Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER MATEMATIKA Kana Hidayati; Ziyana Endah Khairun Nisa'
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7575

Abstract

Soal merupakan salah satu alat untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pentingnya penelitian analisis butir soal untuk mengetahui kualitas soal sudah dalam kategori baik atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan item kualitas penilaian akhir semester (PAS) matematika kelas VII tahun pelajaran 2021/2022 pada validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian ini adalah 69 jawaban siswa pada PAS matematika kelas VII SMP Rafirna tahun 2021/2022. Didapatkan kesimpulan bahwa soal penilaian akhir semester (PAS) matematika kelas VII tahun 2021/2022 jenis soal pilihan ganda dan uraian ialah 17 butir soal pilihan ganda (85%) dinyatakan valid, 3 soal (15%) tidak valid, sedangkan soal bentuk uraian yang berjumlah 5 butir, semuanya valid. Reliabilitas soal pilihan ganda maupun uraian, dengan software IBM statistics 26 kemudian dikonversikan dengan rumus alpha strata diperoleh koefisiennya = 0,795 > 0,70, sehingga soal pilihan ganda maupun uraian soal PAS dinyatakan reliable. Tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda diperoleh 2 soal (10%) kategori mudah, 7 soal (35%) sedang, dan 11 soal (55%) sukar. Daya pembeda soal pada bentuk soal pilihan ganda diperoleh 4 soal (20%) pada kategori baik, 12 soal (60%) cukup, dan 4 soal (20%) tidak baik.Questions are a tool for measuring success in achieving learning objectives. The importance of research on item analysis is to find out whether the quality of the questions is in the good category or not. The purpose of this study was to determine the final of semester assessment (PAS) quality items for class VII mathematics for the 2021/2022 school year in terms of validity, reliability, level of difficulty, and appropriateness. This type of research is descriptive analysis with a quantitative approach. The object of this research is 69 students' answers to PAS mathematics class VII Rafirna Middle School in 2021/2022. It was concluded that the end of semester assessment questions (PAS) for class VII mathematics in 2021/2022 were of the type of multiple choice questions and descriptions, namely 17 multiple choice questions (85%) were declared valid, 3 questions (15%) were invalid, while the questions in the form of descriptions totaling 5 items, all of which are valid. The reliability of multiple choice and essay questions using IBM statistics 26 software was then converted using the alpha strata formula to obtain a coefficient = 0.795 > 0.70, so that the multiple choice questions and essay questions were declared reliable. The difficulty level of the multiple choice questions was 2 questions (10%) in the easy category, 7 questions (35%) in the medium category, and 11 questions (55%) in the difficult category. The appropriateness of questions in the form of multiple choice questions was found to be 4 questions (20%) in the good category, 12 questions (60%) sufficient, and 4 questions (20%) not good.
Students' difficulties: mathematical creative thinking skill questions based on habits of mind. Fineldi, Rira Jun; Hidayati, Kana
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1: May 2023
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v10i1.60001

Abstract

This study aims to describe the types of difficulties experienced by students in solving mathematics problems based on students' mathematical creative thinking ability and habits of mind. This research included survey research with quantitative and qualitative approaches. The subjects of the study were 519 students of State Junior High School and State Madrasah Tsanawiyah who came from ten schools with high, medium, and low accreditation categories in Kampar Regency, Riau, Indonesia. The sample in this study was determined by stratified proportional random sampling technique. The instruments used were a diagnostic test consisting of four mathematical problems based on mathematical creative thinking skills and a habits of mind questionnaire consisting of 40 statements referring to 16 habits of mind indicators. Students who obtained diagnostic test scores less than the KKM set by each school. Interviews were conducted with students who experienced difficulties to clarify the types and locations of difficulties experienced by students. The results of the study showed that; 35.26% have difficulties in understanding the problems, 53.76% in transforming problems, 54.38% in the mathematical process, and 54.82% in determining the final answer, and judging from the habits of mind, the very high category is 38.42%, the high category by 44.91%, the medium category by 50.74%, the low category by 53.06%, and the very low category by 52.45%. Students still have difficulty in solving math problems so making the teacher an active facilitator of students can help students understand and determine what steps to take towards difficulties in solving problems.
Comparison of different application of mathematics online learning media in terms of critical thinking skills and learning interest Oktapia, Penti; Hidayati, Kana
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1: May 2022
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v9i1.50109

