Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TUBERKULOSIS PARU RELAPS PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT KHUSUS PARU PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015-2016 HERAWATI JAYA; DEVI MEDIARTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.056 KB)

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis. Sedangkan tuberkulosis paru Relaps adalah penderita Tuberkulosis Paru yang dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap kemudian dating kembali berobat dengan hasil pemeriksaan batuk berdahak Basil Tahan Asam positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor resiko tuberculosis paru Relapsdi Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini meliputi populasi kasus yaitu penderita TB paru yang mengalami kekambuhan dan populasi kontrol yaitu penderita TB paru yang sudah dinyatakan sembuh. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data penderita TB Paru Relaps yang berobat di Poliklinik Paru Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan (total sampling) tahun 2015-2016.Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian TB paru Relaps(p:0,309; CI: 0,54-14,1; OR: 2,79), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadianTBparuRelaps(p:0,909;CI:0,308-2,82;OR:0,933), ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian TB paru Relaps(p:0,017; CI: 1,2-14,6; OR: 4,2), tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian TB paru Relaps(p:0,401; CI: 0,18-1,97; OR: 0,6), ada hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian TB paru Relaps (p:0,045;CI:1,0-10,3;OR:3,2), tidak ada hubungan antara dengan kejadian TB paru Relaps (p:0,309;CI:0,54-14,1;OR:2,79).
Lawan Covid-19 Melalui Pendidikan Kesehatan Dan Penerapan Protokol Kesehatan Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Di Desa Pipa Putih Kabupaten Ogan Ilir Intan Kumalasari; Yulianto Yulianto; Nesi Novita; Minda Warnis; Kamsul Kamsul; Herawati Jaya; Desy Setiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5754

Abstract

ABSTRAK  Sebaran virus corona di dunia hingga kini belum juga mereda, bahkan telah muncul varian baru seperti varian Delta yang merebak dan menyebabkan lonjakan kasus dibeberapa negara diantaranya Amerika Serikat, India, Brazil, prancis dan Rusia. Tingginya lonjakan kasus Covid-19 pada medio 2021 di banyak negara secara umum dipicu oleh ketidakdisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, munculnya varian virus yang lebih menular, dan program vaksinasi yang belum terlaksana sepenuhnya.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menggugah kesadaran masyarakat pentingnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan vaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan serta mampu mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di masyarakat Desa Pipa Putih Ogan Ilir. Pendidikan kesehatan yang dilakukan berupa ceramah, tanya jawab, pemutaran video dan simulasi. Penerimaan masyarakat dapat terlihat dari antusiasme mengikuti kegiatan hingga akhir. Pendidikan kesehatan pada desa Pipah Putih mendapatkan hasil yaitu terwujudnya peningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tanggap dan tangguh. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan , Penerapan Protokol Kesehatan, Adaptasi             Kebiasaan Baru ABSTRACT  Until now, the spread of the coronavirus in the world has not subsided, in fact, new variants have emerged such as the Delta variant which has spread and caused a spike in cases in several countries including the United States, India, Brazil, France, and Russia. The high spike in Covid-19 cases in mid-2021 in many countries was generally triggered by public indiscipline in implementing health protocols, the emergence of more infectious virus variants, and vaccination programs that have not been fully implemented. The purpose of this community service is to raise public awareness of the importance of breaking the chain. the spread of Covid-19 by vaccinating and continuing to apply health protocols and being able to optimize the potential of existing resources in the community of Pipa Putih Ogan Ilir Village. Health education is carried out in the form of lectures, questions, and answers, video screenings, and simulations. Public acceptance can be seen from the enthusiasm for participating in the activity until the end. Health education in Pipah Putih village has resulted in the realization of an increase in the health status of a responsive and resilient community. Keywords: Health Education, Implementation of Health Protocols, Adaptation of New Habits
Comparison of the Effectiveness of Biomedical Subject Learning Methods Syokumawena; Herawati Jaya
International Journal Scientific and Professional (IJ-ChiProf) Vol. 1 No. 2 (2022): May
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.153 KB) | DOI: 10.56988/chiprof.v1i2.9

