Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Jasmani SMA Negeri 4 Muaro Jambi dalam Mengelola Pembelajaran di Kelas XI Josua Simatupang; Reza Hadinata; Anggrawan Janur Putra
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2101

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi tantangan dalam pengelolaan kelas sering kali berkaitan dengan perilaku siswa yang beragam dan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Fenomena-fenomena tersebut memunculkan kebutuhan untuk mengetahui strategi apa yang sebenarnya digunakan oleh guru pendidikan jasmani dalam mengelola kelas mereka, khususnya di SMA Negeri 4 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui strategi yang di gunakan oleh guru pendidikan jasmani SMAN 4 Muaro Jambi dalam mengelola kelas pembelajaran di kelas XI. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Angket, survei dan wawancara. Intrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan guru pendidikan jasmani dalam mengelola kelas menggunakan lembar angket yang berupa pernyataan sebanyak 30 butir pernyataan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data. Hasil penelitian ini menunjukkan dari hasil pengamatan dan penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru pendidikan jasmani di SMA Negeri 4 Muaro jambi kategori baik sebanyak 80 orang dengan persentasi 66.73%, yang memiliki kategori baik sekali cukup sebanyak 20 orang dengan persentasi 33.33%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah strategi guru pendidikan jasmani di SMA Negeri 4 Muaro jambi kategori baik dan berhasil. Dari hasil penelitian ini disarankan agar guru pendidikan jasmani selalu belajar untuk mengembangkan strategi dalam proses pembelajaran dalam kelas supaya kondisi kelas kondusif dan siswa siswi dapat memahami materi yang di sampaikan. Di samping itu, guru Pendidikan jasmani sebagai pemegang peran dalam kegiatan Latihan di lapangan mestinya meningkatkan keamanan dalam proses Latihan supaya tidak terjadi cedera atau kecelakan dalam proses latiham jasmani di lapangan atau d luar kelas.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN M. Al. Buraida Jumarin; Hendri Munar; Reza Hadinata; I Kadek Suardika
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.32461

Abstract

Penilaian pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) masih didominasi pengukuran kemampuan tingkat rendah, sehingga belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Muaro Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan 100 peserta didik kelas VIII, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, validasi ahli, uji coba lapangan, serta angket respon guru dan siswa. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi memperoleh kelayakan sebesar 93,33% dan ahli evaluasi sebesar 91,66% dengan kategori sangat layak. Uji empiris menunjukkan seluruh 50 butir soal valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,833, serta memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda yang proporsional. Respon guru dan peserta didik menunjukkan penerimaan positif terhadap keterpakaian instrumen dalam pembelajaran PJOK. Instrumen penilaian berbasis HOTS yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif evaluasi pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik.
PEMAHAMAN LITERASI JASMANI TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Sindy Ningsih; Ilham Ilham; Alek Oktadinata; Endarman Saputra; Palmizal A; Reza Hadinata
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.32525

Abstract

Literasi jasmani merupakan salah satu fondasi penting dalam pembelajaran pendidikan jasmani karena berkaitan dengan kemampuan, pemahaman, dan motivasi individu untuk aktif bergerak sepanjang hayat, sementara kebugaran jasmani menjadi indikator utama kondisi fisik siswa dalam mendukung aktivitas belajar sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman literasi jasmani dan kebugaran jasmani siswa kelas X Sekolah Menengah Atas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 116 siswa kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kota Jambi yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan instrumen Adolescent Physical Literacy Questionnaire (APLQ) untuk mengukur literasi jasmani dan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) untuk mengukur kebugaran jasmani, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson melalui bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi jasmani dan kebugaran jasmani dengan nilai koefisien korelasi r = 0,278 dan signifikansi p 0,01 yang berada pada kategori hubungan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi jasmani memiliki keterkaitan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa meskipun kontribusinya relatif kecil, sehingga hasil penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan pembelajaran pendidikan jasmani yang tidak hanya menekankan aspek aktivitas fisik, tetapi juga pengembangan pemahaman, sikap, dan motivasi siswa terhadap aktivitas jasmani guna mendukung peningkatan kebugaran jasmani secara berkelanjutan.
PENGARUH PENGALAMAN PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) TERHADAP KESIAPAN KARIR PADA MAHASISWA PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI Ikhwan Hakim; Reza Hadinata; Sugih Suhartini
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol. 25 No. 1 (2026): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v25i1.72305