Abstract

This study aims to determine: (1) whether students' critical thinking skills taking online learning through WhatsApp Group and learning videos on Facebook are higher on average than those who take online learning through WhatsApp Group and Google Meet. It is (2) whether the learning interest of students who take online learning through WhatsApp Group and learning videos on Facebook is higher on average than students who take online learning through WhatsApp Group and Google Meet. This research was a quasi-experimental research with a posttest-only non-equivalent control group design. All eighth-grade students are considered to be the population at the Masjid Syuhada Integrated Islamic Junior High School Yogyakarta in the 2020/2021 academic year. The research sample was students of class VIII A as the experimental class and class VIII C as the control class. The research instrument was in the form of a critical thinking skills test and student learning interest questionnaires. The hypothesis testing technique used is the Independent Sample T-Test. The study's results showed that the critical thinking skills of students who took online learning through WhatsApp Group and learning videos on Facebook was higher on average than those who took online learning through WhatsApp Group and Google Meet. Furthermore,  the learning interest of students who took online learning through WhatsApp Groups and learning videos on Facebook could be considered the same as students who took online learning through WhatsApp Groups and Google Meet.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERWAWASAN LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF GUNA MENGEMBANGKAN SIKAP RAMAH LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Hidayati, Kana; Arliani, Elly; Retnawati, Heri; Isnaeni, Isnaeni
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1: Juni 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.707 KB) | DOI: 10.21831/pg.v4i1.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika dan mengembangkan sikap ramah lingkungan pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melalui pembelajaran matematika berwawasan lingkungan dengan pendekatan kooperatif serta mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kegiatan penelitian dilakukan melalui penelitian tindakan kelas. Tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus pada kelas XI IPA 3 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kegiatan siklus I meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan siklus II merupakan tindak lanjut dan modifikasi dari siklus I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, soal kuis dan tugas, serta angket respons siswa. Pendekatan kooperatif dalam penelitian ini menggunakan tipe Student Teams-Achievement Divitions (STAD) dan dilakukan pada materi Peluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan pembelajaran matematika berwawasan lingkungan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada materi Peluang dan dapat mengembangkan sikap ramah lingkungan pada siswa. Kegiatan pembelajaran matematika tersebut dilakukan dengan tahapan–tahapan sebagai berikut: (1) Class Presentation (Presentasi Kelas), (2) Team Study, (3) Quizzes (Kuis), dan (4) Reward (Penghargaan kelompok). Respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran baik dan siswa merasa semakin peduli dengan lingkungannya dan semakin mengerti bahwa matematika ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa.  Kata kunci :  Pembelajaran kooperatif, berwawasan lingkungan, hasil belajar, sikap                        ramah    lingkungan 
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN LOGICAL/MATHEMATICAL PADA PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED BERBASIS KECERDASAN JAMAK DI TKIT SALMAN AL FARISI II YOGYAKARTA(Studi Eksplorasi) Caturiyati, Caturiyati; Hidayati, Kana; Lestari, Himmawati Puji
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2: Desember 2007
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.376 KB) | DOI: 10.21831/pg.v3i2.680