Abstract

The Covid-19 outbreak requires the teaching and learning process to change to using online methods. The purpose of this study was to determine the evaluation of student learning in basic biomedical science courses consisting of theory and practicum with offline and online methods by looking at the scores of students' final semester exam results.The sample for this assessment is 174. The value of offline theory compared to online differs by 4.94 points, where the online value is high. The value of online practicum learning compared to offline is 8.2 points different, where the online value is also higher. Final semester test scoresmethod theoryoffline varies from 43 – 88 whilemethodonline from the value of 52 – 92. The results of the final semester practicum exam scoresmethodoffline from 68 - 90 while online ranging from 60 - 98. The average percentage of online theory learning methods is 74.15andthe average offline theory learning method is 69.21. Meanwhile, the average percentage of offline practicum learning methods is 74.59 and the average percentage of online practicum learning methods is 82.79. The analysis of this research uses the SPSS program independent samples t-test with the results of the value of️= 4.818and siq of 0.013 (less than 0.05), then the conclusion is the result of the value of basic biomedical science with online learning methods is higher than offline learning.
Penerapan Aplikasi Sehati Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa/i SMA NU Kota Palembang Herawati Jaya; Intan Kumalasari
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss3.1252

Abstract

To increase the knowledge and the adolescent’s manner about their reproductive health can do by giving them an education by using an application via android/IOS. On this application, we can share with them an education about their reproductive health. The purpose of this research is to know how is the impact of this application on the knowledge improvement of reproductive health in Negeri Umum senior high school students in Palembang. This study used a pre-experimental design method with the type of one group pretest-posttest (single group initial test and final test). The method to create a sample of this research is using Simple Random Sampling that has 70 samples and it comes from 10-grade students, 11-grade students, and 12-grade students. The results by applying Wilcoxon Signed Rank Test show a significant number of the sixth variable (α <0,005) which all the variables about  Show a resulting p-value of 0,000. Based on the statistical analysis above, it can be concluded that there is a significant difference in using the Sehati application on increasing senior high school Negeri Umum Palembang’s student knowledge about reproductive health.  
PERAWATAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA PEREMPUAN DI ERA NEW NORMAL Ratna Ningsih; Herawati Jaya; Maliha Amin; Intan Kumalasari
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 Desember (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.799 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2 Desember.944

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has reduced access to reproductive health services and limited socialization and health education during social or physical distancing. The government was gradually implementing the new norm era, we still have to be vigilant and follow health protocols, which in principle are clean and healthy living behavior by means of communication as a medium for sharing information/health education. The aim was to improve and change behavior, as well as women's independence regarding reproductive health. The method of activity was to provide education about reproductive health care for women in the new normal era, through online seminars. The results obtained good knowledge of pre-test 61%, post-test 90%, less knowledge of pre-test 39%, post-test 10%, means that the health care education has an effect on improving health. Keywords: Reproductive Health Care, Women, New Normal
Pengetahuan dan Sikap Ibu Post Partum dalam Perawatan Organ Reproduksi Pasca Persalinan Masa Pandemi COVID-19 Herawati Jaya; Intan Kumalasari
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v6i1.812

Abstract

The corona virus has spread in various parts of the world, not only countries, provinces or districts, but even in remote villages this virus has caused an alarming impact. Knowledge and attitudes of mothers during the post partum period are very important in order to avoid infection which results in long recovery from reproductive organs. During the postpartum period, a mother is very susceptible to infection. Infection as another important factor causing maternal death often occurs due to poor hygiene after childbirth that is not treated. Therefore, the cleanliness of the reproductive organs is very important to prevent infection. The purpose of this study was to describe the knowledge and attitudes of postpartum mothers in caring for reproductive organs after childbirth during the COVID-19 pandemic. this research method is descriptive. The sampling technique used purposive sampling, the subjects of this study were 96 respondents. This research was conducted in July 2021. The results showed that of 96 respondents the knowledge about caring for reproductive organs during the pandemic was still not good, namely 71.76% (less than 76%) and for attitudes, it was found that respondents had positive behavior as much as 68.26%. The conclusion is the better the knowledge possessed by the mother about the treatment of reproductive organs, the better the action for disease prevention will be. Vice versa. So with good knowledge, it is hoped that preventive measures will be even better.
Teknik Massage Effleurage Untuk Mengurangi Nyeri Melahirkan Kala I di Rumah Sakit Swasta Palembang Maliha Amin; Herawati Jaya; Atika Qainitah Ulipia Harahap
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.348 KB) | DOI: 10.36086/jkm.v1i2.1005

