Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SMART SPORT

Peran Guru Penjas Dalam Menanggulagi Dampak Pembelajaran Daring Fadilah Umar; Hendriq Joko Prasetyo; Mohammad Furqon Hidayatullah; Islahuzzaman Nuryadin; Haris Nugroho; Ulfa Fatahara Laras Fadian; Ria Apriadi; Margaretha -; Dhenaldo Ahnaf; Muhammad Rafli
Smart Sport Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Smart Sport
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smsp.v20i1.59798

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perlakukan pemberian stretching pada saat aktivitas yang dijalankan melalui daring. Metode penelitian yang dilakukan dengan malalui survey kepada responden. Responden penelitian adalah guru-guru penjas SMA/MA di Kota Surakarta sebanyak 50 orang. Survey dilakukan dengan melalui angket yang dibagikan dengan google form. Hasil jawaban survey dianalisis dengan tingkat prosentase jawaban responden terhadap point permasalahan. Hasil penelititain diperoleh (1) Dampak yang dirasakan saat pelaksanaan aktivitas yang dilakukan melalui daring responden menyatakan terjadi bahu dan leher kaku sebesar 2%, kapala dan otot kaku 2%, penat 2%, sakit penggang 17%, pusing 25%, mata panas/Lelah dan berair 29%, dan sisanya merasakan semuanya 44%. (2) Pengaruh yang dirasakan dengan pemberian stretching disela-sela aktivitas yang dilakukan secara daring, responden menyatakan badan terasa lebih segar 33%, peredaran terasa lebih darah lancer 15%, lebih bersemangat 15%, semua merasakan badan lebih segar, peredaran darah lancer, dan lebih bersemangat 67%, dan tidak merasakan perbedaan 2%. (3) Motivasi guru untuk menularkan cara stretching dalam mengurangi dampak negative aktivitas daring kepada siswa, guru mata pelajaran lain, dan tenaga kependidikan di sekolahnya adalah 52% menyatakan sangat mau, mau 29 % mau, ragu-ragu 8%, tidak mau 6%, sangat tidak mau 4%. Kesimpulan penelitian adalah bahwa (1) Dampak negative aktivitas yang dilakukan dengan daring menimbulkan gejala-gejala seperti bahu dan leher kaku, kepala dan otot kaku, penat, sakit pinggang, dan mata panas dan berair. (2) Pemberian stretching disela-sela saat aktivitas dilakukan dengan daring memberikan pengaruh badan terasa segar, peredaran darah terasa lebih lancar, dan lebih bersemangat. (3) Guru-guru penjas memiliki mortivasi dan kemauan tinggi untuk menularkan cara stretching dalam mengurangi dampak negative aktivitas daring kepada siswa, guru mata pelajaran lain, dan tenaga kependidikan di sekolahnya. Kata kunci: Stretching, Pembelajaran, Preventif Pembelajaran Daring 
Pengaruh Metode Latihan dan Motor Educability terhadap Ketepatan Sepak Mula pada Permainan Sepak Takraw Hendrig Joko Prasetyo; Haris Nugroho; Islahuzzaman Nuryadin; Slamet Widodo; Sugiyoto -
Smart Sport Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Smart Sport
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/rumi.v18i1.48504