Abstract

One of the important intelligent component for children’s future and need to be developing early is logical/mathematical intelligent. Integrated learning is carried out in learning process that integrates sistematically and holistically the effort of developing child. One of the integrated learning model is webbed model, a learning model that integrates learning and developing for children in a topic that covers some subjects. TKIT Salman Al Farisi II applies learning with themes where those themes become a learning guide in class. It needs to investigate the constraints in optimizing of developing child’s logical/mathematical intelligent by integrated learning in TKIT Salman Al Farisi II. The results of this exploration research indicates that there are some constraints in developing child’s logical/mathematical intelligent. They are limited class room, limited facility, i.e. computer, children’s mood varying according to healthy and environment condition and different children’s ability.Key words : constraint, logical/mathematical intelligent, webbed model.
Siapkah Siswa SMP Menghadapi Digital Learning pada Pembelajaran Matematika? Setyaningrum, Wahyu; Handayawati, Ponco; Retnawati, Heri; Hidayati, Kana; Azizah, Nur Lailatul; Ulfah, Maria; Abdullah, Abdul Halim
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 18 No. 2: December 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v18i2.67292

Abstract

Di era digital ini, dunia pendidikan dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah penerapan digital learning. Digital learning juga kerap diaplikasikan dalam pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesiapan siswa SMP di Kabupaten Purworejo dalam menghadapi digital learning pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada enam sekolah SMP dengan strata tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan nilai Ujian Nasional matematika. Adapun sampel yang diambil sebanyak 171 siswa kelas VIII SMP. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi digital yang terdiri dari 20 soal dengan bentuk pilihan ganda kompleks. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan estimasi parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi literasi digital siswa dalam pembelajaran matematika secara umum berada dalam kategori rendah. Rendahnya kemampuan literasi digital siswa menunjukkan bahwa kesiapan siswa menghadapi digital learning pada pembelajaran matematika juga rendah. Penelitian ini juga membahas bagaimana aspek-aspek literasi digital mempengaruhi kesiapan siswa dalam menghadapi digital learning pada pembelajaran matematika. In this digital era, the world of education is required to keep up with the times. One of them is the application of digital learning. Digital learning is also often applied in mathematics learning. This research aims to map digital literacy competencies in mathematics learning for junior high school students in Purworejo Regency. This type of research is survey with a quantitative approach. This research was conducted at six junior high schools in Purworejo Regency with high, medium, and low strata based on National Mathematics Examination scores. The sample of this study was 171 students of eighth grade junior high school. The sampling technique is stratified proportional random sampling. Data collection was carried out through a digital literacy test consisting of 20 questions in complex multiple-choice. Data analysis uses descriptive statistics and parameter estimation. The research results show that students' digital literacy competence in mathematics learning in general is in the low category. The low level of students' digital literacy skills shows that their readiness to face digital learning in mathematics is also low. This research also discusses how aspects of digital literacy influence students' readiness to face digital learning in mathematics.
Mengembangkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Matematika di SMP Bilingual Listyani, Endang; Marsigit, Marsigit; Hidayati, Kana
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2: Desember 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.436 KB) | DOI: 10.21831/pg.v4i2.563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Matematika di SMP bilingual yang mengembangkan kreativitas siswa. Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran yang mengembangkan metode yang mendorong siswa meningkat keaktifannya, memenuhi berbagai macam kebutuhan akademik siswa, mendorong siswa meningkat kemampuan penalaran Matematika dan strategi belajarnya, serta mengembangkan penggunaan alat peraga dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi lanjutan (follow up study). Penelitian dilaksanakan dengan diawali memilih 3 SMP Bilingual yang masing-masing mewakili 3 kabupaten atau kotamadya yang berbeda yaitu Bantul (SMP N I Bantul), Yogyakarta (SMP N 5 Yogyakarta), dan Kulonprogo (SMP N I Galur), kemudian tim peneliti dibantu 3 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika merencanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada tiap sekolah yang telah ditentukan dan dilaksanakan pada tahun 2008. Data pada masing-masing PTK dikumpulkan melalui instrumen yang disusun berdasarkan kajian teori tentang kreativitas siswa dalam belajar Matematika dari Shigeo Katagiri (2004) yang dituangkan dalam bentuk lembar observasi, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran tipe think pair share dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas VIII Bilingual SMP Negeri 1 Bantul, dengan model cooperative learning tipe STAD dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam hal peningkatan pemenuhan kebutuhan akademik siswa dalam belajar matematika di kelas VIII Bilingual SMP Negeri 5 Yogyakarta, sedangkan penggunaan alat peraga menjadi salah satu metode yang dapat digunakan dalam rangka mengembangkan krativitas siswa khususnya dalam aspek penalaran Matematika dan strategi belajar Matematika siswa di kelas VIII SMP Negeri 1.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SOFT SKILL MAHASISWAPROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNYDALAM RANGKA MEMBENTUK INSAN CENDEKIA, MANDIRI,DAN BERNURANI Arliani, Elly; Hidayati, Kana
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1: Juni 2012
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.537 KB) | DOI: 10.21831/pg.v7i1.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kondisi soft skill mahasiswa Program StudiPendidikan Matematika saat ini, (2) Mengidentifikasi soft skill apa saja yang dibutuhkan oleh mahasiswadalam rangka membentuk insan cendekia, mandiri, dan bernurani. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FMIPAUNY yang tercatat masih aktif yakni 680 mahasiswa. Sampel penelitian diambil dengan mengacu pada tabelKrecjie. Data dikumpulkan melalui instrumen penelitian berupa angket dan pedoman wawancara untukmahasiswa. Untuk memperkuat temuan yang diperoleh dari mahasiswa, wawancara juga dilakukan kepadabeberapa dosen Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Data dianalisis dengan teknik AnalisisData Deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kondisi soft skill mahasiswa Program Studi PendidikanMatematika FMIPA UNY saat ini adalah sebagai berikut: (a) Aspek kepribadian termasuk kategori sedang,(b) Aspek keterampilan berinteraksi sosial termasuk baik, (c) Aspek keterampilan berkomunikasi termasukkategori baik, (d) Aspek keterampilan presentasi dalam kategori baik, (e) Aspek keterampilan bekerjasamadalam tim termasuk sudah baik, (f) Aspek keterampilan berinisiatif termasuk kategori sedang, dan (g) Aspekketerampilan beradaptasi termasuk kategori sudah baik. (2) Soft skill yang paling dibutuhkan, sebagian besarmahasiswa menganggap bahwa secara berturut-turut aspek kepribadian, kemampuan berkomunikasi, dankemampuan berinisiatif merupakan aspek prioritas utama yang harus diperhatikan untuk menuju terwujudnyainsan cendekia, mandiri, bernurani sedangkan aspek keempat yaitu keterampilan presentasi merupakan aspekprioritas terakhir.
UPAYA MENUMBUHKAN DAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNY DALAM MEMBUAT MEDIA KARTUN UNTUK PEMBELAJARAN STATISTIKA DAN PELUANG DI SMP DAN SMA Hidayati, Kana; Widjajanti, Djamilah Bondan; Susanti, Mathilda; Arliani, Elly; Subekti, Retno
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2: Desember 2007
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.996 KB) | DOI: 10.21831/pg.v3i2.677

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNY peserta kuliah Statistika Elementer semester Februari-Juni 2006 dalam membuat media kartun untuk pembelajaran Statistika dan Peluang di SMP dan SMA.Kegiatan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, setelah mahasiswa memahami materi penyajian data yang disajikan menggunakan media kartun, mahasiswa diberi tugas membuat media kartun untuk pembelajaran Statistika di SMP dan SMA khusus materi penyajian data. Media kartun hasil karya mahasiswa ini selanjutnya dievaluasi oleh tim peneliti, terutama untuk kesesuaian media dengan jenjang pendidikan siswa dan kebenaran media dalam merepresentasikan materi, serta oleh pakar media di jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY terutama untuk segi keterbacaan, tampilan, estetika, dan kreativitasnya. Hasil evaluasi terhadap media kartun karya mahasiswa pada siklus pertama akan digunakan untuk masukan dalam pemberian tugas pada siklus kedua yaitu membuat media kartun untuk materi Peluang di SMP dan SMA setelah mahasiswa mendapat perkuliahan tentang materi Peluang yang juga disajikan dengan menggunakan media kartun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan pemberian contoh dan tugas membuat media kartun pada perkuliahan statistika elementer dapat menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat media kartun Statistika dan Peluang di SMP dan SMA yang tampak dari hasil penilaian terhadap media kartun hasil karya mahasiswa yakni rata-rata nilai untuk tugas pertama sebesar 8,9 dan tugas kedua sebesar 9,6. Kegiatan pengintegrasian pembuatan media dalam perkuliahan Statistika Elementer melalui pemberian contoh dan tugas tersebut dalam pelaksanannya dilakukan dengan senantiasa memberikan arahan dan panduan mengenai teknik pembuatannya terutama ketika perkuliahan dilakukan dengan menggunakan media kartun. Selain itu, secara keseluruhan 89,9% mahasiswa merespons baik kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Kata Kunci: Media kartun, Statistika dan Peluang.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN REMEDIAL MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK LINEAR SATU VARIABEL KELAS X Subekti, Inu; Hidayati, Kana
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i2.18414