Abstract

Latar Belakang: Ibu inpartu merasakan nyeri melahirkan saat kala 1 akibat kontraksi uterus yang menyebabkan dilatasi serviks. Nyeri melahirkan merupakan masalah yang sangat mencemaskan bagi ibu primigravida. Ada beberapa metode nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri, salah satunya teknik massage effleurage yang dapat memberikan efek relaksasi dan membuat ibu beradaptasi pada nyerinya. Penelitian ini betujuan mendeskripsikan implementasi keperawatan teknik massage effleurage untuk mengurangi nyeri melahirkan kala 1. Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri melahirkan kala I dengan memberikan dan mengajarkan teknik massage effleurage dan memberikan edukasi tentang nyeri melahirkan. Adapun subjek studi kasus berjumlah dua kasus dengan masalah keperawatan nyeri melahirkan kala 1 di Rumah Sakit swasta di Kota Palembang. Hasil: Teknik massage effleurage berpengaruh secara efektif untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien inpartu kala I. Kesimpulan: implementasi keperawatan melalui teknik massage effleurage dapat mengatasi nyeri melahirkan. Saran: Diharapkan pasien / keluarga dapat mengaplikasikan teknik massage effleurage secara mandiri guna meningkatkan kemampuan adaptasi dalam proses melahirkan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) MELALUI PENYULUHAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA PEMBUAT PEMPEK Sri Martini; Sumitro Adi Putra; Aguscik Aguscik; Herawati Jaya; Ari Athiutama
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i1.4383

Abstract

Carpal Tunnel Syndrom (CTS) adalah salah satu jenis cumulative trauma disorders (CTD) yang disebabkan terjebaknya nervus medianus dalam terowongan carpal pada pergelangan tangan dengan gejala nyeri, kebas dan kesemutan pada jari-jari dan tangan. CTS ini disebabkan pekerjaan yang repetatif (berulang) seperti membuat pempek. Hal ini berpengaruh terhadap pekerjaan sehari-hari, pada pihak pengusaha menimbulkan kerugian akibat menurunnya produktivitas, pengeluaran meningkat dalam bentuk biaya pengobatan dan pembayaran ganti rugi karena keterbatasan dan kecacatan pekerja. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini CTS pada pembuat pempek. Metode pengabmas ini adalah redemonstrasi dan demonstrasi pemeriksaan Provokasi, dengan keterlibatan mitra yaitu Gapenham (Gabungan Pengusaha Handycraf Makanan Minuman). Kegiatan pengabmas diikuti oleh 25 orang peserta pekerja pempek, kegiatan tersebut berupa penyuluhan, demonstrasi pada pemeriksaaan provokasi, kemudian sebelumnya dilakukan pemeriksaan vital sign dan penimbangan berat badan. Hasil kegiatan tersebut 20 orang ibu ibu pembuat pempek – pempek menderita nyeri ringan dan sedang pada pergelangan tangan. Diharapkan pada pembuat pempek dapat melakukan pencegahan dengan cara melakukan deteksi dini penyakit CTS dan dilakukan kegiatan pengabmas selanjutnya,berupa latihan perengangan CTS.
Mobilisasi Dini Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Herawati Jaya; Maliha Amin; Sumitro Adi Putro; Zannati Zannati
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v3i1.1563