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1)  Perbedaan pengaruh antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw. (2) Perbedaan hasil ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw bagi yang mempunyai tingkat motor educability tinggi dan motor educability rendah. (3) Pengaruh interaksi antara metode latihan dan motor educability terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2.  Populasi penelitian adalah siswa putra kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta , dengan jumlah 103 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 48 siswa. Sampel terdiri dari 24 siswa merupakan siswa yang memiliki motor educability tinggi dan 24 siswa yang memiliki motor educability rendah. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1)  variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan motor educability tinggi dan rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Pengambilan data ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw dengan tes ketepatan sepak mula. Pengambilan data motor educability dilakukan dengan IOWA Brace Test. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Pengaruh metode latihan dengan jarak bertahap  lebih baik dari pada dengan jarak sesungguhnya dalam meningkatkan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (2) Ada perbedaan hasil yang signifikan antara motor educability tinggi dengan motor educability rendah terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Nilai ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw pada siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih tinggi dari pada yang memiliki motor educability rendah. (3) Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dan motor educability terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (a) Siswa yang memiliki motor educability tinggi lebik cocok jika dilatih dengan jarak sesungguhnya. (b) Siswa yang memiliki motor educability rendah lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. Kata Kunci:  Metode Latihan Dengan Jarak Sesungguhnya,  Metode Latihan Dengan Jarak Bertahap, Motor Educability, Ketepatan Sepak Mula Pada Permainan Sepaktakraw
PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG BOX BOUND DAN DOUBLE LEG SPEED HOP TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA DADA 100 METER PADA MAHASISWA PEMBINAAN PRESTASI RENANG POK FKIP UNS TAHUN 2015 Boby Marindra; Haris Nugroho
Smart Sport Vol 4, No 1 (2014): SMART SPORT Jurnal Kepelatihan Olahraga
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.914 KB) | DOI: 10.20961/rumi.v4i1.36067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan double leg box boun dan latihan double leg speed hop terhadap kecepatan renang gaya dada 100 meter pada mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun 2015, (2) Latihan yang lebih baik pengaruhnya antara latihan double leg box bounddan latihan double leg speed hop terhadap kecepatan renang gaya dada 100 meter pada mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Pre test Pos . Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun yang berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil sebanyak 20orang. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel: variabel independen yakni latihanDouble Leg Box Bounddan Double Leg Speed Hop, variabel dependent yakni Kecepatan Renang Gaya Dada 100 Meter. Seluruh data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan pengukuran terhadap Kecepatan Renang Gaya Dada 100 Meter diperoleh melalui tes renang gaya dada dengan menempuh jarak 100 meter dari FINA hand book. Teknik analisis data dengan menggunakan uji perbedaan (t-test) dengan taraf signifikansi .Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa: 1) Ada pengaruh latihan double leg box bound dan latihan double leg speed hop terhadap kecepatan renang gaya dada 100 meter pada mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun 2015 (thitung = 4,124 > ttabel= 2,262 pada taraf signifikansi 5%), 2) Latihan double leg speed hop lebih baik pengaruhnya terhadap kecepatan renang gaya dada 100 meter pada mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun 2015. Persentasi peningkatan kecepatan renang gaya dada 100 meterpada kelompok II (kelompok latihan double leg speed hop) = 7,651%> kelompok I (Kelompok latihan double leg box bound)= 4,042%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: 1) Ada pengaruh latihan double leg box bound dan latihan double leg speed hop terhadap kecepatan renang gaya dada 100 meter pada mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun 2015, 2) Latihan double leg speed hop lebih baik pengaruhnya daripada latihan double leg box bound terhadap kecepatan renang gaya dada 100 meter pada mahasiswa Pembinaan Prestasi Renang POK FKIP UNS tahun 2015.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PEMBEBANAN LINIER DAN NON LINIER TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS BACKSPIN BACKHAND TENIS MEJA PADA PEMAIN PUTRA USIA 10-15 TAHUN KLUB TENIS MEJA DWI BENGAWAN KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017 Mohammad Nur Faizin; Haris Nugroho
Smart Sport Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Smart Sport
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.757 KB) | DOI: 10.20961/rumi.v11i1.42516

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh latihan pembebanan linier dan non linier terhadap kemampuan servis backspin backhand tenis meja pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017, (2) latihan pembebanan yang lebih baik pengaruhnya antara linier dan non linier terhadap kemampuan servis backspin backhand tenis meja pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretest posttest design. Subjek penelitian ini pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan tes keterampilan servis tenis meja. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji t pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan pembebanan linier dan non linier terhadap kemampuan servis backspin backhand tenis meja pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 dengan thitung sebesar 2,5777 dan ttabel sebesar 2,145 pada taraf signifikansi 5%, (2) latihan pembebanan linier lebih baik pengaruhnya dari pada latihan pembebanan non linier terhadap kemampuan servis backspin backhand tenis meja pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. Kelompok 1 (latihan pembebanan linier) memiliki peningkatan kemampuan servis backspin backhand tenis meja sebesar 11.538%. Sedangkan kelompok 2 (latihan pembebanan non linier) memiliki peningkatan kemampuan servis backspin backhand tenis meja sebesar 8.450%. Simpulan penelitian ini sebagai berikut: (1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan pembebanan linier dan non linier terhadap kemampuan servis backspin backhand tenis meja pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017, (2) latihan pembebanan linier lebih baik pengaruhnya dari pada latihan pembebanan non linier terhadap servis backspin backhand tenis meja pada pemain putra usia 10-15 tahun klub tenis meja Dwi Bengawan Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. Kata kunci: Latihan Pembebanan Linier, Latihan Pembebanan Non Linier, Kemampuan Servis Backspin Backhand, Tenis Meja.
PERBEDAAN PENGARUH METODE AEROBIC INTERVAL TRAINING (TABATA ) DAN CIRCUIT TRAINING TEHADAP PENINGKATAN V02MAX. PADA MAHASISWA TIM PEKAN OLAHRAGA MAHASISWA PENCAK SILAT UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN 2019 Tegar Librian Pamungkas; Haris Nugroho
Smart Sport Vol 15, No 1 (2019): Jurnal SmartSport
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/rumi.v15i1.43082