Abstract

Career readiness is an important aspect for education students in facing the transition from higher education to the professional workforce. Increasingly competitive job markets and the demands of teacher professionalism require students not only to master theoretical knowledge but also to possess relevant practical experience and mental readiness to carry out their roles as educators. One of the efforts made by universities to prepare students’ careers is through the School Field Introduction Program (Pengenalan Lapangan Persekolahan / PLP), which is designed to provide students with real experiences in the school environment. However, based on preliminary findings in the field, the career readiness of students in the Physical Education and Health Education program still shows variation and tends to be suboptimal. This study aims to analyze the effect of the School Field Introduction Program (PLP) experience on career readiness among students of the Physical Education and Health Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi. This research employed a quantitative approach using an ex post facto method. The research population consisted of Physical Education and Health Education students who had participated in the PLP program, with the sample determined according to the characteristics of the research population. Data were collected using a career readiness questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using simple linear regression. The results of the study indicate that there is no positive and significant effect of the School Field Introduction Program (PLP) on students’ career readiness. The statistical test results show that the calculated t-value of −1.025 is smaller than the t-table value of 1.666, thus the alternative hypothesis (Ha) is rejected and the null hypothesis (Ho) is accepted. These findings indicate that the PLP experience does not have a significant effect on career readiness to become a teacher among Physical Education and Health Education students. This suggests that students’ career readiness is not solely determined by PLP experience, but is also influenced by other factors such as individual motivation, interest in the teaching profession, and self-development experiences outside the PLP program, including organizational involvement and other related activities
Menilai Etika Melalui Gerak: Kajian Systematic Literature Review tentang Evaluasi Karakter Siswa dalam Pembelajaran PJOK Sekolah Dasar Jeffry Trinando; Muhammd Suhron Siregar; Septiya Fauziyanti; Reza Hadinata
Jurnal Paramaedutama Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Paramaedutama | Desember 2025 - Februari 2026
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar melalui aktivitas gerak. Namun, metode evaluasi karakter dalam pembelajaran PJOK masih memerlukan kajian komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis metode evaluasi karakter siswa dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan metode SLR dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, ERIC, Scopus, dan Portal Garuda dengan rentang waktu Januari 2015-Desember 2024. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas evaluasi karakter dalam PJOK tingkat Sekolah Dasar dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, dan dapat diakses penuh. Dari 487 artikel yang teridentifikasi, 25 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Temuan menunjukkan tiga kategori utama metode evaluasi: (1) Observasi perilaku selama aktivitas fisik (56%), (2) Penilaian sikap melalui rubrik karakter (32%), dan (3) Refleksi diri siswa (12%). Karakter yang paling sering dievaluasi meliputi disiplin (92%), sportivitas (84%), kerjasama (80%), kejujuran (72%), dan tanggung jawab (68%). Evaluasi karakter dalam pembelajaran PJOK Sekolah Dasar memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai metode. Diperlukan pengembangan instrumen baku yang valid dan reliabel untuk mengukur karakter siswa melalui aktivitas gerak.
STRATEGIES OF PHYSICAL EDUCATION TEACHERS IN INTEGRATING TRADITIONAL GAMES INTO PHYSICAL EDUCATION AND HEALTH LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOLS Sri Wahyuni Br Silitonga; Sukendro; Ugi Nugraha; Ilham; Reza Hadinata; Hendri Munar; Nabil Afiqra Febriza
El Midad Vol. 18 No. 1 (2026): El-Midad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v18i1.14734

Abstract

The integration of traditional games into Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning can strengthen student engagement, develop motor skills, and instill cultural values. However, the success of integration is largely determined by the teacher’s strategy in planning, implementing, and contextually evaluating learning. This study aims to describe PJOK teachers’ strategies in integrating traditional games into PJOK learning in elementary schools. The study uses a qualitative case study design. Data were collected through semi-structured interviews with PJOK teachers, participatory observation of the implementation of learning, and a study of teaching materials. Data analysis followed an interactive analysis model combined with thematic analysis to produce the main strategy themes. The results of the study show that teachers’ strategies are grouped into six themes: (1) mapping movement objectives and time allocation; (2) selecting games based on competence and environmental context; (3) modifying rules, tools, and space for safety and inclusiveness; (4) classroom management based on small groups, stations, and control signals; (5) internalization of cultural values through reflection and value language; and (6) process-outcome evaluation using rubrics, checklists, journals, and video-based reflection. The findings confirm that traditional games are effective vehicles for holistic learning when structured activities are aligned with learning outcomes and student needs.
Developing Prospective Physical Education Teachers’ Leadership through Community-Based Service-Learning Projects Hadinata, Reza; Yuliawan, Ely; Daya, Wawan Junresti; Mardian, Roli; Zainuddin, Fadli
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 10 No. 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v10i2.4553

Abstract

This study addresses the limited understanding of how community-based service learning develops leadership as an enacted and contextually shaped practice among pre-service physical education teachers. It explored the leadership-development processes experienced by students enrolled in the Teacher Professional Education Program (PPG) while implementing community-based service-learning projects in Islamic boarding schools. A qualitative multiple-case study design was employed, involving four PPG students who conducted 10-week leadership projects in four Islamic boarding schools in Jambi, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews lasting 45–60 minutes, participatory observations during project implementation, project documents, and participants’ reflective notes. The data were analyzed using team-based thematic analysis supported by NVivo 12 through iterative coding, categorization, comparison, and theme development. The findings showed that participants enacted leadership through stakeholder coordination, role distribution, collaborative communication, negotiation, and adaptive decision-making. These practices were particularly evident when participants responded to limited facilities, structured religious routines, scheduling conflicts, and institutional expectations. Initial difficulties in team management and stakeholder communication became important learning opportunities when participants reflected on their experiences and adjusted their subsequent actions. The Islamic boarding school context therefore functioned not only as the project setting but also as a source of leadership demands that encouraged culturally responsive, adaptive, and collaborative practices. This study provides a process-oriented account of leadership development by demonstrating how contextual demands, situated action, and reflection jointly shape leadership practice. The findings support the integration of structured community engagement, explicit leadership outcomes, and guided reflection into pre-service teacher education programs.