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah (1) Menghasilkan modul pembelajaran remedial pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel kelas X. (2) Mengetahui dan mendeskripsikan kualitas modul pembelajaran remedial matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Dihasilkan modul pembelajaran remedial matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel kelas X yang didasarkan pada hasil analisis tes diagnostik dengan kriteria pemecahan masalah menurut Polya dan hasil analisis Kurikulum 2013. Modul dikembangkan dengan memperbanyak contoh soal dan alternatif penyelesaian, soal latihan yang dibuat mudah, sederhana dan berulang serta dilengkapi beberapa petunjuk penyelesaian dengan harapan mampu mempermudah dan mampu membangun pemahaman konsep siswa. (2) Modul pembelajaran remedial yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik ditinjau dari kevalidan, kepraktisan dan keefektifan hingga tahap uji coba skala kecil. Berdasarkan hasil penilaian dari dosen ahli materi, ahli media dan guru, modul dinyatakan valid dengan skor rata-rata pada aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian dan kebahasaan yaitu 4,75, 4,64 dan 4,75. Penilaian kepraktisan berdasarkan angket respons siswa dengan skor 4,20 kategori praktis dan keterlaksanaan pembelajaran 80%. Penilaian keefektifan berdasarkan hasil tes pemahaman konsep dengan persentase ketuntasan 82%.Kata kunci : modul; pembelajaran remedial; diagnostik; nilai mutlak; pemahaman konsep.AbstractThe objectives of this study are (1) Producing remedial learning modules on equation material and inequality of linear absolute values of one variable class X. (2) Knowing and describing the quality of remedial mathematics learning modules on equation materials and the inequality of linear absolute values of one variable. This research is a development research with the ADDIE development model which includes five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results of this study are: (1) The resulting remedial mathematics learning module on the material of equations and the inequality of the linear absolute value of one variable class X is based on the results of diagnostic test analysis with problem-solving criteria according to Polya and the results of the 2013 Curriculum analysis. Modules are developed by multiplying examples of problems and alternative solutions, the practice questions are made easy, simple and repetitive and equipped with several completion instructions in the hope of being able to facilitate and be able to build understanding of students' concepts (2) The resulting remedial learning module has good quality in terms of validity, practicality and effectiveness to the small-scale trial stage. Based on the assessment results of material expert lecturers, media experts and teachers, the module was declared valid with an average score on the aspects of content feasibility, presentation feasibility and language, namely 4.75, 4.64 and 4.75. Practicality assessment based on student response questionnaires with a score of 4.20 in the practical category and 80% learning implementation. Assessment of effectiveness based on the results of concept understanding tests with a percentage of completion of 82%.Keywords : module; remedial learning; diagnostics; absolute value; understanding of concepts.