Abstract

Setiap cabang olahraga dapat mencapai prestasi  yang maksimal dengan memperhatikan  aspek  prestasi.  Salah  satu  aspek  prestasi  yang  paling  penting  dalam pembinaan  adalah  aspek  kondisi  fisik.  Unsur  penunjang  prestasi  fisik  yang  baik  harus dilaksanakan secara maksimal pada tahap persiapan umum. Salah satu kemampuan fisik yang dapat  dikembangkan adalah  latihan daya tahan aerobik  untuk mencapai  kapasitas konsumsi  oksigen  (VO2 max). Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  1)  mengetahui perbedaan  pengaruh  latihan  Interval  Training  (Tabata)  dan  Circuit  Training  terhadap peningkatan  VO2  max  pada  mahasiswa  Tim  Pekan  Olahraga  Mahasiswa  Pencak  Silat Universitas  Sebelas  Maret  Surakarta,  dan  2)  mengetahui  latihan  yang  lebih  efektif  dan efisien antara  latihan  Interval  Training  (Tabata)  dan  Circuit  Training  terhadap peningkatan  VO2  max  pada  mahasiswa  Tim  Pekan  Olahraga  Mahasiswa  Pencak  Silat Universitas  Sebelas  Maret  Surakarta.  Penelitian  ini  termasuk  penelitian  eksperimen kuantitatif  dengan  rancangan  penelitian  yaitu  Pretest Posstest  Design.  Populasi  dan sampel  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh  atlet  Tim  POM  Pencak  Silat  Universitas Sebelas  Maret  Surakarta  yang  berjumlah  22  mahasiswa.  Data  dalam  penelitian  ini dikumpulkan melalui tes dan pengukuran berupa tes lari multitahap (Multistage Fitness Test).  Teknik  uji  valisitas  data  menggunakan  logical validity.  Reliabilitas  dicari  pada nilai pretest dengan mengkorelasikan tes pertama dan tes kedua. Hasil penelitian dari uji hipotesis  dapat  dideskripsikan  sebagai  berikut:  1)  Ada  perbedaan  pengaruh  yang signifikan  antara  Tabata  dan  Circuit  Training  terhadap  Peningkatan  VO2max.  pada mahasiswa  tim  Pekan  Olahraga  Mahasiswa  Pencak  Silat  UNS  tahun  2019,  (t  hitung = 3,201 > t tabel= 2,228), dan 2) Tabata memiliki pengaruh yang lebih baik dan efektif dari pada  Circuit  Training  terhadap  Peningkatan  VO2max.  pada  Mahasiswa  tim  Pekan Olahraga Mahasiswa Pencak Silat UNS tahun 2019. Peningkatan VO2max. kelompok I (kelompok  yang  mendapat  perlakuan  metode  Tataba)  =  6,23%  >  kelompok  II (kelompok yang diberi perlakuan Circuit Trainin g) = 4,93%.Kata kunci: aerobic interval training (tabata), circuit training, VO2max., pencak silat.
Pengaruh Metode Latihan dan Motor Educability terhadap Ketepatan Sepak Mula pada Permainan Sepak Takraw Hendrig Joko Prasetyo; Haris Nugroho; Islahuzzaman -; Slamet Widodo; Sugiyoto -
Smart Sport Vol 17, No 1 (2020): SMARTSPORT
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/rumi.v17i1.45339

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1)  Perbedaan pengaruh antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw. (2) Perbedaan hasil ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw bagi yang mempunyai tingkat motor educability tinggi dan motor educability rendah. (3) Pengaruh interaksi antara metode latihan dan motor educability terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2.  Populasi penelitian adalah siswa putra kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta , dengan jumlah 103 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 48 siswa. Sampel terdiri dari 24 siswa merupakan siswa yang memiliki motor educability tinggi dan 24 siswa yang memiliki motor educability rendah. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1)  variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan motor educability tinggi dan rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Pengambilan data ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw dengan tes ketepatan sepak mula. Pengambilan data motor educability dilakukan dengan IOWA Brace Test. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Pengaruh metode latihan dengan jarak bertahap  lebih baik dari pada dengan jarak sesungguhnya dalam meningkatkan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (2) Ada perbedaan hasil yang signifikan antara motor educability tinggi dengan motor educability rendah terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Nilai ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw pada siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih tinggi dari pada yang memiliki motor educability rendah. (3) Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dan motor educability terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (a) Siswa yang memiliki motor educability tinggi lebik cocok jika dilatih dengan jarak sesungguhnya. (b) Siswa yang memiliki motor educability rendah lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap.