Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Organisasi Aisyiyah Kota Yogyakarta Melalui Program Digipreneur dalam Mewujudkan Kemandirian Keluarga dan Ekonomi Berkelanjutan Suyanto, Umar Yeni; Yuliansah, Yuliansah; Muslikhah, Muslikhah; Muhyadi, Muhyadi; Sudirman, Amalia Nurannisa; Purnamasari, Niken; Hidayah, Nurul; Mardiansyah, Yoga; Oktafia, Millanda
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.744

Abstract

Latar Belakang: Transformasi digital merupakan kebutuhan esensial dalam penguatan UMKM perempuan, khususnya dalam pemasaran dan pengelolaan usaha. Namun, pelaku UMKM di bawah naungan Aisyiyah Kota Yogyakarta masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya kemampuan membuat konten iklan digital, minimnya pemanfaatan smartphone, serta keterbatasan pemahaman terhadap ekosistem digital. Tujuan: Meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk strategi pemasaran digital. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan berbasis project based learning. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu membuat konten promosi secara mandiri dengan bantuan AI, termasuk desain visual dan penulisan caption. Temuan penting dari kegiatan ini meliputi: meningkatnya kemampuan teknis peserta, tumbuhnya rasa percaya diri dalam penggunaan media digital, dan peran strategis Aisyiyah dalam membangun jejaring pemberdayaan perempuan. Pendekatan kontekstual dan praktik langsung terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan literasi digital. Kesimpulan: program ini berhasil meningkatkan kapabilitas UMKM perempuan dalam pemasaran digital berbasis AI, serta menunjukkan pentingnya kolaborasi komunitas perempuan dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Memaksimalkan Pengembangan UMKM Melalui Pengelolaan Arsip yang Baik Yuliansah, Yuliansah; Suryaningtyas, Arum; Baroroh, Kiromim
Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Vol 18, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/khazanah.100101

Abstract

UMKM mempunyai kewajiban dalam menata arsip sesuai amanat undang-undang. Pengelolaan arsip memiliki peranan penting untuk mendukung berbagai aktivitas dalam UMKM. Pengelolaan arsip yang tidak baik akan menimbulkan berbagai masalah. Masalah yang timbul akibat pengelolaan arsip yang kurang baik misalnya, kesulitan menemukan arsip ataupun kehilangan arsip yang dapat berakibat mengancam legilitas usaha. Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan arsip yang baik khususnya arsip dinamis dapat membantu memaksimalkan pengembangan UMKM. Artikel ini akan akan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana pengembangan UMKM membutuhkan arsip sebagai salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan arsip yang sistematis, seperti pengklasifikasian, penataan, dan pemeliharaan yang efektif, didukung dengan peralatan yang memadai dapat mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi pada UMKM, menjaga keamanan data, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi hukum. Penggunaan teknologi modern, seperti sistem manajemen arsip digital turut berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas dan keamanan arsip. Selain itu, pelatihan karyawan dan pengawasan rutin adalah langkah penting untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan arsip berfungsi secara optimal. Kata Kunci: Arsip, UMKM
Memaksimalkan Pengembangan UMKM Melalui Pengelolaan Arsip yang Baik Yuliansah, Yuliansah; Suryaningtyas, Arum; Baroroh, Kiromim
Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Vol 18, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/khazanah.100101

Abstract

UMKM mempunyai kewajiban dalam menata arsip sesuai amanat undang-undang. Pengelolaan arsip memiliki peranan penting untuk mendukung berbagai aktivitas dalam UMKM. Pengelolaan arsip yang tidak baik akan menimbulkan berbagai masalah. Masalah yang timbul akibat pengelolaan arsip yang kurang baik misalnya, kesulitan menemukan arsip ataupun kehilangan arsip yang dapat berakibat mengancam legilitas usaha. Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan arsip yang baik khususnya arsip dinamis dapat membantu memaksimalkan pengembangan UMKM. Artikel ini akan akan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana pengembangan UMKM membutuhkan arsip sebagai salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan arsip yang sistematis, seperti pengklasifikasian, penataan, dan pemeliharaan yang efektif, didukung dengan peralatan yang memadai dapat mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi pada UMKM, menjaga keamanan data, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi hukum. Penggunaan teknologi modern, seperti sistem manajemen arsip digital turut berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas dan keamanan arsip. Selain itu, pelatihan karyawan dan pengawasan rutin adalah langkah penting untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan arsip berfungsi secara optimal. Kata Kunci: Arsip, UMKM
Pelatihan Penggunaan ERISE sebagai Media Pembelajaran Kearsipan Elektronik bagi Guru SMK Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran Di Daerah Istimewa Yogyakarta Yuliansah, Yuliansah; Sutirman, Sutirman; Dwihartanti, Muslikhah; Kistiananingsih, Isti
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i2.18641

Abstract

Electronic record management is one of the main competencies of OTKP SMK graduates. Therefore, teachers in SMK OTKP must have knowledge and skills in electronic record management and be able to use appropriate instructional media. This community service aims to 1) increase the knowledge of OTKP VHS teachers in electronic record management, and 2) improve the skills of OTKP VHS teachers in electronic record management material. Community service activities used a variety of methods, including lectures, demonstrations, discussions, and practice. The results of the community service activities that have been achieved are as follows: 1) The knowledge of OTKP VHS teachers in electronic record management was increased, and 2) The skills of OTKP VHS teachers in electronic record management material were improved. All participants in the training understood and practiced electronic record management well.
Comparative Effectiveness of Website, Application, and Built-In Operating System Media in Digital Record Management Learning Yuliansah Yuliansah; Peni Arumsari; Sutirman Sutirman; Riana Isti Muslikhah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7408

Abstract

Integrating technology into archival learning is essential for equipping vocational students with competencies aligned with the digital era. This study investigates the comparative effectiveness of three digital media—Windows Explorer (WE), Digital File Cabinet (DFC), and ERISE—in enhancing students’ knowledge and skills in archival practice. A post-test only control group experimental design was employed involving 214 students enrolled in an Archival Management course. Participants were randomly assigned to three groups: control (WE, n = 74), experimental group 1 (DFC, n = 74), and experimental group 2 (ERISE, n = 63). Data were collected using a 30-item multiple-choice test (targeting cognitive levels C2–C4; Cronbach’s Alpha = 0.65) and performance assessments using a rubric based on the 2023 National Competency Test. Statistical analysis included normality and homogeneity testing, followed by the Kruskal–Wallis test for group comparisons. Results revealed significant differences among the three groups in both knowledge and skill outcomes (p 0.001). ERISE and DFC yielded higher knowledge scores than WE, although all groups scored below 70. In terms of skills, ERISE and DFC outperformed WE, with mean scores above 75. The findings suggest that purpose-built digital platforms like ERISE and DFC are more effective than default operating system tools for archival learning. However, the low average knowledge scores highlight the need for instructional strategies that balance practical application with theoretical understanding.
Analyzing Student Needs for Developing Effective Instructional Media in Correspondence Practice Sutirman Sutirman; Yuliansah Yuliansah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6697

Abstract

In the era of Industrial Revolution 4.0, vocational students must possess strong correspondence skills to meet modern workplace requirements. However, instructional media used in Vocational High School (VHS) Office Management and Business Services (OMBS) programs in the Special Region of Yogyakarta are not yet aligned with students' learning characteristics. This study aimed to identify the instructional media needs of 430 VHS OMBS students to support the development of their correspondence competencies. A quantitative descriptive approach was used, with data collected through a structured questionnaire. The findings revealed three key points: (1) students face significant difficulties in sentence construction and understanding correspondence materials; (2) traditional tools such as Microsoft Word and handwritten exercises remain dominant in classrooms; and (3) students exhibit a strong preference for web-based instructional media. Notably, students in public VHS institutions reported greater access to web-based platforms, while those in private schools highlighted their usability and efficiency. These results indicate a misalignment between current instructional methods and student preferences, particularly in leveraging digital tools for communication skills development. The study highlights the urgent need for vocational education stakeholders to adopt more adaptive, web-based instructional media. Doing so can enhance students’ readiness for professional communication in increasingly digital work environments.
Exploring artificial intelligence in vocational learning: teachers’ perspective from Indonesia Yuliansah Yuliansah; Mar’atus Sholikah; Sutirman Sutirman
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 15, No 3: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v15.i3.pp2009-2023