Abstract

Sectio caesarea merupakan pembedahan untuk melahirkan janin melalui insisi dinding abdomen (laparatomi) dan rahim ibu dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram. Masalah yang sering dirasakan pada pasien post sectio caesarea adalah gangguan mobilitas fisik. Mobilisasi dini post sectio caesarea harus segera mungkin di laksanakan untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan mobilisasi dini pada pasen post sectio caesarea. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan diberikan pada 2 pasien ibu post sectio caesarea dengan masalah gangguan mobilitas fisik.Hasil penelitian menunjukan pemberian tindakan keperawatan mobilisasi dini berpengaruh secara efektif untuk mengatasi gangguan moblitas fisik yang dialami pasien, sehingga pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasa serta dapat menambah pengetahuan pasien tentang mobilisasi dini post sectio caesarea. Berdasarkan hasil penelitian inilah, maka perlu adanya intervensi mobilisasi dini untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien post sectio caesarea.
PENERAPAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DALAM PERILAKU PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Herawati Jaya; Syokumawena Syokumawena; Intan Kumalasari; Rosnani Rosnani
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I3.22149

Abstract

ABSTRAK  Penyakit kanker termasuk juga kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umumnya terjadi pada wanita. Penyakit ini merupakan salah satu tumor ganas yang tumbuh di dalan jaringan payudara. Selama bertahun tahun banyak wanita yang terindikasi menderita panyakit kanker payudara, kejadian ini semakin banyak ditemukan pada negara-negara maju.1 Penyakit ini menduduki rangking terbesar kedua setelah kematian yang diakibatkan oleh kanker paru pada perempuan oleh karena itu sangat diperlukan bagi remaja putri dalam memiliki pengetahuan dan perilaku untuk mencegahan timbulnya penyakit kanker payudara . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana  pengaruh penerapan teori Health belief model (HBM) terhadap tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sehingga bila ditemukan kelainan dapat segera diambil tindakan secepatnya,  Penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji tindakan remaja putri pada SMA Muhammadiyah 2 Palembang dalam pencegahan kanker payudara sebelum (pre test) dan sesudah (post test) pada dua kelompok dimana pada kelompok intervensi diberikan pendidikan Teori Health Belife Model  dan untuk kelompok kontrol tidak diberikan pendidikan Health belief model. Adapun desain penelitian ini menggunakan Design Quasi Experimental Pretest-Posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 Orang , sampel ini dianalisa menggunbakan uji Wilxocon  setelah pengolahan data hasilnya menunjukkan terjadinya kenaikan tindakan cara mencegah kanker payudara pada kelompok intervensi dibandingkan pada  kelompok kontrol dengan P<0,000. Dapat disimpulkan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan kanker payudara dengan menggunakan teori HMB dapat mempegaruhi tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).Kata Kunci  Kanker payudarai_Health Belife Model ABSTRACT Breast cancer is one of the most common types of cancer in women. Breast cancer is a malignant tumor that grows in the breast tissue. More than women are diagnosed with breast cancer in every year. The incidence of this disease mostly increasing in developed countries. This disease ranks second after death caused by lung cancer in women, therefore it is very necessary for young women to have knowledge and behavior to prevent breast cancer.  The theory of the health belief model is the main concept for young women to prevent breast cancer. The purpose of this study is to see how the effect by applied the theory of Health Belief Model (HBM) in breast cancer prevention by breast self-inspections. This research was conducted at SMA Muhammadiyah 2 Palembang. This research was held to know how the actions of young women on preventing breast cancer by applying the concept : before (pre test) and after (post test) giving the Health Belief Model Theory education. It will use a control group, so the design of this research was called a Quasi Experimental Pretest-Posttest Design with control group. The amount of research subjects was 54 people and the data were analyzed using the Wilxocn test. The results showed that there was an increase in breast cancer prevention behavior after being given HBM-based interventions in the intervention group compared to the control group with P<0.000. It can be concluded that the educational interventions using the health belief model can influence the behavior of SMA Muhammadiyah 2 Palembang students in preventing breast cancer by applied SADARI.Keywords : Breast cancer, Health Belife Model Â