional. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang mengkaji berbagai literatur terkait pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum nasional telah berhasil meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai moral, religiusitas, dan kebangsaan. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua, keterbatasan waktu dalam kurikulum, serta kurangnya pelatihan khusus bagi pendidik. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan pelatihan bagi pendidik, pengembangan bahan ajar yang menarik dan interaktif, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan sistematis dalam pendidikan karakter, yang adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi, guna mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global dengan karakter yang kuat dan bertanggung jawab.
PENINGKATAN KAPASITAS PENGUSAHA UMKM MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL Endang Hatma Juniwati; Radia Purbayati; Rosma Pakpahan; Waway Qodratulloh S
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55228

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Bandung dilaksanakan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemasaran daring para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Bandung. Kegiatan ini berangkat dari kesenjangan adopsi teknologi di kalangan UMKM yang menyebabkan keterbatasan dalam pemanfaatan media digital untuk promosi dan pengelolaan usaha. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, tim PKM merancang tiga tahapan kegiatan, yakni pemetaan kebutuhan mitra, pelatihan teknis digital marketing, serta pendampingan implementatif. Pelatihan difokuskan pada pengenalan konsep branding digital, strategi konten media sosial, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pembuatan konten promosi. Peserta dilatih menggunakan aplikasi seperti Canva, CapCut, Google Trends, dan Meta Business Suite. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta hingga 86%, dengan 72% telah mampu mengelola profil usaha melalui Google My Business dan 80% menggunakan AI untuk mendukung promosi. Dampak kegiatan juga terlihat dari peningkatan omzet hingga 20% serta terbentuknya komunitas SUMU Digital Learning Group sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik dan kebutuhan riil efektif dalam meningkatkan kompetensi digital, memperkuat jejaring sosial ekonomi, dan mendorong transformasi digital UMKM. Program ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang menghubungkan keilmuan akademik dengan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.
Transformasi Pendidikan Agama Islam di Politeknik: Integrasi Enam Sistem Nilai dalam Kerangka Teo-Etikal Waway Qodratulloh S
Jurnal Kawakib Vol 6 No 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v6i1.296

Abstract

This study examines the integration of six theo-ethical values—spiritual, ethical, logical, teleological, aesthetic, and physiological—into Islamic Religious Education (PAI) learning at Politeknik Negeri Bandung. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, and document analysis. The findings indicate that although all six values are present in the teaching materials and instructional practices, their presentation remains largely fragmented. The theological and ethical dimensions appear most prominent, whereas aesthetic and physiological aspects are underrepresented. The study advocates for a more integrative and contextualized approach to bridge spiritual idealism with the realities of vocational education. Such integration positions PAI as a transformative framework for holistic character development. The article recommends the development of a learning model that thematically embeds these values to equip students with integrity, life orientation, and professional readiness.
Faith as a Pillar: Parental Resilience and Spiritual Support in a Pediatric Cancer Shelter, Yogyakarta Indonesia Muhammad Sulaiman; Waway Qodratulloh; Satria Kharimul Qolbi; Dony Darma Sagita; Toto Santi Aji; Yulius Tiranda; Rosih Aprilyani
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2026): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/asv0qj68

Abstract

Childhood cancer places substantial psychological, emotional, and social burdens on parents as primary caregivers, especially when treatment requires prolonged accompaniment away from home. In this context, resilience becomes crucial, while spirituality may serve as an important source of meaning and strength. This study aimed to examine the level of parental resilience and to explore how spiritual experiences contributed to the formation and maintenance of resilience among families residing at the YKAKI pediatric cancer shelter in Yogyakarta, Indonesia. The study employed an explanatory sequential mixed-methods design. In the quantitative phase, data were collected from eight parents using the 25-item Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Descriptive statistics were used to identify total and item-level resilience patterns. In the qualitative phase, semi-structured interviews were conducted with four purposively selected participants and analyzed thematically. The findings showed that parents demonstrated moderate to high resilience, with the strongest dimensions concentrated in belief in God, life purpose, and persistence, while adaptability and responses to uncertainty appeared less prominent. The qualitative findings revealed that spirituality functioned as a source of emotional steadiness, meaning-making, hope, and caregiving commitment, supported by communal interaction within the shelter. This study concludes that parental resilience in pediatric cancer caregiving is best understood as a spiritually mediated and socially supported process within a specific cultural setting.