Abstract

The rapid development of artificial intelligence (AI) in education has expanded its potential applications. However, empirical evidence from vocational education in developing countries remains limited, particularly regarding differences between certified and uncertified vocational high school (VHS) teachers’ perspectives. This study investigates VHS teachers’ perceptions of AI use in the learning process by explicitly comparing certified and uncertified teachers in Indonesia. Using a quantitative approach combined with data-mining techniques applied to open-ended survey responses, data were collected from 65 VHS teachers in the Special Region of Yogyakarta (DIY). Group differences were examined using a non parametric Mann-Whitney U test. The findings indicate that both certified and uncertified teachers demonstrate consistently positive perceptions of AI in instructional planning, implementation, and assessment, with no statistically significant differences between the two groups. Importantly, this result suggests that openness toward AI integration is not determined by certification status but reflects broader pedagogical orientations among vocational teachers. Teachers perceive AI primarily as a pedagogical partner rather than a substitute for professional educators. The study underscores the need of structured AI-focused professional development and policy support through adequate infrastructure and targeted training to enhance the effectiveness of AI adoption in improving the quality of vocational education in Indonesia.
Exploring the impact of YouTube and instructional videos on learning outcomes: A comparative study Yuliansah Yuliansah; Sutirman Sutirman; Muslikhah Dwihartanti; Maratus Sholikhah
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v13i1.94033

Abstract

The YouTube platform has become a key learning tool, providing free video content. Meanwhile, with a vast video database and a platform focused on entertainment, many question whether YouTube video content aligns with pedagogical objectives. Therefore, this study aims to compare the learning outcomes of students who use YouTube videos and instructor-developed videos (IDVs) in archival management learning. Using a quantitative approach based on a quasi-non-equivalent control group design with a post-test-only design, this research focuses on test instruments to measure cognitive and psychomotor learning outcomes involving 79 students enrolled in the Records Management course at the Faculty of Vocational Studies, Universitas Negeri Yogyakarta. Data analysis consisted of normality and homogeneity tests. To determine differences between the two groups, the Mann-Whitney U test was conducted in RStudio. The results showed that 1) there was no significant difference in cognitive achievement between students who learned using YouTube videos and instructional videos, and 2) there was a significant difference in psychomotor achievement between students who learned using YouTube videos and instructional videos. This finding indicates that YouTube videos can support students’ cognitive thinking; however, they have not achieved greater skill gains than videos developed with practical learning characteristics.  Future studies may identify factors influencing learning outcomes in both groups to examine the extent to which instructional media use supports learning achievement, particularly in the psychomotor domain.
ERISE: A Web-Based Learning System for Digital Records Management in Vocational High Schools Sutirman Sutirman; Yuliansah Yuliansah
Dinamika Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Economics Education Department Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dp.v20i1.12157

Abstract

This study aims to develop the Electronic Record Information System for Education (ERISE) as a learning medium to accommodate practical learning of digital archive management at VHS OMBS. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Richey & Klein model, consisting of three phases: design, development, and evaluation. The respondents in this study were 14 individuals, comprising seven teachers, five archival practitioners, and two media experts. Data were collected using questionnaires, focus group discussions (FGDs), and interviews, with instruments including a 5-point Likert-scale questionnaire, FGD guidelines, and interview protocols. Data were analyzed descriptively, with raw scores converted to a 5-point scale and the minimum media feasibility category set at a “B” rating. The results indicate that (1) the ERISE application has been developed as a web-based learning system for digital archive management practice by the needs analysis, design, and development stages; and (2) the feasibility test yielded an average score in the “Very Good” (“A”) category. This learning medium is expected to make a concrete contribution to enriching vocational practice, particularly by facilitating the entire archiving process starting from receipt, recording, distribution, classification, retention, and digital signatures.
Pelatihan pengelolaan arsip keluarga sebagai upaya mitigasi bencana bagi masyarakat Cangkringan Sleman Voettie Wisataone; Rosidah Rosidah; Yuliansah Yuliansah; Chesy Nuansa Saputri; Talitha Putri; Sholeh Wijanarko; Dina Cahyanti; Farida Afifah; Deppy Anggraeni; Erlinda Nurhantari; Eka Audina; Wahyu Raharja; Dian Ayuningsih; Fal Sefiani
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat rawan bencana dalam mengelola arsip keluarga sebagai bagian dari mitigasi bencana. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, yang merupakan wilayah rawan erupsi Gunung Merapi. Pengelolaan arsip keluarga menjadi penting karena dokumen keluarga memiliki nilai administratif, hukum, sosial, dan ekonomi yang perlu diselamatkan saat terjadi bencana. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan pengelola arsip keluarga. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, pemberian materi mengenai mitigasi bencana dan arsip keluarga, praktik pengelompokan arsip, serta pendampingan pengelolaan arsip secara manual dan digital. Peserta kegiatan terdiri atas 25 masyarakat Kecamatan Cangkringan dan 5 relawan kebencanaan dari Human Initiative Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola arsip keluarga. Peserta mampu mengidentifikasi arsip aktif, dinamis, dan vital serta memahami pentingnya penyimpanan dokumen dalam map arsip dan tas siaga bencana. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan arsip keluarga merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan bencana berbasis keluarga.